Cinta Dan Rahasia

Termenung sambil melihat matahari terbenam dan mendengarkan lagu dari Handphone nya, ya begitulah yang sering dia lakukan sambil menunggu temannya. Em bukan maksudnya sahabatnya. Suasanya di pantai begitu indah, angin yang berhembus sepoi2 sehingga rambutnya sedikit terangkat. Seseorang menutup matanya..

“Hayo siapa?”
Dia tersenyum sambil melepas earphone nya.

“Siapa nih aku gak tau” ucapnya berpura-pura.

“Huh, kamu mah gak asik” ucapnya cemberut sambil melepaskan tangannya dari orang tersebut.

“Hehe, jangan cemberut dong shan makin lucu kamu tau” ucapnya sambil mencubit pipi shania.

Shan? Ya dia Shania Junianatha sahabatnya dari kecil yang sudah tumbuh menjadi gadis periang, pintar hemm dan juga cantik. Shania selalu menemaninya saat sedih maupun senang. Apalagi ya(?) haha.
“Iihh sakit tau, enak aja main cubit-cubit pipi aku”ucap Shania

“Habisnya kamu lucu banget”ucapnya tersenyum sambil mengekedip-keidp kan matanya

“Hahaha”ucap shania tertawa.

“Kan kan kalo ketawa matanya malah hilang”ucapnya

“Oh iya hari ini suasanya lebih enak ya daripada kemarin2”ucapnya lagi

“Iya nih, apalagi langitnya indah banget”ucap shania tersenyum

Menghabiskan waktu bersama itulah yang sering mereka lakukan, menikmati indahnya langit sore di pantai.

~o0o~

Kring…. kring…. kring
“Huaam”
Masih dalam keadaan mengantuk dia mematikan alarmnya. Dia adalah anak dari keluarga ternama. Adipati Zain Putra Laksani ya itulah namanya.
Drrttt.. Drrttt…Drrrtt
“Huh”dia melihat nama yang tertera di layar hp nya

“Hallo kak, ada apa pagi2 nelpon?”ucapnya

“Zain, kakak kangen tau. Kamu tinggal dirumah aja, kenapa sih kamu gak mau tinggal dirumah?” jawab kakaknya dari seberang sana

“kak Melody, aku juga kangen sama kakak. Besok deh aku kerumah”jawab zain

“Adek gak bohong kan, kalo bohong ntar kakak ke apartement kamu”jawab melody

“Iya-iya, udah ya kak, zain mau siap-siap berangkat sekolah”jawab zain

“emangnya adek udah mandi? Kalo udah jangan lupa sarapannya ntar adek sakit”jawab melody

“Siap bos”
Beruntunglah Zain mempunyai kakak perempuan yang sayang dan perhatian kepadanya. Orangtua nya(?) ya mereka selalu sibuk dengan pekerjaannya. Setelah selesai mandi dan sarapan zain berangkat sekolah dengan motor kesayangannya. Sesampainya di sekolah, dia menuju ke kelasnya sambil memasang earphone ke telinganya.
“Zain tunggu”teriak seseorang, dia berlari mengejar zain

“Zain”ucap seseorang sambil memegang pundak zain
Sadar akan seseorang memegang pundaknya, dia pun melepaskan earphonenya.
“pagi zain”ucapnya tersenyum

‘huh ternyata kamu shan, pagi juga”balas zain

Mereka menuju ke kelasnya sambil mengobrol-ngobrol ringan, terlihat shania tertawa oleh candaan dari zain.
“pagi semuanya”teriak shania semangat

“pagi juga shan”balas seorang murid

“ciye pagi-pagi udah semangat aja”ucap temannya

“ya iyalah semangat, kan bareng zain ke kelasnya”celetuk seorang murid

“haha, kalian bisa’balas zain samtai
Begitulah suasana kelas mereka di pagi hari. Ada yang tidur, ada yang mengerjakan PR, ada yang pacaran di kelas(?) dan masih banyak yang lain.
“shan, pulang sekolah temenin aku ya”ucap zain

“iya, tapi mau kemana?”tanya shania
zain hanya membalasnya dengan tersenyum

~o0o~

Di lapangan terdapat seorang laki-laki dan perempuan. Laki-laki itu menembak dan menembak bola, perempuan itu melihatnya sambil tersenyum.
“makin lama shoot kamu makin bagus ya”ucap perempuan itu

“Hehe, makasih ya”ucapnya tersenyum

“mau main bareng?”ucapnya lagi

“ok, bentar-bentar, hp mu dari tadi bunyi nih”ucap perempuan itu
laki-laki itu menuju ke tempat perempuan itu
“Hallo bro”ucap laki2 mengangkat telephone nya

“lu dimana? Bentar lagi latihan, lu gak lupa kan?”tanya orang itu

“haha ya ya gue gak lupa kok zal”ucap laki2 itu

“mentang2 lu kapten, jangan seenak2nya datang telat zain”ucap rizal

“ya ya gue bentar lagi datang kok”ucap zain sambil mematikan hpnya

“yuk shan main”ucap zain

‘iya, tapi kamu mainnya jangan serius ya”ucap shania

iya shan”ucap zain tersenyum
Permainan pun dimulai, bola di dribble oleh shania. Zain dengan santainya tegak dibawah ring.
“ayok shan, kalau kamu bisa masuk in bolanya, ntar aku ditraktir deh’ucap zain santai

“beneran yah, awas kamu bohong’ucap shania mendrible bola
Shania mulai mendekati ke arah ring, zain membiarkan shania lolos dan shania mulai melakukan lay up.
 DUSS
bola berhasil di blok oleh zain, shania mulai mendribble bola lagi. Bola berhasil di blok oleh zain, dan itu sudah 5x gagal dan gagal.
“ayok dong shan, lebih semangat lagi ntar gak aku traktir loh”ucap zain menyemangati shania

“hah hah hah”suara nafas shania mulai tidak teratur

“kamu mah curang, diblok mulu bolanya”ucap shania
Bola sekarang dipegang oleh zain, zain mendribble bola ke tengah lapangan
“loh kamu bawak kesana?”tanya shania heran

“hehehe”ucap zain mengshoot bola dan masuk

“kan curang lagi, aku kalah lagi deh”ucapnya cemberut

“lain kali pasti kamu bisa menang”ucap zain

“tadi yang nelpon siapa?”tanya shania

“si rizal, hari ini latihan basket, yaudah aku anterin kamu pulang dulu ya”ucap zain

~o0o~

“mana nih anak, daritadi gak datang-datang”ucap laki-laki itu

“gue disini ditanyain mulu sama senior, gak tau apa gue kesal”ucapnya lagi

“haha sabar mike, bentar lagi datang kok”ucap rizal

~o0o~

Drrtt…Drrtt…Drrttt
“bentar dulu zain”ucap shania

“halo, iya bentar lagi aku kesana”ucap shania
…..
“iya, aku gak lupa kok”balas shania
…..

“siap kapten”balas shania sambil mematikan hpnya

“aku gak jadi pulang zain, aku ke sekolah juga”ucap shania

“ouh, hari ini kalian latihan juga?”tanya zain
shania membalasnya dengan menganggukan kepalanya. Mereka langsung menuju ke sekolah, di perjalanan shania bernyanyi, menyanyikan lagu yang sering mereka nyanyikan

FLASHBACK ON

Disebuah taman ada seorang laki-laki dan perempuan. Laki-laki mulai memetik gitarnya, dan perempuan itu bernyanyi

Rasa cinta
yang dulu tlah hilang
kini berseri kembali
Tlah kau coba
rebakkan dirinya
hapus cerita lalu
Dan lihatlah
Dirimu bagai bunga di musim semi
Yang tersenyum, menatap indahnya dunia
Yang seiring denganmu, jawaban segala gundahmu

Walau badai menghadang
Ingatlahku kan selalu setia menjagamu
Berdua kita lewati jalan yang berliku tajam

Resah yang kau rasakan
Kan jadi bagian hidupku bersamamu
Letakkanlah segala lara di pundakku ini
FLASHBACK OF

Wohohoho
Sesampainya di sekolah zain memarkin motornya
“zain aku duluan ya”pamit shania

“iya shan, semangat latihannya”ucap zain

“iya, kamu juga semangat ya’ucap shania tersenyum
Mereka berjalan memasuki sekolah dan berpisah karena zain menuju lapangan basket dan shania ke ruangan latihannya.

“Hoii zain lama amat lu”ucap mike

“haha yuk mulai pemanasan”ucap zain

“Kami udah, tinggal lu doang”ucap rizal

“woii kumpul sini bentar”teriak zain ke yang lain
mereka pun menghentikan aktifitasnya dan menuju ketempat zain
“seperti biasa kita latihan, yang penting semangat jangan pada lesu ya mainnya”ucap zain

“gue ingin lihat perkembangan kalian selama latihan”tambahnya

Latihan pun di mulai, bola di lempar ketas.
Happ
Bola berhasil di tangkap zain

~o0o~

“kak maaf aku telat ’ucap seorang cewek menundukan kepalanya

“habis dari mana kamu?”tanya kakak kelasnya

“kamu telat 20 menit, jadi kamu push up 20 kali”tambahnya

“ini kan baru pertama kalinya shania telat mel’ucap teman kakak kelasnya

“kita kan sudah sepakat ve, yang telat akan dihukum”ucap melody

“gak papa kok kak ve, yaudah aku push up deh”ucap shania lesu

“habis itu pemanasan dan langsung masuk barisan ya shan”ucap naomi

“iya kak’ucapnya

~o0o~

“oke cukup latihannya hari ini”ucap zain

“siap kapten”ucap mereka kompak

“yaudah, gue ketempat latihan cheers dulu ya”ucap zain

Dibalas anggukan oleh mereka semua. zain menuju ruangan latihan cheers, saat melewati koridor banyak kakak kelas wanita dan adik kelas menyapanya, mengajaknya foto dan ada juga yang malu2 menatap mata zain. Di sekolah zain memang populer, apalagi dia seorang kapten team basket, sehingga banyak sekali yang tertarik dengannya.
“shan mau pulang bareng?’ucap zain memasuki ruangan itu

“kalau masuk itu permisi dulu kali dek”ucap melody

“haha maaf deh kak”ucap zain

“gimana shan?”tambahnya

“lain kali aja deh zain, aku bareng kak ve hehe”ucap shania

“kak ve gak ditawarin nih?”ucap ve menggoda

“haha ntar kalau aku ngantarin kakak pulang, si mike marah”ucap zain

“haha”ve hanya tertawa mendengarnya

“yuk kak pulang”ucap zain ke melody

“kami pulang dulu ya”pamit melody ke yang lainnya dan dibalas anggukan sama mereka

Selama diperjalanan melody selalu bercanda, karena selama ini dia jarang mengobrol dengan adiknya. Sesampainya dirumah..

“kak aku tinggal disini aja, kasian kakak gak ada yang nemenin disini”ucap zain saat memasuki rumah

“serius dek?”tanya melody

“iya kak melody cantik”ucap zain tersenyum

“makasih ya adek kakak yang paling ganteng”ucap melody memeluk adik kesayangannya itu, zain merasakan betapa hangatnya pelukan seorang kakak yang sangat sayang kepadanya

~o0o~

Di suatu rumah yang lumayan mewah, wanita itu lagi memandang langit di balkon rumahnya sambil tersenyum
“kakak boleh masuk gak?”ucap seseorang dari luar kamarnya

“yaudah masuk aja deh”tambahnya sambil membuka knop pintu itu

“kenapa tuh anak senyum-senyum sendiri, kagetin aja deh”ucapnya dalam hati dan mulai berjalan pelan-pelan agar langkah kakinya tidak terdengar

“ngapain ke kamar aku kak?”ucapnya sambil membalikkan badan

“yaah, ketauan deh”ucap kakaknya

“tadi kakak lihat kamu  senyum-senyum sendiri, kenapa?”tanya sang kakak

“i-itu, ah gak ada apa-apa kok”ucapnya

“beneran, pasti lagi mikirin dia kan”goda sang kakak

“apaan sih kak ve”ucap malu-malu

“yaudah, yuk kebawah makan dulu shan”ucap ve dan dibalas anggukan oleh shania

~o0o~

Di sepanjang jalan ke kelasnya laki-laki dan perempuan itu selalu mengobrol, entah apa yang di obrolkannya(?). Di koridor ada yang memanggil salah satu darinya.
‘zain lo dipanggil pelatih”ucap seseorang menghampirinya

“kamu duluan ya shan ke kelasnya”ucap zain ke shania

“yaudah, aku duluan ya zain”pamit shania

“gak pamit sama aku juga shan”goda orang itu

“haha apaan sih mike, bye”ucap shania dan berlalu pergi

“pelatihnya dimana mike?”tanya zain

“di kantor, sekalian gue juga mau ke kantor”balas mike

“ngapain lo ke kantor? Masalah sama guru lagi?”tanya zain

“haha gak lah, gue mau ngambil buku absen”ucap mike

~o0o~

Shania p.o.v
Di kelasku hari ini suasanya ribut sekali karena gurunya belum masuk. Ada yang ngobrol, selfie, ada yang tidur(?).
Ting..Tingg suara pesan dari hp ku
“shan hari ini latihan tambahan”itulah isi pesannya

“kenapa hari ini kak?”

“gak tau dek, tanya aja sama melody”

aku hanya membacanya dengan kesal. kenapa harus hari ini, padahal sepulang sekolah aku kan mau menemani zain. Arggh aku merasa ingin bolos latihan. aku pun mulai mengetik di layar hp ku
“zain maaf ya hari ini gak jadi nemenin kamu”

“loh kok gitu? Kenapa emangnya shan?”

“hari ini ada latihan tambahan”

“oke gak papa kok, lain kali kan bisa”

“kamu gak marah kan?”

“haha santai aja shan”

“sekali lagi maaf ya zain”

~o0o~

Author p.o.v

Sejak saat itu zain dan shania jarang menghabiskan waktu bersama, beruntunglah mereka satu kelas dan bisa mengobrol sambil melepas kerinduan mereka.
“zain hari ini kamu sibuk gak?”tanya shania

“maaf shan, hari ini aku ada latihan”ucap zain

“hufft, aku kangen lihat matahari terbenam bareng kamu”ucap shania sedih

“aku juga, mau gimana lagi shan kita punya kegiatan masing-masing”ucap zain

“lain kali aku usahain deh shan”tambahnya

“beneran kan zain?”tanya shania mulai mengembangkan senyumannya

“iya, nah gitu dong senyum kan enak dilihat”ucap zain sedikit tertawa

“iih, bisa aja kamu”ucap shania sambil mencubit lengan zain
mereka terus mengobrol dan kadang-kadang zain mengeluarkan candaannya agar shania tidak sedih

Shania p.o.v

Huuft lagi-lagi gak bisa jalan bareng zain, kenapa sih setiap mau jalan-jalan pasti gak jadi. Misalnya aku ngajak zain pasti zain gak bisa, begitu pun sebaliknya #huftshaan
“coba ajak kak ve aja deh, mana tau kak ve gak sibuk”ucapku dalam hati
aku pun melangkah kan kakiku menuju kamar kak ve

“kak aku boleh masuk”ucapku dari luar kamar kak ve

“masuk aja shan gak dikunci kok”ucap kak ve

“kak ve lagi ngapain?”tanya shania

“lagi ngerjain tugas”ucapnya tanpa menoleh ke arahku

“hari ini bisa temenin aku gak? Bosen dirumah terus”

“bisa kok, tapi bentar lagi ya. Tinggal dikit lagi tugasnya”

“ok kak”

Hufft untung banget kak ve gak sibuk banget, jadi bisa keluar rumah(?)
“mau kemana emangnya shan?”

“ke mall”

“mall?”

“iya, kan udah lama gak shooping bareng kak ve hehe”

“iya juga sih”
Begitulah hari-hariku di isi dengan jalan-jalan bareng kak ve, nonton, makan(?). Hufft aku kangen menghabiskan waktu bersama zain

~o0o~

Zain p.o.v

Aku memandang ke depan sambil melempar batu-batu kecil itu ke kolam ikan, kangen sekali menghabiskan waktu dengan shani. Aku merasa bahu dipegang seseorang
“dek ntar ikannya mati semua kalau di lempar terus”ucap kak melody

“hehe habisnya gak ada kerjaan sih”ucapku cengengesan

“biasanya sibuk sama tugasnya kak”tambahku

“tugasnya udah kelar kok”balasnya

“gimana kalau kita main basket?”usul kak melody

“emang kakak bisa?”tanyaku meremehkan

“gini-gini kakak bisa juga main basket”ucap kak melody
Kami menuju ke lapangan basket, rumah kami memang besar. Kolam renang, taman, lapangan basket, lapangan golf, dll. Banyak yang tersedia disini(?). bola sekarang ku berikan kepada kak melody
“ngeremehin nih?”ucap kak melody

“haha, gak kok kak”ucapku
Kak melody mengambil ancang-ancang untuk mengshoot bola, aku pun langsung melompat agar bola itu tidak lolos dan ternyata itu hanya tipuan
“anjay gue ketipu”batinku
Kak melody mendribble bola dan sudah dekat dengan ring dan melakukan lay up. Aku melompat
“sial terlambat sedikit gue lompatnya”batinku
bola sedikit mengenai jariku, bola itu berputar-putar diatas ring dan tidak masuk
yah tinggal dikit lagi padahal”ucap kak melody kecewa

“yang tadi barusan kakak lumayan hebat”ucapku kagum

“makanya jangan ngeremehin dulu”ucap kak melody

“haha, belajar darimana kak?”tanyaku

“belajar dari kamu”ucap kak melody

“dari aku?”ucapku heran sambil mengernyitkan dahiku

“iya”balasnya, aku hanya menggelengkan kepalaku
Hari ini aktivitasku tidak begitu membosankan karena kak melody mengajakku bermain basket. Biasanya aktivitasku hanya melihat ikan-ikan yang berenang

~o0o~

Author pov

Pesawat itu mendarat dengan mulusnya di bandara soekarno-hatta, seseorang keluar dari pesawat dengan senyuman. Sambil membawa kopernya, orang itu mencari taksi dan mulai menelpon seseorang
“Hallo”

“…”

“ini gue, masak lu gak ingat”

“…”

“iya baru aja sampai”

“…”

“gak usah dijemput, lu dimana?”

“…”

‘haha tumben lu mau tidur dirumah, biasanya gak betah”

“….”

“yaudah gue tinggal di tempat lu bentar ya”

“…”

“ok sip” orang itu masuk kedalam taksi tersebut

“pak ke alamat ini ya”ucap orang tersebut dan dibalas anggukan oleh supir taksi tersebut

~o0o~

Di kediaman rumah laksani, zain berada di balkon kamarnya sambil memainnya gitarnya
“dek makan malam dulu”teriak kak melody dari bawah

“iya kak”balas zain sedikit berteriak
zain menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan, disana melody sudah duduk manis menunggu adiknya tersebut. Baru saja zain mau duduk, terdengar suara bel rumahnya
“iya bentar”teriak zain

“kamu kesana gih”ucap kak melody

Di kediaman lain wanita itu sedang melihat foto di galerinya sambil senyum-senyum sendiri. Kangen yang dirasakannya sekarang, wanita megetikkan sesuatu di layar hp nya

~o0o~

“Gila tambah tinggi lo rel”ucap zain

“iya nih, bagi-bagi dong tingginya”ucap kak melody

“haha”farel hanya tertawa, ya dia adalah Aditya Farel sahabat smp zain

“oh iya kak, dulu si farel sempat suka sama kakak loh”celetuk zain

“a-apansih lu”ucap farel salting

“bener nih rel?”tanya kak melody sambil kedip-kedipkan matanya

“ahh, ii-tu dulu kak”ucap farel tambah salting

“hahaha”tawa zain

Ting..Ting. suara handphone menganggu suasana mereka bertiga

“Dari siapa zain? Shania ya?”tanya melody sambil menatap dengan sinis

Zain tidak membalas ucapan kakaknya, dia membaca pesan dari shania sambil senyum-senyum sendiri(?). karena diabaikan oleh adiknya, melody memukul meja

“kalau ditanya itu dijawab!”ucap melody marah

Zain melihat kakaknya yang marah hanya heran

“etdah tumben gitu doang marah, lagi pms mungkin kakak”batin zain

“iya kak dari shania”ucap zain tertunduk, melody pun tidak tega melihatnya

“maafin kakak ya dek”ucap melody memeluk adiknya tersebut

“kakak gak bermaksud marahin kamu kok”tambahnya

Zain membalas dengan anggukan, sedangkan farel daritadi hanya melihat adegan tersebut dengan wajah bego(?). Begitulah kejadian malam ini, mereka senang menyambut kedatangan sahabat farel walaupun tadi ada kejadian yang itu haha

~o0o~

Keesokannya di sekolah zain menemani farel bertemu kepala sekolah, padahal farel baru kemarin datang dan ingin cepat-cepat masuk sekolah.

“gak sabar gue zain, semoga gue satu kelas sama lo”ucap farel

“yaelah rel, baru kemarin sampai udah mau masuk sekolah aja, gak capek apa lo”ucap zain

“bawel amat lo jadi orang, lagian gue juga penasaran sama yang namanya shania, bisa-bisanya dia bisa bikin lo jatuh cinta sama dia”ucap farel sok cool

“awas sampai lo gebet juga”ucap zain sambil melotot

“haha gak akan gue gebet kok”balas farel sambil jarinya membuat tanda’v’

Sesampainya di ruang kepala sekolah, mereka berbincang-bincang dengan kepala sekolah. Disana farel menanyakan tentang sekolah, ekstrakurikuler, dan tentang cewek-cewek yang sekolah disini. Kepala sekolah menjawab semua pertanyaan dari farel sambil tersenyum (mungkin terpaksa :v), dan Zain hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu.

Setelah masuk sekolah beberapa hari, farel menjadi populer disekolah dan banyak sekali perempuan yang ingin menjadi pacarnya. Farel masuk ke team basket karena diusulkan oleh zain. Semenjak saat itu farel mulai dekat dengan shania malahan menjadi teman curhat shania. Terlihat seorang laki-laki sedang mengintip di belakang pohon, sepertinya dia kepo apa yang dibicarakan oleh wanita dan laki-laki itu

“huh, makin lama makin dekat aja lo”ucap laki-laki itu

“awas aja sampai kebablasan lo”tambahnya dan beranjak pergi dari tempat itu

~o0o~

Setahun kemudian, kini zain berada dirumah shania karena orang tua dan kakaknya sedang pergi. Akhir-akhir ini shania sangat manja kepada zain, contohnya mau makan aja harus zain yang menyuapinya. Kini shania tiduran di paha zain dan zain tersenyum sambil mengusap pelan rambut shania.

“zain”

“ya shan?”

“kita kan udah kelas xii, kuliah mau kemana?”

“emangnya kenapa?”

“nanya aja hehe”

“rencananya kuliah di jepang kan ada kak mel disana”

“hmm, jauh banget ya”

“haha, kalau kamu kuliah dimana?”

Shania hanya diam dan matanya mulai berkaca-kaca

“loh shan kok kamu nangis”

“aku terharu aja, bentar lagi pisah sama kamu”

Zain mulai menarik nafas dan menghembuskannya pelan

“kalau gitu aku gak jadi kuliah di jepang, nantik siapa yang jagain kamu”ucapnya

“gak usah zain, kasian kak mel disana”balas shania

“kamu gak papa kan shan?”tanya zain khawatir

“hehe iya”ucap shania tersenyum

“nah gitu dong, kan cantik kalau senyum”ucap zain

“oh iya shan, tadi pertanyaan aku belum dijawab loh”ucap zain

“pertanyaan yang mana?”ucap shania

“yag kuliah kamu dimana?”ucap zain

“oh itu hehe, aku kuliah disini aja kok”balas shania

“kalau gitu semangat ya shan”ucap zain dan dibalas anggukan oleh shania

“maafkan aku ya zain”ucap batin shania

“zain main basket yuk, hehe udah lama gak main sama kamu”ucap shania

“gak ah, ntar kamu kalah lagi”balas zain

“ayok lah zain, mana tau ini terakhir kalinya aku main basket sama kamu”ucap shania keceplosan

“maksudnya shan?”tanya zain heran

“oh gak papa kok, jadi gak mainnya nih”ucap shania mengalihkan pembicaraan

“tapi kalau kalah jangan ngambek ya”ucap zain

Begitulah hari-hari yang mereka isi, mungkin ini jadi yang terakhir kalinya shania bermain dengan zain(?), shania berharap bisa memutar kembali waktu yang dimana dia bermain dengan zain, dan menghabiskan waktu bersama dengannya.

~o0o~

Keesokan harinya laki-laki itu berjalan melewati koridor sekolahnyaa, saat hendak memasang earphone ke telinganya ia mendengar kabar bahwa shania akan bertunangan. Ia tidak menanggapi berita tersebut, melainkan ia terus berjalan menuju kelasnya. Tiba-tiba ada yang memegang bahunya dan ia menoleh sambil melepas earphonenya

“zain lo udah dengar kabarnya belum?”ucap mike

“kabar apaan?”tanya zain

“duh gimana ya ngomongnya”ucap mike ragu-ragu

“ngomong aja mik”ucap zain

“itu zain, ii-tu”ucap mike

“itu apaan sih mike?”tany zain

“shania mau tunangan”ucap mike dengan mantap

“dan yang jadi calonnya di si Farel”tambahnya

“hahahaha”zain hanya tertawa

“gue serius, ve sendiri yang bilang sama gue”ucap mike serius

DEG

Hati zain berasa di pukul ribuan orang. Kesal, sedih, kecewa karena orang yang disayanginya mau bertunangan dengan sahabatnya sendiri yang udah dia anggap sebagai saudaranya, dia berharap ini hanyalah mimpi. Semoga ia cepat bangun.

“ini hanya mimpi kan mike, pukul gue mike pukul !”ucap zain tertunduk lesu

“ini bukan mimpi zain, gue sebagai teman akan mendoakan semoga lo mendapatkan wanita yang terbaik, malahan lebih baik dari shania”ucap mike memegang bahu zain

“yaudah gue duluan ya, lo jangan coba2 bunuh diri”tambahnya dan berlalu pergi

Hatinya begitu hancur, ingin sekali zain melampiaskan kekecewaannya tapi bagaimana cara melampiaskannya(?). Dia berjalan menuju kelasnya dengan perasaan kacau balau.

Sekarang sudah masuk semester 2 di kelas xii, zain jarang sekali mengasih kabar atau pun berhubungan dengan shania. Dia ingin fokus dengan pendidikannya karena sebentar lagi akan UN dan dia harus melanjutkan study di Jepang. Mike dan teman-teman yang lain selalu memberi semangat kepada zain agar zain tidak terlalu memikirkan hal itu. Sering kali shania menghubunginya lewat telpon dan sms untuk mengajaknya jalan tapi zain tidak membalasnya, di kelas pun shania ingin sekali mengobrol dengan zain untuk melepas rasa rindunya tapi saat di lihat zain sangat fokus belajar jadi shania mengurungkan niatnya.

Saat tiba waktu Ujian Nasioanal, selama beberapa hari itu zain dengan mantap mengerjakan soal ujiannya.

“huh akhirya selesai juga UN nya”ucap zain keluar dari ruangan ujian

Ting..Ting
zain merogoh saku celananya untuk mengambil hp

“dek, lusa kamu berangkat ke jepang, udah siapin bahannya kan? Maaf ya kakak gak bisa jemput” isi pesan dari melody

“iya kak, gapapa kok”balas zain di pesan itu

Zain senang, sebentar lagi dia akan kuliah yang mana kuliah itu sangat membantunya untuk mewujudkan cita-citanya tapi di sisi lain dia sedih, karena akan meninggalkan indonesia, sahabat, teman apalagi dia akan meninggalkan shania orang yang di cintainya.

Zain segera meninggalkan sekolah karena dia harus bersiap-siap dan melengkapi bahan yang masih kurang.

~o0o~

Hari ini keberangkatan zain ke Jepang, ingin rasanya menemui shania sebelum dia berangkat, ingin rasanya ia memeluk shania, ingin rasanya dia memberitahukan perasaannya dengan shania. Zain menuju cafe terdahulu sebelum berangkat. Sesampainya di cafe zain melihat gitar akustik, dia menemui yang mempunyai cafe dan meminta agar diperboehkan bernyanyi di cafe tersebut. Dengan senang hati si punya cafe tersebut mengizinkan dan berharap pengunjungnya juga terhibur

~o0o~

Di tempat lain, wanita itu menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, ada yang memegang bahunya.
“shan hari ini keberangkatan zain”ucap orang tersebut

“maksudya beb?”tanya shania heran

“hari ini zain pergi ke jepang”ucap beby

Mata shania mulai berkaca-kaca

“sekarang zain dimana beb?”tanya shania dengan isak tangisnya

“di cafe… shan”balas beby

“makasih ya, aku duluan”ucap shania berlari sambil menghapus air matanya

“semoga masih sempat bertemu dengan zain ya shan”ucap beby dalam hati sambil melihat punggu shania yang sudah tak terlihat lagi

~o0o~

Zain mulai memetik gitar tersebut, alunan musik yang indah dan para pengunjung mulai memerhatikannya.

Terakhir kutatap mata indahmu
dibawah bintang-bintang
terbelah hatiku
antara cinta dan rahasia

Ku cinta padamu namun kau milik
sahabatku dilema
hatiku
andai ku bisa berkata sejujurnya

Jangan kau pilih dia
pilihlah aku yang mampu mencintamu lebih dari dia
bukan, ku ingin merebutmu dari sahabatku
namun kau tahu
cinta tak bisa tak bisa kau salahkan

Tak bisa kau salahkan
Tak bisa kau salahkann

Suara tepukan penonton mulai terdengar riuh, ada yang bersiul, ada yang meminta zain bernyanyi lagi. Zain mulai membungkukkan badannya dan dia dengan segera meninggalkan cafe tersebut untuk menuju bandara.

Di sisi yang lain, shania mendengarkan zain bernyanyi. Hatinya sangat sedih, air mata mulai menetes dari matanya. Shania melihat zain keluar dari cafe dan menaiki taxi. Dengan buru-buru shania mengikuti taxi tersebut

“pak ikuti taxi itu” dibalas anggukan oleh super taxi tersebut

“zain maafkan aku”batin shania

~o0o~

Zain p.o.v
Sesampainya di bandara, gue dengan terburu-buru mencepatkan langkah kaki gue karena sebentar lagi pesawat akan berangkat. Tiba-tiba ada yang memeluk gue dari belakang, gue terkejut pastinya

“zain kamu jahat”dengan suara yang terisak
gue kenal banget ini suaranya siapa, dengan perlahan gue memutar badan gue ke belakang

“Shania” gue kaget karena shania berada disini, padahal gue gak ada ngasih tau ke dia

“kamu jahat”ucapnya sambil memukul dada gue, ok ini lumayan sakit karena dia mukulnya lumayan keras

“maafkan aku shan, aku gak ada waktu lagi karena sebentar lagi pesawatnya berangkat”ucap gue

“Zain kenapa kamu gak bilang kalau hari ini berangkatnya, aku ingin menghabiskan waktu denganmu terakhir kalinya, kenapa zain, kenapa!”shania masih terisak
Gue terdiam sedikit, gue mulai mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan

“Aku tidak mau mengganggumu shan, apalagi kamu akan bertunangan”ucap gue
shania terdiam cukup lama tiba-tiba dia memeluk gue

“Gapapa kok shan, itu hak kamu kok, lagian farel itu baik, perhatian”ucap gue sambil mengelus punggu shania

“dia pasti bisa menjagain kamu”tambah gue

“tapi zain aku..”ucap shania langsung gue potong

“belajarlah mencintai seseorang walaupun awalnya kita gak mencintai dia”ucap gue

“Oh iya sebelum terlambat, ini dari hatiku yang paling dalam. Aku udah mulai nyaman sama kamu dari smp, timbul rasa sayang sama kamu hmm itu mungkin rasa sayang sama sahabatnya. Tapi makin lama rasa sayang itu semakin besar, berubah jadi cinta, aku cinta sama kamu”.
shania semakin menjadi-jadi nangisnya, gue merasa baju gue mulai basah.

“Aku senang banget bisa menghabiskan waktu sama kamu, jalan-jalan bareng, nonton bareng, lihat matahari ternggelam bareng, cerita bareng, gak nyangka ya kalau hari ini hari terakhir kita bertemu. Memang betul sih setiap pertemuan pasti ada perpisahan, ya hari ini kita akan berpisah, kita mempunyai kehidupan kita masing-masing, aku harap aku bisa melupakanmu shan, dan kamu juga bisa melupakanku”

“Aku yakin farel bisa menjagain kamu, bahagiain kamu..”

“stop zain! Stop!”ucap shania

“maafkan aku soal pertunangan itu, maafkan aku zain, maafkan aku. Aku juga merasakan hal yang sama zain, aku merasa nyaman denganmu disaat kita bareng. Aku sayang dan cinta padamu zain, aku sangat berharap kalau kita akan bersatu tapi tuhan berkehendak lain”
Gue melirik jam tangan gue, ok tinggal 5 menit lagi, gue melepaskan pelukan dari shania

“shan jaga dirimu baik-baik ya, jaga kesehatan, jangan sampai telat makan. Kalau kamu ada masalah tinggal telpon aku aja, aku siap 24 jam kok untuk kamu, selalu tersenyum ya shan”
shania mulai mengembangkan senyumannya, senyuman yang sangat gue rindukan

“shan aku ada 1 permintaan boleh?”tanya gue

“apa zain?, untukmu akan kulakukan”ucap shania

“aku ingin..”gue mulai mendekat wajah gue ke wajahnya dan Shania memejamkan matanya

Cupps
gue melepaskan ciuman dan pergi sambil sedikit menoleh kebelakang

“Selamat tinggal Shania Junianatha”

THE END

 

Happy Birthday shania junianatha J sehat selalu, jadi Kapten yang baik, membimbing teman-temannya ke arah yang lebih baik. Semoga apa yang diinginkan cepat tercapai, jangan lupa selalu bersyukur dan selalu rendah hati. Semoga di umur sekarang lebih baik lagi, lebih dewasa dan menyelesaikan masalah, All the best for you shan

Wah wah gimana ceritanya guys? Maaf kalo jelek ya, gue masih amatiran soalnya. Maaf buat ada band, yura&glenn karena lagunya gue jadikan soundtrack di cerpen gue :v
Mohon kritik dan sarannya teman-teman..

SEKALI LAGI HAPPY BIRTHDAY SHANIA JUNIANTHA
-Irnanda Radya Putra-

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Cinta Dan Rahasia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s