Cinta & Sepak Bola, Part 44 (side story -Riyan-)

q

Kota Bandung hari ini cukup dingin dengan awan yang agak gelap, karena sebentar lagi mungkin akan turun hujan

Suasana yang sangat Riyan rindukan sejak dulu, sejak terakhir kalinya dia menginjakkan kakinya di kota Bandung sebelum berangkat ke Brazil

” Kota Bandung gak pernah berubah ternyata, masih dingin udaranya kayak dulu ” kata Riyan

” Iya lah, namanya juga kota Bandung ” kata Sinka

Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Riyan, mereka membutuhkan 2 jam perjalanan dari terminal bus ke rumah kediaman Riyan

Dalam perjalanan mereka di suguhkan dengan pemandangan kebun teh yang terbentang luas di pinggir jalan dengan jalanan-jalanan yang berlika-liku

” Aku baru ke sini lagi tau ” kata Sinka sambil memandang kebun teh yang luas dari dalam mobil

” Emang kamu pernah ke sini apa? ” tanya Riyan dengan nada agak mengejek

” Ya pernahlah, walau pun cuma satu kali. Itu juga pas liburan bareng temen-temen sekolah pas waktu smp ” jawab Sinka

” Emang kamu liburan ke mana? ” tanya Riyan

” Puncak. ”  jawab Sinka yang pandangannya masih menatap ke luar jendela

” Itu sih belum seberapa, nanti aku ajak kamu ke tempat paling special di kota Bandung ” kata Riyan

Sinka pun langsung memalingkan pandangannya dan menatap Riyan penuh dengan pengharapan

” Serius?? ” tanya Sinka antusias

” Iya, aku jamin kamu pasti suka ” kata Riyan

” Aaahk.. makasih yah, jadi tambah sayang ” kata Sinka memeluk Riyan dari samping

Riyan tersenyum kecil sambil membalas pelukan itu dengan hangat dan memberikan kenyaman pada Sinka

*******

Tak terasa 2 jam berlalu, kini mereka sudah sampai di depan sebuah rumah yang sangat megah dengan beberapa mobil yang terparkir di halaman rumah itu

” I..ini rumah kamu? ” tanya Sinka tak percaya melihat rumah itu

” Bukan. ” jawab Riyan singkat

Sinka agak kesal dengan jawaban itu, kalau ini bukan rumahnya kenapa Riyan mengajaknya ke sini

” Terus ini rumah siapa? ” tanya Sinka dengan nada kesal

” Ini rumah papah aku. ” jawab Riyan

” Iih dasar nyebelin, ya sama aja ini tuh rumah kamu , ” kata Sinka memukul pelan lengan Riyan

” Ya gak lah, aku mah gak punya rumah, ” kata Riyan sambil menghentikan aksi Sinka yang memukulinya

Sinka pun berhenti memukuli lengannya dan hanya mencubit pelan pinggang Riyan

” Udah ah, ayok masuk ” ajak Riyan menarik tangan Sinka

Mereka berdua memasuki halaman rumah itu dan langsung masuk ke dalam rumah

Di ruang tamu mereka melihat Melody sedang asyik mengobrol dengan seorang lelaki yang tidak Riyan kenal

” Assalamualaikum… ” kata Riyan dan Sinka serempak

Melody dan lelaki itu pun lantas menoleh ke arah mereka berdua

” Waalikumsallam, Riyan.. Sinkaa… ” balas Melody

” Kak Melody… ” kata Sinka lalu berlari untuk memeluk Melody

Riyan pun berjelan menyusul Sinka dan mencium punggung tangan melody

” Kamu jadi pulang ternyata ” kata Melody melepaskan pelukan dari Sinka dan menatap Riyan

” Iya kak, ” kata Riyan

” Dia siapa kak? ” tanya Sinka menatap lelaki yang berdiri di samping Melody

” Ouh ya, kenalin.. ini namanya Kevin, pacar kakak ” jawab Melody

Riyan agak terkejut mendengernya, sejak kapan kakaknya sudah berpacaran

” Hay.. gue Kevin, lu Riyan kan adiknya Melody ” kata Kevin menjulurkan tangannya

Riyan membalas uluran tangan dari Kevin

” Iya, gue Riyan.. kok situ tau ” kata Riyan

” Iya gue tau dari Melody, terus siapa sih yang gak tau sama lu, M. Riyan Gunawan sang pemain timnas Indonesia ” kata Kevin

” Bisa aja lu bang ” kata Riyan terkekeh

” Kalau yang ini namanya Sinka, dia itu pacarnya Riyan ” kata Melody

”  Hallo kak ” sapa Sinka

” Hay.. ” balas Kevin

” Ouh iya kak, Sinka boleh gak nginep di Sini? ” tanya Sinka

” Boleh dong.. nanti Sinka tidurnya di kamar tamu, masih banyak kamar yang kosong kok. Tinggal pilih aja yang mana ” jawab Melody

” Waaahh… terima kasih ya kak ” kata Sinka senang

Melody mengangguk pelan, dia senang karena Sinka akan menginap di rumahnya, itu menambah suasana di dalam rumahnya yang terbilang sepi

” Ya udah kalau ayok kakak anter ke kamar kamu, ” kata Melody

Sinka pun berjalan mengikuti Melody menuju kamar yang akan di tempatinya

Sedangkan Riyan di tinggal bersama Kevin di ruang tengan

” Udah lama Bang? ” tanya Riyan sambil duduk di sofa yang ada di ruang tengan

” Ya lumayan lah, dari jam 4 sore ” jawab Kevin

” Oh.. ” kata Riyan datar

” Selamat ya atas kemenangan Indonesia, sorry gue baru bisa ucapin sekarang ” kata Kevin

” Gak apa-apa kok bang, terima kasih. ” balas Riyan

Seketika suasana menjadi hening, mungkin mereka berdua masih canggung karena mereka juga baru pertama kali bertemu

” Gue boleh tanya gak bang? ” tanya Riyan memexahkan keheningan

” Boleh ” jawab Kevin

” Bang Kevin udah lama pacaran sama kak Melody? ” tanya Riyan

Kevin terdiam sambil tersenyum tipis sambil mengalihkan pandangannya

” Gakk.. baru 2 bulan kok, kenapa emang? ” jawab Kevin balik tanya

”  Gak apa-apa, gue minta aja sama lu tolong jaga kakak gue, jangan pernah lu sakitin dia apa lagi bikin dia nangis ” balas Riyan

Kevin terkekeh mebdengar ucapan Riyan yang terbilang mengancam

” Ceritanya lagi ngancem ni ” kata Kevin

” Enggak.. gue gak mau aja liat kak Melody sedih ” kata Riyan

” Lu gak usah khawatir, walau pun lu gak minta ke gue buat jagain dia, gue pasti jagain dia dan gue janji sama lu, gue gak akan bikin dia sakit hati ” kata Kevin

” Ok, gue harap lu bisa tepati janji lu bang ” kata Riyan

” Cowok sejati itu gak pernah ngingkarin janjinya ” kata Kevin yang membuat Riyan menjadi percaya padanya

” Bagus deh kalau gitu…. ya udah gue ke kamar dulu yah, mau istirahat ” kata Riyan yang di balas Anggukan kecil oleh Kevin

Riyan pun bangkit dan berjalan menuju kamarnya

*******

” Sinka… ayok makan malam dulu ” panggil Melody di depan kamar Sinka

” Iya kak, ” balas Sinka langsung keluar dari kamarnya

” Di dalam kamar terus, gak bosen apa? ” tanya Melody

” Aku tidur kok kak tadi tuh, soalnya cape banget ” jawab Sinka

Lalu mereka berdua berjalan menuju ruang makan yang sudah tersedia banyak makanan

” Loh.. kak Riyan belum keluar kak ” kata Sinka

” Belum. ” kata Melody

” Ya udah, aku bangunin dia dulu ya kak ” kata Sinka berjalan menuju lantai atas

” Kamarnya yang pintunya warna merah ” kata Melody memberitahukannya

Sinka mengangguk pelan dan kembali melanjutkan langkahnya

Sesampainya di atas, dia mengedarkan pandangannya mencari kamar yang pintunya berwarna merah

Dan Sinka pun melihatnya, kamar itu berada paling pojok di lantai atas

Akan tetapi pintunya tidak tertutup alias terbuka, dia pun masuk begitu saja ke dalam kamar

Kamar yang di dominasi dengan warna coklat serta pernak-pernik sepak bola itu cukup rapi bagi seorang lelaki

Tapi Sinka tidak melihat Riyan ada di dalamnya

” Kak Riyan kemana? ” kata Sinka mengedarkan pandangannya

Pandangannya tertuju pada sebuah bingkai foto yang ada di atas meja di dalam kamar itu

Sinka tersenyum melihat foto itu, bagaimana tidak itu adalah fotonya bersama Riyan saat mereka berlibur di bali

Seketika Sinka merasa heran, padahal dia dan Riyan tidak pernah berfoto selama di sana, tapi kenapa ada foto mereka saat mereka sedang menikmati sunset di pantai

” Ekhmm… ”

Suara itu mengagetkan Sinka yang sedari tadi asyik melihat foto itu, Sinka pun menoleh dan melihat Riyan berdiri tidak jauh di belakangnya

” Kalau masuk ketuk pintu dulu ” kata Riyan

” Iya maaf, Soalnya pintu kamar kamu kebuka, jadi aku masuk aja deh ” balas Sinka

” Ada apa kamu ke kamar aku, laper? ” kata Riyan

” Gak.. kak Melody nyuruh kita makan malam ” kata Sinka

” Ya udah bentar lagi aku turun ” kata Riyan

” Ya udah aku tunggu di bawah yah ” kata Sinka beranjak pergi

Tapi langkahnya terhenti saat ia mengingat foto yang di lihatnya tadi

” Ouh yah, foto itu siapa yang ambil, perasaan kita gak pernah ambil foto saat di bali? ” tanya Sinka sambil menunjuk ke foto itu

” Oh yang ini.. ” kata Riyan tersenyum kecil sambil mengambil foto itu

” Iya ” balas Sinka mengangguk

” Aku sengaja suruh Aangk buat ambil foto kita tanpa sepengetahuan kamu, biar terihat natural gitu hasil fotonya ” jelas Riyan

” Iih dasar. ” kata Sinka

” Ya udah sana, nanti aku nyusul ke bawah, ” kata Riyan

Sinka pun mengangguk lalu berjalan keluar dari dalam kamar Riyan

******

5 menit kemudian Riyan turun dan berjalan menuju ruang makan.

” Papah kemana kak? ” tanya Riyan

” Papah lagi ke Dhubai. Katanya ada urusan bisnis di sana ” jawab Melody

Riyan duduk di kursi yang bersebelahan dengan Sinka

” Berapa hari? ” tanya Riyan

” 1 Bulan ” jawab Melody menyendokkan nasi ke piring yang ada di depan Riyan

” Berarti gue gak bisa pamit sama papah pas mau kembali ke Brazil ” kata Riyan lesu

” Ya udah gak apa-apa, nanti kakak yang pamitin kamu ke papah ” kata Melody

” Ya udah deh. ”

Mereka semua pun mulai melahap makanan yang sudah di siapkan oleh Melody

~oOo~

Setelah selesai makan Riyan sengaja mengajak Sinka ke suatu tempat. Tempat yang memiliki kenangan tersendiri bagi Riyan

Mereka berdua menaiki motor sport milik Riyan yang dulu dimiliki ayahnya

” Kita mau ke mana sih? ” tanya Sinka penasaran

Tapi Riyan diam tak menjawab, itu membuat Sinka kesal karena dia tidak tau akan di bawa kemana oleh Riyan

” Kita mau kemana sih kakk! ” tanya Sinka mulai geram

” Udah diem aja kenapa sih, gak usah banyak tanya ” jawab Riyan

Sinka benar-benar kesal sekarang, dia memilih diam dari pada terus bertanya pada Riyan jika jawaban yang akan dia dapatkan sama

10 menit kemudian, mereka sampai di sebuah taman bermain, walau pun sudah malam tapi taman itu terlihat masih ramai

Sinka yang tadinya kesal mulai memperlihatkan wajah gembiranya

” Kenapa gak bilang aja sih kalau kita mau kesini? ” kata Sinka sambil tersenyum kecil

” Kamu suka ” kata Riyan

Sinka mengangguk berulang kali, itu tandanya dia sangat suka dengan taman ini

” Kok aku gak tau ya kalau di bandung ada taman seperti ini, bukannya sepi kalau udah malam, ini mah malah tambah ramai ” kata Sinka

” Ya namanya juga taman malam, ya ramainya pas malam, kalau ramainya pas pagi itu namanya pasar.. ” kata Riyan mulai ngawur

” Iihh apaan sih, aku serius tau. ” kata Sinka menunjukan wajah kesalnya

Tapi bukannya Riyan khawatir tapi dia malah gemas dengan expresi itu, itu membuat Sinka terlihat menggemaskan

” Kenapa kamu senyum-senyum, aku lagi marah niihh… ” kata Sinka

” Hehe iya maaf, mau es crim gak? ” tanya Riyan

” Es crim.. maauu…. ” jawab Sinka

Ntah mengapa sekarang Sinka bersikap seperti anak kecil, mungkin dia ingin di manja oleh Riyan sebelum Riyan kembali ke Brazil

” Ya udah kamu tunggu di sini, aku beli es crim dulu ” kata Riyan lalu berjalan pergi setelah mendapat anggukan dari Sinka

Beberapa menit kemudian, Riyan kembali dengan membawa 2 buah es crim

” Nihh es crimnya.. ” kata Riyan memberikan satu es crim itu pada Sinka

Sinka pun menerimanya dengan gembiri, Sinka sangat menyukai es crim

” Kita ke sana yuk ” ajak Riyan, Sinka mengangguk pelan

Mereka berdua berjalan menuju ke sebuah bangku yang ada di depan sebuah danau yang di hiasi berbagai lampu di tepinya

” Kalau malam indah banget ya kak danaunya ” kara Sinka sambil menikmati es crimnya

” Iya… ” kata Riyan

Keheningan tiba-tiba hadir di anrara mereka karena mereka juga sedang menikmati es crim yang di beli oleh Riyan

” Dulu aku sering benget ke taman ini sama mamah aku. ” kata Riyan memecahkan keheningan

Sinka yang tadinya asyik menikmati es crimnya kini menatap Riyan

” Setiap pulang sekolah aku selalu ajak mamah ke sini, bahkan hampir setiap hari kami ke sini, mamah aku juga sering membelikan es crim buat aku ” kata Riyan memandang sisa es crim yang di pegangnya

” Aku kengen banget sama beliau. ” lanjutnya

Sinka tau kalau sekarang Riyan sedang merindukan mamahnya, itu terlihat jelas dari wajah Riyan dan juga mata yang  sedang menahan sesuatu yang akan keluar

Sinka pun memeluk lengan Riyan, dia ingin memberi tahu Riyan kalau dia tidak sedih

” Aku tau kakak rindu sama mamahnya kakak, tapi aku gak mau kak Riyan terlihat lemah karena hanya merindukan seorang ibu ” kata Sinka

” Aku tau rasanya rindu dengan seorang ibu karena aku juga rindu sama mamah aku ” lanjutnya

” Tapi aku tidak menunjukan kerinduanku pada orang lain, cukup aku dan tuhan yang tau ” tambahnya

” Lagian kan ada aku, jadi kak Riyan gak boleh sedih lagi yah ” kata Sinka

Riyan sangat senang kalau Sinka memang sangat perhatian padanya

Mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing dengan posisi Sinka yang masih memeluk erat lengan Riyan, terlihat sangat romatis

Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil mereka berdua

” Sinka… Riyan.. ”  suara itu berhasil membuat keduanya menoleh

Mereka berdua cukup terkejut melihat seorang gadis yang kini berdiri di hadapan mereka

” Shania… kak shania.. ” kata Riyan dan Sinka bersamaan

” Kalian ada di Bandung juga? ” tanya gadis itu yang ternyata Shania

” Iya, kok kakak juga ada di sini. ” jawab Sinka balik tanya

Shania tersenyum kecil, lalu menjawab

” Aku kuliah di sini. ” jawab Shania

” Kuliah? ” kata Sinka cukup terkejut

” Ouhh pantes gak pernah ketemu di Jakarta lagi ” kata Riyan

” Ouh iya.. selamat ya atas kemenangan Indonesia, sorry baru ngucapin sekarang ” kata Shania tersenyum pada Riyan

” Iya gak apa-apa, itu udah lebih dari cukup. Terima kasih ” kata Riyan

” BTW kalian ngapain ada di Bandung? ” tanya Shania

” Gue dapat libur 3 hari dari pssi, makanya kita ada di Bandung buat ngabisin 3 hari bareng keluarga ” jawab Riyan

” Loh! Kalau Sinka ngapain? ” tanya Shania agak heran

” Aku ikut kak Riyan ke sini kak, lagian liburan di jakarta ngebosenin ” jawab Sinka

Shania mengangguk paham, tapi Shania merasa heran dengan kedekatan mereka yang terbilang sangat dekat

” Kaliiaan… pacaran? ” tanya Shania

Sinka dan Riyan saling pandang lalu tersenyum.

” Iya.. gue sama Sinka pacaran, gak tau kenapa gue bisa jatuh cinta sama cewek aneh kayak Sinka ” jawab Riyan memandang wajah cantik Sinka

” Ihh emang aku aneh apa? ” kata Sinka cemberut

” Walau pun aneh, tapi itu yang membuat kamu terlihat menarik di mata aku ” kata Riyan

Shania hanya tertawa kecil melihat tingkat mereka berdua di depannya, dan baru kali ini Shania melihat Riyan bersikap manis pada seorang gadis

” Ya udah.. kalau begitu aku duluan yah, mau ngerjain tugas kuliah ” pamit Shania

” Disini aja dulu.. ” kata Riyan

” Gak bisa, soalnya tugasnya harus di kumpulin besok ” balas Shania

” Oh ya udah, hati-hati di jalannya ya ” kata Riyan

Shania pun berjalan meninggalkan mereka berdua di taman itu.

” Kak Shania cantik banget ya sekarang ” kata Sinka

” Iya. ” balas Riyan singkat

Seketika expresi wajah Sinka cemberut saat mendengar respon dari Riyan

” Tapi masih cantikan aku kan? ” kata Sinka

” Gak, kamu mah jelek ” ledek Riyan sambil tertawa kecil

” Dasar nyebelinn.. ” kata Sinka cemberut

Malam itu bagi merekaa adalah malam paling bahagia, karena cuma sekarang mereka bisa berduaan, bercanda dan tertawa bersama,

~oOo~

Sinar mentari mulai memancarkan cahaya hangatnya, masuk ke dalam kamar yang baru saja di buka korjen jendelanya membuat sinarnya masuk dan mengusik seorang lelaki yang sedang terlelap dalam tidurnya

” Ayok bangun.. udah pagi. ” ucap seseorang yang membuka jendela itu yang ternyata Melody

” Bentar lagi kak, masih ngantuk nih.. ” balas lelaki yang masih betah dengan kantuknya

” Udah cepetan bangun, Sinka udah nungguin di bawa tuh. ” kata Melody

Tapi lelaki itu masih enggan bangun dari tempat tidurnya

” Bangun gak, kalau gak kakak siram nih. ” ancam Melody membuatnya terpaksa bangun

” Iya, gue bangun nih.. ” kata Lelaki itu

Lelaki itu bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya

Setelah itu Melody berjalan keluar dari dalam kamar itu

*******

10 menit kemudian Riyan turun dan berjalan menghampiri Melody dan Sinka yang sudah menunggunya di ruang makan

” Lama banget sih turunnya. ” kata Sinka

” Emang kenapa? Kangen yaah.. ” tanya Riyan dengan nada menggoda

” Gak.! ” jawaba Sinka cepat

” Udah pacarannya nanti aja, sekarang sarapan dulu ” lerai Melody

Mereka semua pun mulai menikmati makanan yang sudah di siapkan

” Enak gak makanannya? ” tanya Sinka

” Enak, enak banget malahan. ” jawab Riyan lahap dengan makannya

” Ini aku tau yang masak. ” kata Sinka

”  Gak percaya, paling juga kamu cuma ikut bantuin kak Melody doangk, gak ikut masak. ” kata Riyan

” Gak ini aku yang masak kok, tanya aja sama kak Melody, iya kan kak? ” kata Sinka

” Iya.. ” balas Melody sambil tertawa kecil melihat Riyan dan Sinka berdebat kecil

Di sela-sela sarapan itu mereka saling bertukar cerita tentang yang telah mereka lewati kemarin

Terkadang di iringi dengan tawa mereka yang pecah mendengar cerita konyol yang pernah mereka alami

” Ouh iya… nanti kak Melody mau ke kampus dulu ada urusan, mungkin pulangnya jam 7 malam, jadi kalian makan malamnya di luar aja yah soalnya kakak gak bisa masak buat kalian ” kata Melody

” Iya kak gak apa-apa, lagian kita hari ini mau jalan-jalan keluar. ” balas Riyan

” Ya udah kalau gitu… kakak harus berangkat sekarang nih. Udah siang. ” kata Melody melirik jam tangannya

” Iya hati-hati di jalan kak ” kata Sinka

Lalu Melody bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari rumah.

*******

” Mau ikut gak? ” tanya Riyan pada Sinka yang saat itu sedang asyik menonton tv

Sinka pun memalingkan pandangannya menatap Riyan yang sudah mengenakan jaket

” Kemana? ” jawab Sinka balik tanya

” Udah jangan banyak tanya, ikut apa gak? ” jawab Riyan

” Iya aku ikut, ” balas Sinka

” Ya udah kamu ambil jaket kamu, soalnya aku mau pakai motor ” pinta Riyan

” Iya.. ” kata Sinka langsung beranjak menuju kamarnya

Tak lama setelah itu Sinka kembali dengan jaket yang sudah di kenakannya

” Ayokk.. ” kata Sinka

Riyan pun mengangguk dan langsung berjalan menuju garasi untuk mengambil motornya

Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan halaman ruman dan menuju ke sebuah tempat yang sangat ingin Riyan datangi

Dalam perjalanan Sinka selalu bertanya kemana mereka akan pergi, tapi Riyan diam saja sampai membuat Sinka kesal sendiri karena Riyan tidak menanggapinya

” Kak jawab dong kita mau kemana? ” kesekian kalinya Sinka bertanya seperti itu

” Udah jangan banyak tanya, aku lagi fokus nyetir, kalau kamu nanya terus aku jadi gak fokus nyetir nanti kalau aku gak fokus nyetirnya kita bisa jatuh, kamu mau kita jatuh terus masuk rumah sakit terus di rawat selama beberapa hari di sana.. mau..?? ” jawab Riyan panjang lebar

” Apaan sih, ya gak mau lah ” balas Sinka

” Ya udah diem dan jangan nanya terus ” kata Riyan

” Iya.. ” balas Sinka cemberut

Riyan bisa melihat wajah cemberutnya dari kaca spion motornya, dia tertawa geli melihat expresi Sinka yang seperti itu

15 menit kemudian mereka sampai di sebuah lapangan di mana terdapat cukup banyak anak yang sedang berlatih sepak bola

q1

Sinka cukup heran, kenapa mereka datang ke tempat ini.

” Kita ke lapangan, ngapain? ” tanya Sinka bingun

” Kamu taukan ini tempat latihan? ” balas Riyan

” Iya. ” kara Sinka

” Dulu aku juga berlatih di sini sebelum training di Brazil ” jelas Riyan

” Ini SSB kamu dulu..?? ” tanya Sinka

” Iya. ” jawab Riyan

Lalu mereka berjalan menghampiri seorang pelatih yang sedang melatih anak didiknya

” Selamat pagi…. Pelatih. ” sapa Riyan padanya

Lelaki itu pun menoleh ke arah Riyan yang sudah berdiri di belakangnya

Alangkan terkejutnya pelatih SSBnya itu melihat Riyan berada di sana

” Ri..Riyan.. ” kata Pelatih terkejut melihat Riyan ada di sana

” Iya pelatih ini saya.. ” kata Riyan

Pelatih langsung memeluknya untuk melepas rindu, dan beberapa detik kemudian pelatih melepas peluknya

” Astaga saya tidak percaya kamu ada di sini. ” kata pelatih

” Hehe.. iya pelatih saya juga, ” balas Riyan

” Ouh iya, kenalkan pelatih, dia namanya Sinka ” kata Riyan

” Pasti pacar kamu? ” tanya pelatih

” Pelatih tau aja. ” jawab Riyan

Pelatih mengalihkan pandangannya dan menatap Sinka

” Kamu beruntung bisa mendapatkan kekasih seperti Riyan, ” kata Pelatih

Sinka hanya diam sambil tersenyum manis mendengar ucapan yang di lontarkan pelatih

” Tidak pelatih, saya lah yang beruntung bisa mendapatkan kekasih seperta Sinka, sangat amat beruntung. ” kata Riyan menatap wajah Sinka

Pelatih hanya menggelengkan kelapanya mendengarkan penuturan yang Riyan lontarkan, baru pertama kali beliau mendengar Riyan berkata manis seperti itu selama ia menjadi pelatihnya dulu

Dan pelatih juga merasa berbeda melihat Riyan sekarang dengan yang dulu, yaah.. karena sikapnya sudah berubah 180°

Lalu pelatih menginstruksikan anak didiknya untuk istirahat, karena juga sudah masuk waktu istirahat

Pelatih pun mengajak Riyan dan Sinka ke ruangannya

” Bagaimana kabarmu? ” tanya pelatih

” Baik, pelatih sendiri? ” jawab Riyan balik tanya

” Saya juga baik, ” jawab pelatih

Mereka pun sudah berada di dalam ruangan yang pelatih pakai sebagai ruang pelatih

” Ternyata selama 3 tahun ini sudah banyak yang berubah dari tempat latihan ini. ” kata Riyan melihat sekelilingnya

” Tentu saja, SSB ini mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak ” kata Pelatih

Riyan cukup senang mendengarnya, bagaimana pun juga ini adalah tempat latihannya dulu

Mereka larut dalam pembicaraan, Riyan juga menceritakan semua yang dia lakukan saat berlatih di Brazil

Sedangkan Sinka duduk diam dan Setia mendengarkan cerita yang di dengarnya

Begitu juga pelatih, beliau menceritakan bagaimana keras kepalanya Riyan saat berlatih pada Sinka, bagaimana susahnya saat menyuruh Riyan untuk beristirahat. Dan banyak hal yang belum Sinka ketahui tentang Riyan

Sampai tak terasa sudah hampir 2 jam mereka mengobrol

” Terima kasih pelatih atas waktunya ” kata Riyan

” Tidak. Seharusnya saya yang berterima kasih padamu karena sudah mau mampir menemui saya ” kata Pelatih

Riyan tersenyum, lalu Riyan dan Sinka berdiri dari duduknya

” Kalau begitu saya pamit, lagian pelatih juga harus lanjut melatih kan? ” kata Riyan

” Iya.. kalian hati-hati ” balas pelatih

Pelatih mengantar mereka berdua sampai luar tempat latihan dan setelah berpamitan Riyan dan Sinka langsung berjalan pergi

~oOo~

Jam sudah menunjukan pukul 18.33 malam, saat itu juga Riyan mengajak Sinka pergi ke suatu tempat

Saat itu Sinka mengenakan dress warna putih sebatas lutut tanpa lengan, dengan rambut yang di biarkan terurai

q2

Dia terlihat sangat cantik dengan gaun itu, Riyan merupakan lelaki beruntung bisa mendapatkan gadis seperti Sinka

Sedangkan Riyan hanya mengenakan kaos hitam polos dan jeans hitam panjang serta jaket yang melengkapi penampilannya

” Kita mau kemana sih kak? ” tanya Sinka saat di perjalanan

” Nanti kamu juga tau. ” jawab Riyan santai sambil tersenyum padanya

” Issh… nyebelin. ” dumel Sinka sendiri

Tak lama kemudian mobil yang mereka kendarai berhenti di sebuah tempat, tapi sebelum mereka turun, Riyan menyuruh Sinka untuk menutup matanya

” Kenapa pake nutup mata segala sih? ” dumel Sinka kesal

” Udaah tutup aja matanya, jangan ngintip ” balas Riyan

Dengan terpaksa Sinka menutup matanya lalu keluar dari mobil dan berjalan sambil menggandeng lengang Riyan

” Kenapa harus nutup mata segala sih kak, nanti kalau aku jalannya jatuh gimana? ” kata Sinka

” Kamu tenang aja, aku gak akan biarin kamu jatuh ” balas Riyan menuntun Sinka berjalan ke seuatu tempat

Seketika perasaan Sinka menghangat mendangar Riyan berkata seperti itu padanya

Tak lama setelah itu mereka sampai di tempat yang Riyan maksud

” Nahh sekarang buka mata kamu.. ” pinta Riyan pada Sinka untuk membuka matanya

Perlahan-lahan Sinka membuka matanya, dia tidak percaya dengan apa yang di lihat di sekitarnya

Sekarang mereka berada di sebuah gubuk yang ada di tengan sebuah danau, dengan begitu banyak lilin yang mengambang di atas air danau itu membuat danau itu terlihat indah

q3

Dan juga di tambah lagi dengan meja dan 2 buah kursi yang sudah di siapkan di gubuk itu lengkap dengan hidangan makan malam

” I..ini.. ” kata Sinka menutup mulutnya tak percaya

” Kamu suka? ” tanya Riyan tersenyum

Sinka mengangguk berkali-kali dengan senyuman bahagia yang terukir di wajahnya

Riyan mengajaknya duduk di kursi yang sudah di siapkan di sana

” Kok kamu bisa siapin ini semua, gimana caranya. ” kata Sinka

” Aku akan melakukan apapun untuk membuat kamu bahagia, bagaimana pun caranya itu gak penting, yang penting kamu bahagia kalau sama aku. ” jelas Riyan

” Makasih banyak yah, kamu udah buat aku bahagia banget. ” kata Sinka

Bukan hanya bahagia yang Sinka rasakan, jika ada kata yang lebih dari bahagia mungkin dia akan menggunakan kata itu

” Ya udah kita makan dulu, aku tau kamu pasti laper.. ” kata Riyan

” Iya.. ”  balas Sinka dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibirnya

Mereka berdua menikmati makanan yang sudah di hidangkan lengkap dengan suasa yang sangat, Akh… mungkin gak bisa di gambarkan bagaimana indah suasana malam itu

” Terima kasih banyak ya kak, aku seneng banget malam ini ” kata Sinka

Riyan hanya terkekeh kecil karena sudah 10x Sinka mengucapkan kata itu pada Riyan

” Iya, udah ah kamu terima kasih mulu.. udah 10x kamu bilang terima kasih sama aku ” kata Riyan terkekeh

” Ya abisnya aku seneng banget malam ini ” kata Sinka terlihat jelas dari raut wajah bahagianya

” Kalau kamu bahagia aku jauh lebih bahagia ” kata Riyan tersenyum bahagia

Belum sampai di situ saja, Riyan tiba-tiba mengeluarkan hpnya lalu menelfon seseorang

” Sekarang! ” kata Riyan

Sinka yang melihatnya menjadi keheranan, tapi saat dia akan bertanya pada Riyan tiba-tiba langit bercahaya warna warni karena ledakan kembang api

Dan yang paling special adalah saat ledakan itu membentuk sebuah kalimat

” I LOVE YOU SINKA ”

Sinka pun menutup mulutnya dengan tangannya, tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya

Dia kembali menatap Riyan yang masih menatapnya sambil tersenyum manis

” I love you too.. ” kata Sinka

Tanpa sadar air matanya keluar,  Riyan yang mengetahiunya pun menjadi agak panik

” Kamu kenapa nangis? ” tanya Riyan

” Aku… aku nangis karena aku bahagia ” jawab Sinka yang sudah tidak bisa membendung air mata kebahagiaan itu

Riyan kembali tersenyum kemudian berdiri dan memeluk Sinka

” Aku kan udah bilang, aku bakal bikin kamu bahagia, bagaimana pun caranya. ” kata Riyan

Mendengar itu Sinka membalas pelukan Riyan dengan sangat erat, dia ingin memberi tau Riyan kalau dia sangat amat bahagia malam ini

~oOo~

Hari ini adalah hari terakhir Riyan berada di kota bandung sebelum ia berangkat ke Brazil kembali

Walaupun Riyan merasa berat untuk meninggalkan kota Bandung, tapi ia harus meninggalkannya

Riyan dan Sinka sudah mengemasi barang-barangnya sebab mereka akan kembali ke jakarta siang ini juga

” Kamu harus hati-hati nanti di sananya yah, maaf kakak gak bisa nemenin kamu ke bandara karena kakak banyak tugas kuliah ” kata Melody

” Gak apa-apa kak, yang penting kak Melody jangan sampai lupa buat pamitin aku ke papah ” kata Riyan

” Iya, kakak gak akan lupa. ” kata Melody

Lalu Riyan mencium punggung tangan kakaknya itu.

” Nanti kak Melody main ke jakarta lagi kan ” sambung Sinka

” Iya, nanti kakak sempetin waktu buat main ke sana ” balas Melody

Lalu Riyan dan Sinka pun berpamitan pada Melody, setelah itu mereka mulai melangkah pergi meninggalkan rumah itu

Melody hanya menatap mereka sampai menghilang saat sebuah taxi datang dan menjemput mereka.

Perasaannya campur aduk, ia merasa sedih karena adiknya akan kembali ke Brazil karena masih ada satu tahun training di sana

Tapi ia juga merasa senang melihat kesuksesan yang di dapatkan adiknya, Riyan.

” Mamah pasti bangga sama kamu Riyan, mamah pasti bangga. ”

 

TO BE CONTINU

 

By : @Gue_nawan123

 

 

Author’s note :

Akhirnyaaa….. bisa di post juga nih part, ane sengaja bikin side story di part-part terakhir

Gimana menurut kalian, menurut ane sih kurang sedep pas endingnya, tapi ane udah keabisan akal.

Terus rencananya sih mau bikin 4 part lagi biar last partnya berhenti di angka 48, gak tau ane suka banget angka itu

Tapi ane berharap, semoga ff ini bisa selalu di nikmati oleh para rider, yaa walau pun rider yang numpang lewat dan gak ninggalin jejak, tapi gak apa lah yang penting heppy.

Dan ane minta maaf buat yang setia slalu nunggu kelanjutan part-partnya, sorry karena ane sering gak update tiap minggunya, soalnya lagi banyak masalah di kehidupan nyata

BTW thank’s yang udah setia nunggu update’annya, sekali lagi ku ucapkan ARIGATOU…. *sambil membukuk ala-ala orang japun*

 

Created : Guenawan527@gmail.com

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s