Lost and Back, Part65

wpid-wp-1440503288877.jpeg

“Mmm..??”

Tampak Naomi memegang sebuah perahu kertas di tepi danau.Yuuto pun turun dan menghampirinya.

“Mau menghanyutkannya tanpa mengajakku?”

“Eh..Yuuto?”

“Masih ada kertas kan?”

“Emhh..ini.”Naomi memberikan selembar kertas.

Yuuto pun membuat perahu yang sama seperti Naomi.

“Ayo.”

Naomi mengangguk dan mereka meletakkan perahu itu ke permukaan air danau.

“Semoga masalah yang dihadapi gadis cantik di sebelahku ini segera berakhir.”ucap Yuuto.

“Ehh..??”Naomi menoleh.

Lalu Yuuto berdiri.

“Ayo,hari sudah mulai gelap.”ucapnya ke Naomi.

Naomi pun ikut berdiri.

“A-aku….”ucapnya.

“Mmmm..??”

SRTTTTT

Tiba-tiba saja Naomi memeluk Yuuto.

“Hey..ada apa?”tanya Yuuto.

“A-aku takut….”

“Hmmm..??Adakah sesuatu yang ditakuti oleh seorang Putri Naomi?”

“Aku takut..kehilangan dirimu.”ucap Naomi dengan agak keras.

“Huhh..??”

“Aku sangat mencintaimu.Di sisi lain,aku merasa tidak pantas untukmu.”jelas Naomi seraya menangis.

“Tidak,harusnya aku yang merasa seperti itu.”

“BAKA YUUTO!!”Naomi memukul-mukul dada Yuuto.

“Kenapa..kenapa kau selalu merendahkan dirimu di hadapanku?Aku ingin kau berhenti melakukannya.”ucapnya.

“Hmmm…Bagaimanapun juga kau kan seorang putri kerajaan,dan aku hanya seorang pengawal.Mungkinkah aku bisa….”ucap Yuuto.

“Kumohon.”

“Baiklah,akan kucoba sebisaku.”

Yuuto mengangkat wajah Naomi dengan lembutnya.

“Jangan menangis lagi.”

Yuuto mengusap air mata Naomi.

“Dan sekarang,tersenyumlah.”

Perlahan Naomi tersenyum.

CUPPPSzz

Sebuah ciuman hangat mengakhiri perbincangan mereka senja itu.

~o0o~

“Hey.Menurutmu,apa yang akan terjadi setelah ini?”tanya Ryu ke Lidya.

“Jangan tanyakan itu.Aku bukan peramal.”

“Bukankah kau dan Viny adalah detektif?”

Lidya hanya menatap Ryu dan membuatnya berpaling.Dan ia melihat Hiro diam termenung.

“Hey..kau kenapa?”

“Tidak,hanya saja..seperti ada yang mengganjal di pikiranku.”ucap Hiro.

BRUAKKKK

“Huhh..??!!”

Tiba-tiba pintu depan terbuka.

“Hosh..hoshh….”

“Minato??”

Ternyata Minato datang dengan menggendong Yona.

“Oh..begitu rupanya?” pikir Hanna.

“Apa…masih ada..hosh..hoshh…kamar yang kosong?”tanya Minato dengan nafas tersengal-sengal.

“Mungkin masih ada.Biar kubantu.”ucap Lidya.

Minato pun menurunkan Yona dan Lidya menuntunnya ke belakang.

“Hosh..hosshh….”

BRUGKKKK

Minato terkapar.

“Kau tidak apa-apa?”tanya Hiro.

“Aku baik-baik saja.”

“Ini,minumlah.”Ryu menyodorkan sebotol minuman.

“Terima kasih.”

Setelah duduk kembali,tanpa sengaja Hiro melihat sebuah kalender di atas laci.

“Hey..hari ini tanggal berapa?”tanyanya.

“Mmmm..31 kan?”ucap Viny.

“Oh…APA??!! 31??!!”tanya Hiro keras.

“Ada apa?”tanya Ryu.

“Sial,”

Tiba-tiba Hiro berlari keluar.

“Hey..mau kemana kau?”tanya Ryu.

~o0o~

“Hmmm..sudah cukup.”

BRUGKKK
BRUGKKK

“Lepaskan..!!”

“Tolong..tolong..!!!”

“Keluarkan kami..!!”

TAP

“Apa kau akan membunuh mereka sekarang?”tanya Jikoku.

“Tentu saja tidak.Akan lebih menarik jika mereka hidup.Meskipun nantinya mereka akan terbunuh.”

Nampaknya ada puluhan orang yang disandera oleh Hanzai.

~o0o~

Yuuto dan Naomi berjalan pulang.

“Hmmm..aku baru tau.Ternyata kau itu manja sekali.”ucap Yuuto.

“Biarkan saja,Wleeek.”

Dan ternyata Naomi merangkul erat lengan Yuuto.

“A-aku..aku benar-benar tidak ingin kehilangan dirimu.”ucapnya.

“Benarkah?”

“Issh..dasar!”Naomi memukul lengan Yuuto.

“Hahaha..iya-iya,aku percaya.Tapi..”

Yuuto menghentikan langkahnya dan mereka pun saling menatap.

“Aku juga ingin kau percaya bahwa..aku akan selalu ada untukmu.”

Naomi tersenyum dan mengangguk.

“Ngomong-ngomong,pukulanmu keras juga.”

“Eh..??!!”

Dan ternyata lengan Yuuto berdarah.

“M-maafkan aku…A-aku lupa lenganmu terluka.”ucap Naomi khawatir.

“Tidak apa-apa.Asalkan….”

Yuuto mendekatkan mulutnya ke telinga Naomi.

“Kalau nanti Yuvia yang mengobati, jangan cemburu lagi ya.”

“Eh..??”

~o0o~

“Hey..kau bisa mendengarku kan?”

“Yona..tolong jawab aku.”

Lidya terus menanyai Yona,tetapi tak satupun dijawab olehnya.

CKLEK

“Minato?”

“Bagaimana?”

“Dia tidak mau menjawabku dan terus diam dengan tatapan kosong.”

Minato hanya diam menatap Yona dengan keadaan seperti yang diutarakan Lidya.

“Coba kau tanyai dia.Aku mau keluar dulu.”

“Ya.”

Lalu Minato duduk di samping Yona.

“Yona….”

Tetapi Yona tak menjawab.

“Kau bisa mengengarku,kan?”

Yona tetap tidak menjawabnya.Lalu Minato memegang tangannya.

“Yona..ini aku,Minato.”

Ia masih belum menjawab.

“Hmmm..sepertinya,dia butuh waktu untuk sendiri.”pikir Minato.

Disaat hendak pergi tiba-tiba Yona menahan tangannya.

“M-minato..apa itu kau..??”tanya Yona.

Minato sempat terkejut tetapi akhirnya duduk kembali.

“Iya,ini aku.”

Yona menatapnya dalam-dalam.

“Hikz..hikz….”

“Emhh..??”

Tiba-tiba saja Yona memeluknya begitu erat.

“A-aku takut….”

“Tenang,kau sudah aman sekarang.”

“Jangan tinggalkan aku.”

“Iya,aku disini.”ucap Minato seraya membalas pelukan Yona.

<skip>

CKLEK

“Yona….”tiba-tiba Yuvia masuk.

“Ssssttt….”

Tetapi Minato memberi isyarat agar Yuvia berhenti berteriak.Rupanya Yona sudah tertidur.Lalu Yuvia menghampiri mereka perlahan-lahan.

“Bagaimana keadaannya?”

“Dia sangat ketakutan.”

“Yona….”

“Saat dia sudah bangun,dan kau ingin berbicara dengannya,sebaiknya jangan membahas makhluk-makhluk aneh itu.”

“Iya,aku mengerti.”

~o0o~

Yuuto dan Naomi sampai di rumah.

“Darimana kalian?”tanya Viny.

“Tadi itu,ada masalah di luar.Jadi kami pergi.”ucap Yuuto.

“Begitu rupanya.Oh iya,Minato sudah kembali.”

“Benarkah?Dimana dia?”

“Dia ada di belakang.Mungkin ke kamar Yona.”

“Oh..jadi itu sebabnya dia tiba-tiba pergi sendiri.Ternyata dia menjemput Yona.”ucap Naomi.

“Hey..kenapa lenganmu?”tanya Hanna ke Yuuto.

“Oh..tadi itu,ada monster berambut panjang yang memukuliku.”

“Apa kau bilang??!!”Naomi kesal.

“Hahaa..aku hanya bercanda.Mana mungkin ada monster secantik ini.”Yuuto mencubit pipi Naomi.

Hal itu membuat pipi Naomi memerah.

“Baiklah,aku ingin menengok Minato dan Yona.”ucap Yuuto.

“Kau duluan saja,nanti aku menyusul.Aku akan mengambil obat-obatan dulu.”

~o0o~

Mirai memegang sebuah batu.

“Hmmm….”

FLASHBACK ON

“Apa Kakak..menyukai Ayen?”tanya Acha.

“K-kenapa kau tanyakan itu?”

“Sudah jawab saja.”

FLASHBACK OFF

WUSSSHH

BYURRRR

Mirai melemparkan batu itu ke sungai.

“Disini kau ternyata.”

“Emhh..??”

Ternyata Rona menyusulnya.

“Kenapa kau kemari?”

“Tentu saja mencarimu.Kau tau kan di luar sangat berbahaya.”ucap Rona sambil menghampiri Mirai.

Lalu ia juga mengambil sebuah batu.

WUSSSHH

Rona ikut melempar batu itu ke sungai.

“A-apa..??”pikir Mirai.

Batu milik Rona terlempar sangat jauh hingga tak terlihat dimana jatuhnya.

“Sudah lama aku tidak melakukannya.”ucap Rona.

“Hmmm..??”tanya Mirai.

“Dulu,aku sering sekali melempar batu seperti ini.Tapi,terakhir kali aku melakukannya,aku malah mengenai kaca rumah orang.Aku ini memang ceroboh ya.Hahaha….”

“Tapi,menurutku kau itu hebat.”

“Eh..??Kenapa kau berpikir seperti itu?”

“Entahlah.Tapi,dari caramu berkelahi dengan anak-anak itu,menurutku kau hebat.”

“Hmmm..tidak juga.Buktinya,aku pernah dibuat pingsan karena berkelahi dengan seseorang.”

“Benarkah?Siapa yang berani menyakiti gadis sepertimu?”

“Sudah lupakan.Oh iya,kau mau beradu lempar batu?”ajak Ayen.

“Tentu saja.”

Mereka mengambil batu masing-masing.

“Bagaimana kalau kita bertaruh?Yang kalah harus menggendong yang memang sampai ke rumah Kak Naomi.”

“Baiklah.”

“1..2…3…..!!”

WUSHHHH

BYURRR
BYURRR

“Yeayyyy….”ucap Rona.

Dan ternyata milik Rona lah yang lebih jauh.

“Aku kalah,ayo.”Mirai berjongkok.

“Kau yakin?”

“Tentu saja,peraturannya begitu,kan?”

“Baiklah.”

Baru saja hendak melangkah,Rona malah terpeleset.

“Eh..eh…Aaaaaa….!!!”

“Huhh..??Ayen..!!!!”

BYURRRR

Rona tercebur ke sungai yang ternyata cukup dalam itu.

“Mirai…Tolong..!!”

“Ayen..!!”

Tanpa berpikir panjang Mirai langsung menceburkan diri ke sungai untuk menyelamatkan Rona.

~o0o~

CKLEK

“Yuuto?”

“Bagaimana keadaannya?”

“Dia sangat ketakutan.Tapi sekarang dia sudah bisa tenang.”ucap Minato.

“Begitu ya?”

Lalu Yuuto menghampiri mereka.

“Oh iya,maaf aku tidak bisa membawa Yona langsung kemari.”ucapnya.

“Tidak juga,lagipula kau tidak tau dimana rumahnya,kan?”

“Iya. ”

“Hey..kenapa lenganmu?”tanya Minato.

“Oh..ini….”

“Astaga,kenapa bisa berdarah lagi?Sebentar,biar kuambilkan obat-obat lagi.”ucap Yuvia.

“Tidak perlu.Putri Naomi sudah mengambilnya.Sebentar lagi dia kesini.”cegah Yuuto.

CKLEK

Benar saja,Naomi datang membawa kotak obat-obatan.

“Maaf menunggu lama.”

“Tidak apa-apa.”ucap Yuuto.

Yuvia hanya tersenyum.

“Sini,biar kubersihkan dulu lukamu.”ucap Naomi.

“Arghhhh….”erang Yuuto pelan.

“Eh..maaf-maaf.”ucap Naomi.

“Hehehe…aku hanya bercanda.”

“Dasar!!”

“Setelah ini,tolong obati dia juga.”pinta Yuuto.

“Tidak perlu.”tolak Minato.

Lalu ia mengambil obat-obatan yang dibawa Naomi.

“Aku bisa melakukannya sendiri.Aku bukan anak manja sepertimu.”

“Apa kau bilang??!!”Yuuto sedikit berteriak.

“Hey..kalian berdua jangan berisik..!!”ucap Yuvia.

“Eh..??”

Mereka bertiga menatap Yuvia.

“Yona sedang beristirahat,kalian jangan mengganggunya.”ucap Yuvia lagi.

“Hey..apa kau tidak sadar?Teriakanmu tadi lebih keras dari suara kami.”ucap Minato.

“Upsss….”

Seketika Yuvia menutup mulutnya dan menoleh ke Yona.

“M-maaf..maafkan aku….”ucapnya sambil menunduk berkali-kali.

Yuuto dan Minato hanya menggeleng-gelengkan kepala.Sedangkan Naomi tertawa kecil karenanya.

~o0o~

Hiro terus berlari.Sedangkan Ryu mengejarnya dari belakang.

“Hiro…mau kemana kau..???”

Tetapi Hiro terus berlari.Sampai akhirnya ia berhenti di suatu tempat.

“S-sial..!!”

 

*to be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s