Wrestling & Love part 57

wpid-pizap_1437301468174-1.jpg

Keesokan harinya

“Pagii sayang” sapa Michelle ketika Razaqa datang menjemputnya untuk kuliah

“Pagi Lele” balas Razaqa

“Semangat banget kayaknya kamu” heran Razaqa ketika melihat wajah Michelle yang berseri-seri

Razaqa menjadi tidak tega jika harus mengatakan bahwa dia akan segera ke Jerman, Razaqa tidak dapat membayangkan wajah Michelle nanti. Pasti dia akan sedih

“Iiih emang aku kaya gini kok, selalu ceria setiap hari, kan selalu ada kamu yang nemenin hari-hariku” ujar Michelle
“Ciee Lele udah bisa ngegombal” goda Razaqa

“Iiih apasih kamu, wlee” Michelle menjulurkan lidahnya

“Ahahaha” Razaqa hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya

“Yaudah yuk berangkat” sambung Razaqa lagi

Kemudian Michelle mengangguk dan segera naik ke motor Razaqa

*skip

“Shan” panggil Michael begitu dia sampai di rumah Shani

“Hmmh ? “

“Berhubung kita lagi ga kuliah, temenin aku yuk ke mall, mau belanja bulanan
nih, mama aku lagi ga bisa pergi” kata Michael

“Dan juga buat nanti Kelvin sama Razaqa yang katanya mau main ke rumahku” sambung Michael lagi

“Okedeh, tapi tunggu bentar ya, aku ganti baju dulu” balas Shani

“Iya Shan” Michael menunggu Shani di ruang tamu

Shani berlalu ke kamarnya, dia mengganti pakaian santainya dengan kaos biru dan celana panjang hitam, beserta jaket merah muda kesayangannya

Tak lama berselang, Shani kembali menghampiri Michael

“Mike, yuk aku udah siap” Shani telah berdiri di hadapan Michael
Tetapi Michael malah bengong karena menatap kecantikan Shani, apalagi dengan baju yang makin menambah kecantikannya itu

“Heii kok bengong sih ? jadi ga belanjanya ?” tanya Shani yang membuyarkan lamunan Michael

“Eh iya jadi-jadi kok Shan” balas Michael terbata

“Iih kamu kok bengong ? kenapa ?” tanya Shani

“Abisnya aku bingung ada bidadari yang mau nemenin aku belanja” gombal Michael

“Huuu gombal” Shani memalingkan wajahnya yang memerah

“Eh beneran kok, aku jujur ga gombal” Michael mencoba meyakinkan Shani
“Iya-iya deh percaya, kamu juga ganteng kok” balas Shani

“Ah ga mempan gombalan kamu, emang aku udah ganteng wlee” ledek Michael

“Iiih Michael nyebelin banget”

Sontak mereka berlari saling mengejar layaknya anak kecil bermain kejar-kejaran

“Awas kamu kalo ketangkep aku cubitin” ancam Shani

“Iih takut, kabur” Michael berlari keluar rumah Shani, Shani pun membuntutinya

“Naah kenaa, ketangkep kamu” Shani berhasil menangkap tangan Michael

“Aduh cape aku, iya-iya maaf Shan”
Shani tidak memperdulikan ucapan maaf Michael, dia malah mencubit lengan Michael

“Aaww sakit Shan”

“Biarin, abisnya kamu sihh bikin aku kesel” Shani menggembungkan kedua pipinya

“Iya-iya maafin aku” Shani melepaskan cubitannya terhadap Michael

“Udah ah yuk, kita belanja” ajak Michael

“Iya-iya, tapi tunggu..
aku pamit ke mama dulu” ucap Shani

Shani masuk kembali ke rumahnya dan bergegas ke kamar Mamanya

“Maah aku pergi bentar ya sama
Michael” pamit Shani

“Iyaa sayang, hati-hati di jalan, kalo laper makan sayang.. ada kan uangnya?” tanya Mama Shani

“Iya mah, ada kok”

Selepas itu Shani keluar dari rumahnya dan menghampiri Michael untuk segera pergi ke sebuah mall di kawasan Serpong Tangerang

*

Kelvin dan Andela berjalan melewati lorong kampus sambil bergandengan tangan

“Zaaq” panggil Kelvin kearah Razaqa yang ada didepannya

“Eh elu Vin, Ndel” balas Razaqa
“Halo Michelle apa kabar ? tanya Andela

“Baik Ndel” balas Michelle tersenyum

“Eh kalian mau kemana?” tanya Razaqa

“Ke kelas” balas Kelvin

“Kebetulan, gw juga ada kelas yang sama kaya lu” ucap Razaqa

“Ooh bagus deh, yuk ah ke kelas” ajak Kelvin

Mereka berempat berjalan kearah kelas sambil menggandeng tangan pacar masing-masing

Mahasiswa lain sudah lumayan banyak di kelas itu saat Kelvin cs masuk kelas, tetapi dosen belum datang
Andela nampak akrab sedang berbicara dengan Michelle si bangku ketiga dari depan

“Zaq, sini deh” Kelvin memberi kode agar Razaqa mendekat padanya

“Ada apaan Vin?” tanya Razaqa yang kemudian mendekat ke meja Kelvin

“Lu udah bilang Michelle soal kepergian lu?” bisik Kelvin

“Belom Vin” balas Razaqa singkat

“Yaelah lama amat..
mending bilang sekarang, kan bentar lagi lu pergi” ucap Kelvin memberi saran

“Ya maunya sih gitu, tapi susah..
gw takut Michelle sedih, gw ga tega kalo liat Michelle ga seceria biasanya” jawab Razaqa menjelaskan
“Iya juga sih, tapi menurut gw ini yang terbaik, daripada lu tunda-tunda lagi” saran Kelvin lagi

“Kalo lu bilangnya mendadak lebih parah lagi buat Michelle, lebih baik dari jauh-jauh hari supaya Michelle juga bisa mempersiapkan diri” sambung Kelvin lagi

“Mmh.. bener juga sih kata lu, gw coba deh secepatnya” Razaqa akhirnya menyetujui usul Kelvin

Tak lama kemudian dosen masuk, dan mereka semua belajar

*

“Sekarang mau belanja apa lagi?” tanya Shani

Michael menghentikan jalannya dan melihat daftar belanjaan pesanan
Mamanya di sebuah kertas kecil

“Naah, daging ayam Shan..” ucap Michael sambil kembali mendorong trolley belanjaannya

“Oke, bagian daging sebelah sana” tunjuk Shani kearah depan sebelah kanan

Memang Michael mengajak Shani untuk menemaninya belanja karena Shani sudah hafal seluk-beluk barang-barang di mall itu, maka dari itu Shani seperti penunjuk arah bagi Michael.

*skip

“Nah udah selesai semua nih” ucap Michael sambil mencocokkan kembali barang belanjaannya dan kertas di tangannya, apakah semuanya sudah terkumpul atau belum
“Udah?” tanya Shani

“Udah Shan” balas Michael

“Yaudah ayok ke kasir” ajak Shani

Setelah selesai ke kasir dan membayar semua belanjaannya, Michael memutuskan untuk mengajak Shani untuk makan di restoran cepat saji dibaca KFC yang berada di mall itu

“Makasih ya Shan, udah mau nenemin aku belanja hehe” ucap Michael

“Iya, sama-sama, lagian kamu juga kan udah sering nemenin aku belanja, sekarang gantian” Shani tersenyum

Michael menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Tunggu bentar ya, aku pesen
makanannya dulu” ucap Michael

“Eh ini uangnya sayang” ucap Shani sambil mengeluarkan uang satu lembar lima puluh ribu rupiah

“Eh gausah Shan, pake uang aku aja

“Tapi…”

“Udah ga ada tapi-tapian” potong Michael cepat

“Simpen aja uang kamu, hitung-hitung sebagai rasa terimakasih aku ke kamu karena udah nemenin aku belanja tadi” sambung Michael lagi

“I..iya deh” akhirnya Shani menyetujuinya

Michael tersenyum lalu meninggalkan Shani untuk memesan makanan
Tiba-tiba disaat Shani sedang duduk sendirian, ada seorang cowok yang menghampirinya

“Shani ? kamu Shani kan ?” tanya seorang cowok

Shani sedikit kaget dan melihat cowok tersebut

“Eh..i..i.iya aku Shani, kamu siapa ?” tanya Shani bingung

“Ini a..aku masa ga inget ?” cowok itu mencoba mengingatkan Shani akan siapa dirinya

Shani berpikir sebentar dan mencoba mengingat-ingat siapakah cowok ini

“Ri.. Rizal ?” tanya Shani mencoba menerka

“Iya, aku Rizal, syukurlah kamu inget”
“Oh iya kamu sendiri aja ?” tanya Rizal

“Eh engga kok, aku sama pacar aku, dia lagi pesen makanan..

Rizal hanya mengangguk-anggukan kepalanya

“Kamu sendiri?” Shani balik bertanya

“Mmh.. sama kayak pacar kamu, dia juga lagi pesen makanan” jawab Rizal

Tak lama kemudian ada seorang wanita datang menghampiri Rizal

“Kenalin sayang, dia temen SMP aku dulu, namanya Shani” Rizal memperkenalkan Shani kepada pacarnya

“Shani” ucap Shani sambil tersenyum dan menawarkan tangannya
“Sinka” mereka bersalaman

Nama wanita itu adalah Sinka

Michael juga kemudian datang sambil membawa nampan yang berisi makanan, dia sedikit kaget karena Shani sedang berbicara dengan seseorang

“Shani ?” tanya Michael heran

“Eh kamu dateng, kenalin ini temen SMP aku Rizal namanya, dan yang ini Sinka pacarnya” Shani memperkenalkan Rizal dan Sinka kepada Michael

“Michael”

“Rizal”

“Sinka”

Michael berjabat tangan dengan kedua orang itu.

Setelah itu Rizal dan Sinka kembali ke mejanya untuk makan.
Begitu juga dengan Michael dan Shani yang memutuskan makan setelah sedikit acara perkenalan tadi
Saat mereka makan, Michael tidak mengeluarkan sepatah kata pun, entah ada apa dengan dia. Shani lebih memilih diam.

*skip

“Zal Sin, kita pulang duluan ya” pamit Shani setelah mereka selesai makan

“Eh iya Shan, hati-hati di jalan..
sampai ketemu lagi” ucap Rizal

Sinka hanya membalas dengan senyuman

“Rizal, siapa dia?” tanya Michael ketus saat mereka sedang berjalan untuk keluar dari mall

“Kan udah aku bilang temen SMP” jawab Shani

“Temen ? aku ga percaya”
ucap Michael

“Ciee pacarku ini ceritanya cemburu yaa” goda Shani

“Aku serius Shan, aku lagi ga bercanda” Michael sedikit membentak Shani, Shani kaget dan sedikit takut

“I..iya Rizal itu mantan aku pas SMP” ucap Shani dengan nada pelan

“Tuh kan, bukan cuma temen, tapi lebih” Michael sepertinya ngambek

“Ayolah sayang, kan cuma mantan..
dia kan udah punya pacar juga tadi” bujuk Shani sambil memegang lengan Michael

“Huuh iya-iya, tapi kamu keliatan akrab banget sama dia, dan tatapan dia itu kaya masih ngarep sama kamu” ucap Michael

“Engga kok sayang jangan ngomong kaya gitu, aku kan udah ada kamu” Shani terus membujuk Michael agar tidak ngambek

“Huhh iya-iya..
maafin aku Shan, aku takut banget kehilangan kamu” ucap Michael

“Gausah minta maaf, aku ngerti kok…
itu juga yang aku rasain kalo liat kamu sama cewek lain” balas Shani

Michael balas dengan tersenyum

“Yaudah yuk, kita pulang” Michael menarik tangan Shani

*

Pelajaran selesai, Kelvin dan Razaqa keluar dari kampus mengambil motor masing-masing untuk mengantarkan Andela dan Michelle pulang

“Gw nganter Michelle dulu, terus pulang sebentar makan mandi abis itu ke rumah Michael” ucap Razaqa kepada Kelvin

“Oke gw juga sama” balas Kelvin

*skip

“Dekk, kakak pergi dulu ya” pamit Kelvin

“Mau kemana kak ? baru aja pulang kuliah” tanya Yupi

“Mau ke rumah Kak Michael, biasa ngumpul-ngumpul aja” jawab Kelvin

“Ooh iyadeh kak, jangan malem-malem ya pulangnya” kata Yupi mengingatkan

“Siap dek” Kelvin memberi hormat kepada adiknya

“Ohiya kak, satu lagi…

“Apaan?”

“Pas kakak pulang beliin aku martabak ya kak, hehe..
lagi kepengen mam itu” Yupi cengengesan

“Huu dasar…
Iya dek, ntar kakak beliin” jawab Kelvin sambil mengelus kepala adiknya

“Yeaay” Yupi kelihatan senang

“Yaudah kakak pergi dulu ya, udah bilang Mama juga tadi” pamit Kelvin lalu kemudian bergegas pergi

*skip

“Mike, gw udah sampe depan rumah lu nih” ketik Kelvin di dalam BBM kepada Michael
Lima menit kemudian Michael membalas

“Sbb (sorry baru bales)
Tadi gw barusan pulang belanja sama Shani, okedeh bentar gw bukain pagar” Michael lalu keluar dari rumahnya dan mempersilahkan Kelvin masuk

“Zaqa belum dateng?” tanya Kelvin sambil memasukkan motornya

“Belom dia mah, biasa telat mulu tuh anak” jawab Michael

Kelvin lalu masuk kedalam rumah Michael

“Halo tante” sapa Kelvin ramah kepada Mama Michael

“Eh kamu Kelvin..
apa kabar ? udah lama baru maen kesini lagi”

“Hehe iya tante, biasa akhir-akhir ini sibuk skripsi tant” balas Kelvin ramah

“Ooh iya tante ngerti, Michael juga gitu.. lagi sibuk sama skripsinya”

Kelvin terus mengobrol sebentar dengan Mama Michael sebelum akhirnya Michael mengajak Kelvin ke kamarnya

“Udah nonton Raw Mike ?” tanya Kelvin begitu dia sampai di kamar Michael

“Udah” jawab Michael datar

“Mantep ya di bagian rusuh Taker sama Lesnar ?” tanya Kelvin

“Iya, mantep banget..
seru sampe backstage berantemnya” balas Michael

Kelvin balad dengan mengangguk
Michael mengambil HP dan melihat ada pesan masuk, dan itu adalah dari Razaqa

“Eh Vin, Zaqa udah dateng noh, gw keluar dulu bukain pintu, lu disini aja” perintah Michael

“Oke sip” balas Kelvin

“Kemana aja sih lu ? Kelvin udah dateng noh” Michael membukakan pintu pagar

“Sorry, macet dikit tadi di jalan” balas Razaqa sambil memasukkan motornya

Kemudian, Razaqa dan Michael menghampiri Kelvin yang berada di kamar Michael

“Oyy Vin” panggil Razaqa
Kelvin saat itu tengah tiduran di atas karpet yang disediakan di bawah kasur..

“Iya Zaq ? capek nih gw mau tiduran dulu” jawab Kelvin santai

“Jiaah dasar kebo” ledek Razaqa

“Bodo ah” acuh Kelvin

“Ayo maen PES lagi lawan gw” ajak Razaqa

“Aah males, udah ketauan yang menang siapa” jawab Kelvin dengan sombongnya

“Lu aja dulu berdua, yang menang lawan gw” sambung Kelvin lagi

“Oke deh” balas Michael dan Razaqa bersamaan
Kemudian Razaqa mulai memainkan PES melawan Michael, mereka berdua nampak serius dalam bermain game itu, tidak ada raut senyum sedikitpun dari keduanya.

Sementara Kelvin masih tidur-tiduran di karpet sambil sesekali melihat HP nya apakah ada pesan masuk atau tidak..

Tak lama kemudian ada chat dari seseorang wanita yang tidak asing lagi bagi Kelvin..

Ya, benar dia adalah Andela kekasihnya

Andela : Hei, lagi ngapain ?

Kelvin : Tiduran aja Ndel, aku lagi di rumah Michael

Andela : Oooh yaudah have fun disana
Jangan lupa makan malem..
makan yang banyak biar ndud emesh”

Kelvin : Hihi iya dasar kamu..
yang ngingetin juga jangan lupa, yang banyak juga biar makin imut dan pipinya ndut..
nanti aku cubitin tiap hari deh hehe

Andela : Iih jahat

Kelvin : Biarin wlee

Andela : Tau ah

Kelvin : Cie ngambek

Andela : Ga

Kelvin : Aku bercanda doang kok

Andela : Bodo
Kelvin : Iya-iya aku minta maaf, ga aku cubitin deh, yang penting makan banyak biar sehat dan ga sakit

Andela : Iya makasih

Kelvin : Huu dasar kamu

Andela : Ahaha maaf tadi aku cuma akting ngambek :p

Kelvin : Hufft Ndel, aku udah takut tadi, kirain beneran

Andela : Ahaha ngga kok, aku bukan cewek yang gampang ngambek

Kelvin : Iya deh tau.. pacarku kan emang cewek kuat

Andela : Nah itu tau..

Kelvin : Yaudah deh, aku mau main PES dulu.. nanti bbm lagi
Andela : Oke.. semoga menang ya mainnya

Kelvin hanya tersenyum melihat chat terakhir Andela

“Napa lu senyum-senyum sendiri?” tanya Razaqa yang merasa aneh dengan tingkah Kelvin

“Biasa, pasti abis chat sama pujaan hati” jawab Michael

“Naah tuh udah dijawab sama Michael” jawab Kelvin

“Dasar lu -_-” ucap Razaqa

“Buruan maen lawan gw, tadi gw menang nih lawan Michael” jelas Razaqa

“Berapa kosong ?” tanya Kelvin

“2-1 menang Barca gw” jawab Razaqa

“Oke, ayo” Kelvin mengambil stick PS dan mulai bermain melawan Razaqa

Seperti biasa Kelvin dengan Chelseanya dan Razaqa dengan Barcelonanya..

Michael gantian sekarang yang sedang tiduran dan bermain dengan HPnya

*To Be Continued*

Created By : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s