Romansa Di Kota Itu, Part16

Malam harinya Dendhi terbangun pukul dua dini hari, pandangan nya mengarah ke seseorang yang ada di sampingnya, orang itu adalah kakak nya, ia tertidur di samping Dendhi, mungkin kakaknya lupa menghidupkan AC sehingga Dendhi berkeringat sangat banyak. Dinyalakan AC yang ada di kamarnya. Dia lalu berjalan keluar dari kamarnya, menuju ke lantai satu, tepatnya menuju ke dapur, ia meminum air minum yang ada di kulkas. Pandangan nya tertuju kepada tiga keyboard yang berada di keyboard stand nya. Ia memainkan nada dari suatu lagu milik musisi legenda Indonesia, kali ini ia mengenakan Headphone ke keyboard supaya suaranya tidak mengganggu penghuni rumah yang lain

Andaikan kau datang kembali
Jawaban apa yang kan kuberi
Adakah jalan yang kau temui
Untuk kita kembali lagi

Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta tulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini ku akhiri

Kantuk nya mulai datang lagi, dengan malas ia kembali ke kamarnya, suasana kamarnya kini lebih kondusif di gunakan untuk tidur daripada sebelumnya, perhatian nya kembali terpusat pada kakak nya, kali ini ia meringkuk kedinginan, ia lalu menyelimuti badan kakak nya

“Selamat tidur ya kak” ucapnya pelan, ia lalu membuka Hpnya, betapa kagetnya ia ternyata ada banyak notifikasi, salah satunya LINE dari Viny.

Viny : Den, besok pagi jalan-jalan yuk di Kawah ijen.(22:30)

Viny : Den, kok gak di bales? (23:00)

“waduh minta ke kawah Ijen ini anak, kenapa gak ngomong pas kita di sekolah” kata Dendhi dalam hati.

Tanpa berpikir panjang, Dendhi menelpon Viny pagi itu

Dendhi : Vin

Viny : hmmmm… siapa ini?

Dendhi : aku Vin, Dendhi

Seketika mata Viny langsung terbuka sempurna

Viny : ada apa Den?

Dendhi : kamu ngajak ke kawah Ijen kan, ayo berangkat sekarang

Viny : sekarang Den? Ini masih jam dua pagi

Dendhi : malah kalo pagi-pagi gini bagus Viewnya, kita bisa liat blue fire sama pemandangan yang bagus banget deh pokoknya

Viny : ok, aku bakal siap-siap

Dendhi : oke, nanti aku kasih tau kalo aku udah sampai di depan rumah kamu.

Dendhi langsung membesarkan temperature AC nya, ia lalu berjalan menuju ke garasi, ia memanasi mesin Kijang Innova hitam nya, setelah menutup gerbang rumahnya, Dendhi langsung menuju ke rumah Viny dengan kecepatan yang bisa di bilang tinggi.

Viny sedang menunggu di ruang tamu rumahnya, suara pintu terbuka.

“Kakak, kakak mau ke mana?” tanya seseorang dengan suara lembut

“Eh, mama. Ini ma, aku mau ke kawah ijen sama Dendhi, boleh kan ma?” kata Viny pelan

“Boleh kok, nanti sekalian ajak in ke sini ya” kata mama nya. Yang di balas dengan anggukan dari anaknya

Hp Viny bergetar lagi, sebuah SMS ternyata dari Dendhi

“Vin, aku udah di depan rumah mu”

“ma, aku pergi dulu ya, Dendhi udah di depan rumah, assalamualaikum (semoga gak salah ya tulisan nya)” kata Viny sambil mencium tangan mamanya, ia lalu keluar dari rumahnya itu.

Viny lalu masuk ke dalam mobil Dendhi.

“neng, lain kali kalo mau ngajak jalan-jalan jangan mendadak gini, untung aku buka hp, kalo nggak bisa-bisa bangun nya jam sepuluh” kalimat pertama yang keluar dari mulut Dendhi

“Maaf den, mumpung liburan” ujar Viny dengan cengiran khas nya.

“Ya udah, pake sabuk pengamannya, dan pegangan, semoga aja masih kekejar waktu nya” ujar Dendhi sambil melihat jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul tiga dini hari.

Dendhi langsung menuju ke Kawah Ijen dengan kecepatan tinggi, karena biasanya di kawah ijen itu yang paling bagus antara subuh sampai menjelang sunrise.

Dua jam kemudian mereka sampai di paltuding kawah Ijen, keringat dingin membasahi wajah Viny

“Vin, ayo keluar” kata Dendhi tersenyum

“Gila kamu Den, itu tadi ngebut banget. Biasanya dari rumah ke kawah ijen butuh tiga jam, kamu butuh waktu dua jam” Viny cemberut.

“ngejar waktu non” ujar Dendhi yang lalu turun dari mobil nya, di lihat nya karena jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, matahari sudah mulai muncul dari persembunyian nya.

Viny mulai keluar dari mobil, mereka berdua mulai berjalan mendaki ke gunung Ijen, gunung yang terkenal dengan fenomena Blue Fire nya.

Di tengah jalan Viny hanya melihat pemandangan, reflek tangannya menggandeng erat tangan Dendhi. Dendhi terlihat kaget ketika tangannya di gandeng oleh Viny, namun kemudian ia tersenyum manis. Butuh setengah jam bagi mereka untuk sampai di puncak gunung Ijen.

Matahari sudah muncul dari tempat persembunyian, ada sedikit rasa kekecewaan pada diri Viny.

“Vin, kenapa kamu?” tanya Dendhi, seperti nya ia menangkap perubahan ekspresi pada raut wajah Viny.

“Agak kecewa dikit, nggak bisa liat sunrise dari Ijen.” Ujar Viny cemberut

“Ya udah deh, kapan-kapan ya ke sini lagi” ujar Dendhi tersenyum.

Ternyata ada dua pasang mata yang mengamati mereka berdua dari kejauhan, mereka lalu mendekati Dendhi dan Viny

“Den, ning kene pisan toh kowe” sapa seseorang dalam Bahasa Jawa (Den, di sini juga toh kamu)

“Iyo” jawab Dendhi singkat.

“Ciye, Viny lagi keluar bareng sama Jenderal” Dhike mulai meledek Viny.

“Apaan sih key” ujar Viny salting.

“Ooh iya, mumpung kalian di sini, fotoin aku sama Dendhi ya” ujar Viny yang lalu memberikan handphone nya.

“hmm… jadi fotografer dadakan lagi nih” ujar Michael dengan tatapan wajah segarisnya. Sedangkan Dhike hanya tertawa nista. Dua foto berhasil diabadikan oleh Michael.

“Gak seru nih kalo cuman berdua. Okel, sini sama Dhike. Kita selfie bareng-bareng” ajak Dendhi pada Michael dan Dhike. Tanpa berpikir panjang mereka langsung menuju ke tempat Dendhi. mereka lalu berpose. Dua foto berhasil diabadikan.

“bentar lagi lu mau ke mana Den?’ tanya Dhike

“hmmm… kayak nya sih mau tidur lagi. Ngantuk banget aku” ujar Dendhi terkekeh.

“yaaah.. .padahal gue mau ngajak lu ke pasir putih, sama Michael juga” keluh Dhike.

“Hmmm… sorry ya, aku ngantuk banget, saran aku mending sebulan lagi aja, setelah UAS, itu kan banyak waktu kosong nya. Gimana?” ujar Dendhi

“Hmmm… oke lah” kata Dhike.

“Turun yuk, udah mulai sepet ini mata” ajak Dendhi

“Aku tau Den caranya biar ngilangin sepet nya” ujar Michael sambil tersenyum licik.

“Gimana?” tanya Dendhi penasaran

“Nyebur aja ke kawah Ijen, seru tuh kayaknya” ujar Michael yang lalu di jitak oleh Dhike dan Viny.

“tega amat sih lu sama jenderal” ujar Dhike. Sedangkan Viny hanya memberikan tatapan tajamnya kepada Michael.

“Aku udah gak kuat rek, aku sama Viny pulang duluan ya” kata Dendhi yang lalu meninggalkan Michael dan Dhike, sedangkan Viny hanya mengekor di belakang Dendhi.

~oOo~

 

“Kakak abis dari mana?” tanya Michelle dengan tatapan tajam, (bisa di artiin arti dari tatapan itu ya :v)

“Mati aku, aku nggak ngomong sama Michelle dan kak Ve juga” kata Dendhi dalam hati.

“maaf ya le, aku abis dari gunung Ijen, acara nya dadakan banget ini” kata Dendhi dengan tatapan takut. Dengan was-was ia masuk ke dalam rumah nya. Tiba-tiba sepasang tangan hinggap di kedua telinga nya

“Aduh… emakkk… sakit” Dendhi menjerit karena telinga nya di jewer oleh seseorang.

“Bagus ya kamu, keluar gak pamit sama kita, kunci mobil sama kunci motor mu kasih ke kakak, gak usah naik kendaraan, biar kakak anterin kamu ke sekolah” ujar kak Ve dengan ekspresi garang nya.

“Kenapa kok gak ngajak kita berdua kak? Kita pengen ke gunung ijen tau” kata Michelle sambil menggembungkan pipinya.

“Iya, maaf-maaf, ide nya dadakan banget, Viny yang ngajak in, dia nge LINE aku jam sebelas malem le, nih kalo gak percaya” balas Dendhi yang lalu memberikan Hp nya untuk di cek oleh Michelle, tak lama kemudian Michelle mengembalikan hp itu ke pemilik nya, di sertai dengan senyum yang tak bisa di artikan oleh Dendhi.

“Kenapa le? Kesambet setan kamu?” tanya Dendhi yang di balas oleh gelengan pelan dari Michelle.

“Makan sana Den, kakak udah buatin sup ayam kesukaan kamu tuh” perintah kak Ve.

“Ah.. nggak ah kak, nanti aja. Lagi gak nafsu makan aku” kata Dendhi yang lalu masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamarnya Dendhi hanya menonton film yang ada di laptopnya, setengah jam kemudian hp nya berbunyi, dengan segera ia membuka nya.

Sofia Meifaliani added you by User ID

 

Sofia : Den, addback ya J

Dendhi : Done Sof, ada apa ya?? Ada yang bisa di banting? :v, maksud aku bantu

Sofia :Bantu kali Den -_-, ooh iya. Den, nanti sore kamu bisa ke taman tempat pertama kali kita ketemu gak? Aku mau ngomong penting sama kamu

Dendhi : Bisa kok Sof, tapi bukannya lewat LINE bisa ya?

Sofia : Gak etis Dendhi -_-

Dendhi : Sekarepmu lah :3

Sofia : Artinya apa tuh?

Dendhi : Terserah kamu lah, maaf lupa kalo kamu gak bisa Bahasa Jawa :v

 

Pesan Dendhi hanya di baca saja oleh Sofia. Dengan malas ia mematikan laptop nya karena kantuk yang tiba-tiba menyerang. Tidak sampai sepuluh menit ia sudah berada di alam mimpi

 

To Be Continued

 

Author’s note :

 

Halo rek, piye kabare?

Maaf ya selama beberapa bulan ini ff ini nggak update, lagi ada kesibukan yang gak bisa di tinggalkan, baru longgar sekitar pertengahan juli lalu, aku juga lagi proses bikin Zombie Attack part 7, di tunggu ya. Matur nuwun rek. Bye J

 

@Dendhi_yoanda

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s