Iridescent Part 10

m

“Yaudah kalau gitu, aku mau pamit pulang sekarang …” ucap gue.

“Hmm kalau gitu kamu hati-hati ya dijalan” ujar Ve.

“Iya chubby” balas gue sambil mencubit pipinya.

“Gue balik duluan ya Gre, nanti jangan lupa datang” ucap gue.

“Iya Willy … Gue gak lupa kok” jawab Gracia dengan mantap.

Gue lalu naik ke motor dan menghidupkan mesinnya, kemudian melajukan kuda besi ini secara perlahan. Ve dan Gracia melambaikan tangan, gue hanya membalasnya dengan senyuman.

“Hati-hati …” teriak Ve.

“Iya” balas gue.

Motor ini meninggalkan kediaman Gracia dana Ve.

Di perjalanan gue Cuma termenung sambil memikirkan kejadian-kejadian hari ini, memang aneh dan diluar dugaan semua. Gue jadi ingat chat Line dari Dendhi dan Kak Naomi tadi, semuanya ada kaitannya kah? Ah sudahlah jangan terus dipikirin, nanti stres lama-lama gue.

20 menit menempuh perjalanan pulang, akhirnya gue sampai juga dirumah. Udah mulai agak rame sih, soalnya gue lihat dari beberapa mobil yang terparkir didepan rumah. Kemudian gue memarkirkan motor di samping motor Kelik yang juga ada. Gue turun dan melepaskan helm, tiba-tiba …

“Hei”

Gue menoleh ke sumber suara, dan saat gue lihat ternyata itu Sinka. Dia tersenyum ke arah gue.

“Hai Sin, bikin gue kaget aja elo” ujar gue.

“Apaan sih …” ucap Sinka sambil manyun.

“Ada apa adek sepupu sayang?” tanya gue.

“Emm lo dicari tuh sama Kak Naomi sama Kak Jonny juga, ada yang mau dibicarain” jawab Sinka.

“Oh oke deh” balas gue singkat.

Gue dan Sinka masuk ke dalam rumah, ternyata diruang tamu sudah berkumpul para anak-anak dari keluarga besar gue. Ada Shani, Gaby, Kak Elaine, Kelik, Kak Naomi dan Jonny. Gue lalu duduk di samping Shani, sedangkan Sinka duduk bersama dua kakaknya.

“Gimana sama hasil nilainya?” tanya Shani.

“Lumayan …” jawab gue singkat.

“Lumayan apa dek? Hayo …” ucap Kak Elaine menggoda gue.

“Iya tuh lumayan apa hayo???” timpal Gaby.

“Lumayan meyedihkan” balas gue. -_-

 

BHAHAHAHA

 

Mereka semua malah pada ketawa, dasar kenapa gue selalu jadi bahan candaan mereka sih.

“Yaudah sayang ganti baju sana, udah aku siapin semua kok” ucap Shani.

“Iya …” balas gue sambil tersenyum.

Kemudian gue bangkit dan berjalan menuju ke kamar, tapi saat menoleh ke belakang si Gaby malah ikutan sama gue.

“Eh elo ngapain ngikutin gue?” tanya gue berbisik.

“Udah gak usah bawel, gue mau ajukan beberapa pertanyaan ke elo” jawab Gaby lirih.

Pasti ini soal Ve dan gue, bisa ketebak … Enggak juga sih, soalnya gue Cuma asal tebak aja. :v

“Buruan jalan! Ntar yang lain curiga …” ujar Gaby.

Gue Cuma turutin perintah Gaby, dan melanjutkan langkah menuju kamar di lantai atas. Sesampainya di depan kamar, gue menengok ke arah Gaby.

“Mau tanya soal apa?” tanya gue.

“Ini soal elo sama Kak Ve. Sebenernya lo ada hubungan apa sih sama dia?” tanya Gaby.

“Jadi gini ….”

 

~ FLASHBACK ~

 

“Kalau boleh aku mau bicara sesuatu ke kamu” ucap Kak Ve membuka obrolan.

“Silahkan aja Kak” balas gue.

“Kalau boleh jujur sebenernya aku udah lama suka kamu … Udah lama banget, dari pertama kali kita ketemu waktu kamu MOS dulu. Tapi waktu itu kakak bingung harus gimana …” ucap Kak Ve.

“Dan waktu ada tantangan buat surat cinta untuk kakak kelas, surat buatan kamu aku yang terima dan surat itu masih aku simpan sampai sekarang… Hiks hiks hiks” ucapnya lagi.

Dia langsung membenamkan wajahnya di dada gue. Kak Ve menitikan air mata nya dan menangis, gue Cuma mencoba menenangkannya.

Untunglah disini agak tertutup, jadi yang lain akan melihat Kak Ve nangis. Agak aman dari penglihatan Gracia dan Gaby lah yang terpenting.

“Kak Ve … Udah dong jangan nangis lagi, nanti aku bisa di hajar sama Gre. Kak Ve gak mau kan aku babak belur dihajar adik Kakak” ucap gue menenangkan nya.

“Ehehehe …”

Syukurlah Kak Ve mulai tertawa lagi, mungkin karena dia juga bayangin kalau gue dihajar sama Gracia. Kan harga diri gue sebagai cowok langsung hilang ditelan masa.

“Kamu mau kan kita punya hubungan lebih ???”

 

DEG …

 

“Tapi Kak …” perkataan gue langsung dipotong.

“Tapi apa ? Apa karna Shani ? Iya gitu …” tanya Kak Ve masih sesenggukan.

“Emm aku kan udah tunangan juga sama dia Kak, dan aku …” perkataan gue dipotong lagi sama dia.

“Aku rela kok jadi pacar kamu yang kedua. Kita kan bisa backstreet …” ujar Kak Ve.

Gue akhirnya menyerah dengan Kak Ve, gue langsung melambaikan tangan ke kamera. *plak

“Huhhhh … Yaudah ini semua buat Kak Ve, aku mau kok” balas gue pasrah.

“Beneran ?” tanya Kak Ve sambil menghapus air matanya.

Gue Cuma mengangguk pasrah … Dan saking senengnya dia langsung meluk gue lagi, lebih erat, lebih erat dan lebih eratttt !!! Gue gak bisa nafas nih …

“Kak gak bisa nafas nih …” ucap gue.

“Eh maaf maaf …” balas Kak Ve.

Dia menatap gue sambil tersenyum lebar, walau matanya masih sembab karena habis nangis tadi.

“Mulai sekarang kita berdua saling jaga yaa …” ucap Kak Ve.

 

~ FLASHBACK OFF ~

 

“Jadi gitu ceritanya Gab …” ucap gue.

“Terus elo beneran pacaran sama Kak Ve gitu?” tanya Gaby memastikan.

Gue Cuma menunduk dan mengangguk pasrah, sedangkan Gaby Cuma terperangah mendengar itu. Mungkin terdengar berita buruk, tapi kenyataan nya itu lah yang terjadi.

“Huh gimana ya, disisi lain elo itu salah karna enggak bisa tegas. Tapi disisi lain elo terpaksa juga kan … Gue jadi kasihan sama elo, gue bakal jaga rahasia ini dari Shani” ujar Gaby.

“Thanks Gab, sedikit meringankan beban pikiran gue” ucap gue.

“Sama-sama, ya udah buruan ganti sana! Udah ditunggu yang lainnya” perintah Gaby.

“Iya …” balas gue sambil tersenyum.

Tiba-tiba …

“Wil”

Gue dan Gaby menoleh ke arah suara panggilan barusan, ternyata itu Kak Naomi. Dia terlihat cantik dengan dress yang dia gunakan, eh kok jadi bahas dia sih. -_-

“Eh Kak Naomi” ucap Gaby kaget.

“Emm bisa kita bicara berdua Wil? Ini penting dan menyangkut masalah kamu juga” Ujar Kak Naomi.

Gue menatap Kak Naomi sebentar lalu menoleh ke Gaby, sekedar kasih kode ‘gue harus gimana’. Sedangkan Gaby hanya mengangguk.

“Gapapa, Kak Naomi udah jelasin ke Gue, Kelik dan Shani juga malahan. Walaupun tadinya gak mau kasih tau Shani sih … Tapi tenang aja” ucap Gaby.

“Oke deh” balas gue singkat.

“Yaudah gue ke bawah dulu, kalian bisa bahas masalah ini” ujar Gaby.

Dia lalu meninggalkan gue dan Kak Naomi berdua. Canggung … Ya itu lah yang gue rasain diantara kami berdua sekarang.

“Emm jadi mau bicara apa Kak? Tadi katanya ada masalah yang ada kaitannya sama aku” tanya gue.

“Gini sebenarnya masalahnya adalah video kamu sama Gracia yang di depan toilet itu udah ada ditangan Verro sekarang, dia yang curi video itu dari Jonny dan hapus yang asli. Dan masalah kamu yang ada hubungan nya sama Shanji temen kamu itu, rencana dari Verro juga. Mereka ketemu di Cafe yang waktu itu dan aku denger sendiri dari obrolan mereka, kebetulan aja aku ada disitu”

Kak Naomi menceritakan semua masalah yang dia bilang itu …

Gue langsung teringat chat dari Dendhi tadi pagi. Dia bilang sempat lihat Shanji mengobrol dengan cowok misterius, berarti cowok itu gak salah lagi … Dia Verro, dalang dari semua masalah yang menimpa gue.

Berarti Verro suruh Shanji sengaja buat gue cemburu dengan cara Shanji mengajak Shani dansa malam itu, oh gue tau semuanya akhirnya. Tapi kenapa harus Shanji? Dia kan teman gue …

“Wil …” ucap Kak Naomi tiba-tiba.

“Eh …”

Gue kaget karena panggilan  dari Kak Naomi.

“Kok ngelamun sih” tanya Kak Naomi khawatir.

“Aku gapapa Kak, Cuma aku udah ngerti pokok permasalahannya. Verro sengaja ngelakuin ini karna dia masih mau kuasai seluruh sekolahan” jawab gue menjelaskan inti permasalahan.

“Jadi gitu ya …” ucapnya.

“Yaudah Kak, makasih atas infonya. Ini berguna banget buat aku” ujar gue.

“Sama-sama, ini Cuma aku lakuin buat nebus kesalahan aku” ucap Kak Naomi.

“Lupakan aja masalah itu Kak, aku udah maafin Kak Naomi dan Jonny juga …” balas gue sambil tersenyum.

Gue lalu masuk ke kamar meninggalkan Kak Naomi. Untuk sementara gue gak akan terlalu pikirin masalah ini.

Saatnya ganti baju dan siap-siap buat acara sore ini, mungkin sebentar lagi mulai, karena udah mulai terdengar suara banyak orang dibawah. Selesai bersiap-siap gue langsung segera turun dan berkumpul dengan yang lain.

 

_ _ _ _

 

Sampai dibawah benar aja, disini rame banget. Banyak keluarga besar kumpul dirumah ini, bahkan gue juga ada yang gak kenal. Aneh kan? Oke abaikan … Gue lagi menerobos kerumunan buat mencari grup anak-anak, biar ada yang diajak bicara. :v

Dan akhirnya ketemu, mereka berkumpul didepan rumah.

“Ternyata kalian disini, gue cariin juga dari dalam. Gak tau nya pada diluar sini” ujar gue.

“Dari tadi kita tunggu elo gak turun-turun sih, jadi ya kita tinggal” ucap Gaby.

“Iya nih … Jadi kita keluar aja dek, didalam sumpek” tambah Kak Elaine.

“Terserah deh, yang penting udah ketemu” balas gue. -_-

Shani langsung jalan ke arah gue dan menarik tangan gue menjauh dari yang lain. Apa mau di introgasi ya … Semoga aja gak tanya aneh-aneh deh, otak gue lagi banyak beban pikiran.

“Eh eh … Sayang kita mau kemana?” tanya gue.

“Ikut aku sebentar” balasnya singkat.

Shani menarik gue kearah motor, maksudnya apaan?

“Anter aku beli es krim” pinta Shani.

Gubrakkkk …. Eh canda abaikan barusan.

“Aku kirain ada apaan? Ternyata kamu Cuma mau minta beliin es krim” ucap gue. -_-

“Emang kamu kira aku mau ngapain?” tanya Shani.

“Mungkin aja aku mau di introgasi gitu …” jawab gue sambil nyengir.

“Ihhhh ngarep banget deh di introgasi, emang kamu penjahat gitu” ujar Shani sambil manyunin bibirnya.

“Hihihihi mau banget kok di introgasi kamu” ucap gue.

“Udah deh kalau mau gombal nanti aja, buruan anter aku” balas Shani.

“Iya deh, eh tapi kalau kamu beli es krim bisa leleh loh … Kita kan naik motor” ujar gue.

“Iya juga ya … Emang mini market depan komplek tutup?” tanya Shani.

“Iya, tadi kan aku udah kesana …” jawab gue.

“Kalau mau ambil kunci kan ada di Mama, ntar kamu malah dimarahin kalau kita mau pergi sebentar” ucap Shani.

“Benar juga sih kamu … Yaudah lah mending kita ke mini market depan dulu, barangkali aja buka” ujar gue.

Shani Cuma mengangguk aja, gue langsung naik kuda besi tercinta gue. Shani juga ikut naik, kemudian gue menyalakan mesin dan melajukannya.

Tak butuh waktu lama kami hampir sampai di mini market depan komplek perumahan … Ternyata udah buka mini marketnya. Bisa beli rokok sekalian nih. Gue memberhentikan motor di parkiran dan kami berdua turun. Shani malah ngelihatin gue dengan tatapan yang … Heran mungkin. :v

“Kamu mau ikut?” tanya Shani.

“Iya … Emang kenapa?” tanya gue balik.

“Gapapa, takutnya kamu jajan aneh-aneh, kan Mama gak bawa uang” ujar Shani sambil ketawa.

“Emangnya aku anak kecil apa …” balas gue. -_-

Kami berdua lalu masuk ke dalam mini market, Shani langsung menuju ke harta karunnya. Sedangkan gue menunggu di depan kasir yang masih sepi, Cuma ada satu pegawai aja.

“Mas rokok Samp*erna nya satu sama korek gas nya sekalian” ucap gue.

“Oh iya mas, ada yang lain lagi?” tanya Mas penjaga kasir itu.

“Nanti dijadiin satu sama belanjaan tunangan saya” jawab gue.

“Baik mas”

Setelah menunggu 10 menitan, Shani terlihat berjalan menuju kasir. Dia membawa keranjang berisi es krim yang banyak dan beberapa camilan lainnya.

“Udah itu aja?” tanya gue.

“Iya itu aja, lagian udah cukup kalau buat kita rame-rame” jawab Shani.

Setelah semua belanjaan dihitung dan udah dijadikan satu juga 2 benda penting seorang perokok macam gue. Gue lalu membayarnya, kemudian kami berdua keluar dari mini market sambil meneteng belanjaan.

Kemudian kami berdua pulang ke rumah …

Saat sampai dirumah gue dan Shani udah turun dari motor lalu menuju ke arah gerombolan kami. Ternyata udah ada tambahan lagi yaitu Gracia a.k.a. Gre.

“Eh kalian beli apaan aja tuh?” tanya Gaby.

“Ini habis dari beli es krim buat bareng-bareng” jawab Shani.

“Wah enak nih, baru datang udah dapet es krim” ujar Gracia.

“Mana es krim …? Aku mau …” ucap Sinka manja.

Hahahaha ada-ada aja ini Sinka, lebih suka bahas soal makanan dan perut aja. ^,^

Mereka kebanyakan baru sibuk dengan es krim yang dibelikan Shani. Gue melihat ke arah Jonny dan Kelik, lalu gue memberi kode kepada mereka berdua untuk mengikuti gue.

“Kita nanti kesini lagi, mau bicara soal sesuatu” pamit gue ke para cewek-cewek.

“Oh oke, jangan lama-lama” balas Kak Naomi dan Gaby.

“Cepetan balik ya sayang …” ucap Shani sambil menjilat es krim.

Lucu gue lihatnya … Gue Cuma tersenyum melihat tingkah Shani.

“Iya gak akan lama kok” balas gue.

Gue, Kelik dan Jonny lalu jalan meninggalkan para cewek, mungkin gue mengajak Kelik dan Jonny untuk mengobrol di taman didekat area komplek perumahan ini. Gak jauh dari mini market juga sih, itu kenapa lebih memilih jalan kaki. Eh padahal kan tadi ke mini market naik motor … Biar es krim Shani gak leleh aja. -_-

Abaikan saja penjelasan gue barusan. :v

Tak lama kami bertiga udah berada di taman dan duduk di sebuah gazebo.

“Maaf soal masalah yang gue perbuat waktu itu” ucap Jonny membuka pembicaraan.

“Ah lupakan hal itu Jon, yang terpenting sekarang adalah Verro yang mau singkirin gue kaya Dendhi dan Shanji dulu” balas gue.

Gue lalu mengeluarkan rokok yang gue beli tadi dan mengambil satu batang, kemudian menyulutnya dengan korek.

“Ini kalau mau rokok ambil aja” ucap gue menawarkan.

“Oke …” jawab Kelik dan Jonny.

“Sekarang hal terparahnya Shanji, dia kayaknya sekarang ada dipihak Verro” ujar Kelik.

“Iya lo bener Lik, kita sekarang harus waspada. Gak mungkin Verro Cuma mau singkirin gue, pasti ada satu anak lagi …” ucap gue.

“Iya … Itu udah pasti dan mungkin orang kedua itu gue Wil” ujar Jonny.

Gue dan Kelik saling bertatapan, ada benarnya juga Jonny. Masalahnya dulu Dendhi kan juga kaya gitu, dia dituduh mencemarkan nama baik sekolah dan sebelum itu dia sama Shanji juga berantem. Itu semua juga ulah si Verro …

“Liburan SMA 48 Cuma dua minggu dan itu mulai besok, pasti setelah itu Verro akan mulai permainan dia” ucap gue sambil mengepulkan asap putih.

“Lo bener Wil, kita harus siap juga …” ujar Kelik.

“Kita harus waspada sama senjata Verro kali ini, dia punya segalanya buat singkirin gue dan Willy” timpal Jonny.

“Yaudah segini dulu kita bahasnya, setelah liburan nanti kita minta bantuan Ricky, Faruk dan yang lain” ucap gue.

Mereka berdua mengangguk, kami bertiga lalu kembali ke acara keluarga yang sempat ditinggalkan tadi.

 

_ _ _ _

 

Kami bertiga sudah kembali dan sekarang ada didalam rumah, karena kata Mama gue bakal ada pengumuman untuk keluarga besar yang hadir di acara ini. Tante Margareth (Mama Gaby) akan menyampaikan pengumuman itu.

Gue duduk bersama Shani, Gracia, Sinka, Jonny, Kak Elaine dan Kak Naomi juga. Sedangkan Gaby dan Kelik duduk di barisan paling depan bersama kedua orang tua mereka. Dan ada Papanya Gaby juga yang baru datang hari ini …

Tante lalu berdiri dan akan mulai memberi pengumuman.

“Jadi saya akan kasih kejutan dan juga sekaligus pengumuman penting buat keluarga besar ini” ucap Tante.

Lalu Mamanya Kelik bangkit dari kursi dan …

“Kami sepakat untuk menikahkan dua anak kami suatu saat, dan hari ini juga sekaligus jadi hari pertunangan Gaby dan Kelik” ucap Mama Kelik melanjutkan pengumuman dari Tante.

Kami semua yang ada disini lalu tepuk tangan …

“Wihhh tunangan nih … Cieeeeee” teriak gue sambil siul.

Semua yang ada disini tertawa …

Gue lalu menoleh ke arah para jomblo yang belum ketemu sama jodohnya, setau gue ada Gracia, Kak Elaine, Jonny, Sinka dan Kak Naomi. Mereka menatap gue dengan muka segaris, sombong dikit lah sekali-kali biar gue seneng … DuhDek -_-

“Kapan mau nyusul? Disini ada yang mau sekalian?” tanya gue sambil nyengir.

“Nggak!” jawab mereka sempak eh serempak.

“Wah padahal ini lagi open pertunangan ya …” ujar gue.

Shani terus menahan tawanya karena mendengar lawakan gue, sedangkan seisi rumah udah pada heboh.

Gaby dan Kelik berdiri, kami semua ikut berdiri … Mereka berdua lalu bertukar cincin, ah romantis banget, baru kali ini lihat dan merasakan jadi penonton. :v

“Ah gue mau balas dendam sama mereka berdua” ucap gue dengan semangat berkobar-kobar.

“Balas dendam apaan?” tanya Gracia heran.

“Waktu itu kan dia foto gue sama Shani pas ciuman sehabis acara pertunangan gue. Inilah saatnya …” jawab gue.

“Ih kamu jahat deh sayang” ujar Shani tapi sambil tertawa.

“Sekali-kali lah jahat dikit” balas gue.

Kami semua tertawa. Sumpah ini absurd banget, kemarin saay gue tunangan boleh aja di kerjain. Tapi hari ini adalah hari balas dendam gue, karna isi dompet gue juga terkuras …

“Hiihhh jahat kok setengah-setengah dek” celetuk Kak Elaine.

“Iyanih Willy … Parah banget deh, eh iya pasti nanti di traktir makan” ucap Sinka.

BHAHAHAHA

“Anjirr malah makanan yang dipikirin” ucap gue.

“Sinka mah makanan mulu, pantesan pipinya kayak airbag” celetuk Jonny.

“Ih apaan sih Kak, jahat amat sama adek nya yang lucu satu-satunya di muka bumi” ujar Sinka.

“Sin … Jangan mulai kumat deh pede nya” ucap Kak Naomi malas. -_-

Setelah itu semua keluarga besar disini pada bergiliran memberi ucapan selamat ke Gaby dan Kelik. Kami teman-temannya sekaligus saudaranya juga ikut senang. Dan sekarang sedang mengantri untuk memberi selamat.

“Eh semuanya siap-siap ya …” ucap gue.

Shani, Gracia, Sinka, Jonny, Kak Elaine dan Kak Naomi langsung bersiap mengikuti gue. Dan inilah saatnya balas dendam. :v

“Selamat ya … Semoga langgeng hubungannya dan juga cepet-cepet nikah dan punya banyak momongan, dan juga jangan lupa ‘syukurannya’ karena saya ini perwakilan dari semua teman-teman yang tidak bisa hadir kesini” ucap gue.

Ini mereka yang ikut gue malah Cuma bisa nahan malu karena tingkah konyol gue, sangat sangat sulit untuk di cegah. *plak

“Amin amin …. Doa’in yang terbaik aja ya semua … Makasih juga udah datang” ucap Gaby dan disambung oleh Kelik.

“Iya sama-sama” balas kami serempak. ^,^

“Eh jangan lupa selfie …” ujar Gracia.

“Yuk selfie sekarang, buat kenang-kenangan” balas Gaby.

Lalu Gracia mengeluarkan Hp dari tas kecil yang entah apa isinya gak tau juga. Kami lalu berpose bersama, tapi gue seorang yang belum ikut mereka pose.

“Eh sayang, sini buruan mau ikut selfie enggak sih” ajak Shani.

“Iya nih dek, tadi katanya mau balas dendam” tambah Kak Naomi.

“Eh balas dendam?” ucap Gaby dan Kelik kompak.

“Ah ceritanya nanti aja, yang penting sekarang selfie. Wil ayo buruan ikut selfie!” ajak Jonny.

“Gue mah ogah!” balas gue sambil sok ngambek.

“Kenapa?” ucap mereka bertanya-tanya.

“Gue kan laki, masa selfie sih …”ujar gue.

“Lah terus kalau gak selfie, apaan?” tanya Gracia penasaran.

“Laki itu ya bambang kek, paijo atau siapa lah terserah, laki kok selfie … Selfie kan cewek” jawab gue. :v

“Kampret …” balas Jonny dan Kelik.

Udah deh ngelawaknya, saatnya kita semua selfie! :v

Kami semua lalu bersiap selfie …

“Cheersssssss” ucap gue.

Dan jadilah beberapa foto selfie kami, dan tentunya udah gue sebar ke semua anak sekolahan biar pada ribut minta traktiran, wkwkwk.

_ _ _ _

 

Acara sudah selesai dan semua sudah pulang, kecuali keluarga gue, keluarga Gaby dan Kelik, keluarga Shani dan satu lagi keluarga Gracia tapi tanpa kehadiran Ve.

Eh sekarang kan gue ada janji mau malam mingguan sama Ve, untung gak lupa. Bisa ngambek nanti dia. Gue menoleh kearah Shani yang tertidur dipundak gue, kasihan mungkin dia kecapean. Langsung bawa ke kamar aja deh, biar Shani istirahat.

“Permisi ya semuanya, mau angkat anak ini ke kamar dulu” pamit gue ke mereka.

“Hati-hati nak” ucap Mama dan Mama Indira. *cieelah

Gue lalu mengangkat Shani menuju kamar, dan sesampainya dikamar gue merebahkan Shani diatas kasur. Lalu gue melepas sepatu yang dia pakai dan menyelimuti nya. :v

“Good night Shani” bisik gue.

Gue lalu mengecup kening Shani, lalu keluar kamar dan menutup pintunya. Perlahan gue mengendap ke kamar Mama gue dan mengambil sesuatu, kemudian mengirim pesan singkat ke Mama.

“Ma, aku pinjam mobilnya ya … Salam sayang dari anak Mama yang ganteng. Willy ^^”

Abaikan saja barusan :v

 

Setelah mengirim pesan singkat, gue masuk ke sebuah kamar dan turun melalui jalur darurat yaitu jendela kamar Gaby. Gak ada yang spesial dari jalur ini, hanya saja ini adalah jalan kabur paling aman, karena ada tangga besi daruratnya. Bayangin aja ada :v

“Ah berhasil …” ucap gue.

Gue lalu berjalan menuju depan rumah, karena semua mobil diparkirkan disana.

Gue masuk ke mobil dan menyalakan mesinnya. Hp gue tiba-tiba bergetar, sepertinya ada pesan yang masuk. Dan saat dicek ternyata ada dua notif yaitu sms dari Mama dan Line dari Ve.

Mama : Boleh main, asal jangan pulang pagi lagi.

Aduh kenapa bahas masa lalu lagi sih. Emang sih pernah pulang pagi, itu pun gara-gara mau kena begal. -_-

Gue : Iya mah, gak akan pulang pagi kok.

Lalu gue melihat chat Line dari Ve, dia kayaknya gak sabar jalan sama cowok unik kayak gue ini. *lempartombak

Jessica Veranda : Jemput aku jam berapa yang … Jangan sampai keduluan Mama, Papa sama Gracia.

Willy D : Iya sayang ini lagi mau otw J

Tak lama Ve membalas chat gue …

Jessica Veranda : Aku tunggu yah …

 

Gue pun langsung melajukan mobil ini ke rumah Ve, mungkin agak lama karena begitu sampai depan komplek ada kemacetan akibat ada valak naik motor ke tabrak sesama pengguna motor. Oke abaikan si valak.

30 menit perjalanan gue akhirnya sampai didepan rumah Ve, lalu gue klakson beberapa kali …

Tin tin tin …

Jangan dilanjutkan lagi, ntar digebukin warga sini.

Tak lama gerbang terbuka dan muncul sesosok bidadari dari kayangan, dia adalah Ve. Dan malam ini Ve terlihat lebih cantik dari yang biasanya gue lihat. Dia masuk ke dalam mobil dan duduk …

“Gimana acara nya tadi, seru enggak?” tanya Ve.

5 detik

10 detik

15 detik

Tak ada respon apapun dari gue, karena gue masih melongo melihat kecantikan selingkuhan gue. *plak *abaikan

“Kok bengong sih, kamu kenapa? Sakit?” tanya Ve khawatir.

Dia pun menempelkan telapak tangannya di dahi gue, lalu mengelus pipi gue.

“Kamu kenapa sih? Aku khawatir nih” ucap Ve sambil mewek.

“Eh eh …. Maaf sayang ini kok malah jadi bengong sih” ucap gue langsung tersadar.

“Kamu kok bengong sih, aku kan Cuma nanya itu doang” balas Ve.

“Ini tadi aku bengong gara-gara lihat kamu tau …” ucap gue malu-malu ngeselin.

“Kok aku?” tanya Ve sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

“Habisnya kamu beda, kelihatan lebih cantik malam ini” jawab gue apa adanya, karena emang gitu kenyataannya.

“Ih … Apaan sih, gombal deh”

Ve merespon ucapan gue sambil menutup mukanya, mungkin kalau pasti pipi chubby nya jadi merah kayak tomat. :v

“Enggak gombal kok, serius” ujar gue.

“Udah ah buruan jalan, ntar gak jadi-jadi nih …” ucap Ve.

Gue Cuma tersenyum dan turutin aja permintaan dia, gue pun melajukan mobil ini (Lagi).

Setelah lamanya perjalanan dan dipenuhi debat dengan Ve, karena mau jalan ke mana. Dan akhirnya kami berdua sepakat memilih untuk makan malam di sebuah restoran di sebuah mall 100 huruf. (Dua huruf terlalu mainstream jadinya milih 100) :v

Tak lama sesudah sampai di mall 100 huruf dan memarkirkan mobil, gue dan Ve masuk dan berkeliling ke beberapa penjuru mall. Kami berdua sambil bergandengan tangan …

“Sayang kita mampir ke toko buku dulu yuk … Ada yang mau aku beli” ajak Ve.

“Ayo …” balaa gue tersenyum.

Kami berdua lalu masuk ke salah satu book store. Ve sibuk mencari buku yang dia cari, sedangkan gue Cuma ikutin di belakangnya aja.

“Kamu mau cari buku apaan sih, sayang?” tanya gue.

“Mau cari buku tentang resep masakan” jawab Ve yang masih sibuk sendiri.

“Wihh mau belajar masak nih ceritanya?” tanya gue sambil ikut mencari buku.

“Iya dong, ntar kalau aku gak bisa masak. Kamu sama anak-anak kita mau makan apa coba?” ucap Ve.

Wow mikirnya udah jauh banget Veranda, gue aja malah belum kepikiran sama sekali. :v

“Mau banget ya sayang nikah sama aku, terus nanti punya anak?” tanya gue sambil tersenyum.

“Ya mau lah, siapa sih yang gak mau punya hubungan yang awet” jawab Ve.

Tiba-tiba saat Ve berbalik ke menghadap ke rak buku lagi, ada yang menyenggolnya …

Brukkk …

Gue langsung menangkap badan Ve yang nyaris jatuh, untung masih ketangkep gue. Kalau enggak bisa lecet nih kulit halusnya. :v

“Kamu gapapa kan sayang?” tanya gue khawatir.

“Udah … Aku gak kenapa-napa kok sayang” jawab Ve.

“Eh sorry gue gak sengaja …” ucap orang itu.

Dan saat gue dan Ve melihat ke arah orang itu ternyata dia adalah ….

 

 

To Be Continued …

 

 

Created By : Willy Debiean

 

 

 

 

Note :

Akhirnya part 10 selesai juga, setelah lama banyak masalah kini Iridescent Part ke 10 bisa agak panjang lagi … Dan disini mulai dijelaskan misteri-misteri part sebelumnya, dan terungkaplah siapa dalang masalah nya.

Terima kasih buat kalian para pembaca setia ff buatan gue, thanks buat dukungan kalian selama ini. Gue bakal berusaha yang terbaik di part-part berikutnya, jadi mohon bantuan nya.

Terima kasih juga buat Bang Ical yang udah post tiap part nya, walaupun gue sering telat mulu. Hampir tiap pekan pula. Gomen ya bang ^^

Masukan berharga kalian sangat manjur dan berguna sekali … Thanks ya sekali lagi ^,^

 

Kritik & Saran :

Twitter : @wi_debiean92

Id line : wi_debiean92

E-mail : willydebiean@yahoo.com

Iklan

2 tanggapan untuk “Iridescent Part 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s