Silat Boy : Mulai Serius Part 20

CnJGPUtWgAEeomp

“Rusdi, mulai hari ini kau akan melawanku. Tunjukan cara berkelahimu
padaku!” siang itu Kak Ve berbicara lantang, seolah-olah ia menantang
Rusdi berkelahi.

“Baiklah, kita mulai sparingnya!” Rusdi melepaskan seragamnya, ia
mengenakan baju putih polos.
“Ayo mulai!” Kak Ve berbicara dengan nada tinggi.

“Apa Rusdi bisa mengalahkannya?” tanya Epul, yang berada di sisi lain Rusdi.
“Kita semangatin aja biar dia menang.” jawab Naomi, ia tersenyum
simpul pada Epul.

“Aku siap.” ucap tegas Rusdi, ia sudah benar-benar siap melawan gurunya sendiri.
“Jangan lengah sedikit pun. Aku tidak akan ragu untuk melukaimu.” balas Kak Ve.

Rusdi kini berada dalam posisi kuda-kuda belakang. Sementara Kak Ve
hanya diam, posisi pasang satu. Sparing akan segera di mulai. Rusdi
sama sekali tidak gentar. Ia tahu Kak Ve tidak akan benar-benar
melukainya.

Rusdi mulai menyerang Kak Ve. Serangannya benar-benar cepat, tapi Kak
Ve jauh lebih cepat. Ia reflek menangkis semua serangan Rusdi dengan
mudahnya.

Gerakan mereka nyaris tidak terlihat. Epul dan Naomi bahkan
terkagum-kagum pada Rusdi. Rusdi menendang kaki Kak Ve, tapi Kak Ve
menahan tendangan itu dengan telapak kakinya.

Rusdi berusaha mengimbangi kecepatan serangan tangan dan kakinya. Ia
masih berusaha menyerang lebih cepat dari Kak Ve. Rasanya itu mustahil
dilakukan, tapi ia masih punya cara lain.

Rusdi kemudian berhenti menyerang, ia mundur beberapa langkah menuju
tempat gym tradisional itu. Kak Ve lalu menendangnya hingga ia jatuh
tersungkur.

Rusdi jatuh tersungkur menghantam kumpulan bambu tua yang sudah
tersusun rapi disana. Rusdi kemudian mengambil salah satu bambu tua
itu, lalu melemparkannya kearah Kak Ve.

Kak Ve menghindarinya, tapi ia lengah. Lemparan itu adalah
strateginya. Rusdi dengan cepat berlari kearah Kak Ve, lalu berteriak
keras seraya menendangnya. Kak Ve terjengkang karna tendangan itu.

“Astaga, ia berhasil!” Epul masih berdecak kagum.
“Rusdi semangat!” Naomi sedikit berteriak, tapi Rusdi tidak
menggubrisnya dan masih fokus pada sparing itu.

Rusdi kemudian menghampiri Kak Ve yang sudah kembali berdiri. Kali ini
Kak Ve terlihat serius, ia tidak akan lengah lagi. Kak Ve kemudian
mengambil bambu tua yang tergeletak di dekatnya.

Kak Ve menggenggam kuat bambu tua itu, sementara tangan yang satunya
mengepal. Tatapan matanya terlihat tajam menatap Rusdi. Kak Ve
kemudian menyerang Rusdi.

“Wow, Kak Ve!” Rusdi nyaris terkena pukulan bambu oleh Kak Ve.
“Kak Ve, tunggu!” Rusdi masih berusaha menghindarinya.
“Kak Ve…” kali ini Kak Ve berhasil memukul wajahnya dengan bambu itu.

Rusdi telak terkena pukulan bambu. Rusdi kemudian menengok kearah Kak
Ve. Tanpa ia duga, Kak Ve memukul kepalanya amat kuat hingga bambu tua
itu hancur berkeping-keping.

Rusdi seketika jatuh pingsan, kepalanya berdarah karna hantaman itu.
Ia terluka, tak disangka Kak Ve benar-benar tega melukainya. Ini sudah
selesai, Rusdi kalah sparing dengan Kak Ve.

“Waw…” Epul terlihat bingung.
“Dia sudah kalah, tapi bagaimana bisa? Bukankah sebelumnya ia unggul?”
tanya Epul.
“Entahlah.” Naomi juga terlihat bingung.

Kak Ve masih diam menatap Rusdi yang sudah terkulai lemah. Nafasnya
masih terengah-engah, Rusdi sukses mengimbanginya. Walaupun sebentar,
setidaknya ia berhasil. Dan Rusdi juga berhasil menyerang Kak Ve.

Waktu Boim berkelahi dengan Kak Ve, ia tidak berhasil menyerangnya.
Boim hanya mengandalkan nafsu untuk memukul, sementara Rusdi
mengandalkan strategi.

Beberapa jam kemudian, Rusdi sudah bangun. Ia terbangun di ruang
tengah rumah Kak Ve. Epul dan Naomi berada di sisi kirinya, sementara
Kak Ve sendiri di sisi kananya.

“Kau sudah bangun?” tanya Naomi.
“Aku kenapa?” Rusdi balas bertanya.
“Aku mengalahkanmu!” jawab Kak Ve, tersenyum tipis.
“Astaga, aku lengah.” Rusdi kemudian memegangi kepalanya.

“Aww… kenapa kepalaku diperban?” tanyanya.
“Kau terluka, Kak Ve memukulmu.” jawab Epul.
“Ini pelajaran untukmu, lain kali jangan lengah.” balas Kak Ve.

“Dalam perkelahian kau harus berusaha untuk menangkis semua serangan
lawan. Jika ada kesempatan, kau harus balik menyerangnya. Dan kalahkan
lawanmu dengan satu serangan kuat!” Kak Ve menasehatinya.

“Kau akan libur latihan dulu selama beberapa hari.” sambung Kak Ve.
“Kenapa?” tanya Rusdi.
“Kau harus memulihkan lukamu dulu” jawab Kak Ve.

“Selain itu juga sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kau harus
istirahat dulu, jangan terlalu sering latihan meskipun itu di rumah.”
Kak Ve kembali menasehatinya.

Setelah itu Rusdi pulang ke rumahnya, diantar oleh Epul dan Naomi. Ia
libur latihan selama beberapa hari. Itu artinya ia ada kesempatan
untuk melatih dirinya kembali, serta menghabiskan waktu bersama kedua

sahabatnya.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s