Cinta & Sepak Bola, Part 41

2016-01-28_17.21.21

Pelatih mengambil sesuatu dari dalam tasnya

“ Ini.. “ pelatih memberikannya pada Riyan

“ Mendali?? “ Riyan terlihat kebingungan melihat pelatih memberikan 2 mendali padanya

“ Iya, kamu menyambar 2 gelar sekaligus, best player dan juga top skor di piala Asia kemarin, tapi karena setelah pertandingan usai kamu tiba-tiba pingsan, jadi panitia hanya menitipkannya pada saya. “ jelas pelatih

Wajah Riyan seketika berbinar-binar mendengar dirinya menyambar 2 gelar sekaligus pada kejuaraan Asia itu

“ Waahh… selamat yah. “ kata Sinka girang

“ Aku yang dapet, kenapa kamu yang seneng banget kelihatannya. “ kata Riyan

“ Emang gak boleh seneng apa, liat pacarnya dapet penghargaan, “ kata Sinka

“ Iya boleh, makasih yah. “ kata Riyan

Sinka hanya membalas dengan anggukan kecil sambil tersenyum manis

“ Ya sudaah kalau begitu saya pamit  “ kata pelatih

“ Buru-buru banget pelatih? “ tanya Riyan

“ Iya, masih ada urusan yang harus saya selesaikan “ jawab Peatih

“ Ya udah, pelatih hati-hati di jalan. “ kata Riyan

Pelatih pun beranjak dari kamar itu, tapi langkahnya terhenti saat akan membukan pintu

“ Pelatih. “ panggil Riyan

Pelatih menoleh ke arahnya

“ Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk menjenguk saya. “ kata Riyan

Pelatih hanya membalas dengan anggukan dan senyuman kecil, lalu bergegas  keluar dari kamar itu dan  langsung pergi dari rumah sakit itu.

~oOo~

(di kantin rumah sakit)

“ Kalian mau pesan apa, biar gue yang pesenin?? “ tanya Aangk

“ Samain aja semua Angk, biar gampang. “ jawab Ve

“ Iya, biar kompak juga. “ celetuk Rona

“ Ya udah, gimana kalau nasi goreng aja, minumnya es teh manis “ kata Aangk

“ Setujuh. “ balas Naomi dan lainnya

Aangk pun langsung pergi untuk memesan makanan, sedangkan yang lain menunggunya di salah satu meja di sana,

Sedari yang di lakukan Andri hanyalah melamun, ada sesuatu yang mengusik pikirannya sedari tadi, ntah pikiran apa yang mengusiknya

*******

Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar di mana Riyan di rawat, mereka langsung pamit pulang pada Riyan karena hari sudah berganti malam

“ Yan, kita balik duluan yah. “ kata Yusuf

“ Iya, udah malam nih, Yupi juga udah ngantuk “ sambung Yupi

“ Ya udah, thank’s ya udah mau jenguk gue “ kata Riyan

“ Lu kayak sama siapa aja sih, kita itu udah temenan dari kecil, jadi kalau salah satu dari kita ada yang sakit, kita wajib jenguk dia, “ kata Aangk

“ Iya bener tuh kata Aangk. “ tambah Yusuf

Riyan hanya tersenyum kecil melihat perhatian para sahabatnya itu yang sangat tulus, dia sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka

“ Ya udah, kita pamit,kamu cepet sembuh yah, “ kata Naomi

“ Iya, kalian hati-hati, “ kata Riyan tersenyum

“ Ayok Mel, kita pulang “ajak Ve pada Melody

“ Aku nanti aja, masih mau nemenin Riyan di sini. “ jawab Melody

“ Ya udah kalau begitu, kita duluan yah. “ kata Ve

Mereka langsung berbegas keluar dari kamar itu, tapi langkah Naomi terhenti saat melihat Sinka yang masih duduk di samping Riyan dan tidak beranjak sedikit pun

“ Kamu gak ikut pulang Sin? “ tanya Naomi

“ Nanti aja kak, aku mau temenin Riyan juga sama kak Melody. “ jawab Sinka

“ Ya udah, jangan malem-malem pulangnya yah, langsung pulang “ pesan Naomi

“ Iya kak, nanti aku langsung pulang kok “ kata Sinka

Naomi berjalan menyusul yang lain yang sudah berjalan menuju parkiran di rumah sakit itu

Sinka dan Melody kembali mengobral dengan Riyan sampai tak terasa hari sudah malam, Sinka dan Melody harus pulang takut kemaleman di jalan karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam

“ Aku pulang dulu yah, “ pamit Sinka pada Riyan

“ Iya hati-hati di jalannya, I Love You. “ kata Riyan itu berhasil membuat wajah Sinka merah merona

Sinka hanya senyum-senyum saja mendengar Riyan mengatakan kalimat yang membuat hati setiap wanita yang mendengarnya bahagia

“ Udah, cinta-cintaannya nanti aja, kamu harus istirahat biar cepat pulih. “ kata Melody

“ Iya, dasar bawel “ gumam Riyan

Setalah itu Sinka dan Melody pun berjalan keluar dari kamar itu, tapi langkah Sinka terhenti saat di depan pintu, dan berbalik badan menatap Riyan

“ I love you to. “ kata Sinka dan langsung pergi, takut Riyan melihat wajahnya yang merah merona

Senyuman terukir di wajah Riyan mendengar kata-kata itu, dia tau bagaimana wajah Sinka yang memerah karena tersipu malu harus mengucakpan kata I love you pada nya

******

Sudah satu minggu Riyan berada di rumah sakit, selama itu pula keadaannya semakin hari semakin membaik, dan besok dia sudah boleh keluar dari rumah sakit

Saat itu pula Sinka setiap hari yang menemainya di rumah sakit selama Riyan masih di rawat di sana

“ Ouh iya, kata kak Aangk para pemain timnas akan berlibur ke bali setelah kamu pulih, kamu ikut kan sayang? “ tanya Sinka

“ Tadi kamu bilang apa, SAYANG?? “ goda Riyan

“ Emang kenapa? Gak boleh bilang sayang sama pacar sendiri? “ balas Sinka dengan pipi yang memerah

“ Cie.. udah berani bilang sayang niee.. “ goda Riyan

“ Udah ah, jadi kamu ikut gak? “ Tanya Sinka mengalihkan pembicaraan

“ Aku bakal ikut kalau kamu juga ikut. “ jawab Riyan

“ Kok gitu sih? “ kata Sinka heran

“ Yah iya lah, kalau kamu gak ikut nanti aku sendirian di sana “ kata Riyan

“ Kan sama temen-temen kamu juga “ kata Sinka

“ Ya tetap aja separuh jiwa aku itu ada di kamu, kalau kamu ikut, aku pasti ikut, “ kata Riyan tersenyum jail pada Sinka

“ Ih, kok gitu banget sih senyumnya “ kata Sinka

Tapi Riyan tidak membalas, dia terus tersenyum seperti itu pada Sinka

“ Iya, iya aku ikut, sekalian aku juga mau refreshing.” Kata Sinka

~oOo~

Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba dimana Riyan keluar dari rumah sakit, dan yang menjemputnya tidak lain tidak bukan adalah sahabat-sahabatnya

“ Udah beres semuanya.. “ kata Aangk

“ Udah, semua baju kak Riyan juga udah aku kemasi dalam tas, “ balas Sinka sambil menunjukan tas yang di bawanya

Mereka langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu menuju tempat tinggal mereka, sesampainya disana, Riyan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat kembali

“ Lu istirahat lagi aja, gue sama yang lain mau urusan keberangkatan kita ke bali.. lu jadi ikut kan? “ kata Aangk

“ Iya nih, pelatih minta kita bantuin buat urus persiapan libur ke bali, soalnya banga Agus (assisten pelatih) lagi pulang kampung, jadi pelatih kerepotan ngurusnya. “ jelas Yusuf

“ Iya, gue jadi ikut “ kata Riyan

“ ya udah, kalian hati-hati, kalau udah selesai langsung pulang “ pesan Naomi

“ Iya bawell. “ celetuk Aangk

Lalu Aangk, Andri dan juga Yusuf langsung pergi menemui pelatih untuk membantu mengurus tiket keberangkatan mereka ke bali untuk berlibur

“ Gimana kondisi Riyan sekarang? “ tanya pelatih saat sudah bertemu dengan mereka bertiga

“ Dia udah keluar dari rumah sakit, pelatih “ jawab Aangk

“ Iya, baru aja Riyan sampai di rumah “ kata Yusuf

“ Syukur deh kalau dia udah keluar dari rumah sakit “ kata pelatih

Mereka langsung pergi untuk mengurus semua persiapan keberangkatan mereka ke bali, mulai dari tiket sampai Hotel yang akan mereka tempati di bali nantinya

Setelah selesai mengurus semuanya, dan lusa mereka akan berangkat kebali karena menunggu Riyan pulih 100%

“ Terima kasih yah kalian udah mau membantu. “ kata pelatih

“ Ah pelatih kaya sama siapa aja sih, ini juga kan buat kita juga “ kata Yusuf

Pelatih menyadari kalau ada yang berbeda dengan sikap Andri belakangan ini, dia lebih sering berdiam dari pada bicara

“ Kamu kenapa Andri, lagi ada masalah, saya lihat akhir-akhir in kamui jadi pendiam gini gak kayak biasanya? “ tanya peatih

“ Gak apa-apa pelatih, saya baik-baik aja. “ jawab Andri

“ Serius? “ tanya pelatih lagi

“ Iya pelatih, beneran. “ balas Andri seadanya

“ Ya udah, kalau kamu lagi ada masalah, kamu cerita sama rekan-rekan kamu, jangan di atasi sendiri, barangkali mereka bisa bantu. “ kata pelatih

Andri hanya mengangguk kecil menandakan dia mengerti apa yang di maksud oleh pelatih

“ Dengerin tuh kata pelatih, jangan di hadapi sendiri aja masalah lu, kalau lu berbagi sama kita, kita pasti bantu, ya gak Suf? “ kata Aangk

“ Iya, bener tuh kata Aangk. “ kata Yusuf

“ Iya gue tau. “ kata Andri datar

“ Ya udah pelatih, kalau begitu kita langsung pamit pulang aja “ kata Aangk

“ Ya udah, kalian hati-hati di jalannya, sekali lagi terima kasih. “ balas Pelatih

“ Siap pelatih, “ kata Aangk

Mereka pun beranjak pergi meninggalkan tempat itu dan langsung pulang ke rumah

~oOo~

Malam harinya, Ve dan Melody sudah siap dengan koper dan tas mereka, malam ini juga mereka akan kembali ke Bandung karena masih ada urusan dengan perkuliaha mereka

“ Kak Ve gak nanti aja pulangnya, nanti sekalian pas kita berangkat ke Bali? “ tanya Aangk

“ Gak bisa Angk, kakak udah izin gak masuk kuliah cukup lama, kakak besok juga harus berangkat “ lawab Ve

“ Ya udah deh, kakak hati-hati di jalannya. “ kata Aangk

Sedangkan sebelum pulang Melody menasehati Riyan soal kondisinya

“ Kamu harus banyak istirahat, inget kata dokter jangan main bola dulu sampai bahu kamu benar-benar sembuh toal, ngerti?? “ kata Melody

“ Iya bawel.. “ kata Riyan

“ Sinka, tolong kamu jaga Riyan yah, kalau dia bandel jewel aja telinganya “ Kata Melody

“ Emang gue anak kecil apa? “ kata Riyan datar

“ Siap kak, aku bakal awasi dia 24 jam. “ kata Sinka

“ Ya udah, kalau begitu kakak pamit, “ kata Melody

Lalu Ve dan Melody pun bergegas pergi dari rumah itu untuk kembali ke Bandng lagi/

~SKIP~

2 hari sudah berlalu, dan hari ini adalah hari keberangkatan para pemain timnas beserta orang yang mereka ajak ke bali

“ Sudah siap semuanya? “ tanya pelatih

“ Siap pelatih. “ jawab mereka kompak

Mereka langsung memasuki pesawat yang akan mengantar mereka ke bali, hampir semua orang yang mereka ajak adalah pacar, kakak, atau adik mereka masing-masing, tapi lebih banyak yang membawa pacarnya ketimbang kakak atau adiknya

Dalam perjalanan yang menempuh waktu 7 jam itu mereka habiskan dengan mengobrol, main hp, bakhan tidur karena 7 jam bukanlah waktu yang sebentar

“ Ahkirrnyaaa…. gue ada di Bali… “ kata Yogi girang saat mereka sampai di bali

Akhirnya mereka sampai di Bali setelah perjelanan yang sangat melelahkan itu, dan setiba di Bali mereka langsung menuju ke hotel yang akan mereka tinggali

“ Udah gak sabar gue mau istirahat, cape banget “ kata Aangk saat di perjalanan menuju hotel

“ Iya, sama gue juga udah cape banget. “ sambung Yusuf yang berada di sampingnya

Sesampainya di hotel, mereka langsung memasuki kamar yang sudah di sediakan untuk masing-masing, tapi Sinka, Naomi, Rona dan Yupi tidak sekarang Dengan Aangk dan lainnya, melainkan sudah di sediakan kamar untuk wanita

“ Aaahh…. akhirnyaaa… bisa tiduran juga gue. “ ucap Aangk langsung berbaring di atas ranjangnya

Sedangakn Riyan sedari masuk ke kamar hotel itu sibuk dengan Hpnya terus, ternyata dia sedang berkirim pesan dengan Sinka yang berbeda kamar dengannya

“ Nanti sore temenin aku liat sunset yah “ pinta Sinka dalam pesannya

“ Iya, nanti aku temenin deh “ balas Riyan 

Aangk sadar dengan tingkah Riyan yang tiba-tiba senyum-senyum sendiri, itu membuatnya terlihat aneh

Aangk menyenggol lengan Yusuf yang ada di sebelahnya untuk melihat ke arah Riyan yang sedang tersenyum-senyum sendiri

“ Dia kenapa? “ bisik Aangk

Yusuf hanya mengangkat kedua bahunya, bertanda dia juga tidak tau

Tapi seketika Aangk sadar dengan Hp yang di pegang oleh Riyan, dengan cepat dia merebut Hpnya dari tangan Riyan

“ Angk, apaan sih lu, balikin gak Hp gue. “ kata Riyan

Tapi, Aangk sudah terlanjur membaca pesan yang di kirimnya pada Sinka dan itu membuat Aangk tersenyum penuh kecurigaan

“ Maksudnya apaan nih kirim pesannya kok pake kata sayang-sayangan segala?? “ goda Aangk tersenyum jail

“ Inbox’an sama siapa Angk? “ tanya Yusuf penasaran

“ Sama siapa lagi kalau bukan sama Sinka. “ jawab Aangk sedikit berteriak

Yusuf dan Andri yang mendengarnya cukup terkejut.

“ Serius Angk? “ tanya Yusuf Antusias

“ Iya, baca aja nih. “ jawa Aangk langsung melemparkan Hp Riyan sebelum diambil lagi oleh Riyan

“ Balikin gak Hp Gue.. “ kata Riyan mulai kesal

Tapi Yusuf juga sudah membasa pesannya itu yang membuatnya tertawa kecil, tapi akhirnya Riyan bisa merebut Hpnya kembali

“ Lu pacaran yah sama Sinka?? “ tanya Yusuf

Riyan agak panik untuk menjawabnya, dia hanya diam sambil terus menatap layang Hpnya itu

“ Udaahh ngaku aja deh. “ kata Yusuf lagi

Mau tak mau, Riyan harus memberitaukan hubungannya dengan Sinka pada mereka bertiga

“ Iya,iya. Gue emang pacaran sama Sinka. “ jawab Riyan datar

Sontak yang mendengarnya terkejut, dari yang dulunya sanat membeci, malah sekarang tumbuh cinta di antara mereka berdua

“ Cie..cie.. dulu aja benci banget sama Sinka, tapi sekarang malah pacaran, “ kata Aangk sedikit menggodanya

“ Ya namanya juga cinta Angk, bisa mengubah segalanyam iya gak Dri. “ kata Yusuf pada Andri

Tapi Andri hanya mengangguk kecil tanpa berucap apapun sedari tadi,

“ Berungtung banget Riyan, cintanya bisa bersatu. “ kata Andri miris dalam hatinya

~oOo~

Di kamar lain, saat yang lain sibuk dengan pikirannya masing-masing, tbia-tiba pesan masuk ke Hp Rona yang sedari tadi asyik dengan Hpnya itu

Rona cukut terkekeh membaca pesan itu sambil tertawa kecil, lalu dia menyenggol lengan Naomi yang berbaring di sebelahnya

“ Baca deh. “ bisik Rona

Naomi juga terkekeh setelah membaca pesan itu, pesan yang terdiri dar 4 rangkai kata itu memberitahukan rahasia yang tidak mereka ketahui

“ Kayaknya sudah ada yang punya pacar Nih. “ celetuk Rona

“ iya ya Ron, tapi kenapa yah dia gak kasih tau kita “ tambah Naomi

Sinka dan Yupi pun menjadi heran setelah mendengar dua wanita cantik itu berkata

“ Siapa kak yang pacaran?? “ tanya Yupi

“ Ciri-cirinya, anaknya gendut, kalau tidur susah bangunnya terus suka banget pake jaket bermotif panda “ jawab Naomi melirik ke Sinka dengan ekor matanya

Sinka yang menyadari kalau ciri-ciri itu, mirip dengannya akhirnya tertawa kecil sambil manggaruk kelapanya yang tidak gatal

“ Hehe “ tawa kecilnya

Naomi dan Rona langsung berjalan menghampiri Sinka yang sedang duduk dekat jendela kamar

“ Kenapa kamu gak kasih tau ke kakak kalau kamu udah pacaran?? “ tanya Naomi seperti sedang menginstograsi penjahat

“ Iya, kenapa? Udah pacarannya sama Riyan lagi? “ kata Rona juga dengan nada yang sama

“ WHAAATTT…???? kak Sinka pacaran sama kak Riyan? “ kata Yupi cukut terkejut tapi agak lebay dikit

“ Coba jelasin kenapa? “ tanya Naomi pada Sinka

Sinka sedari tadi hanya tertawa kecil saja, hubungannya dengan Riyan sudah terbongkar

“ Kakak tau dari mana? “ tanya Sinka

Rona pun langsung memberikan Hpnya pada Sinka, dan menunjukan sebuah pesan yang di kirim oleh Aangk

“ Sinka pacaran sama Riyan. “ isi pesan itu

“ Iya iya, aku bakal jelasin sama kalian. “ kata Sinka pasrah.

TO BE CONTINU

 

BY : @Gue_nawa123

Iklan

6 tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 41

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s