Alter Ego and Me part 1

sda.png

Perkenalkan namaku Radika Yudha Riyanto biasa di panggil Radika, aku memiliki seorang kakak bernama Melody Nurramdhani Laksani kami bersekolah di  SMA 2 Bandung, namun karna kedua orang tua ku pindah kerja ke Daerah Depok mau tidak mau kami berdua pun ikut pindah ke sana dan otomatis kamipun pindah sekolah.

Pada suatu pagi

“dek bangun!! Ini hari pertama kita sekolah, masa mau terlambat” ucap ka Melody

“nanti aja ah masing ngantuk” ucapku sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhku

Ka Melody memikirkan cara untuk membangunkanku dan ia pun mendapatkan sebuah ide dia mengambil gayung yang berisikan air dingin lalu meyiramkannya kepadaku, sontak akupun kaget

“ka apa-apaan sih pake nyiram segala” ucapku dengan sedikit kesal

“lihat tuh udah jam brp”

Akupun melirik jam dinding yang ada di kamarku

“etdah udah Jam 6.30, kaka ko ga bangunin aku daritadi sih…”

“dari tadi kaka udh coba bangunin kamu, kamunya aja yang kebo. Yaudah mandi gih, kaka tunggu di bawah” ucap ka Melody sambil melemparkan handuk kepadaku

Akupun bergegas mandi dan memakai seragam sekolahku. Setelah selesai akupun pergi ke ruang makan yang berada di bawah, dan kulihat kedua orangtuaku beserta ka Melody sudah berada di meja makan.

“hai pa, hai ma…” ucapku sambil duduk di kursi

“jagoan  mama udah dateng nih…” ucap mamaku

“oiya kalian berdua masuk ke SMAN 5 Depok, papa udah ngurus kepindahan kalian ke sana. Nanti kalian langsung ke ruangan kepala sekolah dia udah tau tentang kepindahan kalian” ucap papaku

“okedeh pa, yaudah dek cepet sarapannya ntar telat!!” ucap ka Melody

“iya iya bawel banget sih…”

“udah-udah gausah berantem kebiasaan dari dulu nih”

Tak selang berapa lama akupun selesai memakan sarapanku dan hendak berangkat ke sekolah, tak lupa aku berpamitan ke pada kedua orangtuaku

“pa… ma… aku berangkat dulu ya…” ucapku dan ka Melody sambil mencium punggung tangan kedua orangtuaku

“iya… hati-hati di jalan bawa mobilnya jangan kebut-kebutan” ucap mamaku

“siap ma..” ucapku

Kami berdua pun berangkat menuju ke sekolah kami yang baru, di dalam mobil kami berdua diam saja sampai ka Melody membuka pembicaraan.

“dek, gimana ya nanti di sekolah” ucap ka Melody

“mungkin bakalan seru ka” ucapku yang tetap fokus menyetir

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit aku dan ka Melody pun sampai di sekolah kami yang baru yaitu SMAN 5 Depok.

“wih gede juga nih sekolah”ucapku

“udah cepetan parkirin mobilnya”ucap ka Melody

“iya iya dasar bawel” ucapku

“apa kamu  bilang!!” ucap ka Melody

“eh, eng… engga ko ka” ucap

Akupun memarkirkan mobilku di tempat parkir siswa. Setelah itu kami pun masuk kedalam sekolah. Aku dan Ka Melody pun berjalan mencari ruang kepala sekolah, namun kami bingung harus berjalan kemana. Lalu aku pun bertanya kepada seorang guru.

“permisi bu, ruang kepala sekolah dimana ya” ucapku

“eh, kalian anak baru ya?” ucap guru itu

“iya bu hehe…” ucapku

“yasudah mari saya antar ke ruangan kepala sekolah” ucap guru tersebut

Kami pun berjalan ke ruang kepala sekolah yang tidak terlalu jauh. Kami pun sampai di sana tak lupa kami berterima kasih kepada guru yang telah mengantar kami tadi, lalu kami pun mengetuk pintu ruang kepala sekolah

“tok tok tok… permisi” ucapku dan Ka Melody

“silahkan masuk” ucap kepala sekolah

“Radika dan Melody ya?” ucap kepala sekolah

“iya pak, kelas kami dimana ya pak” ucaku

“Radika kamu masuk ke kelas XI Ipa 1 sedangkan kamu Melody, kamu masuk kelas XII Ipa 1. Mari saya antar” ucap kepala sekolah

“baik pak” ucap kami

Lalu kepala sekolah mengantar ke kelasku terlebih dahulu yang berada di lantai 2 sekolah ini dan sampailah kami di kelas XI Ipa 1, lalu kepala sekolah mengetuk pintu kelas.

“tok tok tok permisi” ucap kepala sekolah

“silahkan masuk” ucap sese orang di balik pintu

“maaf pak menggangu pelajaran, saya hanya mengantarkan murid baru” ucap kepala sekolah

“oh iya silahkan masuk” ucap orang itu yang ternyata seorang guru

“saya permisi dulu ya pak” ucap kepala sekolah

“iya” ucap guru itu

Di dalam kelas

“anak-anak kita kedatangan murid baru, ayo perkenalkan dirimu”ucap guru itu

“namaku Radika Yudha Riyanto bisa di panggil Radika, aku pindahan dari Jakarta salam kenal” ucapku tersenyum

“udah punya pacar belum?” celetuk seorang siswi

“belum hehe”

“wih ada kesempatan dong hihi” celetuk seorang siswi lagi

“cukup, silahkan kamu duduk di kursi yang kosong” ucap guru itu

Lalu aku pun berjalan ke arah meja yang berada di belakang pojok kiri, aku pun duduk di samping perempuan yang begitu cantik.

“ini manusia apa bidadari cantik banget” batinku

“hei ko bengong sih” ucap orang di sebelahku yang membuyarkan lamunanku

“eh iya eng…engga ko”ucapku

“oiya nama aku Jessica Veranda, panggil aja Ve biar simple”ucap ve

“i..iyaa..”ucapku

“aku Shania Gracia, panggil aja Gracia atau Gre” ucap orang yang duduk di depanku

“gua Farhan”

“gua Rio”

“hai aku Viny”

“salam kenal” ucapku

“baik anak-anak kita lanjutkan pelajarannya” ucap guru yang bernama pak gatot

Tanpa terasa bel istirahat telah berbunyi, lalu ada seseorang yang mendatangiku dan tak lain mereka adalah Farhan dan Rio

“Radika kantin gak?” tanya Rio

“hm… yaudah ayok” ucapku

Lalu akupun beranjak dari tempat dudukku, tapi tiba-tiba ve memegang tanganku. Sontak akupun kaget.

“aku ikut…”ucap Ve

“aku juga..”ucap Gracia dan Viny

Lalu kami pun beranjak dari kelas menuju ke kantin sekolah yang berada di lantai bawah. Tanpa kusadari ternyata Ve masih memegangi tanganku hingga saat di kantin banyak murid yang memperhatikanku.

“Yo lu tau ga kenapa para murid di sini ngeliatin gua mulu??” tanyaku kepada Rio

“gimana engga  tuh liat lu megang tangan salah satu primdona sekolah kita” ucap Rio

“eh…” ucapku sambil melihat ke arah tanganku, ternyata benar sejak tadi Ve menggenggam tanganku yang membuat banyak murid iri kepadaku.

“Ve..” ucapku

“iya ada apa” ucapnya

“hm… itu tangan kamu” ucapku sedikit gugup

“eh… maaf ya aku ngga sengaja” ucapnya, lalu dia menundukkan kepalanya karna merasa bersalah

“udah gapapa ko” ucapku sambil tersenyum

Lalu wajah Ve pun memerah. Sontak akupun panik.

“Ve kamu gapapa? Itu muka kamu merah banget, kamu sakit?” ucapku yang panik karna melihat Ve yang wajahnya memerah

“aku gapapa ko” ucapnya

Kami pun sampai dikantin. Keadaan di kantin saat itu sudah cukup ramai sehingga kami bingung ingin duduk dimana. Akhirnya kami menemukan tempat kosong yang berada di pojok.

“kalian mau pesen apa biar gua sama Farhan yang mesenin” ucap Rio

“gua pesen nasi goreng aja minumnya es teh tarik” ucapku

“samain aja semuanya” ucap Gracia

“okedeh”ucap Rio

Setelah lima belas menit akhirnya makanan kami semua datang, dan kami semua pun menyantap makanan kami sambil mengobrol dan bercanda sampai bell masuk berbunyi.

“udah bel nih, kelas yuk” ucapku

“yaudah ayok” ucap mereka

Kami pun beranjak dari kantin menuju ke kelas dan tidak lupa membayar makanan kami. Tapi saat berjalan menuju ke kelas Viny dan Gre bilang ingin ke kamar mandi dulu. Kami bertiga pun melanjutkan perjalanan ke kelas. Tanpa sengaja aku menabrak seorang siswi.

“aduh…” ucapnya

“kamu gapapa” ucapku sambil menjulurkan tanganku untuk membantunya berdiri

“iya gapapa ko” ucapnya

“kamu anak baru ya” ucapnya

“iya hehe….” ucapku

“namaku Shani” ucapnya memperkenalkan diri, sambil menyodorkan tangannya

“aku Radika… salam kenal” ucapku sambil menjabat tangannya

“kamu kelas berapa?” tanyanya

“kelas XI 1, kamu sendiri?” ucapku

“aku kelas XI 2. Aku ke kelas dulu ya, bye” ucapnya sambil melambaikan tangan dan berlalu pergi.

“ko aku jadi deg-degan gini dekat sama anak baru itu” batin Shani

Aku dan teman-teman ku pun melanjutkan perjalanan kami menuju kelas. Setelah sampai di kelas kami duduk di tempat kami masing.

“kamu kenal sama anak tadi? Ko, kayanya akrab banget” ucap Ve

“engga ko, tadi juga baru kenal emangnya kenapa gitu?” ucpaku

“oh, gapapa ko” ucap ve

Hari sudah siang dan para siswa terlihat lesu. Ada yang tidur bahkan bermain games karna bosan hingga bel pulang membuat mereka kembali semangat.

“yeeaayyy pulang” ucap salah seorang murid

“akhirnya pulang juga” ucapku sambil membereskan buku dan memasukkannya kedalam tas

“radika lu pulang sama siapa?” ucap Farhan dan Rio yang menghampiriku

“sama kaka gue emangnya kenapa gitu?” ucapku

“gpp sih, yaudah kalo gitu kami balik duluan ya” ucap Revan

“oke…” ucapku

Tiba tiba ada siswi yang menghampiriku. Dan ternyata dia adalah Gracia, gadis yang cantik dengan gingsul yang menambah keimutannya.

“emm… Radika nanti malem kamu sibuk ga?” ucapnya

“engga tuh, emang kenapa gitu Gre?” ucapku

“bisa temenin aku ke toko buku ga?” ucapnya

“yaudah di rumah aku juga gaada kerjaan, nanti malam aku jemput jam 7 kamu smsin aja alamatnya ke aku nih catet nomer  ku 08********64”Ucapku

“oh makasih ya…. aku pulang duluan ya udah di jemput nih, entar malem jangan lupa ya” ucapnya beranjak pergi sambil memberikanku senyum termanisnya

Akupun segera beranjak dari kelas menuju ke tempat parkir dan kudapati ada seorang perempuan yang menunggu di depan mobilku,tak lain adalah ka Melody.

“dek lama banget ngapain dulu?” tanya  ka Melody

“ada urusan sebentar” ucapku

Lalu kami pun masuk ke dalam mobil honda swift berwarna merah. Lalu saat sampai di gerbang sekolah aku bertemu anak perempuan yang sepertinya ku kenal,aku pun memberanikan diri menyapanya.

“Shani ya? Ko belom pulang” tanyaku

“eh, em… tadi aku nungguin papaku jemput ternyata ada meating dadakan makanya aku bingung” ucapnya

“yaudah bareng aja yuk” ucapku

“ngga ngerepotin nih?” ucapnya

“engga ko, yaudah buruan naik” ucapku

Shani pun masuk ke dalam mobilku dan duduk di belakang. Cukup lama kami hanya berdiam diri saja hingga akhirnya aku membuka percakapan.

“rumah kamu dimana shan” ucapku

“lurus aja di depan belok kiri terus pertigaan belok kanan nanti ada komplek masuk aja rumahku warna putih no 4” ucapnya

“kamu di rumah sendirian?” ucapku

“engga, aku punya kaka ko namanya Shania Junianatha” ucapnya

“oh…” ucapku

Akupun kembali fokus menyetir, sedangkan ka Melody sepertinya sedang ngobrol dengan Shani. Entah apa yang mereka bicarakan akupun tidak mau ambil pusing. Setelah lima belas menit kami pun sampai di rumah Shani yang cukup besar bertingkat dua. Shani pun turun dari mobil.

“Radika, ka Melody makasih ya” ucapnya

“iya sama-sama shan, kami pulang dulu ya, bye” ucapku

Akupun menjalankan mobilku dan terlihat dari spion mobil Shani melambaikan tangannya. Akhirnya setelah menempu perjalanan sekitar 20 menit kami pun sampai di rumah. Setelah memarkirkan mobil akupun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarku. Aku langsung merebahkan badanku di kasur karna lelah, dan akupun tertidur.

Akupun terbangun sekitar jam 6 sore, akupun ingat akan menjemput Gre jam 7. Lalu aku mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Selesai mandi aku pun memakai baju dan kulihat sudah jam setengah 7. Lalu aku berpamitan kepada ka Melody

“ka aku berangkat dulu ya..” ucapku

“mau kemana dek?” ucapnya

“mau ke toko buku sama temen ka” ucapku

“Ssapa? cowok apa cewek?” ucapnya

“cewek” ucapku

“ciee… baru hari pertama sekolah udah dapet gebetan aja nih” ucapnya meledek

“bukan ko ka, yaudah aku berangkat ya ka” ucapku

“iya hati-hati” ucapnya

Setelah wawancara yang di lakukan ka Melody aku berangkat menuju ke rumah Gre. Tadi dia sudah mengirimkan alamat rumahnya ke padaku melalui sms. Tak butuh waktu lama akupun sampai di rumah Gre yang cukup besar berwarna hijau di sebuah komplek perumahan yang cukup elit. Aku memarkirkan mobilku dan menuju ke pintu rumah Gre, kubunyikan bell yang ada lalu seseorang membukakan pintu. Yang sepertinya mamanya Gracia.

“cari siapa ya?” ucap mama Gre

“Gracianya ada tante?”

“Temennya Gracia ya? Ayo masuk dulu”

Akupun masuk ke dalam rumah Gre dan duduk di sofa yang berada di ruang tamu.

“mau minum apa?”

“gausah repot-repot tante”

“yasudah, tante manggil Gracia dulu ya”

Aku pun hanya mengangguk dan mama Gre berjalan meninggalkanku dan menuju ke kamar Gre yang berada di lantai atas rumah ini. Tak lama kemudian mama Gre turun bersama seorang gadis yang amat cantik dengan kaos tangan panjang berwarna abu-abu yang bertuliskan New York, calana jeans berwarna hitam dan sneakers berwarna putih. Aku pun melamun karna melihat wanita yang amat cantik, hingga sebuah ucapan seseorang menyadarkanku dari lamunanku,

“Radika… ko bengong?” tanya orang itu yang ternyata Gre

“eh…. eng… engga ko” ucapku terbata-bata

“yaudah berangkat yuk keburu malem. Mah Gracia pergi dulu ya”

“iya nak hati-hati ya”

“tante kami berangkat dulu ya”

“iya… jagain putri tante ya”

“siap tante”

Aku dan Gre pun masuk kedalam mobilku, lalu aku pun segera menjalankan mobilku meninggalkan rumah Gre menuju ke mall yang tidak  terlalu jauh. 45 menit perjalanan  akhirnya kami sampai di sebuah mall yang besar dan cukup mewah.

“kamu laper ga Gre?” tanyaku

“laper sih”

“mau makan dulu atau ke toko buku dulu?” tanyaku lagi

“ke toko buku dulu deh, takutnya nanti udah tutup”

Aku pun hanya mengangguk dan mengikuti Gre berjalan menuju toko buku. Kami pun sampai di toko buku yang cukup besar dan luas, aku dan Gre pun masuk ke dalamnya. Di dalam aku menunggu Gre di dekat kasir dan mengobrol ngalor ngidul dengan mbak mbak kasir.

“udh lama mbak kerja di sini?” tanyaku kepada mbak mbak kasir

“lumayan sih, udah 9 bulan” ucap penjaga kasir itu yang namanya Andela

“udah kayak kandungan aja mbak 9 bulan hehe”

“hihi si masnya ada-ada aja” ucapnya sembari tertawa kecil

Kami pun melanjutkan obrolan yang ngalor ngidul itu, ternyata dia masih SMA seumuran denganku dan ternyata dia satu sekolah denganku. Setelah obrolan singkat itu tiba-tiba Gre datang membawa buku yang ia cari.

“udah dapet bukunya?”

“udah kok, ini mau di bayar dulu, kamu ngobrolin apa kyanya akrab banget?” ucap Gre dengan tatapan curiga

“eng… engga kok cuman ngobrol biasa aja”

“iya deh aku percaya” ucapnya sembari membayar buku yang ia beli

“80.000 rupiah”

Aku pun memberikan uang 100.000 kepada Andela

“eh kok kamu yang bayar?”tanya Gre

“udah gapapa kok hehe”

“silahkan kembaliannya 20.000 rupiah”

“makasih ya ndel, kami pulang dulu”

“iya sama-sama datang lagi ya” ucap Andela sembari tersenyum dan mengedipkan mata sebelah kanannya

Gre yang melihat kejadian itu tiba-tiba mukanya memerah seperti tomat, sontak ia langsung memeluk lenganku kuat-kuat dan menarik ku pergi keluar dari toko buku.

“kamu kenapa?”

“gapapa kok”

“yaudah kita makan yuk, mau makan di mana?”

“kita makan di situ aja” ucapnya sambil menunjuk salah satu restoran

Kami pun berjalan menuju restoran yang di tunjuk oleh Gre. Di dalam restoran saat kami hendak mencari tempat duduk Gre melihat seseorang yang dia kenal dan mengajakku mendatangi orang itu.

“Shani…” ucap Gre

“eh Gre, kamu ngapain di sini” ucap orang yang namanya di panggil oleh Gre

“tadi aku abis beli buku, terus laper yaudah aku ke sini deh. Kamu sendiri ngapain di sini?”

“Shani lagi  bosen di rumah yaudah main ke sini deh hihi”

“kami gabung di sini ya Shan, gapapa kan?”

“iya gapapa aku malah seneng ada temen ngobrol hihi, btw kamu ke sini sama siapa tuh? Pacar kamu ya?”

Sontak wajah Gre pun memerah

“bukan kok dia teman sekelas aku”

Shani pun tersenyum dan menoleh ke arah ku

“eh… kamu?”

******

Bersambung

By: Radika

Twiter: @radikaydh

Ini ff pertama saya mohon bantuannya dengan memberi kritik dan saran^^

Iklan

9 tanggapan untuk “Alter Ego and Me part 1

  1. Saran ya mz Radika. Sorry nggak ada maksud menggurui. Cuma saran saya perhatikan huruf kapital saat mengawali percakapan dan dialog, tanda titik juga jangan lupa :v. Sama yang aneh di sini. Kalo diliat-liat, ini pake P.O.V. orang pertama kan?
    Kalo gitu kok ada monolog yang aneh pada bagiannya Shani?
    “ko aku jadi deg-degan gini dekat sama anak baru itu” batin Shani.
    Nah, kalo pake ‘batin Shani’ itu kan harusnya pake P.O.V orang ketiga (Author’s P.O.V.). Sekali lagi sorry, itu aja.

    Suka

  2. Sama satu lagi bang, kalo percakapan lebih dari 2 orang mendingan kasih dialog tag biar nggak bingung siapa yang ngomong, keep it up bang XD

    Suka

    1. karena udah ada yg ngasih saran soal penulisan, mau ngasih saran aja soal plot nya. agak aneh ngeliat semua cewek tiba2 suka sama tokoh utama, meski cuma khayalan tapi sebuah cerita lebih baik masuk akal mungkin pekenalkan aja dulu para gadis satu persatu dan kasih alasan buat mereka bisa suka sama tokoh utama pasti cerita lu lebih bagus.

      Suka

  3. Setuju dengan kang sedot wc ama mz luki. Btw, bang ini ffnya genre apa? Kalo diliat-liat dari cover, kayaknya fantasy? Tapi nggak tau juga deh. Lanjut THOR :”v

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s