Silat Boy : Kuda-Kuda Part 15

CnJGPUtWgAEeomp

Keesokan harinya, tepatnya setelah pulang sekolah Rusdi langsung
menuju rumah Kak Ve. Sebelumnya ia sudah izin pada Kak Melody, bahwa
sebulan ini ia akan belajar Silat dengan Kak Ve. Jadi ia akan selalu
pulang sore.

Rumah Kak Ve terkunci, mungkin ia belum pulang kerja. Rusdi memutuskan
untuk belajar kuda-kuda tengah. Kemarin ia gagal mempertahankan posisi
itu. Hari ini ia harus berhasil.

Dengan semangat yang menggebu, Rusdi kemudian mencoba kembali posisi
kuda-kuda tengah. Tapi sebelum itu ia mengganti seragamnya agar tidak
kotor. Kemudian meletakkan tas nya di lantai.

Semalam ia berhasil bertahan tiga jam dengan posisi tiga kuda-kuda
kemarin. Hari ini cukup setengah jam saja, posisi kuda-kuda tengah.
Setelah berganti baju, Rusdi kemudian mencoba kuda-kuda tengah.

Ia harus bisa, bagaimanapun caranya ia harus berhasil. Rusdi sangat
fokus, ia sama sekali tidak bergerak. Kemarin ia banyak bergerak, tapi
berkat latihan semalam ia kini bisa fokus dengan kuda-kuda tengah.

Setengah jam kemudian, Kak Ve belum juga pulang. Bahkan kini Rusdi
mencoba kuda-kuda lain. Target selanjutnya satu jam. Ia harus bisa
bertahan satu jam dengan posisi kuda-kuda depan dan kuda-kuda belakang
tanpa ada gerak tambahan.

Satu jam kemudian, kini Rusdi sedang bersantai. Ia duduk-duduk di
teras rumah Kak Ve sambil meminum air putih yang dibawanya. Kak Ve
belum juga kembali, tapi itu bukan alasan untuk berhenti berlatih.

Dengan semangat yang menggebu, Rusdi kembali berlatih kuda-kuda.
Orang-orang yang berlalu lalang di depan rumah Kak Ve hanya menatapnya
aneh. Tapi Rusdi tidak mempedulikannya.

Ia masih berkonsentrasi, peluh mengucur membasahi bajunya. Kini terik
matahari tidak terlalu panas. Tidak seperti sebelumnya, matahari telah
berpindah tempat menuju ufuk Barat.

Sudah hampir sore, satu setengah jam tanpa bergerak ia lakukan dengan
senang hati. Ia sempat beristirahat untuk minum, lalu kembali
melanjutkan latihannya. Tidak ada Kak Ve, ia harus berlatih sendiri.

Waktu asar akhirnya tiba, Rusdi kemudian diam sejenak. Kemana Kak Ve?
Ia tidak ada hari ini. Apa dia pergi? Tidak mungkin, Kak Ve tidak
mungkin meninggalkannya.

Ia membuang jauh-jauh pemikiran itu. Kak Ve mungkin ada sedikit
urusan, jadi ia harus berusaha sendiri. Sudah pukul lima, Rusdi
kemudian membereskan barang-barangnya. Dan ia pulang ke rumahnya
dengan perasaan bimbang.

Di balik jendela rumah Kak Ve, nampak seseorang tengah
memperhatikannya. Orang itu sedari tadi mengawasi latihannya. Dan
selama itu pula Rusdi tidak menyadarinya.

Ya, orang itu adalah Kak Ve. Ia sejak tadi sengaja membiarkan Rusdi
berlatih sendiri. Sungguh anak yang hebat, ia melakukan latihannya
dengan senang hati.

Keesokan harinya, Rusdi kembali ke rumah Kak Ve. Kini Kak Ve ada di
rumahnya. Ia sedang berlatih di belakang rumahnya. Rusdi kemudian
menghampiri Kak Ve.

“Kak?” panggilnya, tapi Kak Ve tidak menggubrisnya dan tengah sibuk
berlatih posisi kuda-kuda.
“Kemarin kakak kemana?” tanyanya, Kak Ve masih diam.

Rusdi kemudian berganti baju, dan meletakkan tas nya. Lalu duduk di
kursi dekat Kak Ve. Itu posisi kuda-kuda. Tapi ia tidak tahu apa nama
kuda-kuda itu? Kak Ve serius sekali.

Kuda-kuda itu dilakukan dengan cara satu kaki ditekuk dan kaki yang
lain lurus ke samping. Berat badan pada kaki yang ditekuk, bahu
sejajar atau segaris dengan kaki.

Lalu Kak Ve merubah posisinya. Kini kuda-kuda lain yang nampak asing
bagi Rusdi. Kuda-kuda itu berbentuk silang. Rusdi memperhatikannya
lamat-lamat, ia harus mencobanya.

Kuda-kuda silang dibentuk dengan menginjakkan satu kaki ke depan atau
ke belakang kaki yang lain. Berat badan ditumpukan pada satu kaki,
kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu jari atau ujung jari kaki.

Tak lama Kak Ve merubah posisinya, lalu menghampiri Rusdi. Ia
memberitahu Rusdi nama ketiga kuda-kuda itu. Yaitu kuda-kuda samping,
kuda-kuda silang depan dan kuda-kuda silang belakang yang akan Kak Ve
praktekan.

Kuda-kuda silang belakang  yaitu kuda-kuda dengan salah satu kaki
berada di belakang  dengan keadaan menyilang dan kaki di tumpukan ke
belakang. Badan tetap lurus agar tidak jatuh saat melakukan  gerakan
tersebut.

Kak Ve kemudian mempraktekan kuda-kuda silang belakang. Rusdi
menirunya, tidak terlalu sulit. Kini mereka berlatih bersama. Rusdi
dan Kak Ve berlatih tiga kuda-kuda itu sampai sore.

Hari itu mereka habiskan dengan berlatih kuda-kuda samping, kuda-kuda
silang depan dan kuda-kuda silang belakang. Rusdi dan Kak Ve amat
serius, mereka sama sekali tidak bergerak saat latihan.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

numpang bikin note Thor :3

So, gue selaku admin pengen ngasih tau doang……
Ada yang seru loh #H-LIMA !

Penasaran? Bisa kepoin page ini atau tanya-tanya kesini :3

1469935824751.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s