Kepingan Rasa Cinta

Disini rasa nya dingin dan begitu banyak angin yang menerpa wajah ku , awal nya ku kira dia mengajak ku kesini untuk melakukan sesuatu yang romantis tapi ternyata tidak. Tatapan mata nya begitu lembut bagai sinar matahari sore dan senyuman nya begitu menenangkan layak nya hamparan padang rumput hijau yang baru bersemi , entahlah bagaimana aku bagaimana aku bisa jatuh cinta pada nya karena pertemuan pertama kami tak begitu menyenangkan.

Ku tarik napas dalam dalam meski pertama kali nya aku menjalani event ini , aku tak boleh kelihatan gugup karena kebanyakan fans yang ikut event ini akan gugup jika aku juga gugup maka semua nya akan kacau. Jadi berdetaklah dengan normal wahai jantung ku , aku tak ingin mengecewakan mereka yang sudah datang kemari.

“vin kamu sudah siap ?”  tanya kak naomi yang juga nampak gugup

“udah ayo”

Event nya pun dimulai dan para fans mulai datang ke bilik ku mereka semua nampak senang bersalaman sambil bercerita kepada ku , kadang ada juga yang mengombali ku tapi aku senang karena rasa gugup ku hilang.

Event handshake pertama ku berjalan lancar rasa gugup yang ku khawatirkan hilang saat aku melihat mereka yang antusias , dan aku tak menyangka kalau mereka bahkan sudah membuat fanbase yang mereka beri nama vinyvers sebuah nama yang bagus.

Di ujung barisan terakhir aku melihat seorang pria yang tak seantusias mereka yang lain wajah nya hanya datar menunggu , apa dia bosan menunggu ? atau dia sama sekali tak terkesan dengan diri ku , rasa gugup ku yang sedari tadi ku kubur muncul kembali apa aku sudah mengecewakan fans ku di event ini.

Saat aku menyalami nya dia tetap diam , biasa nya mereka yang membuka pembicaraan dan aku bertindak sebagai pendengar dan kadang kadang menanggapi pertanyaan tapi dia hanya diam memantung dengan wajah yang tanpa ekspresi.

“makasih ya udah mau handshake sama aku dan terima kasih untuk support nya selama ini” ucap ku membuka pembicaraan ,

seperti yang diajarkan kalau fans diam aku lah yang harus memulai nya jangan biarkan fans merasa kecewa sudah datang.

“aku meninggalkan sebuah puzzle di tempat hadiah untuk mu dan aku akan memberi sebuah potongan nya setiap event handshake berikut nya , jadi aku harap kamu bertahan lama disini.”

Setelah mengucapkan itu dia melangkah pergi walaupun dia masih mempunyai banyak sisa waktu , ku lirik kak melody yang berada disamping ku dan wajah nya seperti berkata ‘apa yang terjadi’ sejujur nya aku juga tak tahu.

Event ini berakhir dan kami sedang beristirahat di ruang ganti , ada yang berfoto , ada yang makan dan minum dan ada yang hanya duduk seperti ku.

“fans yang terakhir tadi kenapa pergi gitu aja ?”  tanya kak melody

“aku nggak tahu kak dia hanya ngomong sedikit terus pergi” jawab ku

“terus kenapa dia bisa pergi gitu aja vin apa kamu salah ngomong atau mungkin kamu lupa senyum”

Pertanyaan pertanyaan kak melody membuat semua orang diruang ganti mengalihkan perhatian mereka pada ku , mungkin aku sudah melakukan kesalahan besar karena nggak ada fans yang pergi sebelum waktu nya habis sebelum nya.

“maaf kak aku akan berusaha lebih baik lagi” hanya itu yang bisa ku ucapkan ,

Perasaan ku benar benar sedih karena aku berusaha melakukan yang terbaik hari ini , aku sudah menyiapkan pakaian untuk ku pakai dari beberapa hari yang lalu aku sangat menantikan event ini. Tapi kenapa semua harus berakhir seperti ini , apa aku belum cukup baik sebagai seorang idola.

“vin nih ada gift” ucap della sambil memberi sebuah kotak kepada ku

“makasih del”

Kotak itu berwarna biru dengan sebuah pita putih yang mengikat nya , ku lepas pita nya lalu ku buka dan didalam  nya ada sebuah papan puzzle kosong. Apa ini puzzle yang dimaksud orang tadi ada sembilan potongan puzzle yang hilang itu berarti aku baru bisa menyelesaikan nya sembilan event handshake lagi.

Tapi apa maksud nya ? apa ini semacam tantangan atau mungkin dia hanya mengerjai ku , apa mungkin ada fans yang sejahat itu yang mengerjai member. Aku baru disini jadi aku tak terlalu mengerti tapi kurasa tak mungkin ada fans yang mengerjai kami , aku harus berpikir positive mungkin dia ingin aku terus semangat berada disini.

Aku menaruh papan puzzle itu diatas meja disebelah tempat tidur ku , itu adalah gift pertama yang ku terima jadi harus ku jaga baik baik. Setelah bersih bersih dan makan malam aku membuka twitter ku untuk berterima kasih karena sudah datang ke bilik ku dan aku juga mengunggah foto ku yang cantik sebagai ucapan selamat malam , duh centil nya diri ku ya tak apalah aku harus percaya diri.

Senang rasa nya saat mention yang masuk memberi dukungan dan ada juga yang mengirim foto foto ku saat event tadi , duh cantik nya diri ku senang rasa nya saat mereka menghargai kerja keras ku untuk berlatih dan mempersiapkan diri ku tapi ada sebuah mention yang menarik perhatian ku.

“aku harap kamu menyimpan papan nya”

mention ini , itu pasti orang yang tadi aku pun membuka profile nya tapi itu adalah sebuah akun baru. Mention yang dikirim nya kepada ku adalah satu satu nya tweet yang ada di akun itu , siapa orang ini kenapa aku tak merasa takut justru yang ku rasakan adalah ingin tahu lebih tentang orang ini.

Sudah tujuh event handshake berlalu dan orang itu terus datang di sesi terakhir dan aku tetap mendapat sepotong puzzle seperti janji nya , puzzle ini juga hampir selesai tapi aku tak bisa menebak isi nya begitu juga dengan maksud orang itu melakukan ini semua. Aku juga tak tahu apapun tentang orang itu tidak juga dengan nama nya.

Di event selanjut nya aku harus tahu nama dan tujuan dia melakukan ini semua jadi sebelum dia pergi aku akan menanyai nya , meski harus dengan memaksa nya aku harus tahu karena aku benci dengan  rasa penasaran yang selalu kudapat setiap kali aku menempelkan potongan baru ke papan itu.

Rasa gugup ku sudah jauh berkurang sekarang aku tak lagi segugup dulu sekarang aku sudah bisa menatap mata mereka saat berbicara , aku juga belajar untuk bercanda dengan mereka dan berkat ajaran kak naomi aku juga bisa membalas gombalan mereka. Ini adalah sesi terakhir ku dan aku tahu kalau pria itu akan muncul di barisan akhir lalu memberikan satu lagi potongan puzzle , tapi sesuai rencana ku aku akan menanyai nya kali ini.

Dia datang dengan wajah datar seperti biasa , saat kami bersalaman aku menahan tangan nya agar dia tak berlalu sebelum aku bisa menanyai nya.

“boleh aku tahu nama mu ?” tanya ku

“apa itu penting ?” jawab nya dengan ekspresi wajah yang tak berubah

“iya jadi apa aku bisa tahu nama mu”

“chris”

“lalu apa tujuan kamu ngasih puzzle itu ?”

“apa kamu lebih suka saat sebuah kejutan diberitahukan terlebih dahulu kepada mu”

Tentu aku lebih suka merasa terkejut saat mendapat kejutan dan jika maksud nya selama ini adalah kejutan aku sudah menunggu cukup lama ,

“aku anggap itu arti nya tidak , kalau begitu lepaskan lah tangan ku karena meski aku suka saat kau mengengam mereka . Aku lebih benci saat beberapa orang fanatik mu memukuli ku dijalan saat aku pulang”

“tapi..”

“bisa tolong lepaskan”

Aku melepaskan gengaman ku dan dia berjalan pergi kenapa aku tak rela dia pergi meski kali ini dia mengunakan semua waktu nya , ada perasaan yang masih menganjal dihati ku perasaaan belum puas akan jawaban nya.

Dari tumpukan hadiah yang ku terima aku mencari sebuah amplop biru yang diikat dengan pita putih , ku buka amplop itu dan lalu ku tempelkan potongan kedelapan dari puzzle itu. Sebuah huruf I dan U dengan bagian tengah yang masih kosong aku masih belum mengerti dengan kejutan yang dia maksud.

Untung nya kuliah ku tak terganggu aku masih mengerjakan tugas ku dan kehadiaran ku masih cukup untuk mengikuti ujian akhir , minggu ini aku tak mendapat giliran di theater jadi aku bisa cukup fokus untuk kuliah ku.

Kelas juga terasa menyenangkan karena dosen yang mengajar bukan lah dosen yang galak , kami semua menikmati beberapa candaan yang dilontarkan membuat suasana kelas menyenangkan.

“nah untuk mata kuliah saya tak ada ujian akhir”

Mendengar pengumuman itu kami semua bersorak ria , aku juga bersyukur karena itu bisa sedikit mengurangi beban kuliah ku.

“tapi sebagai ganti nya kalian harus membuat refleksi dari mata kuliah saya ”

“YAHHHHH” ucap kami semua

“sttttt jangan banyak protes lagi pula ini tugas untuk dua orang dan kalian buat nya sesuai urutan absen kalian agar bapak mudah mendata nya , itu saja untuk hari ini”

Pak dosen pun keluar dan mata kuliah hari ini berakhir , teman teman sudah mulai mendiskusikan tugas mereka. Aku rasa agak sulit menentukan jadwal ku untuk tugas ini tapi aku harap tugas ini bisa ku selesaikan.

Absen ku urutan terakhir jadi aku pun menghampiri eya yang absen nya satu nomor dibawah ku ,

“eya kapan kita mulai buat tugas nya ?” tanya ku

“kita ? vin aku bukan pasangan kamu” jawab nya

“bukan ? bukan nya absen kamu satu nomor dibawah aku ?” tanya ku yang bingung

“memang tapi ada yang absen nya satu nomor diatas kamu”

“siapa ?”

“itu yang jarang masuk….tanya kating aja deh vin”

“ohh ya udah makasih ya”

“sama sama”

Aku tak tahu siapa orang itu , mungkin karena dia lebih sering absen dari ku sehingga aku tak mengenal nya. aku menghampiri kating kelas ku untuk mencari tahu siapa #patner tugas ku.

“dre siapa yang absen nya satu nomor diatas aku ?”

“si chris tapi dia jarang masuk”

Chris jangan jangan dia fans misterius itu lagi , tapi kemungkinan kami kuliah dia kampus yang sama itu kecil. Terlebih untuk bisa satu kelas dan menjadi #patner untuk tugas kuliah ku.

“ada contact nya nggak ?”

“aduh tuh orang aneh tiba tiba berubah terus  keluar dari grup chat kelas , tapi kalo alamat nya aku ada tunggu”

Andre menuliskan alamat chris di secarik kertas lalu memberikan nya kepada ku , alamat rumah nya tak terlalu jauh dari rumah ku jadi aku akan ke rumah nya sepulang kuliah.

“makasih ya” ucap ku

“sama sama”

Sesuai rencana sepulang kuliah aku pergi ke rumah chris untuk mendiskusikan masalah tugas, rumah chris adalah rumah yang besar dengan pagar tinggi meski begitu gerbang rumah nya terbuka dan tak ada yang menjaga.

Chris nampak nya tinggal sendiri karena rumah nya nampak berantakan , daun daun kering memenuhi halaman nya , sampah juga berserakan dan debu yang tebal membuat jejak ku membekas di lantai.

Ku tekan bel rumah nya beberapa kali tapi tak ada respon , coba ku ketuk tapi tetap saja tak ada respon. Sudah cukup lama aku berdiri menunggu nya tapi pintu rumah nya belum juga terbuka , mungkin dia tak ada dirumah barang kali besok aku bisa kembali lebih baik sekarang aku pulang.

“aku kira fans yang ngezombie”

Aku menoleh dan ternyata dia adalah chris yang memberikan ku puzzle , ekspresi wajah nya masih datar dan dia membawa sebuah kantong plastik.

“ternyata kamu , eh kita satu kelompok untuk tugas…”

Dia berjalan melewati ku sebelum aku sempat menyelesaikan kata kata ku , dia membuka pintu nya lalu berjalan masuk.

“hei tunggu”

Aku pun mengikuti nya masuk dan bagian dalam rumah nya lebih berantakan dari bagian luar nya , sampah nya begitu banyak ,lalat berterbangan dan bau menyengat tercium dari tumpukan sampah nya. tapi chris tampak tak peduli karena dia dengan santai nya makan di antara tumpukan sampah.

“CHRIS” panggil ku

“maaf aku sedang makan”

Aku mencoba tak menyentuh sampah yang ada dilantai saat aku berjalan kearah nya , dia sedang duduk di sofa sambil makan beberapa potong ayam goreng. Saat aku semakin dekat aku sadar kalau dia terlihat berantakan , wajah nya kotor dan rambut nya acak acakan , kaos yang dipakai nya penuh noda dan badan nya bau apek , dia pasti sudah berapa hari tidak mandi.

“chris kamu kenapa ?”

“aku baik” ucap nya sambil mengigiti tulang ayam

“kamu kelihatan jorok mandi dong”

“kau kesini karena ingin membahas masalah tugas kan ? kalau gitu kita ketemu nanti malam ada di cafe seberang jalan kita bisa bahas disana”

“tapi..”

“atau kau ingin membahasnya disini seperti yang kau lihat disini jorok”

Membahas tugas disini diantara tumpukan sampah ini , tentu tidak aku tak tahan lagi berada disini.

“baiklah kalau begitu kita ketemu…”

“jam 8”

“jam 8 di..”

“cafe seberang jalan”

Dia melempar tulang bekas sembarangan dan dengan santai nya minum sisa sisa cola yang ada di botol bekas yang aku tak tahu sudah berapa lama ada disana ,

“ada apa lagi ?” tanya nya

“jangan lupa mandi”

“iya tentu saja”

Dia mendorong sampah yang ada di sofa lalu berbaring dan menutup mata nya dengan tangan, apa dia berencana tidur diantara tumpukan sampah ini ? Bagaimana bisa dia sesantai itu tidur bersama sampah busuk dan lalat , ya sudahlah itu bukan urusan ku lebih baik aku pergi dari sini aku perlu mandi.

Aku mengosok setiap centi dari badan ku , setelah pergi ke tempat seperti itu pasti banyak noda dan kuman yang menempel. Dia begitu aneh dia bisa begitu santai tinggal ditempat mengerikan seperti itu.

Malam ini cafe sepi sesuatu yang bagus karena jika ada banyak orang disini melihat ku berdua dengan orang seperti dia pasti akan gawat , hanya ada beberapa orang yang sedang menikmati makanan mereka beberapa yang lain bahkan hanya duduk duduk tanpa memesan apapun.

“kau datang terlalu cepat” ucap chris yang baru datang

Dia nampak jauh berbeda dari yang ku lihat tadi sore , dia nampak rapi dengan kemeja hitam dan celana jeans hitam. Saat dia duduk aku tak mencium bau badan nya seperti tadi sore nampak nya dia sudah mandi dan itu bagus.

“seorang ratu tak pernah datang terlalu cepat kau lah yang datang terlalu lambat” ucap ku

“baiklah kalau begitu bisakah kita mulai pembahasan tugas nya baginda ratu” jawab nya dengan menunduk layak nya seorang ksatria.

“bangun ah bikin malu aja”

Dia bangkit berdiri lalu duduk tetap dengan muka yang datar kenapa nih orang muka nya default banget , apa dia nggak punya ekspresi lain di wajah nya atau mungkin wajah datar nya sudah permanen karena terlalu sering dipakai.

“apa kau pikir ini nggak aneh kita bisa jadi #patner tugas ?” tanya ku

“entahlah aku hanya ingin lulus dari mata kuliah ini” jawab nya

“kamu bisa nggak sih senyum aku bosan lihat muka datar kamu”

“apa itu penting ?”

“hah ?”

“apakah senyuman ku penting untuk tugas ini”

“kamu kok nyebelin banget sih udah ah aku mau pulang”

Aku berdiri dari tempat duduk ku lalu berjalan pergi dasar cowok aneh , bukan nya senang kalau idola sendiri jadi #patner tugas nya.

“TUNGGU”

“apa lagi…..”

Dia tersenyum terlebih lagi senyuman itu sangat manis , tunggu kenapa aku berpikir seperti itu dia itu hanya fans yang juga teman sekelas.

“aku minta maaf karena sudah menyinggung kamu , aku hanya ….”

“iya aku maafin”

“tolong bantu aku mengerjakan tugas ini” ucap nya sambil menundukan kepala nya

“baiklah tapi jangan nyebelin lagi”

“aku janji” ucap nya

Sebelum semua orang di cafe melihat kami , aku menarik nya kembali ke meja dan mulai membuka buku untuk mengerjakan tugas akhir kami.

“ini baca dulu catatan nya” ujar ku sambil menyodorkan buku ku

“nggak usah”

“tadi udah janji nggak nyebelin atau kamu mau aku…..”

“bukan bukan bukan……aku udah minta andre ngirim catatan pelajaran dan aku udah baca tadi , nih..”

Dia menunjukan foto foto di handphone nya , foto yang berisi catatan catatan pelajaran ternyata dia punya usaha untuk tugas ini lagi pula dia terlihat serius membaca catatan di handphone nya aku terkesan.

Aku mulai menulis beberapa bagian awal tugas sambil menunggu dia selesai membaca catatan nya , aku rasa tugas ini tak akan sesulit yang aku kira karena dia juga nampak serius membaca catatan nya dengan mata indah nya itu.

Mengapa dia bisa nampak begitu berbeda wajah nya yang serius saat membaca ditambah lagi aku baru sadar betapa indah sorot mata nya , aku rasa aku…

“vin”

“iya , iya ada apa ?” ucap ku yang tersadar dari lamunan ku

“ini refleksi kan ?”

“iya”

“kenapa kamu nulis awalan untuk ringkasan ?”

Aku memeriksa apa yang baru ku tulis dan apa yang diucapkan nya benar ini adalah awalan untuk ringkasan , kenapa aku bisa tak fokus seperti ini sih.

“iya maaf aku kurang fokus” jawab ku

“kalo gitu biar aku aja yang nulis awalan tugas nya dan kamu bisa tolong tulis penutup nya aku kurang pandai nulis nya”

“iya boleh”

“kalo gitu kita bisa mulai ngebahas tugas nya aku udah baca semua nya”

“serius ?”

“iya ayo mulai”

Dia pintar meski awal nya ku kira dia hanya cowok yang menyebalkan tapi ternyata dia bisa dengan mudah memahami materi kuliah yang menjadi tugas kami , dia bahkan mengajarkan ku beberapa bagian yang selama ini belum ku pahami dalam beberapa jam tugas kami hampir selesai.

Itu semua tentu nya dibantu oleh beberapa gelas milkshake dan cemilan semua akan lebih baik dengan ada nya cemilan , suasana cafe juga udah sepi aku rasa sebentar lagi cafe akan tutup.

“maaf mas mbak cafe nya udah mau tutup jadi kami mohon maaf kami harus meminta mas dan mbak nya pergi” ucap seorang pelayan yang datang ke meja kami.

“oh iya , tolong bill nya” pinta chris

“ini mas” ucap pelayan itu sambil memberi bill ke chris

“sisa nya ucapan terima kasih udah ngasih tempat”

“terima kasih banyak”

Kami berdua membereskan buku buku kami lalu pergi dari cafe , karena sudah malam chris memaksa untuk mengantar ku pulang. Aku tak menolak karena aku juga takut pulang sendiri apa lagi ini sudah malam.

“makasih ya” ucap ku

“sama sama tolong ya penutup nya”

“iya tenang aja ratu nggak pernah bohong kok”

“aku tahu , kalau begitu aku permisi pulang”

Saat dia berbalik dan aku hanya bisa melihat punggung nya berjalan semakin menjauh perasaan yang sama kurasakan saat dia pergi sewaktu handshake kemarin hadir lagi , aku tak ingin dia pergi aku ingin dia tetap disini.

“CHRIS”aku berteriak memanggil nya

Dia berbalik dan wajah nya nampak bingung perasaan ku bingung tapi kaki ku ingin berlari mengejar nya , ini kesempatan ku tapi apa yang baru ku lakukan kenapa aku memanggil nya kami hanya teman dia hanya fans ku. Aku…..jatuh cinta pada nya.

Aku berlari mengejarnya dan ku peluk diri nya ku sandarkan wajah ku ke dada nya yang kuat dan kokoh , ku hirup aroma tubuh nya rasa nya menenangkan. Dia membalas pelukan ku aku senang.

“apa kau ingin potongan terakhir dari puzzle itu” bisik nya

“tentu aku sudah menunggu cukup lama”

“ambilah dan kita selesaikan berdua”

Ku lepas pelukan diri ku dari nya , aku tak ingin lepas tapi aku ingin tahu kejutan yang ku tunggu sudah terlalu lama. Aku berlari masuk ku ambil papan itu dari meja tempat tidur ku dan ku temui lagi dia diluar.

Diberikan nya potongan terakhir dari puzzle itu dan ku tempelkan tepat di tengah tengah , I love U itu lah kejutan yang ku tunggu selama ini.

“tentu aku juga cinta kepada mu”

Dia memeluk ku aku tak pernah merasa begitu bahagia dipeluk sebelum nya , badan nya begitu kokoh aku begitu nyaman menyandarkan diri ku kepada nya. aku baru tahu apa yang nama nya kebahagiaan.

Setelah malam itu aku menjalani hubungan dengan chris lebih dari sekedar teman , aku merindukan kuliah ku lebih dari sebelum nya meski begitu aku tetap menjaga hubungan ini antara kami berdua belum saat nya orang lain tahu.

Pagi ini juga sama aku berjalan menuju kelas dengan perasaan bahagia ,

“viny” panggil seseorang

Aku berhenti dan berbalik dan yang memanggil ku adalah seorang wanita cantik , tapi aku tak mengenal nya beberti dia bukan teman sekelas ku. Apa mungkin dia fans ?

“kamu viny kan ?” tanya nya lagi

“iya ada apa ?”

“aku Tia ada hal yang ingin aku bicarakan”

“ngomong aja”

“boleh sekalian aku belikan kamu minum ?”

Aku memeriksa jam ku dan masih ada sekitar satu jam sebelum kuliah ku dimulai , mungkin tak apa mendapat minum gratis pagi pagi lagi pula aku butuh kopi.

“boleh”

Kami berdua duduk di kantin kampus yang masih sepi ,

“mau pesan apa ?”

“kopi tapi gula nya dikit” jawab ku

“kalo gitu aku teh jeruk” sambung Tia

Setelah pesanan kami datang aku langsung meminum kopi ku untuk menghilangkan sedikit kantuk ku , ku lihat Tia juga meminum teh jeruk nya.

“jadi mau ngomong apa ?” tanya ku

“apa kamu kenal chris ?”

“iya” jawab ku

“dan sampai dimana hubungan kalian ?”

“aku nggak perlu ngasih tahu” jawab ku

Tia menyuruput sedikit lagi teh jeruk nya sebelum mengambil napas panjang dia menantap mata ku untuk beberapa saat seperti mengecheck sesuatu.

“dia berhasil membuat mu jatuh cinta juga ya ?” ucap nya

“maksud nya dengan……tunggu juga ?” ujar ku bertanya balik

“aku mantan nya kamu nggak perlu khawatir aku lah yang memutuskan hubungan dengan nya…dia berubah”

“kenapa kamu memberitahu ku ini semua apa kamu ingin aku….”

“tidak tidak jangan berpikir macam macam aku hanya ingin bicara karena aku ingin minta tolong”

“tolong ?”

Ku minum sedikit kopi ku karena aku perlu waktu sebentar untuk mencerna semua perkataan nya ,

“aku yakin rumah nya masih berantakan dan dia tak mengurus diri nya”

“darimana kamu tahu ?” tanya ku

“karena itulah alasan ku memutuskan hubungan dengan nya , dia depresi semenjak kehilangan seluruh keluarga nya dalam kecelakaan….semenjak itu dia seperti tak punya semangat hidup. Aku tak sanggup melihat nya seperti itu jadi aku memutuskan hubungan dengan nya” ucap Tia menjelaskan semua nya

“kau meninggalkan dia saat dia terpuruk…bagaimana mungkin”

“aku tahu aku salah jadi tolong bantu dia bangkit lagi , bantu dia menemukan semangat hidup nya lagi”

“kau tak perlu lagi khawatir karena aku akan menjadi semangat hidup nya”

Aku pergi meninggalkan wanita itu tak mungkin aku bisa berlama lama dengan wanita kejam seperti itu , aku berlari meninggalkan kampus menuju rumah chris bagaimana mungkin aku membiarkan nya menderita sendirian.

Aku tak peduli dengan sampah yang menumpuk aku hanya ingin menemui nya , memeluk nya , aku ingin membantu nya melewati masa sulit hidup nya. dia tak ada di sofa berarti dia ada di kamar nya.

Dia masih berbaring dikasur nya aku pun masuk dan melompat dan langsung memeluk nya ,

“DUH duh ada apa vin ?”

“aku tak tahu kalau kamu kehilangan semua nya”

“aku tak peduli jika aku kehilangan semua nya jika aku memiliki mu”

“kalau gitu kamu harus berubah”

“berubah ?”

“iya aku ingin jadi semangat hidup kamu yang hilang jadi aku ingin kamu berubah jadi bahagia”

Dikecup nya pipi ku aku hanya memejamkan mata saat dia mengelus kepala ku rasa nya nyaman ,

“aku sudah bahagia”

“kalau gitu bersih bersih yuk”  ajak ku

“males ah”

“ayo”

Aku pun menarik nya bangun meski susah tapi akhir nya aku berhasil membuat nya berdiri lalu kami berdua pun mulai membersihkan rumah nya yang jorok , butuh waktu seharian untuk membersihkan rumah nya dari tumpukan tumpukan sampah.

Setelah itu semua kami berdua akhir nya bisa makan dirumah nya , meski hanya makanan cepat saji tapi rasa nya menyenangkan untuk makan berdua bersama nya.

“vin”

“iya ?”

“kau tahu kita tak bisa seperti ini terus”

“maksudnya ?” tanya ku yang mulai tak nyaman dengan pertanyaan nya

“kau masih member JKT dan kita tak bisa terus berhubungan seperti ini , kau tahu aku tak sanggup melihat kau dicerca kalau mereka tahu hubungan kita”

“jadi apa yang harus ku lakukan”

“kita akhiri hubungan kita dan aku akan menunggu mu sampai kau menggapai semua impian mu di jkt”

“tapi….”

“apa kau ingin mengkhianati semua fans mu hanya untuk satu orang”

“tapi aku mencintai orang itu , dan orang itu kamu”

“lalu apa yang ingin kamu lakukan ?”

“aku akan keluar dari jkt48”

Itulah keputusan ku hari itu aku mengundur diri dari jkt48 meski banyak yang menolak keputusan ku tapi aku tetap memegang teguh keputusan ku. Setelah aku memberitahu chris dia mengajak ku untuk bertemu di atap kampus dimana dia sudah duduk menunggu.

“chris” panggil ku

“hei vin” jawab nya

Senyuman nya yang manis itu yang membuat ku yakin untuk menanggalkan nama jkt dibelakang nama ku , semua impian ku sudah berhasil ku capai di jkt dan sekarang aku juga sudah menemukan kebahagian ku.

“aku ingin menunjukan sesuatu kepada mu”

Dia menarik tangan ku dan mengajak ku naik keatas pembatas gedung dari atas sini aku bisa melihat matahari yang mulai terbenam , direntangkan nya tangan ku sama seperti adegan film titanic sungguh romantis.

“vin” bisik nya

“iya”

“AKU INGIN KAMU MATI”

aku jatuh ? kenapa dia mendorong ku dari atas sana ? bukan kah kita saling mencinta ? lalu kenapa aku sedang jatuh menuju aspal ?

 

THE END

 

@chris_vylendo

Iklan

2 tanggapan untuk “Kepingan Rasa Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s