Another World, Part11

“Mereka berdua nggak ada di rumah.”
Dzikri keluar dari sebuah rumah.Lalu ia menuju ke sekolahnya.Sesampainya disana ia langsung menuju ke taman belakang.Ternyata disana ada orang lain.Orang itu tampak melipat tangan sambil menutup matanya.

“Dia kan….”

Dzikri mengamati orang itu.

“Ngapain dia disini?Pake merem-merem segala lagi.”

Ia pun berinisiatif menghampiri orang itu.Dan saat orang itu membuka mata,

“Lo..Eka,kan?”Tanya Dzikri.

“Dan lo Dzikri.Temennya Uma?”

Rupanya orang itu adalah Eka.Dzikri pun mengangguk.

“Ohiya,lo lagi ngapain disini?”tana Dzikri.

“Nggak ngapa-ngapain.Cuma pengen tau kenapa bisa jadi kayak gini.”jawab Eka.

“Kayaknya gw tau penyebabnya.”

Eka menoleh.

“Uma sama Sagha.”ucap Dzikri.

“Darimana lo tau?”

“Hmmm…kemaren….”

~o0o~

Uma dan Sagha menyusuri hutan.Merka menyingkirkan ranting-ranting dan tanaman menjalar yang menghalangi jalan setapak yang mereka lalui.

“Ma…masih jauh ya?”Tanya Sagha.

“Kayaknya sih iya.Bentar-bentar,bukannya elo yang tau arahnya?”ucap Uma.

“Gw tau arahnya,Cuma kalo lokasiya gw belum jelas.”

Mereka kembali berjalan.

“Tapi,kayaknya ada yang aneh.”ucap Uma.

“Apanya?”tana Sagha.

Uma berhenti dan mengamati keadaan sekitar.

“Kenapa ini utan sepi banget?”ucapnya.

“Hahahaa…dari jaman tai kucing rasa coklat,yang namanya hutan ya sepi lah.”ucap Sagha.

Uma menepuk keningnya sendiri.

:Hadeuuhh..maksud gw bukan gitu.Disini nggak ada makhluk halus sama sekali.”

“Eh,,beneran?Bukain mata batin gw dong.”

Sagha memjamkan mata dan Uma menepuk bahunya.

“Eh..kok nggak ada apa-apa?”Tanya Sagha.

“Kan udah gw bilang sepi..!!!!”

~o0o~

“Jadi gitu?”

Dzikri mengangguk.

“Sekarang ini,mereka berdua pada nggak ada di rumahnya.Pasti mereka lagi pergi ke suatu tempat.”ucapnya.

“Trus?”

“Gw lagi nyariin mereka.Dan gw pengen mastiin apa bener taman jadi gini karena mereka.”

Eka memandang taman belakang sekolsh yang masih belum diperbaiki.

“Gw pergi dulu.Gw mau nyari mereka lagi.”ucap Dzikri.

PLEGKK

“Tunggu.”Eka memegang pundaknya.
Dzikri pun menoleh.

“Kenapa?”

“Lo nggak boleh nyari mereka.”

“Punya urusan apa lo ngelarang gw?”Tanya Dzikri.

”Terlalu berbahaya.”jawab Eka.

“Lepasin!!”Dzikri menepis tangan Eka.

TAGKK

“Arrghh….”

HAP

Eka menangkap tubuh Dzikri yang terjatuh.Ia pingsan.

“Sorry,gw yang harus ngelakuin ini.”

~o0o~

“Nah..beres.”

“Hmmm..jadi itu yang lo bawa?Pantes kelihatan berat.”

Sagha sudah selesai mendirikan tenda.Sedangkan Uma menata kayu-kayu kering.

“Hehehe..gw pinter kan?”ucap Sagha.

“Udah-udah,sekarang lo ambil korek di tas gw.”ucap Uma.

“Buat apaan?”

“Buat bakar bulu ketek lo.Ya buat nyalain ini lah.”Uma menunjuk kayu yang disusunnya.

“Ooohh..itu?Kelamaan kalo pake korek.”

Lalu Sagha mengambil kapurnya dan menggambar sebuah segel.

WOARRRRR

Api menyala dan membakar kayu-kayu itu.

“Nah..kalau gitu kan cepet.”

Sagha pun duduk di samping Uma.

“Kalau masalah api,nggak usah pake korek.”ucapnya.

“Gw tau.Tapi,sebaiknya lo simpen tenaga buat besok.”

Uma memandang hutan yang terlihat semakin lebat dan gelap itu.

“Kita nggak tau,apa yang bakal kita hadapi besok….”

~o0o~

keesokan harinya

“Emhh..??”Dzikri terbangun.

Saat ini ia sudah berada di kamarnya.Ia pun keluar.

“Eh..kamu udah bangun?”Tanya Ibunya.

“Iya,Bu.”jawab Dzikri.

“Tau nggak,kamu udah tidur dari kemaren sore?Kayaknya kamu kecapekan banget ya?”

“Hehh..??Kemaren sore?”

“Iya.Bukannya kemaren kamu ketiduran waktu main?”

“Lahh..beneran,Bu?Trus,yang nganterin aku pulang siapa?”

“Temen kamu.”

“Temen?Siapa?”

“Ibu nggak tau namanya.Mmmm..dia pake kacamata.”

Dzikri terkejut.

“Hmmm..Eka….”

~o0o~

Terlihat Ayana,Beby dan Viny sedang berada di taman kota.Viny yang tengah sibuk dengan novelnya,Beby asyik dengan handphonenya sedangkan Ayana hanya diam memikirkan sesuatu.Hingga akhirnya…

“Aaaahh…bosen….”keluh Beby.

Ia pun meletakkan handphonenya di bangku.

“Kenapa sih,Beb?Kan udah biasa kayak gini.”ucap Viny.

Ia masih belum teralih dari novelnya.

“Ya masa ma uterus-terusan gini?”Tanya Beby.

“Trus kamu mau ngapain?”

“Aku sih berharap ada cowok yang ngajakin jalan.”

“Oh iya,kamu kan jomblo ya?”

“Emang kamu enggak?Wleeekk….”

Ayana hanya terdiam di samping mereka.Ia masih saja memikirkan….

“Ay,kok diem aja?”Tanya Beby.

Ayana tetap diam.

“Ay..Ayana….”

“Uma….”ucap Ayana.

“Eh..Uma..??”

“Eh…tadi itu….”Ayana tersadar dari lamunannya.

“Ecieee…Ayana….”

Seketika wajah Ayana memerah.

“Vin..ada yang lagi jatuh cinta nih.”ucap Beby.

Viny menutup novelnya dan menoleh.

“Bebran ,Ay?”tanyanya.

“Eh..apanya?”Ayana mengelak.

Viny mengangkat alisnya 2x.

“Iiihh..apaan sih??Udah ah….”Ayana memalingkan wajahnya.

“Hahahaa….”Viny dan Beby tertawa.

Beberapa saat kemudian,

“Eh,bukannya itu….”Beby menunjuk.
Viny dan Ayana pun menoleh.

“Eh,iya..Shania….”panggil Viny.

Kemudian seorang gadis menghampiri mereka.

“Kalian..Ayana,Beby,Viny.”ucap gadis bernama Shania itu.

“Ah..iya.Sini duduk dulu.”ucap Beby.

“Kamu apa kabar?Lama nggak ketemu.”ucap Viny.

“Aku baik-baik aja.Kalian sendiri?”Tanya Shania.

“Ya..kayak gini….”

“Hahaha….”

“Iiiihh….kalian ini apaan sih..??”ucap Ayana kesal.

Wajahnya kembali memerah.Beby menceritakan kejadian tadi ke Shania.Alhasil Shania ikut-ikutan menggoda Ayana.

Shania adalah sepupu dari Yuvi yang tinggal di kota sebelah.Tahun lalu waktu liburan sekolah,Shania menginap di rumah Yuvi.Dan tentu saja ia tau saat Yuvi meninggal.

“Hmmm…kira-kira,kabarnya sekarang gimana ya?”ucap Shania sambil menatap langit.

Ayana yang mendengarnya pun menunduk.Beby dan Viny ikut terdiam.

“Kalau aja dia masih ada,pasti kita bakalan lengkap.”

“Hmmm..dia pasti udah tenang disana.:ucap Viny.

“Iya bener.”ucap Beby.

“Andai aja kalian tau yang sebenarnya….”batin Ayana.

Tiba-tiba terlihat anak laki-laki yang berlari dari kejauhan.

“Lohh..itu Dzikri kan?”Tanya Beby.

“Mmmm..iya,itu dia.Ngapain dia lari-lari gitu?”ucap Viny.

Beberapa saat kemudian Dzikri sampai di tempat mereka dan berhenti.

“Hosshh..hosshh….”

“Dzik,kamu ngapain lari-lari?”Tanya Beby.

“Iya,kayak orang dikejar anjing.”tambah Viny.

“Aku..aku lagi ngejar…lhoh,Shania ya?”

“Hay,Dzik.Apa kabar?”

Dzikri menceritakan semua.Tentang yang ia ketahui mengenai Uma dan Sagha.

“Emhh..S-Sagha..??”Shania menunduk.

“Shan,kamu kenapa?”Tanya Viny.

Shania sedikit menggeleng.

“Kamu..masih suka ya sama Sagha?”Tanya Beby.

“Eh..itu..aku….”Shania salah tingkah.

“Ehm..ehm…jadi,ada 2 nih yang jatuh cinta.”ucap Beby.

Shania langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah.Sedangkan Ayana masih terdiam menunduk.

“Ay..ngomong napa?”ucap Beby.

“Hmmm..aku tau kemana Uma sama Sagha.”ucap Ayana.

“Hehh..??”

Ayana pun menceritakan semuanya yang ia ketahui.

~o0o~

“Udah belum?’”

“Bentaaar….”

Sagha sedang menata kembali perlengkapan kemahnya ke dalam tas.

“Oke,udah beres.Let’s go!”

Uma mengangguk.Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan.

~o0o~

TAP
TAP
TAP

Eka berlari mengikuti jejak Uma dan Sagha.Tentu dengan kemampuan yang ia miliki sekarang.

“Hutan..??”

Tanpa berpikir panjang ia langsung berlari lagi.

~o0o~

“APAAA…???!!”

Ayana sedikit mengangguk.

“Yuvi..jadi,dia belum tenang di alam sana?”ucap Shania mulai menitikkan air mata.

Kemudian Viny memeluknya dari samping.

“Yang sabar ya,Shan.Bukan cuma kamu yang sedih,kita semua juga.”ucapnya.

“Ay,trus kamu tau kemana mereka perginya?”Tanya Dzikri.

Ayana menggeleng.

“Aduuuhh..gimana ya caranya buat nyari mereka?”

“Oh iya,aku punya foto Sagha.”

Shania mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah foto.

“Ciee..mesranya….”

“Beeb..jangan mulai lagi deh.Ini kan Cuma foto biasa.”ucap Shania.

“Siiip..pas banget.”Dzikri menerima foto itu.

“Trus,ada yang punya foto Uma?”tanyanya.

Viny,Shania dan Beby menggeleng.

“Tanya pacarnya tuh,kali aja punya.”Beby melirik Ayana.

Ayana hanya menatapnya.

“Hehee..bercanda kali,Ay….”ucap Beby.

“Hmmm…Ya udah lah.Aku rasa foto Sagha juga udah cukup.Menurutku mereka nggak mungkin pencar.Kalau terpisah pun,mereka pasti bisa saling mencari satu sama lain.”ucap Dzikri.

“Oke deh,aku nyari mereka dulu ya.Oh iya,Shania.Makasih fotonya.”ucapnya lalu pergi.

~o0o~

TAP
TAP
TAP

Uma dan Sagha masuk semakin dalam ke hutan.Tentu saja keadaannya juga semakin lebat.

“Kenapa berhenti?”Tanya Sagha.

“Ini gerbangnya.”ucap Uma pelan.

“Mana-mana..??Gw pengen liat.”

Lalu Uma menepuk bahu Sagha.Tampak sebuah gerbang raksasa yang sebenarnya tidak bisa dilihat dengan mata biasa.

“Ooohh..kayak gini bentuknya?”
Uma pun segera masuk.

“Eh-eh..tungguin gw.”ucap Sagha.

Setelah mereka masuk..

“Astaga…banyak banget…???!!”Sagha kaget.

Uma sendiri hanya terdiam.Rupanya ada banyak sekali makhluk halus di balik gerbang itu.Nampak mereka menatap Uma dan Sagha dengan tatapan yang tidak menyenangkan.Kemudian mereka mengerumuni Uma dan Sagha.

“GRRRRR…Manusia…apa yang kalian lakukan disini,hahh..???!!”

“Tenang,kami tidak bermaksud mengganggu kalian.”ucap Uma.

“Lalu apa tujuan kalian kemari??!!”

“Kami mencari teman.Dia diculik.”

“Teman?Tidak mungkin.Sebelumnya belum pernah ada manusia yang kemari selain kalian.”

“Bukan,teman kami dari bangsa kalian.”

“Bangsa kami??HAHAHAHA…Jangan bergurau!Mana mungkin kalian manusia berteman dengan bangsa kami.”

“Aku tidak berbohong.Kami benar-benar harus menyelamatkannya.”

“Hahh..!!Sudah cukup,hentikan omong kosongmu itu!Lebih baik,kalian mati dan menjadi sebangsa dengan kami.”

Tiba-tiba aura negative di tempat itu menjadi semakin kuat.Makhluk-makhluk itu mulai mendekati Uma dan Sagha.

“Ma,mereka mau ngapain?”

“Lo siap-siap aja gmbar perisai.”

WUSSSSHHHH….

Tiba-tiba sebuah tombak melesat kea rah mereka.

TRANKKK

Uma menghalaunya dengan pusaran angin.

“Ma..lo nggak pa-pa?”

“Gua nggak pa-pa.Gambar perisainya sekarang.”

Kemudian puluhan makhluk kecil mirip kera bertaring panjang melompat-lompat dan bersiap menerkam.

“Kalau begini….”

Akhirnya Uma membuat puluhan pusaran angin di sekeliling tubuhnya.

SRATTT
SRATTT
SRATTT

Kera-kera itu terpental dan jatuh.

“Hahaha…diajakin main sama monyet lo?”ucap Sagha.

“Bercanda mulu lo.Urusin gambar lo tuh.”ucap Uma.

Dan setelah ia kembali menghadap ke depan..

“Huhh..??Apa itu…???”

*to be continued

Iklan

3 tanggapan untuk “Another World, Part11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s