Another World, Part14

“AAAAAAAA….”

Beby berlari dan akhirnya menabrak seseorang.

BRUGKKK

“Aduhhh….”rintih Beby.

“Beby??Ngapain lari-lari??”

“D-Dzikri..??”

Ternyata orang itu adalah Dzikri dan Beby langsung memeluknya.

“Eh..eh..???”

“Kenapa kamu ninggalin aku?Aku takut….”ucap Beby.

“Ninggalin kamu?”Dzikri bingung.

Beby memeluknya semakin erat.

“Hmmm..ya udah,ayo pergi dari sini.”ajak Dzikri.

Beby mengangguk.Sementara itu,

“Hmmm….sepertinya mereka juga.”

Dua sosok manusia yang sebenarnya ghaib menatap Beby dan Dzikri.

“Tapi,sepertinya yang ini tidak mempunyai kemampuan seperti yang sebelumnya.”

“Lain kali,jangan jahili mereka lagi.”

“Iya,aku mengerti.”

~o0o~

“Hmmm….”

Hingga malam semakin larut pun,Uma masih tetap terjaga.Ia masih belum bisa memejamkan matanya.Sambil menatap gelang di pergelangan tangan kirinya,ia teringat..

“Ayana….”

Ya,gadis itu lah yang ia fikirkan.

“Hmmm..kenapa jadi keinget Ayana,ya?Padahal gelang ini kan punya Yuvi.”pikirnya.

FLASHBACK ON

“UMA…TUNGGU….!!!”berlari.

Uma dan Sagha menoleh ke belakang.

“Eh..Ayana?”

“Haha..pacar lo tuh.”ucap Sagha.

Ayana menghampiri mereka berdua.

“Hosh..hoshh…hoshhh….”

“Gue jalan duluan ya.”ucap Sagha.

Ia pun pergi lebih dulu.

“Ada apa,Ay?”tanya Uma.

“Ini..aku cuma mau ngasih ini ke kamu.”merogoh sakunya.

Ayana mengeluarkan sebuah gelang.

“Ini…gelang,pemberian Yuvi.”ucapnya.

“Gelang ini dia buat sendiri dan katanya susah banget buatnya.”tambahnya.

“Sekarang,aku mau ngasih ini ke kamu.”ucapnya menyodorkan gelang itu.

“Eh..tapi,ini kan punya kamu?”ucap Uma.

“Aku nggak terlalu berharap,tapi kata Yuvi,ini gelang keberuntungan.Kalau itu bener,berarti kamu lebih membutuhkannya daripada aku.”ucap Ayana.

Uma tersenyum dan menerima gelang itu.

“Gelang keberuntugan ya?Hahaha..ada-ada aja tuh anak.”ucapnya sambil memakai gelang itu di tangan kirinya.

“Tapi gak pa-pa sih.Gelang ini bagus juga.”ucapnya.

Tiba-tiba Ayana meraih tangannya dan menggenggamnya.

“Tolong jaga diri kamu baik-baik.”ucapnya.

“Kalau pun Yuvi nggak bisa kamu selamatin,yang penting kamu kembali dengan selamat.”tambahnya.

“Aku udah janji,aku bakalan nyelamatin Yuvi,apapun yang terjadi.Jadi kamu tenang aja.Aku pasti balik,sama Yuvi tentunya.”ucap Uma.

Ayana tersenyum mendengarnya.

“Eeee…Ay….”melirik tangannya.

Spontan Ayana melepasnya.

“Maaf….”

“OK,aku pergi dulu ya.Doakan kami….”ucap Uma lalu pergi.

FLASHBACK OFF

“Mungkin karena yang ngasih gelang ini dia,bukan Yuvi.”

Lalu Uma menoleh ke Sagha yang sudah tertidur pulas dan sesekali mendengkur.

“Nih anak udah tidur tetep aja ngeselin.”

~o0o~

“Nah..itu mereka.”ucap Viny.

Rupanya Viny dan yang lainnya keluar dari tenda.

“Beb,darimana aja kamu malem-malem gini?Pake….meluk-meluk Dzikri lagi?”tanya Shania.

“Ehh….”Beby langsung melepaskan pelukannya.

“Jangan salahin aku,dia yang meluk.”Dzikri mengangkat kedua tangannya.

“Ihh..tadi itu gara-gara panik aja tau.”bantah Beby.

“Bilang aja modus.”ucap Dzikri.

“Apa kamu bilang…??!!”

“Udah-udah.Beb,emangnya kamu panik kenapa?”tanya Viny.

“Tadi itu kan aku minta Dzikri nganterin pipis di sungai sana.Pas balik,eh Dzikrinya udah nggak ada.Trus tiba-tiba kayak ada bayangan putih lewat gitu.Ya aku kaget lah,trus nggak sengaja meluk dia.”Beby menunjuk Dzikri.

“Nggak sengaja apa nggak sengaja…????Eh..bentar-bentar.Aku nganterin kamu pipis?”tanya Dzikri.

“Tadi kan kamu yang ngasih tau kalo disana ada sungai.”

“Lhahh..??Kapan?Perasaan dari tadi aku tidur di dalem,nggak kemana-mana.”

“Jangan bohong!!”

“Aku nggak bohong.Tanya mereka tuh kalo nggak percaya.”

“Iya bener,Beb.Malahan pas kamu tiba-tiba ngilang,kita yang bangunin Dzikri supaya nyariin kamu.Iya kan,Shan?”ucap Viny.

“Iya.”sahut Shania.

“Lhah trus…yang nganterin aku pipis tadi…siapa dong…???”tanya Beby gemetaran.

“Setan kali.”ucap Dzikri.

“Ihh…serius bukan kamu,Dzik?”

“Bukan Bebyyyy…Viny sama Shania juga udah bilang,kan?”

“J-jangan-jangan..beneran setan lagi.Masuk ah.”ucap Viny.

“Vin..tunggu….”ucap Beby.

“Yuk,Ay.Tidur lagi.”ajak Shania.

Ayana mengangguk.Setelah semuanya masuk,

“Bffffftttt….”

<skip>

Hari telah berganti pagi.Mentari mulai menampakkan sinar terangnya.Dzikri dan yang lainnya membereskan perlengkapan kemah mereka.

“Eh..sisa satu nih.Ada yang mau nggak?”Dzikri menawarkan singkong bakar yang tersisa.

“Buat kamu aja deh.”ucap Shania.

“Oke deh.Sayang kalau dibuang.”

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mencari Uma dan Sagha.

~o0o~

Begitu pula Uma dan Sagha.Mereka kembali mencari makhluk yang membawa Yuvi.

“Emhh….”

Tiba-tiba Sagha berhenti/

“Auranya….”

Lalu ia menoleh ke Uma.Uma pun mengangguk sebagai isyarat bahwa ia juga merasakan hal yang sama dengan Sagha.

“Aneh..kenapa auranya terasa kuat banget?Padahal tadi nggak nglewatin gerbang atau semacamnya.”ucap Sagha.

“Merunduk..!!!”ucap Uma tiba-tiba.

WOARRRR

BLARRR
BLARRR
BLARRR

Beberapa bola api meluncur dan hampir meledakkan Uma dan Sagha.Untung saja merka berhasil menghindar.

“Huffftt..hampir aja.”ucap Sagha.

“Sial.Harusnya kita tau kalau itu dia.”ucap Uma.

“GRRRRRR….”

Rupanya makhluk yang menyandra Yuvi tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

“Hehh..ternyata kalian cukup hebat,mampu melewati semua perangkapku.”

“Kau….”Uma geram.

Ia mengepalkan tangannya.

“Dimana Yuvi..???!!!”tanyanya/

“Serahkan dulu bocah itu.”

“Bocah?Bocah siapa??”tanya Sagha.

“Eka..Bukankah sudah kubilang,kalau kalian mau gadis itu kembali,bawa Eka padaku.”

“Aku sudah memintanya.Tapi dia tidak mau ikut kami.Sekarang,lepaskan Yuvi.”ucap Uma.

“Begitu ya?”

“Cepat,lepaskan Yuvi!!”ucap Uma.

“Baiklah,kalau begitu….”

WUSSSSSHHH

“Lakukan sendiri.”

“Akhhh….”

“Y-Yuvi….”teriak Uma.

“Mmmm..Uma..Sagha….”ucap Yuvi lirih.

Seperti sebelumnya,Yuvi tidak bisa banyak bergerak karena rantai yang mengikatnya.

“Hey..lepaskan Yuvi!!”ucap Sagha.

“Sudah kubilang.Kalau kalian mau,lakukan sendiri.”

“Cihh….”

Uma langsung berlari ke arah Yuvi.

SRETTTTT

“Tapi…hadapi aku dulu.”

“Huhh..???”

SRiNKKK

Makhluk itu menebas Uma dengan sabitnya,tetapi berhasil dihindari olehnya.

“Ma…hati-hati..!!”ucap Sagha.

“Iya.”sahut Uma.

WOARRRRR

Makhluk itu menyemburkan api dari mulutnya.Tetapi lagi-lagi Uma berhasil menghindar.Sementara Sagha menggambar sebuah segel di tanah.

WURRRRR

Tiba-tiba air menyembur ke arah makhluk itu.

“Berhasil.”ucap Sagha.

Lalu Uma segera menghampiri Yuvi.

“Yuvi….”

“U-Uma….”

“Aku akan nglepasin kamu.”

Uma membuat pusaran angin kecil di tangannya.Lalu ia mencoba memotong rantai yang mengikat Yuvi.

TRANKK
TRANKK
TRANKK

“Ck..nggak bisa.”

Ternyata rantai itu tidak bisa dipotong.

WOARRRRR

“A-apa..???”

Tiba-tiba makhluk itu muncul lagi dan menghempaskan Sagha.

“Ughhh….”

“Sagha….”teriak Uma.

“GRRRRR….”

Tiba-tiba makhluk itu muncul didepan Uma dan langsung menebaskan sabitnya.

TRANKKK

Lagi-lagi Uma menghindar dan sabit itu sedikit mengenai rantai yang mengikat Yuvi.

“Gha..lo nggak pa-pa?”tanya Uma.

“Iya,gw nggak pa-pa.Tapi..kenapa air nggak bisa ngalahin dia?”ucap Sagha.

~o0o~

Dzikri dan rombongannya sampai di suatu tempat.

“Dzik,istirahat dulu ya.Aku capek.”ucap Beby.

“Iya,kita juga.”ucap Shania.

“Ya udah deh.”

Mereka pun beristirahat di temapat itu.

“Ehh..ini..bekas api unggun?”

Benar,di bawah Dzikri terdapat sisa-sisa arang kayu.

“Ini bungkus roti.”Viny menunjuk.

“Uma?Sagha?”pikir Ayana.

“Ini pasti bekas mereka berdua.”ucap Dzikri.

“Eh..kalian,kalau mau istirahat,cepet istirahat aja.Abis ini kita lanjut lagi nyari mereka..”

Viny dan yang lainnya mengangguk.

~o0o~

Beberapa hari berlalu semenjak Uma dan Sagha pergi.Saat ini Tuan Harris sedang duduk di teras rumahnya.

“Mereka berdua….”

“Ayah,ini kopinya.”ucap Ny.Melody.

“Makasih,Bu.Ayo duduk sini.”

Ny.Melody pun duduk di samping Tuan Harris.

“Uma sama Harris gimana,Yah?”

“Itu dia.Ayah dari tadi juga kepikiran terus sama mereka.”

“Kira-kira,mereka berdua udah sarapan belum ya?”

“Hmmm..Kalau itu,Ayah pikir udah.Orang Sagha bawa makanannya banyak banget.Sampai kosong kan kulkasnya?”

“Hahahaa….”

Mereka tertawa bersama.

“Yaaa..semoga aja mereka berhasil dan kembali dengan selamat.”ucap Tuan Harrris.

Ny.Melody mengangguk.

~o0o~

Uma menatap makhluk itu.

“Emhh..itu….”

“Kenapa,Ma?”tanya Sagha.

“Gha,dengerin gw….”

Uma membisikkan sesuatu pada Sagha.

“Hmmm…apa yang mereka rencanakan??”

“Oke,gw ngerti.”ucap Sagha.

Lalu Uma langsung berlari ke arah makhluk itu dan melemparkan tornado-tornado kecil.Namun ditangkis oleh makhluk itu.

TRANKK
TRANKK
TRANKK

“Hehh..kau pikir bisa mengalahkanku dengan mainan itu?”

Tiba-tiba air menyembur ke arah makhluk itu.Dan seperti sebelumnya,makhluk itu pun balik menyemburkan api yang sangat besar.

WOARRRRR

Dan tiba-tiba air yang menyembur tadi menghilang.Dan sekarang api itu bisa langsung menyambar Uma.

“Uma…awaaaas…!!!!!”teriak Yuvi.

BLARRRRRR

*to be continued

-Nasrul-

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

numpang bikin note Thor :3

So, gue selaku admin pengen ngasih tau doang……
Ada yang seru loh #DUAMINGGULAGI !

Penasaran? Bisa kepoin page ini atau tanya-tanya kesini :3

1469112175107.png

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s