aku hanya bisa melihat senyuman mu dari kejauhan tapi aku harap kamu juga suka kepada ku. Part 5

yons

Jeremy tak percaya dia melihat Ve di restoran Kakak nya, Ve juga sama kaget nya karena dia tak mampu bicara hanya bisa terdiam didepan Jeremy.

“Ve kamu kerja disini juga. ?” tanya Jeremy.

“Nggak kok, aku udah nggak kerja di supermarket lagi karena bahaya kalo pulang malam,”jawab Ve.

“Kamu nggak bohong kan,”

“Iya, nggak mungkin aku punya dua kerjaan,”

“Ya udah kamu mau pesan apa. ?” tanya Ve sambil mempersiapkan catatan nya.

“Aku udah pesan tadi,”

“ohhh, kalo gitu harap tunggu sebentar,”

Ve segera berlari ke dapur sementara Jeremy masih tak percaya dengan apa yang baru terjadi, tetapi ada sesuatu yang menganggu pikiran nya tentang Ve yang berhenti bekerja dari supermarket dan bekerja di restoran Kak Sinka.

Ve yang bertingkah aneh juga semakin menambah kecurigaan nya, dia pun menemui Kak Sinka untuk menanyai nya tentang Ve. Di kantor nya Kak Sinka sedang sibuk dengan administrasi restoran nya, Jeremy tak tahu pasti karena bukan itu yang ingin dia tanyakan.

“Ada apa dek ? mau komplain atau mau minta ganti rugi, tega banget sama Kakak sendiri,” ucap Kak Sinka saat melihat Jeremy masuk ke kantor nya.

“Bukan aku ingin bertanya soal Ve,” ucap Jeremy.

“Ve ? siapa dek .?” tanya Kak Sinka bingung.

“Itu pegawai baru Kakak,”

“Pegawai baru, Kakak nggak nerima karyawan baru kok karyawan Kakak masih sama dari awal buka,” jawab Kak Sinka.

Itu aneh menurut Jeremy karena Ve berkata jika dia baru berhenti dari supermarket dan memilih untuk bekerja disini, dan jika pegawai Kak Sinka tak berubah dari awal restoran buka berarti Ve sudah bekerja di restoran ini selama tiga tahun.

“Apa Kakak nerima pekerja paruh waktu.?” Tanya Jeremy lagi.

“Part time ? hmmmm……. ada beberapa pelayan restoran sih yang kerja paruh waktu,”

“Boleh aku lihat daftar nya Kak. ?” tanya Jeremy.

Jeremy tahu jika Kak Sinka adalah orang yang perfesionist terutama dalam hal pekerjaan, dan jika ada beberapa pekerja yang berkerja paruh waktu Kak Sinka pasti mendata mereka di daftar tersendiri.

Setelah mencari di laci akhir nya Kak Sinka kembali dengan sebuah map, dia pun memberikan nya kepada Jeremy. Daftar itu dibuat dengan sangat rapi, data data pegawai tersusun dengan rapi secara alfabetical dan sebuah foto yang ditempel rapi.

Setelah membalik beberapa halaman akhir nya Jeremy menemukan apa yang dia cari, Jessica Veranda itulah nama yang tertulis disebelah foto Ve, Jeremy memeriksa tanggal masuk dari ve dan ternyata memang dia sudah bekerja dari 2013 itu berarti yang dikatakan Ve tadi adalah bohong juga berarti dia masih bekerja dia supermarket itu.

“Emang kenapa dek ? kamu suka ya sama dia. ?” tanya Kak Sinka.

“Nggak dia teman satu kelas ku, jadi aku cukup kaget saat melihat nya kerja disini,”

“OH… tapi bukan nya sekolah kamu ngelarang siswa nya untuk kerja sampingan ya. ?”

Jeremy pun menjelaskan bagaimana dia bertemu dengan Ve disupermarket, dan apa alasan yang diberikan Ve kepada nya. Awal nya Kak Sinka hanya diam, Jeremy tak tahu apakah Kak Sinka akan percaya itu semua tapi dia berharap Kak Sinka akan mengerti karena dia tahu jika Kak Sinka adalah orang yang baik.

“Jadi dia sekarang punya dua kerja sampingan. ?” tanya Kak Sinka.

“Aku belum tahu pasti tapi aku rasa dia memang punya dua kerjaan,”

“Dan dia masih peringkat atas di kelas. ?”

“Iya Kak,”

“Kok dia bisa kerja dan masih jadi peringkat atas, lah kamu kerjaan nya Cuma main komputer tapi prestasi nya jelek,”

“Lah kok, malah ngehina,”

“Kamu nya pantas dihina,”

“Awas aja Ntar malam ku ikat trus ku buat ke laut,” ucap Jeremy pura pura mengancam.

“Jangan dong, lagian kamu malas sih Jessica aja udah kerja tapi masih rajin belajar,”

“Iya iya maaf, ya udah mending aku pulang,”

“Ngambek ya. ?”

“Bukan aku mau belajar,”

“Nah itu baru bener,”

Jeremy pun meninggalkan ruangan Kak Sinka, bukan karena dia marah kepada Kak Sinka tetapi karena dia tak ingin menganggu pekerjaan Kak Sinka terlalu lama. Saat baru keluar dari ruangan Kak Sinka dia bertemu dengan Ve yang membawakan sepiring dango pesanan nya.

“Ini pesanan nya,” ucap Ve.

“Maaf tapi bisa kau bungkus saja, aku ingin memakan nya dirumah,”

Ve tak terlalu mengerti tapi dia menuruti permintaan Jeremy untuk membungkus makanan nya, setelah membungkus beberapa tangkai dango itu dia memberikan nya kepada Jeremy dan setelah berterima kasih Jeremy pulang.

Tak lupa dia mampir ke supermarket tempat dia bertemu dengan Ve untuk mengali beberapa informasi, dari penjelasan Manager supermarket Ve sudah bekerja cukup lama di supermarket itu sudah selama tiga tahun.

Membuat Jeremy penasaran mengapa Ve mempunyai dua pekerjaan, Ve memang berkata dia harus menghidupi diri nya dan adik nya tetapi apa dia memang harus bekerja ekstra ? Jeremy rasa Ve memiliki keluarga yang bisa membantu nya, dan yang terpenting menurut Jeremy bagaimana Ve tetap bisa menjadi siswa berprestasi saat dia bekerja siang dan malam.

Sekolah, keesokan hari nya.

Hari ini sekolah berlangsung seperti biasa, meski Jeremy punya kesempatan untuk bertanya kepada Ve pada pagi hari tetapi dia merasa hal itu akan mengacaukan mood Ve jadi dia berencana untuk menanyakan itu saat jam istirahat.

Sekarang sudah jam istirahat dan kali ini Jeremy dan yang lain memutuskan untuk makan di bawah pohon atas saran dari Viny, mereka makan di pinggir lapangan Baseball sambil menyaksikan pertandingan latihan para anggota klub.

“Eh Vin kapan cover lagu lagi. ?” tanya Yudha sambil mengoleskan sambal ke roti nya.

“Nanti, sekarang aku masih sibuk belajar,” jawab Viny.

“Denger tuh belajar,” sindir Nat.

“Ngapain belajar kan semester baru mulai,” jawab Yudha santai.

“Kan ada mid semester,” ucap Jeremy.

“Mid apaan ? bukan nya ujian Cuma akhir semester. ?” ucap Yudha bingung.

“Kok bego sih kan tiap tengah semester ada ujian,” jawab Nat.

“Lah kok kau sekongkol sama Jeremy sekarang, udah nggak penting yang penting makan dulu,”

Yudha pun tak peduli dan lebih memilih melanjutkan makan siang nya, sementara yang lain hanya geleng geleng kepala melihat teman mereka yang satu ini. Saat makan siang itu Jeremy tak ingin merusak suasana dengan bertanya kepada Ve sehingga dia memutuskan untuk bicara saat pulang sekolah.

Pulang sekolah.

“Bel sudah berbunyi jadi pelajaran kita akhiri sampai disini, bagi kalian yang masih ada kegiatan klub bisa segera bersiap dan bagi kalian yang langsung pulang ke rumah harap berhati hati,” ucap Pak Guru saat mengakhiri pelajaran nya.

“Berdiri,”

“Terima kasih banyak,” ucap semua orang di kelas.

Jeremy termasuk orang yang tak ikut dalam kegiatan klub dengan alasan tak ada klub yang menarik bagi nya, dulu dia sempat bergabung dengan klub Pop culture di sekolah nya tetapi kemudian keluar setelah tahu jika kegiatan nya hanya berbagi film atau musik.

Begitu pula dengan Ve dia tidak pernah ikut kegiatan klub tapi dengan alasan yang jauh berbeda dengan Jeremy, jadi sebagai dua orang yang tak punya kegiatan esktra mereka berdua pun berjalan pulang ke rumah.

“Ve aku ingin bertanya tentang kerja sampingan kamu,”

“Ada apa ? bukan kah kamu sudah janji untuk merahasiakan nya,”

“Aku tahu tapi, kau punya dua pekerjaan apa itu tak terlalu berat. ?”

“Aku harus jika tidak maka aku tak punya apapun untuk ku berikan kepada adik ku,”

“Apakah kau tak punya keluarga atau kerabat yang bisa membantu. ?”

“Aku tak tahu, aku juga tak ingin menjadi beban untuk orang lain,”

“Itu bodoh kau tahu,”

“Iya memang, bis ku sudah datang aku harus pergi sampai jumpa besok,”

Ve pun berlari masuk ke dalam bus, sementara Jeremy tetap duduk menunggu di halte. Bukan untuk menunggu bus tetapi jemputan dari Kak Naomi, beberapa menit kemudian Kak Naomi datang.

“Maaf lama,”

“Nggak apa apa,”

“Kamu kenapa, ada masalah di sekolah.?”

“Aku hanya bingung,”

“Kenapa. ?”

“Teman ku harus bekerja sampingan untuk menghidupi dia dan adik nya, aku ingin membantu tapi aku tak tahu harus bagaimana,”

Kak Naomi tak tahu harus menjawab apa, menurut nya ini adalah masalah yang sulit dan dia juga tak ingin memberikan adik nya saran yang salah. Masalah yang diceritakan Jeremy juga mengingatkan Kak Naomi akan apa yang dirasakan nya dulu, tidak persis sama karena dulu dia punya Sinka untuk membantu nya.

“Hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah membantu dia mendapat pekerjaan yang sesuai bakat atau hal yang disukai nya,”

“maksud nya. ?”

“Kau tahu Kak Sinka begitu berbakat dalam memasak dan dengan membuka restoran dia bisa mengunakan bakat nya secara maksimal, sedangkan Kakak juga nggak tahu apa bakat kakak sendiri tapi kakak suka membuat wanita lain terlihat cantik dengan pakaian yang kakak jual. Pekerjaan yang dijalani dengan bahagia pasti berhasil, jadi besok kamu cari tahu apa bakat atau hal yang disukai oleh teman kamu,”

“Siap Kak.

Sekolah, keesokan hari nya.

Pagi ini Jeremy datang ke sekolah dengan sebuah tujuan, saat dia melihat Ve sudah datang pada pagi hari dia pun langsung datang menghampiri nya.

“Ve apa bakat dan hal yang kamu suka. ?”

“APA. ?”

Jeremy sudah membulatkan tekad nya untuk membantu Ve dalam memecahkan masalah nya, dan berdasarkan saran Kak Naomi Jeremy pun berusaha mencari pekerjaan yang akan membuat Ve bahagia. , sampai selanjutnya dibagian lain dari potongan kisah ini, aku akan menunggu mu.

 

oleh:chris

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s