Cinta & Sepak Bola, Part 40

2016-01-28_17.21.21

“ Sinka.. “ terdengar suara yang memanggilnya

Sinka pun menoleh ke sumber suara itu dan melihat seorang gadis cantik bertubuh tinggi sedang berdiri di depannya

“ Kak Shania.. “ balas Sinka

Ternyata gadis itu adalah Shania, Shania langsung berjalan mendekatinya

“ Apa kabar, “ tanya Shania

“ Aku baik kak, kakak sendiri? “ jawab Sinka balik tanya

“ Aku juga baik “ ucap Shania

“ Kak Shania sedang apa di sini? “ tanya Sinka

“ Aku habis jenguk temen yang di rawat di rumah sakit ini “ jawab Shania

“ Oh.. “ balas Sinka mangut-mangut

“ Kamus sendiri mau ngapain ke sini? “ tanya Shania

“ Aku mau jenguk kak Riyan kak. Kak Riyan masuk rumah sakit lagi. “ jawab Sinka

Wajah Shania seketika berubah, dia kagetmendengar Riyan masuk Rumah sakit lagi

“ Loh, emang dia kenapa? Cidera lagi? “ tanya Shania panasaran

“ iya kak, bahu kanannya bermasalah lagi. “ jawab Sinka sedikit lemas

“ Sekarang bagaimana kondisinya “ kata Shania

“ Dia udah siuman kok kak, kak Shania gak usah khawatir. “ kata Sinka

Akhirnya Shania menghebuskan nafas merasa sedikit lega setelah menderangarnya

“ Syukur deh kalau udah siuman. “ kata Shania bernafas lega

“ Kak Shania mau sekalian jenguk kak Riyan? “ tanya Sinka

Shania terdiam sambil berpikir sejenak, sebenarnya dia ingin sekali menjenguk Riyan, tapi dia masih ada urusan lain

“ Hmm.. lain kali aja deh kayaknya, soalnya aku lagi ada urusan. tapi aku pasti jenguk dia kok.. “ jawab Shania sambil berjalan pergi

“ Oh ya udah, hati-hati di jalannya ya kak. “ ucap Sinka

Sinka kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar dimana Riyan di rawat.

Tapi Sinka terkejut saat sampai di kamar itu, dia melihat Riyan terbaring dengan beberapa alat berupa selang oxigen yang terpasang di tubuhnya

“ Bukannya kak Riyan kemarin udah siuman, tapi kok.. “ kata Sinka agak panik dan langsung masuk ke dalam kamar itu

Di dalam kamar ada dokter Andi yang sedang memeriksa kondisi Riyan yang di dampingi oleh suster yang membantunya saat memeriksa kondisi Riyan

“ Permisi dok. “ kata Sinka

“ Iya, “ balas dokter Andi itu

“ Saya mau tanya, kenapa kak Riyan jadi seperti ini lagi, bukannya kemarin dia sudah siuaman. “ jawab Sinka

Dokter Andi pun menghela nafas panjang, awalnya dia tidak ingin memberitahu kalau Riyan baru saja selesai melakukan operasi, tapi alangkah baiknya jika dia memberitahukannya

“ Riyan baru saja selesai melakukan operasi. “ jelas Dokter Andi

Sinka terkejut mendengar penjelasan dokter tersebut

“ Kenapa dokter tidak memberitahu saya atau keluarganya terlebih dahulu dok, “ kata Sinka

“ Riyan sendiri yang memintanya agar tidak memberi tahukan pada siapapun, terutama kamu. “ balas Dokter Andi

Sinka terdiam sambil menatap Riyan yang sekarang terbaring lemas di atas ranjang, dia mulai merasa khawatir dengannya

“ Tapi, sekarang bagaimana kondisinya dok? “ tanya Sinka

“ Alhamdulillah, kondisinya mulai membaik. “ jawab dkter Andi

“Syuker deh. “ kata Sinka sedikit lega

Stelah itu dokter Andi pamit untuk memeriksa pasien lainnya.

~oOo~

Malam harinya, setelah Aangk, Andri dan Yusuf pulang, mereka semua langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk kondisi Riyan

“ Udah siap. “ kata Aangk

“ Yuk berangkat, “ balas Naomi

Mereka semua berangkat ke rumah sakit, dan seperti kata pelatih, beliau juga akan pergi menjenguk Riyan hari ini juga

“ Eh.. gue ada kabar bagus nih “ kata Aangk

“ Kabar apaan Angk? “ tanya Rona penasaran

“ Begini, kan timnas Indonesia kan menang, kita di kasih hadiah sama PSSI berupa liburan ke bali selama satu minggu, dan kita boleh ajak siapa aja, jadi kalian yang cewek-cewek mau pada ikut gak. “ jelas Aangk

“ Yang benar kak?? “ tanya Yupi antusias

“ Iya serius, “ jawab Aangk

“ Ya kalau begitu mah Yupi ikut lah, Lagian mulai minggu depan Yupi kan udah libur sekolah. “ kata Yupi

“ Emang lu udah ujian ? “ tanya Yusuf

“ Udahlah, terus Yupi juga dapet juara kelas tau. “ jawab Yupi dengan bangganya

“ Gak percaya gue. “ celetuk Aangk

“ Ihh.. beneran tau, kalau gak percaya tanya aja sama kak Rona, iya kan Kak. “ kata Yupi

“ Iyaa.. adik kakak ini emang pinter. “ kata Rona

“ Jadi gimana? “ tanya Aangk lagi membahas soal liburan itu

“ Kalau aku sih tanya Sinka dulu yah, kalau dia ikut aku juga ikut deh, kan kasian kalau dia gak ikut terus aku ikut, kasian dia sendirian di rumah. “ kata Naomi

“ Kalau lu Rona? “ tanya Aangk

“ Aku sih pasti ikut lah, “ jawab Rona

Di tengah-tengah pembicaraan itu, sedari tadi Andri terus terdiam melamun, bahkan dia tidak sadar kalau Yusuf mulai menyadarinya kalau dia sedang melamun

“ Woy.. lu kenapa?? “ tanya Yusuf mengagetkan Andri

“ Apaan sih lu, main kagetin gue aja. “ jawab Andri sedikit kesal

“ Lagian lu ngelamun terus, mikirin apa sih?? “ kata Yusuf

“ Gak, gue gak mikirin apa-apa “ balas Andri

“ Bohong, gue tau lu lagi ada masalah. “ kata Yusuf

“ Udahlah, gak usah urusin urusan gue, kenapa sih “ kata Andri sendikit ketus

Yusuf dan yang lain di buat heran dengan sikap Andri yang  tiba-tiba seperti itu, biasanya dia lah yang paling banyak bicara, tapi sekarang dialah yang paling pendiem.

“ Die kenapa sih? “ bisik Aangk pada Yusuf

“ Gak tau, lagi dapet kali, sensitif banget. “ jawab Yusuf pelan

Naomi sadar kalau ada yang berbeda dengan sikap Andri, mungking itu ada hubungannya dengannya

30 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya di parkiran Aangk dan yang lain langsung pergi menuju kamar dimana Riyan di rawat

“ Eh, gue ke kak ve dulu yah, mau tanya dia mau ikut liburan gak.. tadikan dia gak satu mobil sama kita “ kata Aangk berjalan menghampisi Ve

Yusuf dan yang lain langsung pergi menuju kamar dimana Riyan di rawat, sedangkan Aangk berjalan menghampiri kakaknya terlebih dahulu

“ Loh, kamu kok bukannya langsung ke kamar rawat, malah nyamperin kakak. “ kata Ve

“ Gak apa-apa, lagian aku mau tanya kalian mau ikut liburan gak? “ tanya Aangk

“ Liburan? “ kata Melody yanga ada di samping Ve

“ Iya kak, jadi gini.. karena timnas Indonesia menang, kita di kasih liburan ke Bali sama PSSI,  semua biayah bakal di tanggung PSSI, dan kita boleh aja siapa aja, jadi kalian mau ikut gak? “ jelas Aangk

“ Hmmm… gimana yah dek, kak Ve kayaknya gak bisa deh, soalnya kakak lagi ngurus sekripsi. Jadi gak ada waktu. “ kata Ve

“ Aku juga gak bisa ikut Angk, lagi sibuk-sibuknya deh bulan ini tuh, “ tambah Melody

“ Jadi kalian gak pada ikut, ya udah deh, “ kata Aangk

“ Iya, gak apa-apa kan? “ kata Ve

“ Gak apa-apa kak, lagian yang lain juga pada ikut kok. “ balas Aangk

Lalu mereka bertiga langsung berjalan menyusul yang lain ke kamar dimana Riyan di rawat.

~oOo~

“ Loh Sinka, Riyan kenapa? Bukannya kemarin udah siuman, kok sekarang.. “ kata Naomi terkejut melihat keadaan Riyan

“ Kak Riyan baru selesai di operasi kak. “ jawab Sinka sambil terus menatap kosong kearah Riyan

“ Tapi kenapa kamu gak kasih tau? “ kata Naomi

“ Aku juga baru tau tadi sore, dia gak kasih tau siapa pun. “ jelas Sinka

Wajah mereka mendadak menjadi khawatir setelah itu, mereka berfikir bagaimana bisa Riyan diam saja saat dirinya akan di operasi lagi?

“ Tapi kalian gak usah khawatir, kak Riyan udah membaik kok Kondisinya.. kata dokter juga sebentar lagi juga dia siuman. “ kata Sinka

Yang lain pun merasa lega mendengar itu.

“ Syukur deh kalau begitu.. “ kata Yusuf meresa lega

Setelah itu Aangk, Ve dan Melody juga datang, dia juga sama seperti yang lain, terkejut melihay keadaan Riyan, tapi Sinka menjelaskan pada mereka

“ Dia itu yah, dari dulu gak pernah berubah, selalu menyembunyikan masalah yang membuat orang lain mengawatirkannya “ kata Melody menggelengkan kepala sambil melihat ke arah Riyan

“ Udah gak apa-apa Mel, yang penting dia udah mau di operasi lagi. “ kata Ve

Karena di dalam itu terdengar sedikit ribut, Akhirnya Riyan terbangun dan melihat mereka semua ada di dalam kamar itu

“ Kalian.. “ kata Riyan pelan,

“ Lihat, kak Riyan udah Siuman lagi. “ kata Yupi  girang

Sinka pun langsung menekan tombol untuk memanggil dokter, tak lama kemudian Dokter Andi pun datang untuk memeriksa kondisi Riyan

“ Loh kok ramai sekali?? “ kata dokter Andi kaget

“ Iya dok kita mau jenguk Riyan. “ Kata Melody

“ Jenguk sih boleh, tapi jangan terlalu ramai seperti ini, Riyan masih butuh ketenangan. “ jelas dokter Andi

“ Ohh… ya udah kalau begitu beberapa dari kita keluar. “ kata Ve

“ Kalau begitu Sinka sama kak Melody aja, nanti kita nyusul. “ kata Aangk

Beberpa dari mereka pun keluar dari kamar itu, dan mereka memilih untuk pergi ke kantin rumah sakit untuk mengisi perut mereka yang sudah kosong

“ Bagaimana Dok kondisinya? “ tanya Sinka saat dokter Andi selesai memeriksa Riyan

“ Kondisinya sangat cepat sekali membaik, saya cukup tertekesan dengan kondisi badan Riyan yang cepat pulih. “ jewab dokter Andi

“ Syukur deh, “ kata Sinka merasa sangat lega mendengarnya, begitu juga dengan Melody

“ Tapi bagamana pun juga dia masih perlu istirahat. “ kata Dokter Andi

“ Baik dok. “ kata Melody

Setelah selesai memeriksa Kondisi Riyan, dokter Andi pamit kembali ke ruangannanya

“ Hay.. “ kata Riyan pelan sambil tersenyum pada Sinka

“ Kenapa kamu gak aksih tau aku dulu kalau mau di operasi? Suka banget sih bikin aku khawatri.. “ balas Sinka sambil mengembungkan pipinya

“ Iya maaf, aku gak mau aja liat kamu khawatir.. “ kata Riyan

“ Aku…Kamu.. ? “ Melody cukup heran mendengan Riyan berkata menggunakan Aku-kamu dengan Sinka

Riayn pun tersenyum melihat kakaknya yang terlihat heran lalu dia kembali menatap Sinka dan menggenggam tangannya

“ Jangan bilang kalian pacaran?? “ tebak Melody yang tepat sasaran

“ Iya kak, kiata udah jadian, “ jawab Riyan tersenyum

Sedangkan Sinka hanya terdiam malu dengan pipi yang merah merona

“ Kok bisa? “ kata melody

“ Ya bisalah, karena cinta itu mengubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. “ balas Riyan

“ Ya udah, kakak bolehin kamu pacaran lagi, tapi kamu harus janji sama kakak, kamu gak boleh sakiti hati gadis ini, karena kakak tau gadis seperi Sinka itu sangat rapuh kalau sudah di sakiti. “ kata Melody

“ Gak akan, dan gak bakal terjadi. “ kata riyan

“ Janji? “ kata Melody

“ Janji.. “ balas Riyan

Tiba-tiba

“ Ouh jadi ini wanita yang di sukaimu.. “

Pelatih masuk tanpa mereka ketahui

“ Pelatih?? “ kata Riyan terkejut dan juga campur senang

“ Iya… bagaimana keadaanmu? “ taya pelatih berjalan menghampirinya

“ Sudah agak membaik pelatih. “ jawab Riyan

Pelatih tersenyum dan mengampiri Sinka sambil merangkul bahunya

“ Kamu memang gadis yang special, sampai bisa membuat seorang Riyan bisa jatuh Cinta padamu.. “ kata Pelatih

“ Terima kasih pelatih. “ balas Sinka tersenyum malu

“ Pelatih bisa aja, “ kata Riyan

“ Loh emang bener kan, memang kamu gak cinta sama Sinka? Kalau gak buat pelatih aja kalau begitu. “ goda pelatih

“ Pelatih apaan sih, Ya cinta lah.. ;agian Sinka itu gak cocok sama pelatih. “ kata Riyan

“ Cocok kok. Iya kan. “ kata Pelatih sambil merangkul Sinka

“ Gak ah, dari umur aja udah gak cocok, udah ah lepas.. enak aja peluk-peluk pacar saya “ kata Riyan

Mereka tertawa menderang omongan Riyan yang terbilang konyol itu, tapi pelatih sangat senang mengetahui bukan hanya Cinta yang Riyan dapatkan dari Sinka, tapi Sinka juga bisa merubah sikapnya yang dingin.

“ Ouh yah.. pelatih bawa sesuatu buat kamu “ kata pelatih

“ Memang pelatih bawa apa? “ tanya Riyan enasaran

Pelatih megambil seuatu dari dalam tasnya

“ Ini.. “

TO BE CONTINU

 

BY : @Gue_nawan123

Iklan

2 tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 40

  1. Yeay! Sering² update napa om. Ktanya bentar lagi mau tamat ya? Sering update dong om, biar nggak gantung mulu :v

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s