Silat Boy : Gadis Pujaan Part 6

CnJGPUtWgAEeomp

Esoknya, saat jam istirahat Rusdi berusaha terlihat ceria seperti
biasanya. Sikapnya yang tiba-tiba murung dan tiba-tiba kembali ceria
membuat teman-temannya bingung.

Seperti biasa, jam istirahat mereka sedang berkumpul di kantin
sekolah. Namun tiba-tiba obrolan penuh canda tawa itu terhenti tatkala
pandangan mata Rusdi tertuju pada seorang gadis.

Rusdi terus saja memperhatikan gadis itu yang tengah sibuk memakan
makanannya sambil mengotak-atik smartphonenya. Terus saja seperti itu
sampai bel tanda masuk kelas kembali dibunyikan.

Rusdi dan teman-temannya kemudian masuk kelas. Saat teman-temannya
tengah asik mengobrol, Rusdi masih memperhatikan gadis itu. Lalu gadis
itu pergi ke kelasnya.

Pulang sekolah, Rusdi kembali bertemu gadis yang ia jumpai di kantin
saat istirahat. Ia seperti sedang menunggu seseorang, Rusdi lalu
menelpon kakaknya.

“Aku duluan ya.” Naomi menyentuh lembut bahu Rusdi, Epul hanya
tersenyum kecil padanya.
“Duluan ya.” Epul kemudian pergi menyusul Naomi.

Setelah punggung teman-temannya semakin menjauh, Rusdi berinisiatif
menghampiri gadis yang sedari tadi ia perhatikan. Lalu bertanya siapa
yang ia tunggu.

“Maaf, kamu lagi nunggu siapa ya?” tanya Rusdi dengan intonasi pelan.
“Aku lagi nunggu jemputan nih, tapi kok lama banget ya?” gadis itu
melihat jam tangannya.

“Oh iya, kita belum kenalan! Kenalin, nama aku Nabilah.” gadis itu
menjabat tangan Rusdi.
“Rusdi.” jawab Rusdi singkat, kemudian melepas jabat tangannya.

Tak lama, mobil Kak Melody datang menjemput Rusdi. Rusdi hendak masuk
ke dalam mobilnya, tapi ia merasa kasihan pada Nabilah. Lalu ia
mengajaknya pulang bareng.

“Kamu mau bareng sama aku gak?” tanya Rusdi, Nabilah hanya diam.
“Gak apa-apa, yuk naik!” Rusdi menarik tangan Nabilah.
“Eh?” Nabilah kemudian masuk ke dalam mobil Kak Melody.

Selama perjalanan pulang, mereka asik mengobrol. Sementara Kak Melody
hanya diam, matanya merah. Ia masih larut dalam kesedihan. Kemarin ia
menangis semalaman. Tapi sayangnya Rusdi tidak tahu hal itu.

“Rumah kamu dimana?” Rusdi bertanya pelan, ia duduk di belakang mobil
bersama Nabilah.
“Bentar lagi nyampe kok.” Nabilah tersenyum amat manis.

“Oh iya, boleh minta nomor hp kamu gak?” Rusdi mengeluarkan smartphonenya.
“Boleh, nih catet aja.” Nabilah memberikan smartphoneya, lalu Rusdi
mencatat nomornya.

“Udah, makasih ya.” Rusdi tersenyum seraya mengembalikan smarphone
milik Nabilah.
“Iya, sama-sama.” balas Nabilah tersenyum.

“Udah disini aja, rumah aku deket kok dari sini.” ucap Nabilah.
“Kak, disini aja.” Rusdi berbicara pada kakaknya, lalu Kak Melody
menghentikan mobilnya.

Nabilah kemudian turun dari mobil Kak Melody, lalu berterima kasih
pada Rusdi karna telah mengantarnya pulang. Rusdi hanya tersenyum
simpul menatap kepergian Nabilah.

Tak apa ia pergi, yang penting ia sudah mendapatkan nomor hp Nabilah.
Rusdi mengirimkan pesan singkat pada Nabilah. Tak lama Nabilah
membalas pesan itu.

Rusdi dan Nabilah asik mengirim dan membalas pesan. Sementara Kak
Melody masih murung. Ia memikirkan adiknya, Rusdi tidak mau tinggal di
Jakarta. Maka ia harus mencari rumah baru di luar Ibukota untuk
ditinggali.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s