0801 part 3

Aku memeluk Melody erat erat, mimpi sialan itu kembali lagi disaat ku pikir diri ku sudah aman, saat ku pikir itu semua hanya sebuah kebetulan dan keberuntungan yang buruk mimpi itu datang lagi dan yang terburuk mimpi itu tentang orang yang ku cintai. Kemarin aku berhasil merubah mimpi ku tetapi Naomi tetap mati, aku tak akan membiarkan Melody dalam bahaya aku akan melindungi nya apapun yang terjadi.

“Kamu kenapa ? mimpi buruk ?.” tanya Melody.

“Iya mimpi yang sangat buruk,”

“Sudah nggak apa apa, ada aku disini,”

“Iya aku senang kamu ada disini,”

Aku melepaskan pelukan ku, karena terus memeluk nya bukanlah jawaban dari masalah ku Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, lalu mencari cara untuk menyelesaikan nya, dan hal pertama yang terlintas dipikiran ku adalah mencari tahu siapa itu Talos.

“Bagaimana jika hari ini kita jalan,” ajak ku.

“Tumben biasa nya juga aku yang ngajak, ya udah aku telpon Frieska dulu,”

“JANGAN, maaf tapi aku hanya ingin berdua dengan mu hari ini. Tolonglah,”

“Baiklah, mungkin dengan itu kau akan merasa lebih baik,”

Aku teringat mimpi ku tentang Melody yang pergi sendirian dan akhir nya tertabrak mobil, bersama dengan nya pasti akan merubah mimpi ku karena itu hari ini aku tak akan membiarkan nya sendiri atau sampai aku tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Melody memakai jaket bertudung milik ku dan aku juga memberikan nya kacamata hitam untuk menutupi identitas nya, sementara aku hanya memakai kaos dan celana jeans biasa karena aku bukan lah orang yang cukup dikenal sampai harus menyamar.

Kami memutuskan untuk makan dulu di restoran sebelum pergi nonton film BFG, aku tak terlalu peduli dengan film apa yang akan kami tonton atau apa yang akan kami lakukan selanjutnya, aku hanya ingin bersama nya dan menjaga nya dari bahaya yang tak ku ketahui apa tetapi aku tahu itu ada dan tak akan melepaskan Melody sampai aku tahu cara menghentikan nya.

“Teo ?.”

“Iya.” Jawab ku.

“Aku tadi pagi bersih bersih kamar dan nemuin banyak botol minuman serta obat-obatan, aku nggak mau nuduh kamu tapi ini lebih dari sekedar bad mood atau writer block ya parah kan ? tolong jujur sama aku, aku kekasih kamu Teo kita seharus nya saling bantu dan jujur,”

Aku terdiam mendengar kata kata Melody, dia benar kami seharus nya saling percaya dan saling membantu. Tetapi aku tak ingin melibatkan nya kedalam semua ini, itu terlalu berbahaya dan dibandingkan siapa pun aku sangat ingin melindungi nya.

“Aku mendapat mimpi buruk yang mengerikan dan membuat ku terus terjaga di malam hari, aku sangat stress Mel, aku bahkan tak berani menutup mata ku sampai tadi malam saat kamu berada disamping ku. Aku ingin jujur kepada mu tetapi aku tak ingin membuat mu khawatir, kau sudah punya cukup banyak masalah lebih dari yang bisa kau tangani,” ucap ku jujur meski aku meninggalkan bagian mimpi itu jadi nyata.

“Apa ini karena kejadian Naomi waktu itu ? apa kamu dilanda rasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan nya ? Teo itu bukan salah mu kamu sudah berusaha menyelamatkan nya,”

“Aku tak tahu Mel, aku sungguh sudah tak tahu lagi,”

Melody datang dan memeluk ku, ku sandarkan diri ku kepada nya mencoba menenangkan diri dari semua hal yang terjadi. Tanpa ku sadari aku mulai menangis dipelukan nya, sungguh hal yang memalukan karena aku lah yang seharus nya menenangkan diri nya jika dia merasa sedih. Tetapi aku tak sanggup lagi menahan beban yang ku rasa menimpa ku, beban yang sudah menghancurkan rasa percaya diri ku.

Setelah berhasil menenangkan diri kami pun akhir nya makan dua mangkok mie, aku merasa lebih baik dengan ada nya Melody di dekat ku, dia seperti menyerap dan membuang rasa gelisah ku dan menganti nya dengan harapan, sesuatu yang hilang dari ku beberapa minggu ini karena itulah aku tak ingin kehilangan nya.

“Teo, aku pikir aku tahu cara buat mengusir mimpi buruk kamu,”

“Apa itu,”

“Nonton Theater, kamu tahu besok pertunjukan di theater akan dibuka lagi. Jadi aku pikir dengan nonton theater kamu akan menemukan kebahagian kamu lagi,”

“Hahahahaha,”

“Kok ketawa ?.” tanya Melody yang bingung.

“Kamu lucu, kebahagian aku nggak pernah hilang dia sedang duduk didepan ku,”

Dia tertawa mendengar jawaban ku mungkin dia mengira aku hanya mengombali nya biarlah tak masalah, untuk sejenak aku bisa melupakan rasa gelisah ku jika dugaan ku benar Melody akan aman selama dia tak dekat dengan jalan raya atau pun mobil jadi lantai dua sebuah mall adalah tempat yang aman.

Seharian kami bersama melakukan banyak hal berdua, aku juga mengantarkan nya pulang sampai ke depan rumah nya karena aku tak mau mengambil resiko membahayakan diri nya. Setelah berpamitan aku pun pulang dan mulai mencari info tentang siapa itu Talos.

Apa yang ku temukan sungguh mengejutkan ku, Talos memang seorang dewa tetapi dia adalah dewa dari sebuah game bernama Skyrim. Itu tak masuk akal karena aku yakin aku mendengar suara nya di mimpi ku, suara yang berat yang memberi tahu ku siapa diri nya.

Jika Talos hanya lah seorang dewa dalam sebuah game ada hal lain yang terjadi disini, memang benar aku tak bisa memastikan jika yang berbicara dalam mimpi ku benar benar Talos tetapi aku tahu suara itu nyata, aku mencoba mencari tahu lebih jauh tentang Talos, membaca penjelasan mengenai diri nya di beberapa forum sangat sulit karena kebanyakan hanya berfokus kepada game bukan kepada karakter nya.

Berjam jam aku mencari dan hal terbaik yang bisa ku temukan adalah bagaimana cara mengalahkan nya, didalam game. Berjam jam berada didepan komputer membuat ku mengantuk dan lelah, jadi aku membuatkan diri ku secangkir kopi.

Aku berusaha menjaga diri ku tetap bangun, aku takut jika aku tertidur aku akan mengalami mimpi buruk lagi. Hal terakhir yang ku butuhkan adalah mimpi buruk lagi, ku paksa diri ku tetap terbangun dengan terus menambah isi cangkir ku dengan kopi terus berusaha mencari apapun yang bisa ku temukan di internet.

Jadi apa saja yang bisa ku temukan setelah berusaha terbangun semalaman tentang Talos. yang pertama status dewa nya kontroversial, Talos adalah seorang manusia biasa yang merupakan pahlawan besar lalu setelah dia meninggal orang orang mulai memuja nya dan menganggap nya sebagai dewa. Sebuah perang besar terjadi antara manusia dan bangsa peri, bangsa manusia yang hampir kalah pun menyerah dan sebagai salah satu persyaratan damai para peri meminta penyembahan Talos yang hanya manusia biasa dilarang, orang orang yang masih menyembah Talos akan dihukum sehingga penyembahan nya dilakukan secara sembunyi sembunyi.

Lalu hal hal lain yang tak banyak membantu seperti senjata senjata nya, armor yang dia pakai, dan cara mendapatkan nya didalam game tak ada yang membantu. Gelas kopi ku juga sudah kosong aku berjalan kedapur untuk membuat kopi lagi hanya untuk menemukan aku sudah kehabisan gula, malam sudah semakin larut dan dingin nya malam kurasakan sudah menusuk kulit ku. Aku mengambil sekaleng soda dari kulkas dan kembali ke laptop ku, dan sebuah pesan masuk dari Frogmaster.

“Hey Teo, apa yang terjadi kenapa kau tak menghubungi ku ?.” isi pesan itu.

Aku hanya membiarkan pesan itu, aku merasa curiga Frogmaster atau siapapun dia ada hubungan nya dengan semua ini. Dia bisa beralasan dia tak tahu apa apa, tetapi semenjak dia mengirimi ku link blog nya dan aku terpaksa setuju dengan pernyataan apapun yang ada diblog nya membuat ku mulai mengalami ini semua.

Pernyataan itu, kenapa aku bodoh sekali pernyataan itulah yang membuat ku mengalami ini semua. Hari dimana aku mengklik setuju pada pernyataan itu mimpi buruk ku tentang Naomi datang dan keesokan hari nya Naomi mati dengan cara yang sama dengan mimpi yang kualami, aku tak tahu apa isi pernyataan itu karena waktu itu aku terganggu dengan bentuk dan warna font nya membuat ku tak peduli apa isi nya dan hanya mengklik setuju.

Aku membuka kembali email ku, dan email yang berisi link blog itu masih ada disana ku buka link nya dan blog itu kembali ku buka. Cepat cepat aku scroll ke bawah ketempat pernyataan itu berada, ku foto pernyataan itu lalu ku biarkan laptop ku meninggalkan nya untuk mati saat baterry nya habis.

Ku lirik jam dan masih butuh empat jam lagi untuk matahari muncul, aku mengambil kunci ku lalu memutuskan untuk pergi ke supermarket yang buka 24 jam menunggu datang nya pagi.

Saat pagi datang aku menelpon Melody untuk menanyakan kabar nya, aku pun meminta nya untuk menunggu ku menjemput nya meski awalnya dia menolak tetapi akhir nya dia setuju. Butuh setengah jam bagi ku untuk sampai ke rumah nya tetapi aku senang dia masih menunggu ku disana, meski dengan wajah yang kesal bercampur bingung.

 

Melody masuk kedalam mobil meski dengan wajah yang kesal, aku mengerti kenapa dia marah. Dia mungkin merasa aku terlalu protektif dan memaksa nya, dia mungkin merasa itu bukanlah diri ku ditambah lagi fakta aku merahasiakan masalah ku dari nya tentu dia punya hak untuk marah.

“Hey maaf jika aku memaksa mu tapi tolong mengertilah, aku pasti akan menjelaskan semua nya,” ucap ku.

Melody hanya diam pandangan nya lurus ke depan dan tak ada respon dari nya, dia tak merespon dia bahkan tak menoleh kearah ku. Aku tau dia marah tetapi sikap nya terlalu aneh, mungkin hanya perasaan ku jadi aku hanya membiarkan nya saja.

Kami sampai di sudirman tetapi Melody masih saja diam, aku keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk nya tetapi dia tak merespon bahkan aku merasa dia tak ada disana.

“Mel kita sudah sampai,” ucap ku. “Mel…..,”

Saat tangan ku mencoba menyentuh nya tangan ku menembus bahu nya, saat itu napas ku tercekat ditenggorokan, otak ku mencoba memikirkan dan menjelaskan apa yang sedang terjadi, mencoba mencari penjelelasan yang masuk akal. Tetapi semakin keras aku mencoba membuat nya masuk akal semakin aku sadar ketakutan ku menjadi sangat kuat.

Akhir nya “Melody” menoleh kepada ku, dengan mata yang menatap tajam dengan bola mata yang berubah menjadi merah, dia menyeringai tetapi bukan lah seringai yang ingin ku lihat. Seringai itu mirip dengan seringai pembunuh pembunuh yang kulihat di film film horor, dia menoleh kearah tangan ku yang menembus bahu nya dan seringai nya berubah menjadi senyum, senyum yang mengerikan.

“TALOS,” ucap nya dengan suara berat dan dalam.

Sedetik kemudian dia menghilang dan tangan ku yang sempai menembus bahu mahluk apapun itu tadi berubah menjadi dingin, ada semacam cairan kental yang menutupi jari jari, telapak hingga pergelangan tangan ku dan yang terburuk cairan kental itu berbau busuk.

Cepat cepat aku berlari ke kamar mandi dan mencuci tangan ku, cairan kental itu sangat sulit untuk dicuci dan sangat lengket. Semakin banyak aku menguyurnya dengan air semakin busuk bau yang tercium dari cairan lengket itu, hidung ku sudah terasa penuh dengan bau itu dan sempat ku lihat beberapa orang yang ingin masuk ke kamar mandi mengurungkan niat nya.

Ku coba mencuci nya dengan sabun tetapi cairan itu berubah menjadi hitam sehingga hampir terlihat seperti oli, apa sebenarnya ini dan yang lebih penting mahluk apa itu. Pikiran ku dipenuhi oleh pertanyaan pertanyaan saat aku terus mengosok tangan ku, sampai tangan ku terasa perih dan ku lihat darah mengucur dari tangan ku, mungkin aku mengosok tangan ku terlalu kuat hingga membuat kulit ku luka. Aliran darah dari luka ku terlihat jelas, awalnya ku kira darah ku mengalir diatas cairan itu hingga ku sadari bahwa darah ku membelah cairan itu.

Aku sadar jika hanya darah yang bisa membersihkan cairan lengket itu, tetapi luka ku terlalu kecil sehingga hanya sedikit darah yang mengalir keluar. Ku lihat sebuat alat cukur di tempat sampah, ku ambil alat cukur itu, ku keluarkan silet yang berada didalam nya ku cuci silet itu lalu ku tuangkan sabun diatas nya ku cuci lagi sampai ku rasa bersih.

Ku tarik napas dalam dalam, satu hal yang harus kalian ingat dengan alasan atau tujuan apapun jangan pernah menyakiti diri sendiri, dalam kasus ku adalah aku berencana melukai diri ku sendiri agar bisa lepas dari cairan menjijikan ini. Ku tempelkan silet itu permukaan kulit ku, aku mencoba mengira gira seberapa dalam aku harus menyilet kulit ku setelah menarik napas sekali lagi ku tarik silat ku dengan cepat dan darah segar menyembur dari luka yang baru ku buat.

Sakit itu hal satu satu nya cara untuk mengambarkan apa yang kurasakan, pandangan ku sedikit kabur karena mungkin aku mengiris terlalu dalam atau terlalu panjang. Ku coba mengabaikan rasa sakit yang kurasakan, ku ratakan darah ku untuk membersihkan cairan menjijikan itu. setelah semua nya bersih ku bilas tangan ku dengan air dan pedih menjalar keseluruh tubuh ku saat luka ku terkena air, saat tangan ku sudah bersih aku bisa melihat luka yang ku buat terlalu dalam sampai aku hampir bisa melihat putih nya tulang ku sendiri.

Cepat cepat ku buka kemeja yang ku pakai untuk mengikat luka ku, dasar mahluk sialan, ku coba mengumpat untuk mengurangi rasa sakit ku. Aku berjalan keluar dari kamar mandi dan kembali menuju parkiran, jika mahluk itu menyamar menjadi Melody berarti dia merencanakan sesuatu dan yang lebih menganggu ku adalah mahluk itu nyata dan bukan hanya ada dimimpi ku.

Ku buka handphone ku yang bergetar, sebuah panggilan masuk datang dari Melody cepat cepat ku terima panggilan itu karena aku sangat khawatir dengan keadaan Melody.

“Mel kamu baik baik saja. ?” tanya ku.

“ Aku baik, yang lebih penting kamu dimana ? aku sudah meminta Frieska untuk mengantar ku,” jawab Melody, dari nada suara nya aku tahu dia marah.

“TUNGGU AKU,  TOLONG TUNGGU AKU,”

“Aku udah telat kita bicara lagi nanti.”

Melody menutup panggilan itu,  ku coba menelpon nya kembali tetapi panggilan ku hanya sampai ke voicemail. Ini adalah tujuan mahluk itu menyamar menjadi Melody, dia ingin memisahkan ku dari Melody dia tahu aku pasti berusaha mengubah mimpi ku dan menyelamatkan Melody itulah satu satu nya alasan dia repot repot menyamar.

Aku pun berlari ke parkiran, mahluk itu pasti punya rencana lain agar mimpi buruk ku menjadi kenyataan, siapa pun tak masalah, aku tak peduli siapa saja asal bukan Melody. Dialah satu satu nya alasan aku hidup dan hanya dia yang ku pedulikan di dunia ini.

Kedua pintu mobil ku terkunci dari dalam, ku cari kunci ku tetapi tak ada. Kunci ku tertinggal di dalam mobil dan mahluk itu mengunci pintu mobil ku, dia benar benar ingin menjauh kan ku dari Melody dengan cara apapun. Aku berlari keluar parkiran dan sebuah macet besar tiba tiba muncul di jalan raya karena sebuah truk terbalik dan benar benar menutupi kedua jalur,  sialan rumah Melody cukup jauh dari disini dan mahluk membuat sebuah truk terbalik.

Tak ada pilihan lain aku  mulai berlari meski dengan pandangan yang hampir pudar, tangan ku sudah terasa dingin dan aku hampir tak bisa melihat kemana aku berlari. Lalu sesuatu menabrak ku dan ku ingat jika aku seperti terbang lalu terbentur lalu semua nya gelap.

Oleh :chris

 

Iklan

2 tanggapan untuk “0801 part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s