Vepanda part 2

“Ini cowok ganteng sih, tapi ngeselin,” pikir Sinka.

Bel istirahat pun berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas mereka masing-masing.

“Kantin yuk,” ajak Yupi.

“Lu duluan aja sama Najong, ntar gue nyusul,” jawab Rezza.

“Emang mau ngapain lu?” tanya Najong.

“Ada urusan bentar,” jawab Rezza lalu pergi keluar kelas.

“Yaudah lah biarin aja, ntar dia juga nyusul, kamu mau ikut nggak sin?” tanya Yupi.

“Iyaa…,” jawab Sinka.

Mereka bertiga pun pergi ke kantin bersama.

“Ini kantinnya?” tanya Sinka setelah mereka sampai kantin.

“Iya lah, emang apaan lagi kalo bukan kantin,” jawab Najong.

“Kok lebih mirip cafe ya daripada kantin,” tanya Sinka heran.

“Iya sih emang mirip cafe, tapi tenang aja, disini harganya nggak kaya di cafe kok, harganya masih kaya kantin hahaha…,” jawab Yupi tertawa.

“Udah cepetan kalian mau pesen apa, biar gue yang ambilin, kalian cari tempat duduk,” ucap Najong.

“Aku nasi goreng sama jus jambu aja deh,” jawab Yupi.

“Kalo kamu sin?” tanya Najong.

“Samain aja sama Yupi hehe…,” jawab Sinka cengengesan.

-dikelas Melody-

“Mel ke kantin yuk,” ajak seorang cewek.

“Yuk…,” jawab Melody.

“Gue nggak di ajak nih?” tanya seorang cowok yang duduk dibelakang Melody.

“Nggak! Lu pergi sendiri aja sono,” jawab cewek tadi.

“Kamu nggak boleh gitu Ve, nggak baik,” ucap Melody.

“Yuk bay ikut aja gapapa,” ajak Melody kepada cowok tadi yang bernama Bayu.

Sesampainya di kantin mereka bertiga bingung karena melihat kantin yang sudah penuh.

“Yahh… gimana nih?” tanya Ve.

“Biar gue yang ambil makanan, kalian berdua cari tempat duduk,” jawab Bayu.

“Yaudah, aku pesen nasi goreng sama teh anget,” ucap Melody.

“Kalo kamu Ve?”

“Aku sama aja kaya Melody,”

Kemudian Bayu pergi memesan makanan.

“Eh itu temen adek kamu bukan mel?” tanya Ve.

“Mana?”

“Itu cewek yang duduk berdua,”

“Oh iya, yaudah yuk kita gabung mereka aja,”

Mereka berdua pun berjalan ke arah Yupi dan Sinka duduk.

“Haii…,” sapa Ve.

“Eh… hai kak Ve,” jawab Yupi.

“Boleh gabung nggak?” tanya Ve.

“Iya… boleh kok kak,” jawab Yupi sambil menggeser duduknya.

“Oh iya, Rezza mana yup? Kok nggak kesini?” tanya Melody sambil duduk disamping Sinka.

“Katanya ntar nyusul soalnya sekarang lagi ada urusan,” jawab Yupi.

Mereka ber-empat menunggu Bayu dan Najong yang sedang mengambil makanan.

“Oh iya kak, ini kenalin Sinka murid baru dikelas aku,” ucap Yupi.

“Pantesan aku belom pernah liat, aku kirain anak kelas 10,” ucap Melody.

“Kenalin aku Jessica Veranda, panggil aja Ve,” ucap Ve sambil mengulurkan tangannya kepada Sinka.

“Sinka juliani,” jawab Sinka tersenyum sambil menyalami tangan Ve.

“Aku Melody Nurramdhani Laksani,” ucap Melody sambil mengulurkan tangannya.

“Sinka…,” ucap Sinka tersenyum sambil menyalami tangan Melody.

Mereka ber-empat pun berbincang-bincang ringan selama menunggu Bayu dan Najong.

Beberapa menit kemudian Najong kembali dengan membawa makanannya dan juga makanan Sinka dan Yupi.

“Eh… ada kak Ve sama kak Melody,” ucap Najong sambil meletakkan makanannya.

“Iya… gapapa kan gabung?” tanya Melody.

“Iya gapapa kok, ini kan tempat umum hehe…,” jawab Najong cengengesan.

“Kak Melody sama kak Ve udah pesen makanan belum? Kalo belum aku ambilin gapapa,” tawar Najong.

“Udah kok, itu lagi dibawain Bayu,” jawab Ve sambil menunjuk ke arah Bayu yang sedang membawa makanan ke arah mereka.

Mereka ber-enam pun makan bersama dan kembali ke kelas mereka masing-masing setelah bel tanda istirahat selesai berbunyi.

“Rezza ada urusan apa sih, lama bener,” tanya Yupi saat sampai dikelas dan tidak melihat Rezza disana.

“Udah biarin aja, tuh anak kan emang gitu,” jawab Najong sambil duduk dibangkunya.

“Emang gitu?” pikir Sinka sambil duduk dibangkunya.

“Eh… sin, kamu gapapa kan duduk sendiri?” tanya Yupi.

“Eh? Iya gapapa kok,” jawab Sinka tersenyum.

Beberapa saat kemudian seorang guru masuk namun tidak memulai pelajaran karena ini masih hari pertama masuk sekolah.

Tak terasa bel pulang sekolah berbunyi dan Rezza belum juga kembali ke kelas.

“Rezza kemana ya, kok dia nggak balik ke kelas dari tadi,” ucap Sinka dalam hati saat berjalan ke gerbang sekolah.

“Aarrghhhh… ngapain sih aku mikirin dia terus, dia kan ngeselin,” ucap Sinka kesal.

Di depan gerbang sekolah disana sudah terlihat sebuah mobil yang menjemput Sinka, ia pun masuk mobil itu.

“Gimana dek tadi hari pertamanya?” tanya seorang cewek yang menyetir mobil itu.

“Lumayan lah, bisa langsung dapet temen,” jawab Sinka.

“Cewek apa cowok?”

“Dua-duanya,”

“Yaudah kalo gitu kamu pacarin aja yang cowok hahaha…,”

“Ihhh… apaan sih kak Naomi, kakak tuh sana yang cari cowok, udah tua belum punya cowok juga,”

“Udah ah, kakak males kalo bahas ginian, yuk langsung pulang aja,” jawab cewek tadi yang bernama Naomi.

“Kakak sendiri yang mulai,” ucap Sinka ketus.

Saat mobil Sinka melewati sebuah warung yang letaknya tidak jauh dari sekolah, ia melihat ada seorang cowok yang berseragam sama dengannya sedang duduk sendirian.

“Ehh? Itu kan Rezza,” ucap Sinka sambil menoleh ke arah Rezza.

“Rezza? Siapa tuh?” tanya Naomi.

“Dia itu cowok yang duduk disebelah aku,”

“Ohh…,”

“Dia dari istirahat pertama nggak masuk ke kelas,”

“Lohh… kok gitu? Terus dia ngapain disitu?”

“Ya gatau lah, ngapain nanya ke aku,”

“Ya siapa aja kamu tau, kamu kan temen sebangkunya,”

“Aku gatau, dia itu sebenernya ganteng, baik juga kata temennya tapi kenapa kelakuannya kaya gitu ya? Tadi sebelum dia pergi tingkahnya ngeselin banget, masa sih aku udah ngulurin tangan mau kenalan eh sama dia malah dicuekin, dia malah main hp, kan ngeselin,” ucap Sinka memanyunkan bibirya

“Curhat nih ceritanya?” goda Naomi.

“Ihhh… tauk ah! Kakak sama Rezza nggak ada bedanya, sama-sama ngeselin!”.ucap Sinka kesal.

“Tapi kok kamu perhatian banget sih sama dia, bukannya dia ngeselin ya? Hahaha…,” tanya Naomi tertawa.

“Bodo!” jawab Sinka memalingkan wajahnya.

“Ciee… yang marah,” goda Naomi sambil mencolek-colek Sinka.

“Apaan sih colek-colek!” ucap Sinka menghalau tangan Naomi.

Naomi hanya bisa tertawa melihat tingkah adiknya.

Tak lama kemudian mereka berdua sampai di rumah.

“Aku pulang…,” teriak Sinka saat memasuki rumah.

“Eh… udah sampe ternyata, gimana tadi sekolahnya?” tanya seorang perempuan sambil berdiri dari kursi dan berjalan ke arah Sinka.

“Seru ma, tadi aku langsung dapet temen,” jawab Sinka tersenyum dan memeluk perempuan itu.

“Langsung dapet cowok juga ma, haha…,” ucap Naomi saat memasuki rumah.

“Ihh… kakak apaan sih, Rezza itu bukan cowok aku tau,” ucap Sinka menoleh ke arah Naomi.

“Siapa Rezza? Besok ajak main ke sini dong, mama pengen kenalan,” ucap mama Sinka tersenyum.

“Ahhhh… mama…,” ucap Sinka merengek.

Naomi dan mamanya hanya tertawa melihat tingkah Sinka.

-di rumah Melody-

“Duhh… akhirnya sampe juga,” ucap Melody sambil merebahkan tubuhnya disofa.

“Ngomong-ngomong Rezza udah pulang belum ya?” ucap Naomi dalam hati.

“Aku telfon aja deh,” ucap Melody mengambil smartphone-nya ditas.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi, tuut… tuut… tuut…

“Eh? Kok nggak aktif nomernya,” ucap Melody heran.

“Yaudahlah mungkin lagi jalan,” ucap Melody sambil meletakkan smartphone-nya disofa.

Kemudian Melody berjalan ke kamarnya.

~oOo~

“Kok belum pulang mas?” tanya seorang satpam saat melihat seorang siswa yang berjalan sendirian.

“Eh? Iya pak, ini lagi mau pulang kok,” jawab siswa itu berhenti.

Kemudian siswa lanjut berjalan ke kelasnya.

“Eh? Kok belum pulang?” tanya siswa itu heran saat melihat seorang siswi berada di dalam kelasnya.

“Akhirnya kamu dateng juga, dari mana aja kamu?” tanya siswi itu.

“Tadi ada urusan bentar,” jawab siswa tadi.

“Dari istirahat pertama sampe sekarang pulang kamu bilang bentar?! Udah gila kamu za,” ucap siswi itu kesal.

“Ya maaf, aku males tadi soalnya ada murid baru,” ucap Rezza sambil duduk di depan siswi itu.

“Sinka maksut kamu?” tanya siswi itu.

“Kok kamu tau? Tau dari mana?” tanya Rezza.

“Tau lah, tadi aku ketemu dia di kantin,” jawab siswi.

Keheningan pun terjadi didalam kelas itu.

“Yaudah yuk pulang, udah sore nih,” ajak Rezza sambil mendekati siswi itu dan mengulurkan tangannya.

“Kamu pulang duluan aja sana, aku masih mau disini,” jawab siswi itu kesal.

“Masa gitu aja kamu marah sih,” tanya Rezza.

“Siapa juga yang marah,” jawab siswi itu memalingkan wajahnya.

Hmmmpph… Engghhh…

Tiba-tiba Rezza mencium bibir siswi yang di depannya itu.

Ruangan itu sangat sepi sehingga membuat desahan ciuman mereka berdua terdengar cukup keras.

Slurp… slurp…

Suara ludah mereka berdua menyatu, mereka mengemut lidah satu sama lain.

“Emphh… udah ya, kita masih disekolah, ntar ada yang liat,” ucap siswi tadi menyudahi scene sexy itu.

“Iyaa…,” ucap Rezza tersenyum.

Kemudian mereka saling bertatapan cukup lama.

“Hihihi…,” mereka berdua tertawa kecil sambil saling memandang satu sama lain.

Cupss!

Siswi itu mengecup bibir Rezza dengan tiba-tiba.

“Yaudah yuk pulang hihi…,” ajak siswi itu tertawa kecil sambil berdiri.

“Yuk…,” jawab Rezza.

Rezza mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas dengan siswi itu yang menggandeng tangannya dan menyandarkan kepalanya dibahu Rezza.

*to be continue*

Author : Luki Himawan

Iklan

4 tanggapan untuk “Vepanda part 2

  1. “Ngomong-ngomong Rezza udah pulang belum ya?” ucap Naomi dalam hati. , itu yg ngomong harus nya melody apa naomi, bang?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s