Angker

“Hoams…”

Seorang pemuda terbangun dari atas tempat tidurnya, sangat malasnya pemuda itu berjalan ke arah kamar mandi seperti biasanya. Pemuda itu adalah anak daerah dari jawa tengah yg pergi ke kota untuk menempuh pendidikan S1 nya di sini. Setelah selesai mandi pemuda itu langsung bergegas pergi ke tempat ia menempuh pendidikannya. Hans! Ya itulah nama dari pemuda yg sedang terburu-buru untuk berangkat ke kampusnya. Naik motor ugal-ugalan dengan rambut jabrik naik keatas! Itulah kebiasannya pemuda yg bernama hans itu.

“Hhhhh..!!” Hans terengah-engah di depan kelasnya sebelum jam masuk di bunyikan.

Hans sesegera mungkin masuk kedalam kelasnya, karena dosen yg cukup killer di kampusnya tengah berjalan kearah kelasnya. Bebera jam bergelut dengan mata kuliah yg sangat membosankan, dan dengan dosen cukup mengesalkan juga. Hans memutuskan untuk pergi ke kantin, karena dari tadi pagi dia belum sarapan sama sekali.

Yang mencinta fortune cookies! Masa depan tidak akan seburuk itu! Hehehey

Suara nada dering handphone dari hans, hans langsung mengangkat telphone dari seseorang yg sedari tadi menggangunya makan mie bakso.

“Hallo!!”

“Iya hallo, siapa ya ini?” Tanya Hans.

“Hai kak hans! Aku Fia” Ucap orang yg tengah di ajak ngobrol sama hans.

“Fia? Ah fidly yah?” Hans mencoba mengingat nama orang yg tengah di ajaknya ngobrol.

“Iya, aku fidlly kak. Kakak apa kabar?” tanya Fia.

“Aku baik-baik aja, kalau kamu sendiri gimana?” Balas Hans.

“Aku juga baik kak..”

“Eh iya ada apa kamu nelphone aku fia?” Tanya hans ke orang yg sedang di ajaknya ngobrol.

“Kakak, hari jum’at malam sabtu tanggal 3 datang yah! Ke konser idol group aku okeh!”

Fia dengan nada yg sangat lembut khas seorang cewek.

“Insyaallah ya dek, kakak lagi sibuk ngurusin mata kuliah kakak nih!” Balas Hans,

“Iya kak, kalau kakak nggak bisa dateng juga nggak apa-apa, tapi kalau mau dateng aku udah siapin tempat VIP buat kakak lho!” Kata Via mencoba merayu hans lagi.

“Iya pasti kakak akan datang kalau udah gak sibuk lagi, emang konsernya dimana dek?” Tanya Hans.

“Di 88 Avenue Surabaya kak, jam 19:00 set ya kak.” kata Fia.

“Oke bu bos..”

Hans langsung memutus sambungan dengan keponakannya yg ada di jakarta, hans adalah anak daerah dari jawa tengah yg menempuh pendidikan S1 nya di ibu kota, selama tiga tahun belakangan ini hans belum pernah sekali balik ke kota asalnya. Hans adalah anak yg cukup cerdas, rata-rata IPK yg di dapat oleh hans setiap semesternya itu adalah 5,7. Angka IPK yg cukup besar buat seorang mahasiswa, oh ya anak cewek yg di ajak ngobrol oleh hans itu adalah Fidlly (Fia) salah seorang member baru di Idol Group JKT48 yg ada di Senayan, Jakarta. Bernaung di bawah pimpinan Jiro Inao,

Terkadang juga sesekali hans mampir ke theater JKT48 untuk melihat perfome dari keponakan tersayangnya, hans tidak memiliki seorang adik mau pun seorang kakak. Hans adalah anak tunggal, pewaris tunggal harta warisan keluarga Sundoyo. Keluarga yg cukup terkenal akan ke kayaannya di kota Surabaya, Jawa Timur. Nama asli dari hans adalah. Raden Mas Hans Sundoyo Hardiwarno, biar pun nama lengkap hans sangat kampungan sekali, jangan remehkan wajah yg sangat tampan, badan perpesional, otot-otot yg sangat kuat dan kekar, dengan perut yg kotak-kotak di sertai dada yg bisa di gerak-gerakin.

Sehabis membayar makanan yg di pesannya, hans langsung meninggalkan area kantin, dan langsung melanjutkan mata kuliah yg tersisa dua lagi, sastra bahasa dan akutansi perkantoran.

“Ngebosenin juga ya ini dosen!” pikir hans dalam hati, sambil menguap karena mata hans udah mulai ngantuk, memang benar saja mata kuliah sastra bahasa di mulai dari jam 8 malam sampai jam 10 malam. Siapa yg sanggup jika mata kuliah sastra bahasa di lakukan jam segini, yg ada bukan bikin orang senang malah bikin orang ngantuk.

Setibanya hans di rumah, hans langsung merebahkan diri di atas kasur yg sangat empuk, tanpa melepas sepatu, kemeja dan yg lainnya yg gak perlu di sebutin oleh authornya.

Klontang!! Pesan masuk di hanphonenya hans.

Dengan kondisi mata yg agak riyep-riyep hans mulai membaca pesan dari temannya, yg mengatakan akan ada konser JKT48 di luar kota. Hans langsung membales pesan dari temannya itu dengan singkat.

“males!”

Ya itulah balasan yg di berikan ke temannya, salah sendiri ngechat orang jam 2 set malam, ya di balesnya gitu lah.hehee..

Satu bulan telah berlalu dan sudah berganti bulan menjadi bulan juni, hans teringat dengan janjinya kepada keponakannya satu bulan yg lalu, bahwa dirinya akan menonton keponakannya perfomes pertama kali di luar kota. Setelah badan udah wangi dan udah ganteng pula, hans langsung menuju ke terminal pasar minggu buat otw ke kota surabaya. Selama perjalanan ke kota surabaya, hans hanya menikmati pemandangan yg di sajikan dari dalam kaca jendela bis yg tengah berjalan.

Hari sudah berganti malam, tibalah hans di kota surabaya, hans bukanlah asli orang surabaya, ibu hans asli dari jawa tengah, sedangkan ayahnya dari kota surabaya sendiri, maka dari itu muka hans cakep anjay eh hehehe…

“Alhamdulilah sampai juga di kota kelahirannya ayah!” Ucap hans dalam hati, sambil menghampiri sopir taxi yg sedang beristirahat di warung-warung pinggir terminal, sopir taxi itu tengah asik minum kopi dan ngisep rokok, dengan kaki di taruh di atas kursi depannya itu.

“Taxi mas!!” Ucap sopir taxi yg tengah beristirahat itu.

“Iya pak, tolong anterin ke 88 Avenue ya!” kata Hans.

“Brussshhh!!!” Kopi yg tengah di minun oleh supir-supir taxi itu tiba-tiba di semburkan keluar dari dalam mulutnya supir-supir taxi itu, saat mendengar kata 88 Avenue dari seorang pemuda yg ada di depan mereka semua itu.

“Kamu kenapa mau kesana mas? Bukannya saya mau nakut-nakutin ya ini. Kata warga sekitar 88 Avenue tempat yg ingin mas datangi itu. Tempat itu katanya angker banget mas, kata warga yg pernah tinggal di situ. Sebelum ada 88 Avenue, tempat itu adalah bekas kuburan mas! Yakin masnya masih pengen kesana?” Ujar Sopir taxi yg sedang berdiri di hadapannya.

“Iya pak, lagian saya ke sana juga mau nonton perfome keponakannya saya besok!” Balas hans.

“Oalah gitu toh rupanya, tapi saya udah peringatkan mas soal yg tadi lho, jika ada apa-apa sama mas dan orang-orang yg sedang nonton konser di sana jangan salahkan saya, kalau saya tidak memberitahu mas soal yg tadi loh ya!” Ucap Sopir taxi itu sambil menyalakan mesin mobilnya.

“Iya pak, udah jalanin aja mobilnya ke 88 Avenue!” Ucap Hans, sambil mengirimkan pesan singkat ke ponakannya yg sedang latihan bersama dengan member gen1, 2, 3, dan gen 4, setibanya di depan 88 Avenue hans sangat terkejut dengan apa yg di lihatnya itu. Suasana sepi dengan kondisi lapangan yg sangat becek sekali, hans langsung meningat lagi soal kapan perfome keponakannya di mulai.

” eh iya ya, tanggal 4 Juni perfomennya.” Ucap Hans.

“Pak tolong carikan penginapan yg letaknya tak jauh dari sini ya?” Ucap Hans sambil masuk kedalam mobil lagi.

“Baik mas..” Balas Sopir Taxi itu langsung melajukan laju kendaraannya menjauh dari Avenue.

Hari H-1 di mulai, hujan yg sangat lebat di sertai dengan suara petir yg saling bersahut-sahutan di sana-sini, membuat kondisi lapangan buat konser idol group asal jakarta nanti malam semakin becek dan air berkubang di sana-sininya. Panitia penyelengara konser JKT48 di Surabaya itu, petugas keamanan panggung di kerahkan untuk membeli gedek(Anyaman bambu) yg akan jadi alas para penonton atau lebih terkenalnya sih fans dari seluruh jawa timur, jawa tengah dan jawa barat.

Hujan telah reda, dan hans langsung menukarkan tiket yg di berikan oleh fia kemaren sehari sebelum berangkat ke surabaya. Hans mendapat tribun VIP seperti apa yg di kata oleh Fia keponakannya.

“Belut listrik… Belut listrikk…!!” Teriak salah seorang fans dari tengah-tengah keramaian penonton, sontak para penonton yg lainnya kaget sambil melihat kebawah mereka masing-masing. Salah seorang menyinari belut listrik itu dengan cahaya dari sinar lampu penerangan, dan benar saja dua belut listrik dengan diameter agak lumayan besar muncul dari lumpur dengan warna agak terang menyala, petugas yg mendengar teriakan salah seorang penonton langsung membunuh belut listrik itu.

Tak berselang waktu yg lama setelah kemunculan belut listrik, tribun VIP yg ada hansnya juga tiba-tiba kebelah menjadi dua bagian, sontak membuat hans yg lainnya terkejut dan seketika itu meninggalkan panggung yg rubuh itu.

“Ada apa ini?” Pikir Hans sambil turun dari panggung dan berbecek-becei ria dengan penonton yg biasa.

Jam tlah menunjukan 21,08, bau menyengat tercium, seperti bau menyan tapi dari mana datangnya bau menyan itu.

“Aaaaaa…..” Teriak seorang cewek dari belakang penonton sambil mengerang-ngerang gak jelas, seperti kesurupan, sontak penonton yg di sebelah gadis yg tengah kesurupan itu langsunh parno..

“Minta kemenyannn…..kemenyann…cepet… Na pengen ora tak ganggu koe..!!” Teriak cewek itu mencakar-cakar tanah, petugas keamanan langsung mengevakuasi penonton itu kebelakang backstage.

“Apa ada lagi, apa akan ada yg akan terjadi!” Hans langsung berjalan ke belakang sambil mau membeli minuman, pada saat itu juga hans sangat di kejutkan oleh sesosok wanita berambut panjang sepingang dengan baju putih-putih semua berdiri di atap gedung 88 Avenue, sontak membuat semakin parno hans.

lj

Hans yg membawa handphone langsung mengambil gambar sosok penampakan kuntikanak itu, dan hans langsung menyebarkannya ke sosmed twitternya dengan HT #JKT48WayaheSBY dan membuat suasana keos di kala konser JKT48 keluar kota.

“Couzetsu kawaii kunti!!”

Beberapa saat setalah salah seorang fans mengeshare foto penampakan itu, ada kekonyolan terjadi di barisan paling depan, fans yg menyebut dirinya G-48 membuat Chant yg sangat gokile seketika. Menyebut kuntilanak sangat cantik.. Tapi kondisi ini kembali normal lagi setelah beberapa paranorma datang mengamankan konser JKT48 dari gangguan makhluk halus yg setiap ada hajatan/pesta besar slalu meminta kemenyan dan kembang tujuh rupa, dan sesaji makanan yg lainnya agar mereka tidak menggangu orang yg mempunyai hajatan/acara besar.

 

The ends…..

 

 

Created by:@lastwota

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s