Fiksi dan Fakta part 44

Sebuah pesan masuk ke ponsel Kelpo.

“Mereka disekitar sini!” Seru Kelpo.

Mereka segera mengambil langkah cepat. Kini, mereka tak lagi berusaha main cantik. Saatnya memberi pukulan telak ke wajah blok Gilang.

“Wait! Ada kabar dari Mike!” Semuanya berhenti dan menatap kearah Jaka.

“Ada apa?” Tanya Joey.

“Rumah Viny dijaga mereka!” Jaka menepuk jidatnya kesal.

Joey segera menelfon seluruh bloknya, termasuk Fuuto.

“Oke, kami ga jadi masuk..” Jawab Fuuto.

“Kami ngosongin tempat!” Setiap perwakilan hampir mengucapkan hal yang sama.

Perlahan, Kelpo mendekati Jaka.

“OK!” Seolah mengatakan hal yang sama, kini seluruh blok Jaka juga ditarik mundur.

Dengan langkah terburu-buru, Bobby memberi kabar terbaru.

“Gawat! Polisi udah meluncur! Kacau!” Seru Bobby sambil mencoba mengatur nafasnya.

 “Sial! Sekarang suruh semuanya kumpul disini, Bob, Ton.” Jaka berada di titik panik yang luar biasa.

“Sagara?” Joey mengedipkan matanya.

Seperti sudah memahami kode Joey, Sagara langsung pamit keluar dan menelpon seluruh titik pos.

“Sekolah ini harus sepi, jangan sampai ketauan kalo kita semua disini!” Jaka mengumumkan lewat Guffran yang sejak tadi sore menjadi pemberi pengumuman.

“Joey, kalian kumpul dimana?” Jaka dan Kelpo menatap Joey bingung.

“Gampang, halaman rumah Fuuto cukup kok.” Joey menunjukkan senyum tipisnya, namun tak berhasil menutupi kepanikan di wajahnya.

Tak lama, Sagara kembali masuk.

“Semuanya udah kumpul. Tinggal Fuuto yang belum dateng.” Lapor Sagara.

“Just Fuuto?” Tanya Joey tak yakin.

Sagara mengangguk mantap.

“Hubungi di-“

“Razaqa!!” Sebuah teriakan dari Halim memotong perintah Joey barusan.

Jaka dan lainnya bergegas keluar.

“Jangan panik, gue udah punya plan C dan D.” Sony dan lainnya muncul begitu saja.

“Gue udah lama pengen kesini lagi.” Sahut Tara.

“Yup, kita semua punya hasrat yang sama.” Kini, Falvi juga ikut bicara.

“Mana sang juara kita?” Sony menoleh kebelakang, lalu memberikan jalan kepada seseorang itu.

Semuanya terbelalak, tak terkecuali Joey dan Sagara.

“Daffa!” Teriak mereka semua bersamaan.

“Cukup nostalgia-nya, ada masalah yang tenggat nyelesaiinnya ngaret bertahun-tahun.” Daffa tersenyum kearah semuanya.

“Masih ada banyak kejutan, ayo kedepan!” Ajak Sony.

Tak sampai disitu, Jaka dan lainnya kembali terkejut kala melihat orang-orang yang ternyata juga kembali di tahun ini.

“Luke? Kai? Yoshio? Jerry? Herdy? Theo?“ Joey mengingat.

“Lemon? Bakaman? Reffy? Loop? Queue?” Sagara saling tatap dengan Joey.

Semua orang yang mereka sebut itu mendongak dan melambaikan tangannya pada mereka.

“Seperti malam natal kan?” Fuuto muncul ditengah kebingungan semuanya.

“Sudah cukup, all. Pacar Kelvin dan Oscar dalam masalah. Polisi sudah bergerak serius. Sekarang, kita harus gerak cepat!” Jaka ber-orasi.

“Pacar Oscar?” Kelpo memicingkan matanya.

Jaka membalas tatapan Kelpo dengan nyengir geli.

“Semuanya! Tepat jam setengah 11, kita mulai!” Tambah Fuuto.

Sony mengambil toa didekatnya.

“Tim Jaka dan tim Fuuto awasi jalan. Kalian punya pasukan yang paling banyak!” Sony membuka.

Sony memberi kode kepada Loop dan Queue untuk naik keatas.

“Joello?” Panggil Queue yang tak bisa berbahasa Indonesia ataupun Inggris.

Joey mengangguk dan mendekat kearah Loop dan Queue. Dengan bantuan Joey, kata-kata Loop dan Queue berhasil diterjemahkan.

“Jadi, dari tempat sandera di-“

“Andela!” Seru Kelpo.

“Yup, Andela-mu.. Dari tempat dia, itu udah jelas sebuah rumah kosong dikawasan deket titik -2. Sekarang, ada 10 orang yang sedang mengawasi kondisi disana. Dicurigai, itu lokasi Yanbo dan Mabo. Tapi-“ Joey terhenti.

Semuanya tampak menunggu lanjutan terjemahan dari Joey.

“Gue rasa, Yanbo dan Mabo gak mungkin sebodoh itu..” Joey menatap kearah Queue dengan tatapan yakin.

Queue mengangguk tegas.

“Sekarang, kita fokus buat ngalahin pasukan blok mereka satu-per-satu!” Seru Fuuto.

“Hey! Andela gimana?!” Kelpo menatap tajam semuanya.

“Ummm…” Semuanya tampak berpikir.

“Kita harus tenang, Vin. Mungkin ini cuma jebakan, persis kaya-“ Kata-kata Bobby terhenti.

Kelpo mencengkram kerah kemeja crew Bobby.

“Gue denger dengan telinga yang ada dikepala gue sendiri, Suara dia ketakutan! Dan gue ga akan pernah bisa maafin diri gue sendiri kalo sesuatu terjadi ke dia!”

Jaka, Halim, dan lainnya segera merangkul dan menenangkan Kelpo.

“Tenang Bro, gue tau.. gue tau..” Bobby lalu terduduk lemas.

Kelpo meronta, berusaha melepaskan rangkulan Halim dan Daffa. Bahkan, ia sedikit mendorong Jaka yang sedang berusaha menceramahinya.

“Apa yang kalian lakuin kalo orang yang paling kalian sayangi dilibatkan ke masalah sebesar ini?” Kelpo menunjuki semua yang hadir di SMU 48 tersebut.

Semuanya diam tak berkomentar.

“Diluar sana, gue gatau gimana keadaan dia. Kalian malah sibuk bahas skak, reuni, dan cara menang telak!” Semuanya mulai tertunduk.

“Kenapa kita selalu gagal? Karena kita rakus, lupa diri, gengsian dan cenderung terlalu banyak gaya dan teori! Oke, gue suka sesuatu yang kalian sebut ‘teori’, tapi bukan berarti gue ngeredam semuanya dengan wejangan goblo* kalian tentang teori!” Kelpo masih belum menurunkan nadanya.

Semuanya terhenyak dengan kata-kata Kelpo, tak terkecuali para senior.

“Kita udah lupain gengsi dengan gabung gini. Atas dasar proving kasus Iman kan? Ok! Come on! Yanbo dan Mabo berhasil karena mereka cenderung ga mikir ke profit or advantage dari kegilaan mereka. Apa bukti keberhasilan mereka? Kita ga bisa jelasinnya, tapi kita rasain efeknya. Mereka gapernah nyetak skor tinggi, mereka cuma fokus buat ga ngasih kita kesempatan buat nyetak skor yang sebenernya. Bener kan?” Kini semuanya mulai menegakkan kepala mereka lagi.

Tiba-tiba, sahutan Kai, Herdy dan lainnya mulai menggemuruhkan SMU 48.

“Dia bilang apa, Joey?” Tanya Jaka.

“Ay-“

“Ayo kita laksanakan, kan?” Fuuto menyempil diantara Jaka dan Joey, lalu merangkul keduanya.

Bobby dan Tony mendekati Kelpo.

“Selamat, bro! Ayo kita bersihin sampahnya?” Bobby memberikan tinjunya.

“Hei, tunggu gue!” Halim juga bergabung dan ikut melakukan tos tinjuan ala mereka.

Guffran memberi pengumuman tentang pergerakan satuan kepolisian yang diketahui sedang menuju ke sekolah mereka itu.

“Ok, fast! Futto, Joey, dan Sagara anter tamu kita dari luar karna kendala bahasa. Sisanya, ayo kita ke tempat yang dimaksud. Jangan ada yang masuk dengan ceroboh. OK?!” Sony memberi pengarahan.

“OK!!!!!!” Seru semuanya semangat dan segera membubarkan diri.

Jaka memanggil Fuuto, Joey dan Sagara lagi.

“Tolong pasukan kalian, ya. Yoroshiku onegaishimasu!” Jaka dan lainnya membungkuk.

Rombongan Fuuto juga balas membungkuk kearah tetua SMU 48 itu.

*Skip

Tampak serangan sudah diprediksi oleh kubu YanboMabo. Keadaan gedung kosong yang blok Jaka dan Fuuto maksud itu begitu sepi, cenderung tak ada orang sama sekali.

“Ok, Gue telfon Jaka sekarang.”

Jaka mengangkat panggilan Sony tersebut. Dan sudah disetujui bahwa tepat 10 menit menuju jam 11 ini, rencana terakhir mereka dilakukan.

*Skip

Kelpo berjalan masuk ke dalam gedung dengan ekspresi panik sambil memegang map biru.

“Oy! Mane bos lu??!!” Teriaknya kesal.

“Wih, gede juga nyali nih anak! Noh, di lantai 3!” Sahut seseorang dari sekitar 40an orang di lantai dasar itu.

Tanpa menghiraukan pasukan lantai dasar itu, Kelpo terus mempercepat langkahnya.

Kini, dia sudah berada di lantai 2 dan hendak menuju lantai 3.

“Uh?” Kelpo terhenti.

Ia menoleh untuk memastikan seseorang yang berdiri diantara banyak orang itu.

Yoyok mengedipkan matanya, seolah memberi kode kepada Kelpo.

“Woy! Ape lu liat-liat?!!” Bentak salah satu dari mereka yang berhasil buyarkan lamunan Kelpo.

Andela, Andela, dan Andela. Hanya nama itu yang kini merasuki pikirannya.

“Huh… cape juga..” Kelpo menarik nafasnya.

Tak ada orang disana, kecuali sesosok gadis yang terikat dan sepertinya sudah pingsan.

“Shit!” Kelpo mencari-cari keberadaan seseorang di lantai 3 itu.

Nihil!

Yoyok berlari dengan tergesah-gesah menemui Kelpo.

“Call yang lain! Kita dijebak!” Teriak Yoyok

Kelpo terkejut dan segera menghubungi Jaka.

“HAH?! Ok, gua tau!” Jaka menutup panggilan itu.

Yoyok dan Kelpo mengintip dari kaca gedung.

“Sial! Mereka kabur!” Yoyok meninju dinding.

“Ayo! Bantu gue!” Kini, mereka melepaskan ikatan Andela.

“V-vin..” Denguh Andela pelan.

“Ndel! Kamu gapapa??”

Andela mengangguk.

“Ya-yang lain, Vin. 2 orang itu nyulik mereka!” Kalimat Andela sudah sangat jelas, Kelpo segera menggotong Andela.

“Vin, gua nemuin Troy!”

Kelpo mengangguk.

Tak lama, sirene polisi seolah sudah mengepung gedung. Kelpo yang sudah hampir berhasil mengeluari gedung, terpaksa berhenti.

“Lewat sini!” Panggil Yoyok.
Yoyok juga membantu Kelpo yang tampak sudah tak kuat lagi. Sementara, Troy sudah bersiap dikemudi.

“HEI! KALIAN!” Teriak seorang petugas kepolisian sekaligus memanggil polisi lainnya.

Troy memasukkan gigi mundur dan menekan gas sementok mungkin.

“Belakang ada jalan?” Tanya Kelpo.

“Yup, Vin.” Troy mengangguk mantap.

Tak lama mereka sudah berhasil kabur meninggalkan jejak dari polisi.

*Skip

•Michael Oscar’s POV

Tepat beberapa menit lagi menuju jam 11. Rumah Viny tampak dikelilingi banyak orang, namun tak terlihat Gilang ataupun YanboMabo disana.

‘Seluruh jalanan sudah tak lagi dipenuhi siswa-siswa tawuran. Lalu lintas kembali normal seiring waktu mendekati tengah malam.’ Begitulah berita singkat yang aku dengar dari stasiun radio yang terkenal di Bandung.

Tak ada tanda bantuan dari blok Jaka dan Fuuto. Sial!

Demi mengamankan mobil, aku memarkirkan mobilku di parkiran taman yang tak jauh dari sana.

Aku bergerak pelan menuju pagar samping rumah Viny.

“Car?” Seseorang kagetkanku.

“Rendi?”

“Sssttt.. jangan keras-keras.” Rendi meletakkan jari telunjuk di bibirnya.

“Iye, lu udah dapet kabar dari Zaqa?”

“Udah, mereka lagi nyelamatin Ande-“

“TIT!!” Bunyi klakson mobil hentikan pembicaraan mereka.

Rendi dan Mike menaiki bak sampah untuk mengintip siapa yang datang kali ini.

“Hah?! No way!”

~~

“Jika kau benar-benar yakin, lakukan dan terus lakukan. Jika kau benar-benar ragu, lupakan dan terus lupakan. Mudah kan?” – Hardian Faris Sutomo

@arthaaSV & @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s