Cinta & Sepak Bola, Part 42

2016-01-28_17.21.21

Rona pun langsung memberikan Hpnya pada Sinka, dan menunjukan sebuah pesan yang di kirim oleh Aangk

“ Sinka pacaran sama Riyan. “ isi pesan itu membuat mata Sinka terbelalak

“ Iya iya, aku bakal jelasin semuanya “ kata Sinka pasrah.

Sinka pun menceritakan semua kejadian sampai dia bisa jadian dengan Riyan, mulai dari Aangk yang menyuruh untuk mengubah sikap Riyan, sampai akhirnya dia jatuh cinta pada Riyan

Naomi hanya tersenyum kecil mendengarkannya, tidak bisa di percaya kalau Sinka gadis yang polos tapi bisa menaklukan Hati Riyan yang sikapnya terbilang dingin pada siapapun

“ Akirnya aku jadian deh sama kak Riyan. “ kata Sinka

“ Hhhm.. so switc banget sih, “ kata Rona

Naomi langsung mengambil Hpnya lalu mengirim sebuah pesan pada seseorang, semoga orang itu membaca dan menuruti permintaan Naomi

Tiba-tiba Naomi teringat sesuatu yang sampai membuatnya melamun.

” Kak.. kak Naomi kenapa? ” tanya Sinka membuyarkan lamunannya

” Ouh.. kakak gak apa-apa. ” jawab Naomi

” Bohong, kakak kayaknya lagi mikirin sesuatu.. ” kata Sinka

” Kakak cuma laper aja, dari tadi belum makan ” balas Naomi

” Ya udah kita makan aja, aku bawa makanan nihh.. ” kata Yupi mengeluarkan sneck dari dalam tasnya

” Makanan kayak gini mana bisa bikin keyang Yupi ” kata Rona datar

” Ya dari pada kelaperan, mending makan ini buat ganjel perut ” kata Yupi

” Kamu ganjel aja perut kamu sama batu sana ” kata Rona

Seketika semuanya tertawa melihat expresi Yupi yang cemberut yang membuatnya terlihat menggemaskan

~oOo~

Kegiatan Hari ini adalah para pemain timnas serta lainnya akan makan malam bersama untuk merayangan kemenangan yang telah mereka raih di kejuaraan Asia

Mereka akan makan malam di restoran yang ada di hotel itu, tapi waktu baru saja menunjukan pukul 5 sore

Hampir seluruh pemain timnas sudah stand by di pantai untuk menikmati matahari terbenam di pantai kuta dengan pasangan masing-masing

Tak terkecuali Riyan dan Sinka, mereka mencari tempat yang pas untuk melihat mentari senja yang sangat indah itu

” Kita duduk di sana aja ” kata Sinka menunjuk ke tepi pantai paling dekat dangan air laut

” Ya udah ayok ke sana ” balas Riyan berjalan sambil menggandeng tangan Sinka

” Eh.. eh.. ” hampir saja Sinka kehilangan keseimbangan karena dengan tiba-tiba Riyan menarik tangannya

Tapi senyuman terukir di wajah Sinka, alangkah senangnya dia di perlakukan seperti ini oleh Riyan

Mereka berdua duduk di atas pasir putih yang lebut, duduk berdampingan sambil melihat ke arah laut lepas

” Indah banget ya lautnya ” kata Sinka

” Ya, semua ciptaan tuhan itu memang indah. Termasuk kamu ” kata Riyan menatap Sinka yang masih menggenggam tangan Sinka

” Gombal ah kamu mah ” kata Sinka

” Gak, emang kenyataan ” kata Riyan

Sinka tersipu malu dan memukul pelan lengan Riyan yang duduk di sebelahnya

Beberapa menit kemudian, langit mulai berubah, yang tadinya awan berwarna putih sekarang berwarna orange

Dan matahari pun sudah mulai membenamkan dirinya di ujung laut seakan laut lah yang menenggelamkannya

Di saat itulah keindahannya muncul. Keindahan yang semua orang tunggu-tunggu saat sore hari tiba

Tiba-tiba bahu kanan Riyan terasa berat, ternyata Sinka menyandarkan kepalanya pada bahunya

” Terima kasih ya kak udah ngajak aku ke sini ” kata Sinka

” Siapa yang ngajak kamu, kayaknya aku gak pernah ngajak kamu deh ” celetuk Riyan

” Ihh nyebelin banget, terus kalau kamu gak ngajak ke sini, ngapain aku ada di sini? ” kata Sinka menganggkat kembali kepalanya dari bahu Riyan

” Ngapain lagi kalau bukan temenin aku. ” kata Riyan menatap mata Sinka

Pipi chubby Sinka pun menjadi merah merona dan tersenyum manis lalu kembali menyandarkan kelapanya pada bahu Riyan kembali

Pemandangan yang indah di mana sepasang kekasih sedang asyik menikmati mentari senja

1

Setelah itu tiba-tiba Sinka mengangkat kepalanya yang tadi bersandar pada bahu Riyan

Dia menatap ke laut dengan tatapan yang kosong karena teringat sesuatu yang mengganggu pikirannya, Riyan yang menyadarinya pun terlihat menjadi keheranan melihat Sinka seperti itu

” Kamu kenapa? ” tanya Riyan

Sinka menggeleng pelan sambil terus menatap ke depan.

” Aku gak kebayang aja kalau nanti kak Riyan pergi ninggalin aku ” kata Sinka

Sontak Riyan terjekut mendengar Sinka yang tiba-tiba berkata seperti itu

” Aku gak akan pergi ninggalin kamu kok ” kata Riyan mengeratkan gemgaman tangannya pada tangan Sinka

” Tapi bagaimana pun juga kak Riyan pasti pergi, kakak kan training soccer di Brazilnya belum selesai ” jelas Sinka

Seketika Riyan terdiam mendengar itu, memang benar, dia belum selesai melakukan training soccer di Brazil dan cepat atau lambat dia akan kembali ke Brazil lagi

Tapi bagaimana pun juga Riyan tidak ingin pergi meninggalkan orang yang di cintainya tersebut

” Dengerin aku yah, walaupun aku pergi, aku pergi untuk kembali karena kamu, aku bakal jaga hati aku hanya buat kamu, dan aku gak akan berpaling ke yang lain selama aku masih memiliki cinta ini ” kata Riyan

” Bohong, kak Riyan pasti nyari wanita di sana lagi kan, di sanakan wanitanya sexy-sexy ” kata Sinka

Riyan hanya tersenyum kecil, mudah sekali gadis ini berfikir seperti itu

” Buat apa aku nyari wanita lagi kalau aku udah memiliki wanita yang sempurna seperti kamu ” kata Riyan itu berhasil membuat pipi Sinka memerah

” Janji?? ” kata Sinka

” Aku janji.. ” kata Riyan mengangkat jari kelingkingnya sebagai janji kelingking, Sinka pun menerimanya

Setelah itu Riyan langsung memeluknya dari samping

” Aku cinta kamu ” kata Sinka dalam pelukannya

” Aku lebih mencintaimu ” balas Riyan makin erat memeluk Sinka

Suasana di pantai itu sudah makin gelap, matahari pun sudah tidak terlihat lagi hanya ada cahayanya saja yang akan meredup

” Kita balik ke hotel yuk, nanti malamkan ada acara makan malam bersama, kita harus siap-siap ” kata Riyan melepaskan pelukannya

” Iya, ayok. ” balas Sinka

Mereka berdua bangkit dari duduknya dan berjalan kembali menuju hotel, hampir sebagian pengunjung juga sudah pergi dari pantai itu

~oOo~

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, Semua pemain timnas dan yang lainnya sudah berkumpul di restorant yang ada di hotel itu

” Selamat malam semuanya ” sapa pelatih

” Malam.. ” balas semua yang hadir

” Malam ini kita akan makan malam bersama orang yang sangat penting bagi pulau Bali ini ” kata pelatih

Tak lama setelah itu seseorang yang berpakaian sangat rapi lengkap dengan jas dan juga dasinya berdiri di samping pelatih

” Ini dia orangnya, beliau adalah pak Hery sugianto, wali kota bali ” kata pelatih memperkenalkan orang itu

” Selamat malam ” sapa pak Hery

” Malam.. ”

” Saya ucapkan selamat atas kemenangan yang kalian raih di kejuaraan Asia kemarin, permainan kalian sangat hebat dan menghibur, bahkan setiap kalian bertanding saya pasti menontonnya ” kata pak Hery

” Terima kasih pak ” kata pelatih mewakili para pemain timnas

” Dan saya sangat senang atas kalian hadir ke pulau Bali ini sebagai tempat pilihan kalian untuk berlibur, dan malam ini saya ucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua di sini ” kata pak Hery

” Kalau begitu silakan di cicipi makanannya ” kata pak Hery mempersilahkan semuanya untuk makan

Di salah satu meja yang sudah ada Aangk dan juga yang lain siap menyantap hidangan malam itu

Meja yang terdiri dari 8 kursi itu hanya ada Aangk, Andri, Riyan, Yusuf, Rona, Naomi, Sinka dan juga Yupi

Mereka duduk saling bersebelahan.

” Ciee yang udah pacaran duduknya deket banget sih ” goda Rona yang melihat Sinka duduk sangat dekat dengan Riyan

” Biarin wlee.. ” balas Sinka menjulurkan lidahnya

” Udah, jangan janggu orang lagi pacaran Ron, dosa loh.. ” kata Aangk

” Tau nih kak Rona sirik aja  ” kata Sinka yang berhasil membuat Rona menatapnya

” Sirik?? ” kata Rona

” Iya, kak Rona kan gak punya pacar, haha ” celetuk Sinka dengan tawanya

” Kamu ngomong apa barusan??! ” tanya Rona dengan menatap tajam

” KAK RONA GAK PUNYA PACAR. ” jawab  Sinka memperjelas omongannya

Semua yang ada di meja itu tertawa mendengar pertengkaran kecil Sinka dan Rona

” Tenang aja Ron, kan ada gue ” kata Aangk sambil menaik turunkan Alisnya

” Ciee.. lagi PDKT nih ceritanya ” kata Naomi

” Apaa sih, kamu juga Angk, ngomong apaan sih ” kata Rona tersipu malu atas ledekan teman-temannya

Setelah makan malam usai, para pemain kembali ke kamar hotel masing-masing.

~oOo~

Keesokan harinya tepat pukul 05.37 Naomi sudah terbangun, dia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju balkon

Karena posisi Hotel berada di depan pantai kuta, jadi pemandangan pantailah yang terlihat dari balkon itu

Udara dingin menerpa wajah cantiknya, walaupun baru bangun tidur tapi Naomi masih tetap terlihat cantik

Tak sengaja matanya melihat seorang lelaki yang sedang berdiri sambil melihat ke laut lepas

2

” Tumben pagi-pagi udah ada di sana aja ” kata Naomi

Naomi pun berjalan keluar Hotel dan menuju ke tepi pantai untuk menemui lelaki tersebut

” Hai.. ” sapa Naomi saat sudah ada di samping lelaki tersebut

” Eh Naomi ” kata lelaki itu yang ternyata Andri

” Tumben pagi-pagi buta udah di sini ” kata Naomi

” Iya, aku lagi gak mood di dalam kamar terus ” balas Andri

Keheningan seketika terjadi di antara mereka berdua, Naomi sangat tau betul kalau Andri sedang ada masalah karena terlihat dari sifatnya yang sekarang, sifat itu bukanlah sifat aslinya

” Kamu kenapa sih akhir-akhir ini terlihat murung terus, pasti lagi ada masalah yah? ” tanya Naomi

” Tau dari mana kalau aku lagi ada masalah? ” jawab Andri balik tanya

” Ya kelihatan banget tau, dari sikap kamu aja udah terlihat jelas. ” jawab Naomi

Andri hanya tersenyum kecil.

” Emang kelihat jelas yah? ” kata Andri memalingkan wajahnya menatap Naomi

Naomi pun mengangguk kecil.

” Ini pasti ada hubungannya sama aku yah? ” tanya Naomi yang di balas gelengan pelan oleh Andri

” Terus kenapa? Cerita dong sama aku? ” pinta Naomi

Andri langsung saja duduk di atas pasir pantai yang bersih itu sambil terus menatap ke laut lepas

” Ntahlah, aku juga gak tau kenapa akhir-akhir ini perasaan aku jadi gak tenang ” kata Andri

Naomi pun juga ikut duduk di sebelahnya.

” Emang kamu mikirin apa sih? ” tanya Naomi

” Aku juga bingung sama apa yang aku pikirkan, itu semua gak aku mengerti, hanya saja perasaan aku jadi gak tenang aja, makanya aku selalu memilih berdiam hanya untuk membuat pikiran aku tenang, bahkan sampai harus membuat aku menjadi pribadi yang penyendiri ” jelas Andri

” Aku tau pasti kamu kepikiran tentang perjodohan aku kan. ” tebak Naomi

Andri hanya terdiam tak menjawabnya, mungkin iya atau mungkin juga tidak

” Mungkin berat rasanya kalau harus melepaskan orang yang sangat kita cintai, tapikan kah kamu pernah bilangkan kalau kita jodoh, tuhan pasti akan menyatukan kita bagaimana pun caranya. ” kata Naomi

Tapi Andri masih saja diam tak menanggapinya.

” Aku tau perasaan kamu, karena aku juga merasakan apa yang kamu rasakan, sebenarnya aku gak mau di jodohkan, apalagi dengan lelaki yang aku gak kenal ” kata Naomi dengan nada yang memelan

Tiba-tiba Naomi menyandarkan kepalanya di bahu Andri yang membuat Andri agak terkejut

” Aku pengen benget kalau lelaki yang di jodohkan dengan aku itu kamu, tapi kayaknya mustahil deh ” kata Naomi

Tanpa mereka duga, sunrise muncul di hadapan mereka dengan indahnya, Naomi pun tersenyum melihat keindahan tersebut

Keindahan yang tak ada duanya, apalagi Dia hanya melihatnya berdua saja dengan Andri, tidak ada orang lain lagi di tepi pantai saat itu

” Indah banget yah ” kata Naomi tersenyum

Udara yang dingin membuat Naomi harus memeluk lengan Andri untuk mendapatkan kehangatan dan juga kenyamanan

Sebelumnya Naomi tidak pernah merasa senyaman ini, bahkan dengan mantan pacarnya tidak ada yang bisa memberikan kenyamanan yang dia dapat dari Andri

Moment yang sangat jarang dia dapatkan di jakarta, apalagi dengan padatnya kegiatannya yang membuatnya sibuk sendiri, bahkan walau pun Naomi tinggal satu atap dengan Andri, Naomi jarang sekali bisa berduaan seperti sekarang ini.

~SKIP~

Hari ini adalah hari terakhir para pemain timnas berada di Bali, rencananya besok mereka akan kembali ke Jakarta

Dan semua kegiatan yang sudah di jadwalkan management timnas U19 sudah mereka selesaikan, dan kegiatan hari ini adalah bebas

Sebagian dari mereka ada yang memilih pergi jalan-jalan, ada yang memilih menetap di hotel, dan ada juga yang menghabiskan waktunya di tepi pantai

Sedangkan Sinka dan yang lain tadinya memilih untuk menetap di hotel, tapi lama kelamaan mereka merasa bosan dan jenuh

” Kak, jalan-jalan keluar yuk ” ajak Sinka

” Iya bosen nih kak ” kata Yupi juga

Naomi yang merasakan hal yang sama pun setuju dengan usul Sinka

” Ya udah, aku hubungi Aangk dulu yah ” kata Naomi meraih Hpnya lalu mencoba untuk menghubungi Aangk

Tapi Aangk tidak menjawab telfonnya sama sekali.

” Gimana kak? ” tanya Yupi

” Gak kesambung, sibuk terus balesannya ” jawab Naomi bingung

” Coba telfon kak Andri ” kata Yupi

Naomi langsung menelfon Andri, tapi nomernya tidak aktif

Tiba-tiba Rona muncul dari arah balkon sambil sedang menelfon seseorang. Tapi dia langsung menutup telfonnya setelah itu

” Daahh.. ” kata Rona menutup telfonnya

” Nelfon sama siapa kak? ” tanya Yupi

” Sama Aangk. ” jawab Rona tersenyum-senyum sendiri

” Pantes aja di telfon gak nyambung, ternyata lagi telfonan sama kamu ” kata Naomi

” Emang kenapa sih? ”  tanya Rona

” Kamu telfon Aangk lagi ” jawab Naomi to the point

” Buat? ” tanya Rona heran

” Kita bosen di kamar terus, rencananya mau jalan-jalan keluar dan mau ajak kak Aangk sama yang lain. ” jawab Sinka

” Ya udah, aku telfon lagi deh ” kata Rona dan langsung menelfon Aangk kembali

” Hallo ” kata Rona lewat telfonnya

“……”

” Gini Angk, aku sama yang lain beson nih di kamar terus, rencananya kita mau jalan-jalan, kamu ikut yah ” jawab Rona 

“……”

” Yang lain juga di ajak yah. ” kata Rona 

“……”

” Ya udah aku tunggu di depan hotel ” kata Rona 

“…….”

” Iya, daahh.. ” Rona pun mematikan telfonnya

 ” Gimana kak? ” tanya Yupi

” Iya, mereka mau, ” jawab Rona

” Asyik.. ” pekik Yupi girang

” Ya udah kalian siap-siap, terus kita tunggu di depan hotel, soalnya aku bilang bakal nunggu mereka di sana ” kata Rona

” Ya udah, ” kata Naomi

Mereka semua berganti baju, dan setelah selesai ganti baju, mereka berjalan ke depan hotel untuk menunggu Aangk dan yang lain

******

10 menit kemudian Aangk dan yang lain sudah terlihat keluar dari hotel dan langsung menemui cewe-cewek yang sudah menunggu mereka

” Sudah siap? ” tanya Aangk saat sudah bertemu dengan mereka

” Iya, ayok.. ” jawab Rona

Karena hari hampir menjelang sore mereka langsung saja pergi, dan tempat pertama yang mereka kunjungi adalah pasar tradisional

Sinka sangat antusias sekali kalau di ajak jalan-jalan ke tempat seperti ini

Sampai-sampai di sendiri yang paling sibuk memilih-milih baju untuknya sendiri

” Yang ini cocok gak buat aku ” tanya Sinka pada Riyan yang menemainya

Riyan hanya mengangguk kecil sambil tersenyum, segitu senangnya kah kekasihnya itu jalan-jalan ke pasar tradisional

” Tapi gak ah, warnanya kurang bagus ” kata Sinka

Riyan hanya menggelengkan kepalanya, karena sudah 7x Sinka menanyakan hal yang sama dan pada akhirnya dia tidak jadi membelinya

Karena saking sibuk Sinka memilih baju sampai mereka berdua tertinggal oleh yang lain

” Kak Naomi sama yang lain kemana? ” kata Sinka mengedarkan pandangannya

” Mereka udah jauh di depan ” balas Riyan

” Kok kamu gak bilang sih kalau kita tertinggal jauh ” kata Sinka

” Ya abisnya kamu sendiri ke asyikan milih-milih baju, jadi gak sadar kalau kita tertinggal ” balas Riyan santai

” Ya udah deh biarin aja ” kata Sinka

Mereka kembali melanjutkan memilih-milih bajunya

” Coba sini deh Yang ” panggil Sinka saat dia sedang memilih sebuah baju

Riyan pun berjalan menghampirinya

” Ini cocok deh kayaknya sama kamu ” kata Sinka mencoba mencocokannya dengan badan Riyan

” Tu kan cocok ” pekik Sinka girang

” Mba.. ” panggilnya pada si penjual

Si penjual pun menghampirinya

” Yang ini harganya berapa mba? ” tanya Sinka

” Ini harganya 120 ribu neng ” jawab si penjual

” Ya udah aku ambil yang ini yah ” kata Sinka kemudian memberikan uangnya

Riyan yang di sampinya pun menjadi heran, dia di belikaan baju oleh Sinka

” Kamu beliin baju buat aku? ” tanya Riyan

” Iya. Emang buat siapa lagi ” jawab Sinka

Riyan pun tertawa kecil setelah mendengar jawaban Sinka, ini konyol sekali

” Kok kamu ketawa sih, gak suka sama bajunya? ” tanya Sinka heran

” Bukan begitu, aku suka kok, tapi aku heran aja padahalkan kamu yang sedari tadi sibuk milih-milih baju buat kamu sendiri tapi kamu malah beliin aku baju dan kamu sendiri gak beli apa-apa ” jawab Riyan

Sinka yang menyadarinya juga ikut tertawa,

” Hahaha.. iya juga ya ” kata Sinka

” Makasih yah kamu udah beliin aku baju, pakai uang kamu lagi, seharusnya aku yang beliin kamu baju tuh bukannya aku yang di beliin kamu ” kata Riyan

” Gak apa-apa, aku seneng kok apalagi kamu suka sama bajunya ” kata Sinka tersenyum

” Aku seneng kok dan bakal aku pakai terus ” kata Riyan

Setelah itu mereka berjalan untuk menyusul yang lain yang sekarang ada di sebuah rumah makan di sekitar pasar itu

” Dari mana aja sih kalian berdua? ” tanya Naomi saat Riyan dan Sinka sampai

” Dari mana lagi kalau bukan pacaran ” celetuk Rona

Riyan dan Sinka hanya tersenyum kecil dan langsung duduk dengan mereka semua

Mereka berdua pun memesan makanan juga karena perut yang sudah kosong, setelah makanan datang, mereka berdua langsung menyantapnya.

” Aahh… kenyangg.. ” kata Yupi memegangi perutnya

Setelah makan-makan selesai, mereka kembali ke hotel karena mereka harus berkemas, besok pagi mereka akan langsung berangkat ke bandara

Setelah makan-makan selesai, mereka kembali ke hotel karena mereka harus berkemas, besok pagi mereka akan langsung berangkat ke bandara

~oOo~

Keesokan harinya, sesuai dengan jadwal pagi ini mereka akan kembali ke Jakarta

Dan kini mereka semua sudah ada di Bandara, menunggu pesawat yang akan mengantar mereka ke Jakarta

” Rasanya berat banget buat ninggalin pulau yang indah ini ” kata Yogi

” Lebay lu Yog, kaya mau di tinggal mati aja ” kata Willy yang berdiri di sebelahnya

” Ya siapa sih yang mau pergi dari pulau yang indah ini ” kata Yogi

” Emang sih, gue juga gak pengen pergi dari pulau ini ” kata Willy baper

” Lebay lu juga ” kata Yogi

Mereka berdua pun tertawa bersama, 25 menit kemudian pesawat yang mereka tunggu akhirnya tiba, dan mereka semua langsung masuk ke dalam pesawat itu

Perjalanan selama 7 jam akan mereka tempuh, selama perjalanan para pemain timnas lebih memilih untuk tidur

~SKIP~

Setelah menempuh perjalanan 7 jam, akhirnya mereka sampai di bandara Soekarno-Hatta

” Akhirnyaaaa… sampai juga ” kata Yupi saat turun dari pesawat

” Ternyata cape juga ya naik pesawat itu yah ” kata Sinka juga

” Ini belum seberapa, kalau naik pesawat dari indonesia ke Brazil itu baru capenya gak ketulungan. ” kata Riyan yang berjalan di samping Sinka

Mereka semua bersama staf timnnas U19 langsung berjalan ke ruang tunggu untuk menunggu jembutan

Saat itu pelatih habis mengangkat telfon, dan terlihat guratan bahagia di wajah pelatih setelah menutup telfonnya

” Pelatih?? ” panggil Yusuf

” Iya. ” balas Pelatih

” Pelatih kenapa senyum-senyum sendiri? ” tanya Yusuf

” Saya ada kabar gembira lagi buat kalian semua. ” jawab Pelatih

” Kabar apa pelatih? ” tanya Aangk

” Nanti saya kasih tau saat kita sampai di tempat latihan ” jawab pelatih saat melihat bus jemputan mereka datang

Mereka semua langsung berjalan menuju bus jemputan tersebut dan masuk ke dalamnya.

~SKIP~

Setelah sampai di GBK, para pemain timnas langsung keluar dari dalam bus dan berjalan memasuki GBK

Sekarang hanya ada para pemain timnas saja yang ada di dalam ruangan, tepatnya di ruangan ganti.

” Oke. Saya akan memberitahukan kabar gembira pada kalian semua ” kata pelatih

” Kabar gembura apa lagi pelatih? ” tanya Aangk

TO BE CONTINU

BY : @Gue_nawan123

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 42

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s