aku hanya bisa melihat senyuman mu dari kejauhan tapi aku harap kamu juga suka kepada ku, last part

kiti

Saat kau tiba tiba ditanya apa bakat atau hobi mu, apa yang akan kau pikirkan ? pertama kau pasti akan bingung, yang kedua mungkin kau akan marah karena tiba tiba ada orang yang bertanya bakat mu tanpa alasan yang jelas pasti mengesalkan.

Ve merasakan hal yang pertama untuk beberapa alasan, satu ini masih pagi jadi ve masih berusaha mengumpulkan jiwa nya, kedua ve tak tahu maksud Jeremy menanyakan hal itu. Beruntung bagi Jeremy adalah orang yang sabar jadi dia tak merasaan hal yang kedua.

“Apa kamu punya bakat atau hobi tertentu .?” tanya Jeremy lagi.

“Ini masih pagi dan aku tak mengerti apa maksud mu bertanya seperti itu,” jawab Ve.
Sebelum matahari naik terlalu tinggi Jeremy duduk disebelah Ve dan menjelaskan maksud dari pertanyaan nya tadi, tak lupa dia menceritakan apa yang dikatakan oleh Kak naomi kemarin.

Setelah mendengar itu semua Ve mengerti maksud Jeremy, tetapi dia tak mengerti mengapa Jeremy begitu ingin membantu nya. Tentu mereka berdua sudah lebih dekat Jeremy juga sudah menjadi anggota dari kelompok nya, tapi dia punya alasan tak menceritakan ini semua kepada teman teman nya, dia tak ingin merepotkan dan menjadi beban.
“Kenapa kau begitu ingin membantu ku. ?” tanya Ve.

“Membantu teman adalah kewajiban dan itu tak butuh alasan,” jawab Jeremy.

“Tapi kau baru menjadi teman ku beberapa minggu ini, kenapa kau begitu keras berusaha .?”

“Beberapa minggu ? yah mungkin berada di kelas yang sama selama tiga tahun tidak ada arti nya untuk mu,”

“Bukan itu maksud ku tapi…,”

“Ya tentu, kalau begitu aku akan kembali ke bangku ku disebelah Shani. Apa kau tahu itu ? atau kau hanya tahu “teman-teman mu” “ ucap Jeremy sambil membuat tanda petik di udara pada kata teman.

Meninggalkan Ve sendiri di kursi nya, Ve ingin mengejarnya tetapi kata kata nya barusan membuat dia terdiam.

“Apa aku hanya tahu teman teman ku saja .?” pikir Ve dalam hati.
Ve terus memikirkan hal itu sepanjang hari, karena hal itu Jeremy merasa tak bisa berbicara kepada Ve meski dia belum mendapat jawaban atas pertanyaan nya. dia hanya bisa melihat Ve dari jauh sambil berusaha berpikir apakah bakat yang dimiliki oleh nya.

Jeremy juga menghindari makan siang bersama saat istirahat, dia merasa makan siang bersama dengan Ve dan teman teman ya tak akan berjalan baik seperti biasa nya jadi dia beralasan ingin melakukan sesuatu.

Hari ini satu ucapan bisa membuat hari nya menjadi buruk, dia sendiri tak yakin jika dia lah yang benar tapi dia tak bisa mendapat jawaban dari Ve mungkin besok. Sekarang Jeremy berada di atap sekolah tempat dia dulu selalu menghabiskan jam istirahatnya, dia memandangi para siswa yang lain melewati gerbang sekolah menunggu Ve dan teman teman nya berjalan pulang lalu dia pun kembali ke kelas.
“Apa yang ku katakan itu terlalu berlebihan.” Jeremy berbicara sendiri.

Jeremy mengambil tas nya yang berada di kursi belakang, dia masih memikirkan perkataan nya. saat dia melewati meja Ve dia melihat sebuah buku tertinggal, kerena penasaran Jeremy pun mengambil buku itu dan membuka nya.

Itu adalah buku design, design pakaian. Jeremy membalik halaman halaman buku itu dan melihat banyak sekali design pakaian yang bagus, dia mengecheck halaman pertama dari buku itu dan tertulis nama Ve disana.

Ini adalah jawaban dari pertanyaan yang ditanyakan Jeremy kepada Ve tadi pagi, dan pekerjaan yang cocok untuk ini dan siapa yang harus ditemui agar Ve mendapat pekerjaan yang sesuai. Jeremy memasukan buku itu ke dalam tas nya, lalu pulang untuk mendapat pekerjaan untuk Ve.

Dia menemui Kak Naomi yang sedang bersantai di kamar nya sambil membawa buku design milik ve.
“Coba liat buku ini,” ucap Jeremy.

“HMMMM,”

“Coba liat design yang ada di buku ini,”

Kak Naomi yang masih bingung pun menuruti permintaan adik nya dan mencoba melihat isi buku yang dibawa adik nya, awal nya dia tak terlalu tertarik karena dia pernah melihat dan membuat design yang lebih baik tetapi semakin jauh dia membalik buku itu dia semakin tertarik.

“Punya siapa dek. ?” tanya Kak Naomi.

“Teman sekelas ku,”

“Dia berbakat, terus kenapa kamu bawa design nya ke kakak. ?”

“Aku pikir dia bisa dapat pekerjaan di tempat kakak,”

Kak Naomi dia untuk sejenak, lalu dia membuka kembali buku design milik Ve. Dia memang sangat tertarik dengan design design yang ada di buku itu tetapi dia tahu kalau dia tak bisa menerima Ve bekerja di tempat nya.

“Bukan kah sekolah mu melarang siswa nya untuk bekerja. ?” tanya Kak Naomi memastikan.

“Aku tahu tapi dia membutuhkan perkerjaan ini….,” Jeremy pun menjelaskan alasan yang diceritakan nya kepada Kak Sinka kemarin.
Setelah  mendengar cerita Jeremy, dia merasa bimbang dia memang ingin membantu Ve jika hal yang diceritakan oleh Jeremy adalah hal yang benar.
“Baiklah kamu boleh mengajak nya ke tempat kakak besok, tapi kakak nggak janji bisa nerima dia.”
Jeremy hanya mengangguk lalu dia kembali ke kamar nya, Jeremy tak sabar untuk menemui Ve dan memberitahu nya tentang hal ini, dia tak sabar untuk bisa membantu teman nya lagi.

Keesokan hari ini nya sedikit aneh kerena meja Ve sudah dipenuhi oleh kelompok nya, pandangan mereka juga nampak aneh karena mereka memandang nya dengan tatapan benci. Jeremy tak mengerti apa yang terjadi tapi dia ingin segera memberitahu Ve kabar baik yang dibawa nya.
“Pagi semua.” Ucap Jeremy.

Tapi tak ada jawaban yang diterima nya, mereka semua hanya diam dan memandang nya dengan tatapan yang sangat marah.

“Ada apa dengan kalian semua. ?” tanya Jeremy.

“Kau siapa dan apa urusan mu dengan kami,” ucap Yuriva.

“Aku hanya ingin berbicara dengan Ve…,”
Sebelum Jeremy bisa menyelesaikan ucapan nya Yudha memukul Jeremy jatuh ke lantai, di lalu menendang Jeremy. Jeremy berusaha keras mempertahankan diri, tapi ada satu hal yang membuat nya menyerah Yuriva sedang mentertawakan nya.

THE END.

Iklan

2 tanggapan untuk “aku hanya bisa melihat senyuman mu dari kejauhan tapi aku harap kamu juga suka kepada ku, last part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s