Roulette Love, Epilog

 

“Selamat datang…”

“Mau pesan apa mbak?”

“Ngg.. Yang favorite di sini apa?”

“Baiklah. Menu favorite untuk minggu ini adalah OreVa Shake. Milkshake rasa Vanilla yang dicampur dengan oreo, dan juga Marpur, Martabak Campur dengan 8 rasa berbeda,”

“Hmm boleh deh, yang itu aja, marpur nya satu, sama Oreva nya 2 ya,”

“Baik mohon ditunggu~”

“OreVa 2 Marpur 1 meja nomor 5!”

“Siaap!”

“Ul! Bengong aje, pesenan nih,”

Maul mendelik ke arah Nabil.

“Diem deh,” sunggut Maul.

“Ah mulai deh, males gue kalo lo udah baperan gini,”

Maul makin memajukan bibirnya.

“Selamat sore para shift siang~” Nobi masuk ke dalam dapur.

“Eh udah sore?” tanya Maul.

“Lha iya? Lu kemane aje?”

“Biasa dia lagi baper,” ujar Nabil. Nabil buru-buru kabur sebelum kegetok talenan.

“Yaudah gih sana, biar gue yang gantiin,” ujar Nobi.

Maul hanya mengangguk.

“Sore..” ujar Deva yang datang bersama Boby.

“Yosh~ akhirnya, gantian gantiaan,” ujar Nabil.

“Iya, selesein dulu pesenannya,” ujar Keynal.

Keynal dan Boby menuju ruang ganti.

“Hayo!!” Boby mengejutkan Maul yang sedang memakai celana panjangnya, karena baru satu kaki alhasil ia tersungkur dengan mulus.

“Botak biadab,” sunggut Maul.

“Gue kaga botak wlee,” ujar Boby.

“Sini gue botakin lu,”

Maul kembali berusaha berdiri, dan memakai celananya, dia pake boxer kok, nggak pake daleman doang, ngeres aja nih readersnya~

“Ul, lu lagi berantem sama kakak gue?” tanya Keynal.

Maul terdiam, kemudian ia menatap Keynal, dan mengangguk.

“Ah elu, baru pacaran dua bulan udah marahan mulu,” celetuk Boby.

“Yaa abis, kan gue kerja, masa disuruh jemput dia di kampus, gue bilang nanti sore deh, eh dia malah marah,”

“Hahaha bedon, ya namanya juga cewek Ul,” ujar Keynal.

“Trus aku kudu piyee,” ujar Maul.

“Najis. Nggak pantes Ul,” ujar Boby.

“Duh diem deh, urusin saja pacarmu itu,” ujar Maul.

“Di di kasih tau juga,”

“Udah deh mulai, mending lo ke rumah, doi lagi pengen martabak, beliin sana,” ujar Keynal.

Maul menatap Keynal. Kemudian mendekat perlahan.

“Key…”

“Lu mau apa? Gue tonjok nih,” ujar Keynal sambil menyipitkan matanya.

“Duuh baru aja mau bilang lo calon saudara ipar yang baik, huft nggak jadi,”

“Iih geli banget gue,” Keynal bergidik.

“Kek homo lu bedua,” celetuk Boby yang sedang memakai seragamnya.

Keynal dan Maul saling pandang.

..

.

“Huahahaha, anjiir Key!! Maul!! Berentii anjir!!” Boby terus meronta sedangkan ia dipegang erat tangannya oleh Keynal dan Maul mulai mengelitiki pinggang Boby.

Setelah puas menyiksa Boby, Maul pamit.

~

Ting tong..

“Bentaar,”

Melody keluar dari kamarnya, dengan wajah kusut layaknya baru bangun tidur.

Maul yang sudah di depan pintu rumah Melody terus menekan bellnya.

“Ish siapa sih!”

Melody membuka kunci rumahnya.

“Siapp…a,” Melody terkejut begitu mengetahui Maul yang berada di depan rumahnya.

“Ha..i..”

BRAK!

“Mampus lu,” latah Maul.

“Me.meel..”

Maul mengetuk pintunya.

“Pulaaaaang!!”

“Buset, kalo udah cemburu, kayak nenek lampir,” sunggut Maul.

Pintu terbuka. Melody keluar dengan sapu di tangannya.

“E.e..h Me.mel…”

“Robotan sawaaah!!” Melody mengejar Maul.

“Eh eh, i.ini aku bawa martabak, na.nanti ancur martabaknyaa,” ujar Maul.

Melody berhenti, ia menatap Maul tajam.

“Nah udah ya.. Janga…”

Melody merebut plastik yang dibawa Maul.

Kemudian ia berjalan masuk ke dalam rumah. Kali ini pintunya tidak ditutup lagi, Maul langsung sujud syukur.

~

Kembali kee cafe~

“Malam..”

“Selamat malam, silahkan masuk,” ujar  Boby.

“Haha, kayak sama siapa aja,”

“Eh dudut,”

“Aku pesen yang biasa ya,” ujar Sinka sambil duduk di tempat langganannya.

“Siap siap,” Boby mengangguk.

“Eh ada Sinka, sendiriaan?” tanya Nobi.

“Eh kak Nob, nggak kak, sama yang lainnya, tapi masih pada di jalan,” ujar Sinka.

“Hoo yaudah, gue ke belakang duluan ya,” ujar Nobi.

Sinka mengangguk.

“Cewe lu kuliah malem Bob?” tanya Nobi begitu sampe di dapur.

“Iya ada jam tambahan katanya,” ujar Boby.

“Gue duluan ya, Mario sama Nino udah dateng kan?” ujar Farish.

“Iya ati-ati ye,” ujar Keynal.

Hari ini Farish dan Nabil memang mengambil shift pagi sampai malam karena Mario full kuliahnya hari ini.

“Oke duluan ya kakak kakak ganteng,” ujar Nabil sambil melambaikan tangannya.

“Najong, Bil, dicariin Bil,” ujar Nino.

“Cariin siapa?”

“Sama… Aby Gaby~” ledek Mario dan Nino bersamaan.

“Tayk,” ujar Nabil.

“Hahaha, jadian kalee gengsi muluu dipertahanin,” ujar Mario.

“Diem lu, urusin noh putri tidur lo,” ujar Nabil.

“Eh Okta mana?” tanya Boby.

“Izin dia, Nadse nya ultah,” jawab Farish.

“Hadeuh, pacaran mulu,” ujar Nabil.

“Yang jomblo mah sensi,” ujar Mario.

“Hahahaha,” semuanya tertawa.

“Oke bhay!” Nabil buru-buru minggat dari situ.

“Haha parah lu ama adek gue, yaudah gue cabut deh,” ujar Farish.

Yang lainnya mengangguk, mereka kembali bekerja.

“Eh ogut ke my dudut dulu ya,” ujar Boby.

“Iya, udah menyepi juga,” ujar Keynal sambil melongok melihat pengunjung yang sudah mulai keluar dari cafe mereka.

Boby tersenyum senang, ia melepas seragam dan hanya mengenakan kaus hitam polos yang pas dengan badannya.

“Haloo..” ujar Boby dan kemudian duduk di samping Sinka.

“Hai Bob,” sapa yang lainnya.

“Waduh udah rame aja, baru pada pulang ngampus?” tanya Boby.

“Nggak juga sih, tadi abis nonton,” ujar Ayana.

“Pacaran kali bukan nonton,” sergah Veranda.

Gre dan Ayana nyengir.

“Ooh pantes Mario sama Nino izin telat,” celetuk Boby.

“Hehe maaf ya maaf,” ujar Gre.

“Yaaudahlah, santai aja, lagian juga pengunjung hari ini nggak terlalu rame juga,” ujar Boby.

“Eh Elaine mana Bob?” tanya Viny.

“Tuh, lagi di kasir sama Andrew,”

“Mereka mah pacaran juga bukan kerja,” celetuk Viny.

“Haha mbaknya jomblo sih,” ujar Gaby.

“Eh nyadar ya tolong,” sergah Viny.

“Hahaha,” yang lainnya tertawa mendengar pertengkaran kecil itu.

“Eh tapi tadi Nabil nyariin lo tau,” ujar Boby.

“A. Ma.masa sih?” tanya Gaby.

“Jaaah langsung meraaah wahaha,” Boby tertawa senang saat berhasil mengerjai Gaby.

Sinka langsung menghadiahi cubitan kecil di pinggang Boby.

“Sakit ih,” ujar Boby sambil manyun.

“Ya kamu, kasian ih ngerjain anak orang, temen aku itu,” ujar Sinka.

“Iya iya kan bercandaa,”

“Ngg Bob,”

“Ya nju?”

“Keynal ada?” tanya Shania malu-malu.

“Ada sih di dalem, masih sibuk dia mah,” ujar Boby.

“Duh suami idaman banget,” celetuk Veranda.

“Ih.. Apasih kak,” ujar Shania yang kini pipinya memerah.

“Kamu gimana kuliahnya?” tanya Boby agak berbisik.

“Ng.. Ya begitulah, bentar lagi UAS sih,”

“Hihi, yaudah belajar yang rajin yaa, jangan makan doang yang rajin, pipi tuh gendut,” ujar Boby sambil menusuk pipi Sinka dengan telunjuknya.

“Huftbob…” Sinka malah menggembungkan pipinya.

Yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat Boby dan Sinka.

“Iya dah, nanti ogut bayar kosan dah,” celetuk Gaby.

“Duh mana akhir bulan lagi,” ujar Gre sambil pura-pura ngebongkar dompetnya.

“Apadeh norak padaan,” sunggut Boby.

“Hai hai hai…”

Mereka semua menoleh ke arah pintu, ternyata Melody dan Maul. Eh enggak deng ada Shani, Okta sama Nadse juga.

“Nah akhirnya dateng juga,” ujar Veranda.

“Lha Ul? Kok lu balik lagi?” tanya Boby.

“Eh botak, kita kan udah janjian,” ujar Maul.

“Janjian??”

“Wah Sin, lo apain temen gue Sin? Ampe lupa ingatan gini?” tanya Maul.

“Apa sih maksudnya,” tanya Boby bingung.

“Boby lucuk, kamu lupa hari ini Keynal ulang tahun?” tanya Sinka.

Boby berpikir sebentar, “Astaga dragon! Kok ogut lupa ya?” ujar Boby sambil menepuk dahinya.

“Gue udah bilangin ke semua pengunjung kak, kalo mau ada kejutan buat kak Keynal,” ujar Andrew.

Boby menatap beberapa pengunjung yang masih di situ.

Semuanya mengangguk dan tersenyum.

“Kuenya?” tanya Boby.

“Itu lagi di bawa sama Farish,” jawab Melody.

Boby manggut-manggut.

Tak lama Farish datang bersama Nabil, juga dengan kotak besar berisi kue ulang tahun.

“Siap?” tanya Nobi yang melongokkan kepalanya dari pintu.

“Siap Nob,” ujar Melody sambil mengacungkan ibu jarinya.

Semuanya bersiap, kue besar itu di taruh di atas meja. Farish dan Nabil dibantu yang lain buru-buru menyalakan lilin dengan angka 21 itu.

“Keynal 21 ya?” tanya Boby.

“Iya lah, semester enam kan?” tanya Veranda.

“Ng… Iya kali au ah,” ujar Boby.

“Iya udah bener kok,” ujar Melody.

Semuanya mengangguk.

“Ndrew, matiin saklar Ndrew,” ujar Farish. Andrew yang sudah siap berdiri di bawah saklar langsung mematikanya.

“Weits, kenapa nih?” tanya Keynal.

“Waduh, turun kali kak,” ujar Mario.

“Lu cek coba Mar,” ujar Keynal.

“Lha? Kan situ yang paling deket pintu?” ujar Keynal.

“Eh iya, bentar gue cek dulu,”

Keynal meraba-raba dinding, mencari knop pintu. Setelah ketemu ia langsung membukanya

“Kejutaaaaan!!!”

Begitu Keynal keluar lampu kembali dinyalakan, Keynal juga terkejut karena Okta dan Nadse meniupkan terompet tepat di telinganya.

“Ebuset!!” ujar Keynal reflek sambil menutup telinganya.

“Happy birthday Keynaal!!” teriak semuanya.

Keynal menatap ke arah teman-temannya yang berdiri di belakang sebuah kue ulang tahun yang besar iru.

Ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Aduuh, ini ide siapa nih?” ujar Keynal.

“Hahaha…” semuanya tertawa melihat Keynal yang kini sedang dalam keadaan rebek surebek(bahasa planet mana nih?)

“Selamat ulang tahun kak!” ujar Okta dan Nadse yang berdiri di samping Keynal.

“Duh iya makasih yaa,” ujar Keynal sambil menyalami Okta dan juga Nadse.

“Duuh sini sini, adiknya kakak, udah tua sekarang,” Melody merentangkan tangannya, ia mencium kedua pipi Keynal.

“Duh, buset dah pake nyium segala,” ujar Keynal yang langsung menghapus jejak bibir Melody di pipinya.

“Bersyukur Key, gue aja belum pernah,” celetuk Maul.

“Yee maunyaa,” sergah Boby.

“Sini tiup lilin duluu,” ujar Verada.

Keynal mengangguk, ia mendekat ke arah bolu itu.

“Make a wish dulu kak,” ujar Shania mengingatkan.

Keynal tersenyum dan mengangguk.

Ia memejamkan matanya, dalam hati ia berdoa, semua hal yang indah ini akan menjadi lebi indah lagi, dan semoga semua hal yang tadinya cuma semoga nggak lagi jadi semoga..

Aamiin…

1…

2…

3…

fuuuh~

 

END.

 

-Falah Azhari-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s