The power of Indra,part2 : Kecepatan

Ding! Dong!

Detak suara jam berdentang, suara burung hantu saling bersahut-sahutan, dinginnya malam hari ini membuat suasana rumah semakin mencengkam sekali. Rio yg baru kelar makan malam itu pun langsung berjalan ke arah kamarnya yg berada di lantai dua rumahnya.

TAPS!

TAPS!

TAPS!

Suara langkah kaki seseorang yg semakin mendekat kearahnya Rio, Rio menoloh kebelakang tapi tidak ada orang sama sekali. Kondisi rumahnya saat ini gelap gulita karena memang mati lampu gara-gara pembakit listrik yg ada di dekat rumahnya meledak tertimpa pohon yg tumbang. Rio melanjutkan jalannya lagi untuk masuk kedalam kamarnya, saat itu juga seseorang melintas di belakangnya dengan sangat cepatnya.

 

“Siapa disana itu? Bibi ya pasti ini, jangan nakut-nakutin donk bi,” Kata Rio sambil menoleh kebelakang lagi dan sekarang mengarahkan senter ke sekeliling rumahnya, tapi Rio tidak melihat ada seseorang di setiap sudut rumahnya. Rio kembali turun lagi kebawah untuk mengecek siapa yg tadi lewat di belakangnya itu. Saat Rio melintasi kolam renang rumahnya, Rio di kejutkan dengan seorang laki-laki paruh baya yg tengah berdiri di samping kolam renangnya.

 

“Siapa anda? Ngapain anda malam-malam berada di rumah saya?,” Rio bertanya dengan sopan ke orang yg tengah berdiri di pinggir kolam renang rumahnya itu.

 

Tapi laki-laki paruh baya yg memakai pakaian lusuh bekas noda tanah itu hanya diam saja pada saat Rio bertanya. Rio mulai curiga dengan orang yg tiba-tiba ada di belakang rumahnya itu, Rio dengan sangat pelannya mencoba menghampiri orang yg berdiri di pinggir kolam renangnya itu. Saat Rio hampir menepuk pundak laki-laki paruh baya itu. Alangkah terkejutnya Rio ketika laki-laki yg tadi di ajaknya bicara adalah….

 

“KYAA…. PO…POCONG…!!,” Teriak Rio sejadi-jadinya sambil berlari kearah kamarnya dan bersembunyi di balik selimut yg sangat tebalnya itu.

 

XIXIXIXI…!!

 

Makhluk halus itu langsung menghilang ketika sudah menakuti anak yg beberapa jam lalu kembali dari kematian. Pocong itu melompat dan langsung masuk kedalam vortek warna putih pekat ke abu-abuan sedikit. Di balik selimut tebalnya Rio berdoa agar pocong itu tidak berada di dalam selimut tebalnya, Rio sangat ketakutan dan hampir setengah pingsan di buatnya.

 

*o0o*

 

“Vi.. Pacar lo mana?,” Tanya Rio sambil duduk di depannya Via yg sedang makan di kantin siang itu.

 

“Katanya sih tadi ke atm ambil uang gitu, tapi kok ambil uang lama banget ya!,”Balasnya.

 

Saat Rio sedang asik ngobrol dengan pacarnya sahabatnya itu, hans datang dengan seorang cewek cantik yg tidak atau bahkan di kenal oleh semua teman-temannya itu.

 

“Hai bro, sayang..,” Sapa Hans sambil cepika-cepiki dengan ceweknya.

 

“Katanya tadi ijin ngambil uang di ATM tapi apa ini?, kamu malah bawa cewek segala pakek pegangan tangan lagi,” Via mulai cemburu dengan cewek yg dibawa oleh hans, Via sambil melepas gandengan Hans pacarnya ke cewek yg di bawanya itu.

 

“Cieee yg cemburu ni yee…,” Godaku ke Via.

 

“Hans, cewek lu cemburu tuh sama cewek yg lu bawa itu,” Ucapku.

 

“Iya nih bro, dia cemburu dengan Shani nih,” Balas Hans sambil duduk di sebelahnya Via.

 

“Apa kamu dekat-dekat duduknya sama aku, pergi jauh-jauh sana, jangan dekat-dekat aku kamu,” Ketus Via sambil mengeser badannya Hans.

 

Aku yg melihat itu semua hanya tertawa geli di buatnya, Cewek yg di bawa hans juga ikut-ikutan tertawa juga di sampingku.

 

“Kamu jangan gitu donk sayang, aku kan nggak ada apa-apa sama cewek yg aku bawa ini. Lagian ini juga sepupu aku dari Jogja yg pindah sekolah kesini,” Ucap Hans untuk meyakinkan Via.

 

“Beneran, kamu gak bohong kan, kalau cewek itu bukan pacar kamu?”

 

“Beneran Saktia Oktapyani, cewek ini bukan pacar aku, lagian cewek aku kan cuman kamu seorang sayang,” Hans sambil mencium pipi kanannya Via.

 

“Ih so sweet banget sih kamu..” Via memerah pipinya di buatnya.

 

“Hai aku Rio..,” Rio menjulurkan tangannya ke cewek yg tengah duduk di sampingnya itu.

 

“Hai juga Rio, Aku Shani Indira Natio, kamu boleh panggil aku Shani. Salam kenal ya, Rio,” Kata Cewek di sebelahnya itu menjabat hangat tangannya Rio sambil tersenyum tipis.

 

“Salam kenal juga, Shani,”.

 

Bel pertama tlah berbunyi dan semua siswa, siswi masuk kedalam kelas mereka masing-masinh. Guru yg tengah menerangkan materi di dalam kelasnya Rio dan teman-temannya itu mulai duduk kembali ke tempat duduknya.

 

“Bu..” Panggil Rio sambil berdiri.

 

“Iya Rio, ada apa?” Tanya Guru yg tengah mengajar di depan kelas

 

“Ijin ke belakang boleh, udah nggak tahan banget nih.” Ucap Rio dengan ekspresi yg sudah nggak tahan lagi dengan sesuatu yg pengen di keluarkannya.

 

“Boleh, tapi jangan lama-lama. Lima menit harus sudah kembali ke dalam kelas, kalau sudah lewat dari lima menit kamu nggak kembali kedalam kelas ibu, kamu akan ibu alpa.” Ucap Guru Fisika yg paling menyebalkan di antara guru-guru mata pelajaran lainnya.

 

“Baik bu..” balas Rio sambil bergegas jalan keluar dari dalam kelasnya.

 

 

 

WUSH!!!

 

Tanpa di sadari oleh Rio, kelasnya tiba-tiba berantakan semua banyak meja terbalik dan kertas-kertas berhamburan di udara, dan guru fisika berada di atas lemari piala.

 

DUAKK!!

 

Rio menghantam wastafel sampai-sampai wastafel yg di tabraknya terlepas dari dinding toilet siswa putra.

 

“What!!.. ”

 

“Bagaimana ini bisa terjadi,” Rio tidak percaya dengan apa yg dilihatnya, toilet yg baru saja di masukin dirinya itu hancur semua lantainya ketika di injak oleh Rio, kaca-kaca pada pecah semua ketika Rio melihat kearah kaca dan pintu toilet terlepas dari engselnya.

 

“Dari pada kena masalah sama kepsek lagi, mending gua ngabur sajalah.” Pikir Rio sambil berlari keluar dari toilet, angin yg di timbulkan oleh larinya itu membuat guru yg sedang melintas di depan toilet siswa itu berputar-putar seperti Gasing(Permainan Zaman dulu).

 

“Bagaimana ini bisa terjadi padaku?,” Ucapnya dalam hati melihat kearah tangannya yg tiba-tiba mengeluarkan lambang mata di bawah urat nadi tangannya.

 

Rio sangat heran dengan lambang mata yg tiba-tiba muncul di bawah lengan kanan dan kirinya itu. Ia berpikir sejenak dengan apa yg pernah di katakan seseorang tentang dirinya yg akan mendapatkan kekuatan dahsyat setelah bangkit dari kematian.

 

“Jadi ini yg di maksut oleh malaikat itu tentang kekuatan besar itu,” Ucap Rio lagi dalam hati.

 

Rio berjalan kearah batu yg sangat besar yg berada di pinggir danau belakang sekolahnya, Rio mencoba mengangkat batu besar itu dengan kedua tangannya, perlahan-lahan Rio mengangkat batu besar itu dan Rio berhasil mengangkat batu yg sangat besar itu dengan sangat mudahnya tanpa memperlihatkan wajah Rio yg kelelahan.

 

“Aku harus bijak-bijak menggunakan ke kuatan besar ini,” Pikirnya dalam hati.

 

Bel tanda pulang tlah berbunyi saat yg lainnya tlah pulang kerumah masing-masing, Shani masih saja menunggu jemputan pulang, hans tidak bisa mengajak pulang bareng Shani karena Via pacarnya mengajak hans untuk nonton film di Bioskop. Dari kejauhan Shani memdengar ucapan anak-anak eskul bakel tentang dirinya yg sangat cantik, bahkan jadi taruhan jika salah satu anak basket bisa mendapatkan hatinya dalam waktu kurang dari satu bulan.

 

“Kurang ajar cowok-cowok itu akan ku beri pelajaran kalian,” Geram Shani dalam hati sambil memfokuskan matanya ke seekor anjing yg di ikat di paggar sekolahan, ikatan tali dari anjing itu tiba-tiba lepas seketika dan anjing itu mulai berlari kearah anak-anak basket yg tengah beristirahat di bawah teduhnya pohon mangga.

 

GUK!

 

GUK!

 

GUK!

 

Seekor Anjing itu mulai mengejar mereka semua, banyak yg naik keatas tiang pagar seolahan banyak juga yg naik keatas pohon mangga gara-gara ketakutan dengan anjing yg mengonggong terus-terusan di bawah mereka semua.

 

 

“Huss… Husss… Pergi lu njing dari sini, hus… Husss…,” Usir anak-anak basket itu.

 

“Hahaha,, syukurin kalian semua. Makanya jadi cowok itu jangan suka mainin hati perasaan cewek seperti itu. Enakan kalian di kejar-kejar oleh Anjing manis ini,” Ucap Shani sambil mengelus-elus kepalanya seekor anjing yg duduk di bawah mangga menunggu untuk mengigit anak-anak basket yg berani turun kebawah.

 

“Please!! Suruh doggy itu pergi dari sini please,” Mereka semua memohon ke cewek yg tengah sibuk membelai Doggy.

 

“Tolong kata kalian, enak aja minta tolong. Aku tau rencana busuk kalian buat aku, kalian menjadikan aku barang taruhan jika ada salah satu dari kalian yg berhasil mengambil hati aku ( ngajak jadian ). Dalam waktu kurang dari satu bulan,”

 

Seketika itu juga mereka semua terdiam dan berpikir tentang ujar cewek yg di bawah mereka itu, tapi anehnya bagaimana cewek itu bisa tau kalau mereka semua merencanakan nasib buruk itu.

 

 

“Enjoy di atas sana ya kak, doggy jika ada yg turun kejar dan langsung gigit oke..” Cewek itu langsung pergi dari bawah pohon mangga berjalan kearah mobil putih yg sedari tadi sudah mengklaksonnya terus-terusan..

 

“Gue di lawan, anak One Sense nih,” Batin Shani sambil masuk kedalam mobil jemputannya.

 

Bersambung……

 

 

Mulai dari part 2 ini tokoh-tokoh lain akan bermunculan dengan sendirinya, seperti Shani Indira Nation ini yg mempunyai kelebihan di pendengarannya itu.

 

Created by:@lastwota

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s