Aku hanya bisa melihat senyuman mu dari kejauhan tapi aku harap kamu juga suka kepada ku  part 1 : PILOT

za

Kau tahu kisah apa yang paling sering diceritakan, paling sering ditulis, dan paling disukai oleh orang-orang. Kisah cinta selalu menjadi favorite bagi semua orang, meski sudah ratusan kali diceritakan, bahkan sudah menjadi klise hal itu tak mengurangi minat orang orang atas kisah cinta.

Banyak kisah cinta terkenal yang menjadi favorite, Adam dan Hawa, Romeo dan Juliet, Chris dan Dhike. Semua orang sudah tahu kisah mereka, sekarang aku ingin menceritakan sebuah kisah cinta yang belum banyak orang ketahui kisah cinta yang menarik sedikit klise mungkin tapi kisah ingin terlalu bagus untuk kau lewatkan.

Jadi mari kita mulai kisah ini di sebuah sekolah menengah atas, sebuah setting cerita yang klasik tapi mari kita mulai saja kisah ini.

Semua orang tertawa terbahak bahak mendengar cerita lucu yang diceritakan oleh Jeremy, Jeremy adalah orang yang biasa disebut pelawak kelas. Mereka yang selalu menceritakan cerita-cerita lucu, atau melakukan hal-hal bodoh yang membuat teman sekelas nya tertawa.

Mereka biasa nya cukup populer diantara teman teman nya, mereka juga biasa nya tak punya musuh karena hampir semua orang menyukai mereka. Dan Jeremy adalah pelawak di kelas nya.

setelah berhasil membuat semua orang tertawa dia kembali ke kursi nya di deretan paling belakang Jeremy melemparkan pandangan nya ke sisi lain kelas, ke beberapa orang teman nya yang sedang berkelompok.

Mereka membuat kelompok sendiri di kelas memisahkan diri dari bagian kelas yang lain,mereka bukanlah kelompok anak populer, atau pun kelompok anak aneh, mereka hanya sengaja memisahkan diri. Duduk berdekatan dan membicarakan topik yang hanya mereka saja yang mengerti.

Yang pertama adalah Viny, seseorang yang tak banyak bicara dan selalu saja setuju dengan apapun yang dilakukan kelompok nya. Dia kadang ikut tertawa mendengar lelucon yang dikatakan oleh teman teman nya.

Dan disebelah nya adalah gadis cantik bernama ve, juga seseorang yang jarang bicara dan lebih senang mendengarkan, dia adalah yang paling tua dan dihormati dikelompok nya. Dia selalu menjadi penengah jika ada perdebatan dikelompok nya, dan secara tak langsung adalah pemimpin mereka.

Yang paling banyak bicara dan membuat lelucon adalah Via, dia yang mengambil alih peran Jeremy dikelompok nya sebagai seorang komedian. Paling dekat dengan Viny karena Viny yang pendiam selalu mau mendengarkan semua omongan dan lelucon nya.

Disebelah Via selalu ada Natalia atau biasa dipanggil Nat, gadis yang selalu tampil modis dan glamour. Dia orang yang blak blakan meski terkadang omongan nya menyakiti hati teman teman nya dia adalah bagian tak terpisahkan dari kelompok nya.

Lalu satu satu nya lelaki dalam kelompok itu Yudha, seorang dengan badan besar tapi dengan rentang emosi yang kecil,gampang tersulut emosi yang sering membuat nya terkena masalah.

Dan anggota terakhir dari kelompok itu dan alasan Jeremy memperhatikan kelompok itu adalah Yuriva, gadis yang cantik yang membuat jantung Jeremy berdebar debar saat melihat nya. Yuriva memiliki senyuman yang sangat manis yang berhasil menaklukan hati Jeremy saat pertama kali melihat nya.

Jeremy sadar akan perasaan nya dan hal yang selalu membuat nya sulit tidur dan hal pertama yang dipikirkan nya di pagi hari adalah bagaimana cara nya berbicara dengan Yuriva, Jeremy selalu kehilangan keberanian nya saat ingin bicara dengan Yuriva meski dia punya keberanian untuk berbicara di depan seluruh kelas, berbicara dengan orang dia suka begitu sulit untuk Jeremy.

Hal yang membuat nya hanya bisa memandangi Yuriva dari jauh, dia merasa seperti seorang pengecut setiap pagi karena mengajak berbicara seorang gadis saja tak berani. Tapi itulah kenyataan yang terjadi di kelas ini sebuah kisah yang menarik, karena sang pelawak kelas hanya berani memandangi gadis yang dia suka.

Jeremy sudah menyukai Yuriva sejak awal, bukan dari awal cerita ini tapi sejak awal masuk sekolah. Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah dan Jeremy sudah berhasil membuat semua orang mengenal nya dengan menceritakan cerita lucu dan menceritakan lelucon yang mampu membuat teman-teman nya terpingkal-pingkal.

Tetapi meski semua orang tertawa akan lelucon nya, Jeremy masih merasa ada yang kurang dalam diri nya. Dia merasa menjadi pelawak lagi di SMA bukanlah sesuatu yang menyenangkan lagi, hal itu tidak lagi menjadi alasan yang cukup bagi nya untuk semangat datang ke sekolah.

Jeremy mengambil tempat duduk di bagian belakang kelas memandang bosan ke kumpulan awan yang terjahit ke langit.

“Aku rasa aku harus masuk eskul untuk sekedar menghilangkan bosan.” pikir Jeremy “atau mungkin aku harus cari pacar.”

Guru yang masuk menghentikan lamunan Jeremy, ini adalah hari pertama dan sekarang adalah bagian perkenalan diri. Dulu Jeremy sangat suka bagian ini karena dia bisa menceritakan lelucon di depan kelas, tapi sekarang Jeremy sedang kehilangan mood  untuk itu.

“Baiklah, karena ini hari pertama maka hari ini kita mulai dengan perkenalan,” ucap Pak Guru.

Acara perkenalan dimulai dengan oleh siswa dengan absen A, dan terus berlanjut hingga tiba giliran Jeremy. Semua orang memandang kearah nya karena mereka penasaran lelucon apa yang akan diucapkan Jeremy, tahu diri nya menjadi pusat perhatian Jeremy menyesal sudah menceritakan banyak lelucon di hari pertama.

Dengan senyum di wajah nya Jeremy berdiri dari bangku nya dan berjalan ke depan kelas, dia menutup mata nya dan menarik napas panjang bukan karena dia gugup tapi karena dia berusaha menahan diri nya untuk tak menceritakan lawakan sekarang di depan kelas.

“Nama ku Jeremy Prasetya, kalian boleh memanggil ku Jeremy,” ucap Jeremy memperkenalkan diri nya.

“Terima kasih Jeremy kamu boleh duduk,” perintah Pak Guru.

“Baik Pak,” jawab Jeremy.

Jeremy pun berjalan kembali ke kursi nya, dengan teman teman nya yang memandangi nya dengan tatapan “gitu aja” tapi Jeremy hanya tersenyum dan tetap berjalan kembali ke kursi nya.

Acara perkenalan pun dilanjutkan, dan beberapa orang masih memandangi Jeremy seperti nya mereka masih kecewa. Tapi begitu Jeremy hanya diam dan memandangi teman teman nya yang sedang memperkenalkan diri di depan kelas.

“selanjutnya Zahra Yuriva,” ucap Pak Guru.

Tapi tak ada yang menjawab, para siswa saling memandang bingung siapa Yuriva ? dan kenapa dia tak menjawab panggilan Pak Guru.

“ZAHRA YURIVA,” panggil Pak Guru lagi.

“Hadir pak…..” jawab seorang siswi yang berdiri di depan pintu, napas nya terengah- engah seperti habis berlari.

“Maaf saya terlambat Pak, saya ZahraYuriva,” ucap gadis itu lagi.

Semua perhatian tertuju kepada Yuriva, Yuriva sadar dia menjadi pusat perhatian jadi dia mencoba mengecheck apakah ada yang salah dengan diri nya.

“kamu hari pertama saja sudah terlambat,” ucap Pak Guru.

“Maaf pak saya salah,” jawab Yuriva.

“Ya sudah karena ini hari pertama kamu saya maafkan,” ucap Pak Guru.

“Makasih Pak,”

“Sekarang giliran kamu, silakan perkenalkan diri kamu,” perintah Pak Guru.

“SIAP,” ucap Yuriva dengan penuh semangat.

Tingkah dan pola dari gadis yang terlambat itu menarik perhatian Jeremy, selain wajah nya yang cantik senyuman gadis itu membuat jantung Jeremy berdetak kencang. Jeremy tak pernah merasakan hal ini sebelum nya, dia tak bisa berhenti memandangi gadis itu, gadis itu begitu memesona.

“Hai, aku Yuriva,” ucap nya.

Hanya itu saja yang diucapkan oleh Yuriva untuk perkanalan diri nya, mungkin karena teman teman nya sudah tahu nama lengkap nya.

“Ya sudah kamu boleh duduk,” perintah Pak Guru.

“Baik Pak,” jawab Yuriva.

Jeremy berharap perkenalan Yuriva berlangsung lebih lama, dia masih ingin memandangi wajah manis nya, dia masih ingin menatap lekuk indah mata nya, tapi Yuriva sudah berlalu kembali ke kursi nya dan Jeremy hanya bisa memandangi nya.

Jeremy masih bingung akan perasaan nya, dia tak pernah merasakan hal itu sebelum nya satu hal yang dia tahu pasti dia menyukai Yuriva. Mungkin terlalu cepat untuk berpikir itu adalah jatuh cinta, tapi dia sendiri tak tahu karena dia sendiri tak tahu apa itu cinta.

Jadi begitulah awal dari kisah cinta satu arah milik Jeremy, dari hari itu Jeremy hanya bisa memandangi Yuriva. Dia tak pernah punya keberanian untuk mengajak Yuriva berbicara, dia berani untuk berbicara dan melawak di depan seluruh kelas bahkan sekolah nya tapi berbicara dengan Yuriva itu adalah hal sanagt sulit untuk dilakukan.

Sekarang sudah tahun ketiga dari masa SMA Jeremy, dan perasaan itu belum hilang dari hati Jeremy. Bisa kau bayangkan bagaimana setiap hari Jeremy memandangi hanya bisa memandangi orang yang dia suka, perasaan suka nya yang terus bertumpuk setiap hari tanpa bisa diungkapkan.

Lalu mengapa aku harus peduli tentang kisah ini ? mungkin itu yang kalian pikirkan, dia bahkan tak berani mengajak Yuriva bicara.sudah tiga tahun semenjak Jeremy suka pada Yuriva, kalau hanya mengajak bicara saja tak bisa bagaimana mungkin dia bisa mengungkapkan perasaan nya.

Mungkin kalian benar, tapi mungkin kalian salah karena siapa yang tahu perkembangan kisah cinta ini. Kisah ini baru saja dimulai, mungkin ada beberapa kejadian yang terjadi yang mungkin akan mendekatkan hubungan antara Yuriva dan Jeremy.

Mungkin kisah ini bisa berakhir dengan bahagia, mungkin pada akhir nya Jeremy bisa mencium Yuriva dibawah bunga sakura, mungkin itu semua bukan hanya kemungkinan belaka.

Sampai selanjutnya dibagian lain dari potongan kisah ini, aku akan menunggu mu.

 

oleh:chris

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s