Another World, Part13

“Oke,ayo berangkat.”

Dzikri berjalan lebih dulu.Kemudian disusul Beby,Viny,Shania dan tentu saja Ayana.

“Hmmm…bakalan berat nih.Mana cewek semua lagi.”pikir Dzikri.

Sebenarnya ada perasaan resah di dalam hatinya.Mengingat ia satu-satunya laki-laki yang harus menjaga mereka berempat sendirian.

“Hadeeuhh..kenapa kemarin nggak mikir panjang dulu ya.Kalau gw batalin sekarang,ya mungkin mereka mau nerima.”

Hingga akhirnya,hutan yang dituju telah berada di depan mata mereka.

“Gimana nih?Langsung masuk aja?”tanya Shania.

“Kenapa enggak?Ayo!!”ajak Beby.

Lalu keempat gadis itu berjalan ke arah hutan.Sementara Dzikri masih diam.

“T-tunggu….”ucapnya kemudian.

“Kenapa,Dzik?”tanya Viny.

“Kalian yakin??”

“Ya yakin lah.”

“T-tapi….”

“Tunggu bentar.Dzik..jangan bilang kalau sekarang kamu jadi takut?”ucap Beby.

“Eh..siapa bilang??!!”elak Dzikri.

“Halah..ngaku aja deh.”

“Enak aja.Nggak mungkin lah aku takut.”

“Kalau gitu,ayo cepetan masuk!”ucap Beby.

“Hufffttt…ya udahlah,udah terlanjur.”batin Dzikri.

“Cepetan!!!”

“Bentar kali,Beb.Berdo’a dulu nggak pa-pa,kan?”Dzikri menundukkan kepala sejenak.

Kemudian diikuti oleh Beby dan yang lainnya.

“Oke,ayo masuk!”ajak Dzikri.

Ia pun berjalan mendahului yang lainnya.

“Ayo.”ajak Viny ke yang lainnya.

Mereka semua mengangguk dan mulai berjalan.Tetapi….

“SETAAAAAAANN…!!!!”teriak Dzikri tiba-tiba.

Mereka pun terkejut tak terkecuali..

“AAAAAAA….!!!!”

Beby berteriak sangat kencang dan berlari ke belakang.

“Hahahahaaa….”Dzikri tertawa.

Beby berhenti dan menoleh ke arahnya.

“Nah loh…ketahuan kan siapa yang sebenernya penakut??”ucap Dzikri.

Beby pun kembali dan memukuli lengannya.

“Aa..aduhh….”

“Rasain nih!!Bikin kaget aja.”ucap Beby kesal.

“Iya-iya.Maap,Beb.”

“Udah-udah kalian ribut mulu dari kemaren.Ayo buruan berangkat.”ucap Viny.

“Iya.Eh..Ayana mana?”tanya Shania.

“Lhoh..tadi di sini,kan?”Viny menunjuk ke sebelahnya.

“Hmmm..noh orangnya.”Dzikri menunjuk.

Dan ternyata Ayana sudah berada agak jauh di depan mereka.

“Uma….”

~o0o~

“Gha..masih jauh?”tanya Uma.

“Emm*&**$^$#engg^$%#ktau%*$^^@!”jawab Sagha tidak jelas.

“Oyy..telen dulu napa?”

“Emm…nggak tau.”ucap Sagha setelah menelan roti yang dimakannya.

Mereka berdua terus berjalan mengikuti jejak makhluk itu.Tetapi kemudian Uma berhenti.Alhasil Sagha yang masih fokus dengan makanannya menubruk Uma dari belakang.

“Adeeh..kenapa lu berhenti?”

“Hmmm…Gerbang.”ucap Uma.

“Laahh..ada lagi??”

Uma memperhatikan sekelilingnya.

“Bukain punya gue.”pinta Sagha.

Lalu Uma menyentuh pundaknya.

“Huffftt..baru aja sarapan.Masa harus berantem lagi??”keluh Sagha,

“Gue rasa enggak.”

Uma berjalan memasuki gerbang itu.

“Heh??Maksud lo??”Sagha mengikutinya.

Keadaan di balik gerbang itu tidak jauh berbeda dengan bagian luar.Hutan biasa,hanya saja….

“Kok nggak ada sama sekali?”tanya Sagha.

“Entahlah.”

Uma terus memperhatikan keadaan di sekitarnya.

“Hmmm…ayo jalan.”ajaknya.

“Oke.”

Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mengikuti jejak makhluk yang mereka cari.

~o0o~

Ayana terus berjalan di depan semuanya.Tetapi tiba-tiba ia berhenti.

“Kenapa,Ay?”tanya Shania.

“Itu….”Ayana menunjuk.

Sebuah rumah sederhana yang tidak terlalu besar.

“Itu…rumah?”tanya Dzikri.

“Kayaknya sih iya.”sahut Viny.

Akhirnya mereka semua menghampiri rumah itu.

“Kira-kira ada yang punya nggak ya?”ucap Viny.

Shania mengangkat bahunya.

CKLEKK

Suara gagang pintu.

“Aaaa….”Beby langsung bersembunyi di belakang Dzikri.

“Kenapa sih,Beb?”

“I-itu…jangan-jangan setan.”

“Tunggu bentar deh.”

Mereka terus melihat hingga akhirnya pintu itu benar-benar terbuka.Dan ternyata..

“Lhoh…??”

Seorang pria keluar dari rumah itu.

“Kalian?Ngapain kalian ada disini?”tanya pria itu.

“P-Pak Deni,kan?”tanya Ayana.

“Iya,saya Deni.Aaaaahh..kamu yang waktu itu di taman belakang sekolah kan?”

Ayana mengangguk.

“Ooohh…pantesan kayak kenal.”ucap Dzikri.

“Kalian semua satu sekolah,ya?”tanya Pak Deni.

“Saya bukan,Pak.Saya dari kota sebelah.”ucap Shania.

“Oh..iya-iya.Ngomong-ngomong,kalian ini mau kemana?”

“Kita mau camping,Pak.”jawab Dzikri.

“Camping?Hmmm…kemarin ada anak-anak juga mau camping.Satu sekolah juga sama kalian.Sa..Sa…Siapa tuh namanya..??”

“Sagha?”tanya Shania.

“Iya itu.Sama satu lagi….”

“Uma.”sahut Ayana.

“Nah…itu.”

“Oh…iya,mereka temen kita.Niatnya sih,kita mau nyusul mereka.”ucap Dzikri.

“Lhoh.Tapi kemaren mereka bilang,mau nyusul temen-temennya yang udah berangkat duluan.”ucap Pak Deni.

“Hahh..??”Beby agak terkejut.

Dzikri berfikir sejenak.

“Mmmm…jadi gini,Pak.Sebenernya kemarin itu kita nggak jadi berangkat duluan.Saya mau ngasih tau mereka,eh..mereka udah berangkat duluan.”jelas Dzikri.

Dzikri menoleh ke yang lainnya.

“Hmmm…gitu ya?Tapi..kalian udah nentuin lokasinya dimana?Jangan-jangan mereka nyasar.”ucap Pak Deni.

“Eh..itu…u-udah kok,Pak.”

“Ya udah.Trus kalian mau langsung nyusul mereka?”

“Iya,Pak.”

~o0o~

Uma dan Sagha terus berjalan.

“Hadeuuhh…jauh amat ya?”ucap Sagha.

“Kayaknya ada yang aneh….”pikir Uma.

Mereka berhenti.

“Hosshh..hosshh…capek gw.”keluh Sagha.

“J-jangan-jangan….”

“Lhohh…bukannya ini jalan yang kita lewatin tadi?Tapi…mana gerbangnya?”tanya Sagha.

“Kita kejebak.”ucap Uma.

“Kejebak?”

“Ilusi….”

“Ilusi?Oh…gw ngerti.Karena itu gerbangnya juga hilang?”ucap Sagha.

“Sial..kenapa gw nggak bisa ngerasain dari tadi.”gumam Uma.

Lalu ia menggabungkan kedua telapak tangannya dan memejamkan mata.

“Hmmm….”

Dari sela-sela telapak tangan Uma mengeluarkan cahaya.Lalu ia mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan yang masih terbuka.

“LEPAS..!!!”Uma mengepalkan tangannya dengan cepat.

WUSSSSHHH

“Ayo,cepet jalan.Kita udah ngebuang banyak waktu.”ajak Uma.

“Huhh..??Jalan lagi…??”

~o0o~

Rombongan Dzikri dan yang lainnya sudah semakin masuk ke dalam hutan.

“Dzik,masih jauh ya?”tanya Beby.

“Mana aku tau?”

Mereka terus berjalan mengikuti jalan setapak di hutan itu.

“Hmmm…bentar lagi gelap lagi….”pikir Dzikri.

“Haduuhh..capek….”Beby mengeluh lagi.

Terlihat wajah yang lainnya juga telah dibanjiri keringat.

“Hmmm..kita istirahat dulu deh.”ajak Dzikri.

Semuanya mengangguk,kecuali Ayana yang masih diam.Tetapi ia juga tidak menolak ajakan Dzikri.

<skip>

Tiga buah tenda sudah berdiri.Kayu-kayu untuk membuat api unggun juga sudah tertata rapi.

WOARRRRR

“Nah..kalau gini kan anget.”

Dzikri mengarahkan telapak tangannya ke api unggun lalu menggosok-gosokkannya.

“Ummm….”

Beby dan yang lainnya memakan bekal masing-masing.Kecuali..

“Ay,nggak makan?”tanya Beby.

“Mmm..iya.”ucap Ayana pelan.

“Haduhh…tenang aja,Ayana.Pacar kamu pasti baik-baik aja kok.”

“Ehh..???”seketika wajah Ayana memerah.

“Pacarnya Shania juga.”

“Beb…jangan lagi deh.”ucap Shania.

“Hahahaa….”

“Sekarang aja kamu bisa ketawa-ketawa.Awas nanti kalau ada setan kamu nangis.”timpal Dzikri.

“Ya enggaklah.”

“Beneran?Tuh..dibelakang kamu setannya.”Dzikri menunjuk.

Seketika Beby meloncat dan bersembunyi di belakang Dzikri.

“Aaaaa….”

“Eh..eh…ngapain kamu??”tanya Dzikri.

“I-itu..ada setan…..”

“Beb..Beb…percaya aja dikerjain.”ucap Viny.

“Huhh..??Ihh..dasar!!”Beby memukul punggung Dzikri.

“Kenapa sih?”tanya Dzikri.

“Kamu tuh.”

“Emangnya aku ngapain?Kamu tuh modus pengen meluk aku,kan?”

“Apa kamu bilang??!!”

“Husshh…udah deh.Kalian ribut mulu.”lerai Shania.

“Nggak di sekolah,nggak di hutan,sama aja.”tambah Viny.

“Dzikri nih yang mulai.”Beby menunjuk Dzikri.

“Lhahh..??”

“Dzik,minta maaf!!”ucap Viny.

“Lhahh..tapi kan….”

Viny menunjukkan kepalan tangannya.

“I-iya..iya…Beb,sorry ya.Tadi itu cuma bercanda.”ucap Dzikri.

“Hmmm..iya deh.”balas Beby.

Lalu Dzikri berdiri.

“Nah..sekarang,tinggal nentuin nih.”ucapnya.

“Hmm??Nentuin apa?”tanya Shania.

“Ntar aku tidur sama siapa ya..???”tanya Dzikri.

“DASAR MESUM..!! TIDUR SENDIRI…!!!”

~o0o~

“Sial..kalau aja gw sadar lebih cepet,mungkin makhuk itu udah ketemu.”gumam Uma.

“Huffftt…ya udahlah,Ma.Udah lewat,biarin aja lah.”ucap Dzikri.

“Tapi…gimana kalau kita terlambat?Bisa-bisa Yuvi….”

“Hmmm….”Sagha ikut terdiam.

“Kalau sampai Yuvi kenapa-kenapa,gw gak bakal maafin diri gw sendiri.”

Uma menatap api unggun di depannya.

~o0o~

“Gw nggak nyangka,ternyata jauh banget.”

Eka bersandar di sebuah  pohon.Lalu  ia mengeluarkan sebungkus roti dari ranselnya.Malam ini ia beristirahat.

~o0o~

“Ayah pulang….”

“Okaeri….”sambut Ny.Haruka.

“Ah..iya,lupa.Tadaima.”

<skip>

“Silahkan,Yah.”

“Makasih,Bu.”

Mereka kini berada di meja makan.

“Itadakimasu….”

Ayah dan ibu Ayana makan malam bersama.

“Oh iya,Ayana mana,Bu?”

“Dia camping sama temen-temennya.”

“Camping?Ke hutan?”

“Iya,Yah.”

“Kok nggak ngomong sama Ayah dulu?”

“Katanya sih,temen-temennya ada yang cowok.Jadi ada yang jagain.”

“Hmmm..tapi.tetep aja…..”

“Ya udah lah,Yah.Kita doain aja semoga Ayana sama temen-temennya baik-baik aja.”

Ayah Ayana mengangguk.

~o0o~

KRiKK
KRiKK
KRiKK

“Mmmm….”

Saat hari masih gelap,Beby terbangun.

“Aduhh…kebelet lagi….”

Ia mengusap-usap matanya.

“Vin..Vin…bangun….”Beby menggoyang-goyangkan badan Viny yang masih terlelap.

“Mmmm…apaan sih,Beb….??”tanya Viny.

“Pengen pipis nih…temenin yuk.”

“Ahh…aku ngantuk banget nih.Kamu tahan aja deeeh….”Viny menutup matanya lagi.

“Yaaahh..kok tidur lagi..???”

Akhirnya Beby kembali berbaring.Namun…

“Aduuuuuhh…nggak tahan.”

Beby keluar dari tendanya.Lalu ia menuju ke tenda Shania dan Ayana.

“Shan..Shania…bangun….Temenin pipis yuk.”

Namun tak ada jawaban.

“Aduuuhh..Nggak mau bangun lagi.Apalagi Ayana,lebih susah pasti.”

Lalu ia menuju tenda Dzikri.

“Dzik..temenin ak….”

KRSKKK
KRSKKK

Tiba-tiba terdengar suara dari semak-semak.

“Eh..apa itu??”

Beby sedikit melangkah mundur.

“Mmmm….”

Lalu ia mengambil sebongkah kayu untuk berjaga-jaga.

KRSKKK
KRSKKK
KRSKKK

Suara itu semakin mendekat.

“Hihhh….”

Dan akhirnya sesuatu muncul dari semak-semak.

“Aaaaa….”Beby mengayunkan kayu yang dibawanya.

“Weittssss…..”

“Eh…Dzik..Dzikri??”

“Gila kamu,Beb.Mau ngebunuh aku?”

Ternyata Dzikri yang muncul.

“Huffftt..aku kira apa.Maaf-maaf.”ucap Beby.

“Untung aja nggak kena.”

Beby hanya bisa nyengir.

“Ngomong-ngomong,kamu habis darimana?”tanyanya.

“Itu..abis buang aer di sungai.”jawab Dzikri.

“Sungai?Nah..pas banget.Anterin aku ke sana lagi yuk.Kebelet banget nih.”pinta Beby.

“Hmmm….”

“Ayo…buruan….”Beby menarik tangan Dzikri.

“Iya-iya….”

Mereka pun berjalan menuju ke sungai yang Dzikri maksud.

“Tunggu sini.Jangan ngintip!!”ucap Beby.

“Iye-iye,ah.Buruan sono.Aku tinggal nih.”

Lalu Beby….

<skip>

“Ahh…lega….”

Beby meninggalkan sungai.

“Lhohh..Dzikri mana?”

Tiba-tiba Dzikri menghilang dari tempat semula.

“Ahh..aku ditinggalin beneran.”Beby sedikit kebingungan.

KRSKK
KRSKK
KRSKK

Terdengar lagi suara dari semak-semak.Kali ini lebih jelas.

SRETTTTT

Tiba-tiba sekelebat bayangan putih muncul di depan Beby,dan…

“AAAAAAAAAAA……”

Beby langsung berlari sekencang mungkin.Dan akhirnya

BRUGKKKK

 

 

*to be continued

Iklan

2 tanggapan untuk “Another World, Part13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s