Iridescent Part 6

m

Tiba-tiba …

Kak Naomi mendekatkan wajahnya ke gue. Mendekat, mendekat lagi, makin dekat dan sangat dekat.

“Kamu yakin mau susu ?” tanya Kak Naomi dengan tatapan menggoda.

“Ee anu Kak … aku” ucap gue tergagap.

Lalu dia meniup dari leher sampai ke telinga kiri gue, perlakuan Kak Naomi sukses bikin gue udah sampai limit buat nahan godaan nya.

Brrrrrr geli banget sumpah, bawaan nya jadi pengen gue nikahin Kak Naomi sekarang juga dan langsung menikmati malam pertama. *bakarauthor

“Kamu bisa kok, dapet yang lebih dari itu …” bisik Kak Naomi.

“Apa !!!” teriak gue kaget.

Seisi Cafe langsung menatap ke arah gue dan Kak Naomi. Ups, gue salah respon nih ? Orang-orang di Cafe ini menatap dengan tatapan heran mereka, tapi mending gue abaikan saja lah mereka.

“Kamu mau gak ?” tanya Kak Naomi dengan tatapan menggoda nya lagi.

“Kapan-kapan deh Kak Naomi” jawab gue sambil grogi setengah mati.

“Ih rugi deh kamu kalau gak mau” ujar Kak Naomi.

Aduh selamat deh gue … Yang paling penting sekarang itu adalah tanya apa maksud Kak Naomi bilang sayang ke gue, karna penasaran aja sih.

“Mas” panggil Kak Naomi.

Seorang waiter pun datang ke meja kami berdua.

“Ada yang mau dipesan ?”tanya waiter itu.

“Saya mau pesan steak tenderloin nya satu sama moccacino nya satu dan special choco milk nya satu” ucap Kak Naomi menyebutkan pesanannya.

Waiter pun mencatat pesanan kami lalu pergi …

Gue cuma diam saja karna gak punya topik yang dibahas sih. Kalau mau tanya masalah ciuman Kak Naomi, nanti bisa absurd nih.

“Oh iya kamu aku ajak jalan sekarang karna aku mau bilang sesuatu sama kamu” ucap Kak Naomi.

“Bilang apaan Kak ?” tanya gue heran.

“Kita pacaran yuk” balasnya singkat, padat dan jelas.

Deg !

Fix, pasti ini maksud Kak Naomi tadi pagi. Tapi gue harus tolak permintaan nya, karna aku punya komitmen dengan Shani.

“Maaf Kak Naomi, aku kan udah tunangan. Jadi aku gak bisa” ucap gue.

Wah padahal rejeki nomplok tuh bisa pacaran sama salah satu cewek paling cantik disekolah selain Kak Melody dan Kak Ve. Tapi emang kenyataan nya berbeda, gue udah tunangan sama Shani. Lalu gue menatap wajah Kak Naomi, matanya mulai berlinang air mata.

Hiks hiks hiks

Aduhhh malah nangis segala nih. Kak Naomi terus terisak, gue malah jadi panik sendiri. Apa gue terima aja ya ajakan dia aja ya ? Gimana kalau ketauan Shani, bisa mati gue. Tapi kalau gak gue terima ajakan Kak Naomi bisa dikira ngapa-ngapain dia nih.

Ah bodo amat lah …

Gue langsung berdiri dan meninggalkan Kak Naomi sendiri.

Saat gue jalan menuju mobil di parkiran, gak sengaja gue menabrak seseorng.

Brukk

“Eh sorry” ucap gue meminta maaf.

“Gapapa” balas nya.

Dan saat tatapan kami berdua bertemu …

“Shania ?” ucap gue.

“Willy ?”  ucap Shania.

Gue dan Shania sama-sama kaget, kami berdua terdiam saja … Lalu dia meraih tangan gue, tapi langsung gue tepis.

“Wil, aku bisa jelasin soal malam itu” ujar Shania.

“Gak perlu kamu jelasin Shania ! Aku udah tau semuanya dan aku gak butuh penjelasan kamu” balas gue menggetak Shania.

“Aku nolak kamu, karna aku gak mau kamu dapat masalah” ucap Shania.

“Masalah apa Shan ?! Apa gak cukup bikin aku sakit hati …?” tanya gue.

Gue berjalan menuju mobil dan masuk kedalam, saat gue menyalakan mesin Shania tiba-tiba ikut masuk kedalam mobil gue.

“Aku nolak kamu karna rencana Jonny dan Kak Naomi, mereka punya video kamu sama Gracia di depan toilet. Dan mereka ngancam aku bakal nyebarin video itu ke seluruh sekolahan” ucap Shania menjelaskan seluruh inti permasalahan kami berdua.

“Aku takut kalau kamu di fitnah sama mereka Wil” tambah Shania.

Jujur gue shock mendengar penjelasan Shania barusan, tapi kenapa harus Jonny dan Kak Naomi. Mungkin itu sebabnya Kak Naomi mendekati ku, sedangkan Jonny yang mendekati Shania. Gue sekarang paham dengan tujuan kakak beradik itu.

Jonny dan Kak Naomi sengaja ingin gue masuk kedalam jebakan mereka, tapi kali ini gue gak akan terjerumus lagi.

“Maafin aku Shan. Sekarang aku udah paham maksud dari penjelasan kamu barusan” ucap gue.

Shania lalu memegang tangan kiri gue lalu menatap gue. Dan gue tatap Shania juga.

“Gapapa Wil, yang terpenting sekarang kamu udah tau sama rencana Jonny dan Kak Naomi. Lagi pula aku juga yang salah” ucap Shania menundukkan kepala.

“Enggak Shan, kamu gak salah. Ini semua murni jebakan Jonny dan Kak Naomi …” ujar gue.

Shania lalu menatap gue lagi dan …

“Yaudah lah kita pulang aja sekarang, lagian udah malam” ucap gue.

Shania hanya tersenyum dan mengangguk.

Gue pun melajukan mobil meninggalkan parkiran Cafe ini. Tujuan sekarang adalah mengantar Shania pulang ke rumahnya.

_ _ _ _ _

 

Kami berdua sudah sampai di depan rumah Shania dan gue berhentikan mobil ini.

Shania menoleh ke arah gue …

“Makasih ya Wil udah anter aku pulang … Dan maaf sempat bikin kamu kecewa, karna aku nolak kamu” ucap Shania.

“Udahlah Shan gak usah dibahas lagi, aku juga minta maaf kemarin-kemarin marah sama kamu” balas gue.

Mata kami berdua saling bertemu, Shania memejamkan matanya dan mulai mendekat. Gue juga mendekatkan wajah gue ke Shania. Bibir kami bersentuhan …

CUPPSSS

Gue dan Shania saling melumat satu sama lain , cukup lama kami berdua berciuman. Dan akhirnya kami melepaskan ciuman ini.

Kening kami masih bersentuhan, kulihat Shania tersenyum memandang gue dan kubalas senyum itu.

“Aku sayang kamu” ucap Shania.

“Aku juga sayang kamu Shan, tapi …” ucap gue ragu.

“Tapi kenapa ? Karna kamu udah tunangan ?” tanya Shania.

“Iya Shan, aku bingung sekarang harus gimana” jawab gue.

“Jalani apa yang ada, aku setia nunggu kamu. Kita jalani aja hubungan kita sekarang” ujar Shania.

Gue cuma bisa mengangguk saja. Mendengar kata tunangan barusan, membuat gue ingat sama Shani yang status nya sebagai tunangan gue.

Pasti Shania sebenernya sedih karena gue udah terikat dengan gadis lain, tapi mau gimana lagi ? Hubungan gue dan Shani udah masuk jenjang yang serius juga. Namun disisi lain gue masih sayang sama Shania.

Shania pun turun dari mobil gue dan dia tersenyum memandang gue dari luar, sambil melambaikan tangan.

“Aku pulang dulu ya Shan” ucap gue sambil membalas lambaian tangan nya.

“Iya hati-hati dijalan ya, sayangku” balas Shania.

Gue hanya tersenyum dan melajukan mobil gue meninggalkan kediaman Shania.

Disepanjang perjalanan pulang gue kepikiran dengan masalah rencana Jonny dan Kak Naomi. Apa mereka berdua ingin membuat gue dalam masalah, tapi kenapa ? Lagipula Jonny itu juga temen gue dan Kak Naomi itu kakaknya, gue juga kenal baik sama Kak Naomi.

Gue harus cari tau dan segera menuntaskan masalah ini, sebelum telambat.

Tak lama kemudian gue sampai di rumah, lalu gue memasukkan mobil ke garasi. Lalu gue masuk ke dalam rumah.

Di ruang keluarga Shani dan Gaby sedang asik menonton tv. Tiba-tiba Shani menoleh ke arah gue,,dia lalu bangkit dan langsung memeluk gue.

“Eh sayang, kamu habis dari mana aja ? Aku khawatir tau …” ujar Shani.

“Maaf ya sayang, aku tadi habis ke Cafe buat ketemu sama temen lama aku” ucap gue berbohong.

“Yaudah deh yang penting kamu udah pulang” balas Shani.

Gue hanya tersenyum sambil mengelus puncak kepala Shani, dia masih polos dan kayak anak kecil kalau seperti ini. Mungkin Shani mau gue manjain dia juga.

“Kamu kalau gini, mirip anak kecil juga sayang. Lucu lihatnya” ujar gue.

“Biarin wekkk” balas Shani sambil menjulurkan lidah.

Tiba-tiba …

“Heh kalian berdua kalau mau mesra-mesraan di kamar aja sana ! Panas gue lihat nya” ucap Gaby.

“Yeee … Sirik aja lo Gab” balas gue.

“Iya nih, Gaby sirik aja” ucap Shani menimpali.

Sedangkan Gaby hanya pasang muka segaris karna mendapat ultimatum dari gue dan Shani. -_-“

 

“Tidur yuk … Aku udah ngantuk nih sayang” ucap Shani.

“Yaudah deh” balas gue singkat.

Saat Shani baru mau jalan, gue langsung mengangkat Shani. Dia hampir kehilangan keseimbangan tapi reflek Shani langsung mengalungkan tangan nya di leher gue.

“Ih apaan sih ? Bilang dong kalau mau gendong aku” rengek Shani.

“Biar kelihatan mesra aja” balas gue nyengir.

“Apaan sih, malu tuh dilihatin Gaby …” ujar Shani.

“Gak usah malu sayang, lagian gak telanjang kok” ucap gue.

“Mesum deh kamu” balas Shani sambil mencubit pipi gue.

“Udah sana buruan ke kamar” ucap Gaby mengusir.

“Iya dah …” jawab gue.

Gue pun berjalan menuju kamar sambil menggendong Shani. Dia tersenyum terus memandangi gue, ini anak cantik banget ya ? Ngidam apaan sih Tante Indira, waktu hamil Shani.

Sesampainya di depan pintu kamar, gue membukanya dengan kaki, biar kelihatan epic dikit sih. Kemudian gue tutup itu pintu, lalu berjalan kearah tempat tidur.

Shani kemudian gue rebahin Shani diatas kasur. Gue terus memandang dia, Shani juga terus memandangi wajah gue dan sambil mengelus junior pipi gue. *plak

“Kamu mau sesuatu dari aku ?” tanya Shani dengan suara lirih.

“Emang mau kasih aku apaan kamu ?” ucap gue tanya balik ke Shani.

“Kumci dulu deh pintu nya sayang” pinta Shani.

Gue pun menuruti kata-kata Shani … Lalu gue kunci pintu kamar ini, kemudian gue melepas sepatu dan naik ke atas kasur.

Kemudian Shani tiba-tiba menyergap gue, sehingga sekarang posisi Shani berada diatas gue dan dia juga tersenyum nakal. Sumpah ternyata Shani bisa liar juga ?

Dia memeluk gue dengan posisi seperti itu lah. Susah di jelasin … Lalu dia membisik kan sesuatu ke gue.

“Aku udah siap buat kasih semuanya ke kamu, sayang” bisik Shani di telinga gue.

Gue cuma tersenyum mendengar ucapan Shani. Mungkin ini cara agar kami saling terikat, dan tak ada yang mengganggu hubungan gue dan Shani. Termasuk Shania dan Kak Naomi.

“Oke … Saatnya eksekusi !” balas gue ke Shani.

_ _ _ _ _

 

Paginya gue bangun karena ada yang menggeliat di dekat gue, saat kedua mata ini terbuka dan melihat ke depan gue. Ternyata itu adalah Shani yang memeluk gue. Selimut masih menutupi badan kami berdua.

Semalam adalah hal yang aneh bagi gue dan Shani, karena masih pertama kalinya melakukan itu semua. Mungkin setelah kejadian semalam, Shani akan makin dekat dengan gue.

Gue bangkit dan duduk saja …

Lalu gue melihat ke arah jam yang menempel di dinding, ternyata baru jam 6 tepat, tiba-tiba Shani bangun dari tidurnya …

“Hey, sayang kamu udah bangun dulu ternyata” ucap Shani sambil memeluk gue dari samping.

Shani memegangi selimut yang menutupi tubuhnya sebatas dada.

“Iya …” jawab gue singkat.

Kami berdua saling memandang dan saling melempar senyuman …

“Makasih ya sayang” ucap gue.

“Iya … Aku juga makasih” balas Shani.

“Kamu gak akan tinggalin aku kan ?” tanya Shani.

“Iya, aku gak akan tinggalin kamu” jawab gue sambil mengecup keningnya.

“Kalau yang semalem jadi gimana ?” tanya Shani lagi.

“Yaudah … Harus dirawat dan dijaga. Lagi pula itu udah resikonya” jawab gue.

“Mandi gih, siap-siap berangkat” ujar Shani menyuruh gue mandi.

“Iyadeh sayang” balas gue.

Gue pun mandi terlebih dulu … Kemudian setelah selesai gue langsung memakai seragam dan pakai sepatu juga, dan siap-siap yang lain. Sedangkan Shani sekarang baru mandi.

“Sayang aku turun duluan ya …” ucap gue berteriak.

“Iya sayang … Nanti aku susul” balas Shani.

Gue pun mengambil tas dan hp gue, lalu turun ke bawah menuju meja makan.

Sesampainya dibawah disana udah ada Mama dan Gaby, loh Tante mana ya ? Ah mungkin udah berangkat ke kantor.

“Pagi Ma … Pagi Gab” sapa gue ke Mama dan Gaby.

“Pagi Wil” balas Gaby sambil mengunyah sarapan nya.

“Eh pagi nak, Shani kemana kok belum turun ?” ucap Mama menanyakan Shani.

“Oh Shani lagi mandi Ma” jawab gue.

Gue pun duduk dan mengambil sepiring nasi goreng dan langsung menyantap nya.

Tak lama kemudian Shani datang ke ruang makan, lalu dia menarik kursi disamping gue dan menduduki nya. Shani pun mengambil sepiring nasi goreng dan memakan nya.

Tiba-tiba …

“Oh ya, semalem lo denger suara rintihan gak ? Gue aneh deh denger suara itu” ujar Gaby.

Tak ada yang menjawab pertanyaan Gaby tersebut. Gue dan Shani reflek saling memandang. Kami berdua sempat tertawa mendengar ucapan Gaby, karena itu adalah suara kami berdua.

“Ih kok malah pada ketawa sih ?” tanya Gaby heran.

“Gapapa, suara kucing kawin mungkin Gab” jawab gue sambil tertawa.

“Iya tuh, emang kedengaran keras ya ?” tanya Shani.

“Ya iyalah …” jawab Gaby.

Gue dan Shani tak bisa menahan tawa kami, aduh perut gue sakit banget karna ketawa mulu …

Kecerobohan gue dan Shani semalam adalah tak bisa mengontrol suara kami berdua. Mungkin lain kali gak bakal dirumah deh.

Hahaha ini bener-bener absurd banget sekarang. Pertanyaan Gaby bikin perut ini sakit, gara-gara ketawa. Akhirnya kami bertiga pun pamit ke Mama untuk berangkat ke sekolah.

Gue dan Shani berangkat naik motor lebih dulu karena Gaby masih harus menunggu Kelik.

Diperjalanan berangkat ke sekolah gue dan Shani masih tertawa karna membahas tentang suara dari kami berdua tadi malam yang terdengar oleh Gaby.

“Sayang, kamu sih teriaknya ke kencengan” celetuk gue sambil coba menahan tawa.

“Habis sakit tau …” ucap Shani menggembungkan pipinya.

“Yaudah deh mending gak usah dibahas lagi” balas gue masih tertawa.

“Kalau udah, ya berhenti dong ketawa nya” ucap Shani.

Tapi gue dan Shani masih tertawa terus …

Tak lama gue dan Shani udah sampai di sekolahan, kami berdua turun dari motor dan melepas helm. Kemudian jalan menuju kantin, berhubung kelas udah pasti kosong.

Saat sampai di kantin gue dan Shani gabung ke anak-anak kelas kami. Belum semuanya juga sih, karna baru ada Kinal, Jeje, Budi baper, Thomas, Dena, Rega dan Rudi.

“Eh ngapain nih pada ketawa ketiwi mulu ?” tanya Jeje.

“Gapapa Je” jawab gue sambil nyengir.

“Gapapa tapi masih aja nyengir” celetuk Kinal.

“Namanya juga manusiawi, Kinal. Kadang pasti ada momen aneh dan gak jelas nya …” ujar gue.

“Iya juga sih …” ucap Kinal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Jangan digaruk pake tangan Nal, tapi pake garpu sampah sekalian biar mantep” ujar Budi baper.

Kami semua yang ada di meja ini, tertawa mendengar celetukan Budi baper barusan.

“Dasar kampret lo bud …” balas Kinal sambil ngakak.

Lalu tak lama Gaby dan Kelik datang juga kesini, dan dibelakang mereka berdua ada sesosok gadis yang pernah punya kenangan konyol dengan gue. Dia adalah Gracia.

Hari ini dia terlihat berbeda dari biasanya, kali ini dia memakai bando. Jadi kelihatan lebih manis Gracia, karna biasanya sih agak tomboy gitu …

“Eh Gaby, Kelik dan Gracia datang juga” ujar Dena.

“Iya nih Kelik lama jemput nya, jadi agak lma deh …” ucap Gaby.

“Ya maaf deh sayang, namanya juga macet” balas Kelik.

“Iya deh iya …” ucap Gaby.

“Gracia sini duduk disebelah aa’ ” ujar Budi baper.

“Ogah ah, Budi pasti belum gosok gigi. Hiii bau” ucap Gracia.

Bhahahahahaha

Kami semua mentertawakan Budi baper yang di kerjain sama Gracia, niat mau godain. Eh malah kena batu nya si Budi.

“Ah Gre bercanda nya jelek” ucap Budi baper.

“Ah kalau jelek mah Budi …” celetuk Gracia.

Hahahahaha

Sumpah mereka berdua ini malah bikin kami yang ada disini ngakak gak berhenti- henti.

“Oh ya Wil, kayak nya liburan nya di batalin aja deh. Soalnya banyak yang punya acara liburan keluarga mendadak” ucap Jeje.

“Yahhh …. Yaudah deh kalau gitu, mau gimana lagi” ucap gue sedikit kecewa.

“Namanya juga acara keluarga, sayang” ujar Shani.

“Wah berarti liburan cuma dirumah aja nih …” ujar Gracia.

“Iya nih Gre” balas Kelik.

Tiba-tiba semua mata menuju ke arah depan kantin … Para cowok-cowok terpesona, karena yang hadir adalah para bidadari. Mereka adalah Kak Melody, Kak Ve dan Kak … Ah males nyebutin nama dia, tapi di adalah Kak Naomi.

Dan saat mereka para bidadari duduk dibelakangnya menyusul dua grup berbeda, yaitu anak-anak 11 IPA 2 dan 11 IPS 1. Mereka duduk ditempat yang berbeda.

Gue melihat ke arah gerombolan 11 IPA 2, disana ada Shania sedang mengobrol dengan Lidya dan Nadse. Dan di gerombolan 11 IPS ada Verro yang duduk bersama Frieska, walaupun Frieska anak IPA 1. Dia lebih sering menghabiskan waktu disekolahan bersama dengan Verro, pacarnya.

Pemandangan yang kurang mengenakan kembali hadir, Jonny datang ke kantin. Tapi dia hanya berdiri ditengah-tengah kantin sambil menatap gue dengan sinis, mungkin dia ingin perang dengan gue.

Gue pun berdiri dan menatap kearah Jonny.

“Eh lo mau kemana Wil ?” tanya Rega.

“Mau selesaiin masalah” jawab gue singkat.

Gue lalu berjalan kearah Jonny dan berhenti di depan nya, semua orang yang ada di kantin memandang gue dan Jonny. Gak peduli lagi gue dengan istilah teman atau sahabat, itu khusus buat Jonny.

“Mau lo apa sekarang ?” tanya gue ke Jonny.

“Gue mau elo menderita dan sengsara di sini” jawab Jonny tersenyum sinis.

“Oh gue tau, pasti lo bakal nunjukkin ke semua orang di sekolah ini masalah video yang lo rekam itu kan ? Itu jelas elo mau fitnah gue dan mau jatuhin nama baik gue disini bukan ?” tanya gue sambil tersenyum.

Mata Jonny terbelalak mendengar ucapan gue barusan, karena semua rencana nya yang sudah bocor duluan. Ini semua berkat Shania.

“Gue tau rencana jahat lo sama Kak Naomi bukan ? Ini semua karna lo gak mau gue seneng kan dan satu lagi … Elo paksa Shania jadi pacar lo juga kan ?” ucap gue.

Jonny terdiam dengan muka yang menahan amarah dan rasa malu nya, salah sendiri siapa suruh dia berbuat jahat. Gue lalu menoleh ke arah Kak Naomi, dia sangat shock karena rencana nya gagal dan itu juga menyeret namanya juga.

Semua yang ada disini mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut gue. Semoga ini segera membuat Jonny dan Kak Naomi berpikir ulang sebelum bertindak !

 

To Be Continued ….

 

 

 

 

 

Created By : Willy Debiean (Blacklist Author)

 

 

 

Well, selesai juga part 6 ini. Maaf janji kemarin soal penambahan karakter masih harus tertunda karena ada beberapa faktor. Semoga suka …  Dan maaf part ini lebih pendek dari sebelumnya karna waktu pengerjaannya kurang efektif ( Crash jadwalnya bentrok semua dengan beberapa alasan lain juga) jadi sekali lagi Maaf ya ….

 

Jangan lupa baca Fanfict yang lainnya hanya di KOG ^_^

Masih butuh kritik dan masukkan berharga dari kalian. Berharapnya sih komen positif bukan komen negatif ^_^

Oh ya sekalian mau promo nih bagi yang mau gabung grup Line (Blacklist Author) , disana kita bisa sharing bareng dan belajar bikin ff dll. Bisa add Id Line dibawah …

Thanks KOG …

 

Kritik & Saran :

Twitter : @wi_debiean92

Id Line : wi_debiean92

Bbm : 747FA12A

E-mail : willydebiean@yahoo.com

 

 

 

 

 

Iklan

23 tanggapan untuk “Iridescent Part 6

  1. cerita macam apa ini ? ini mah murni delusi tanpa ada alat filternya….

    mau ngasih saran dikit aja. perbaiki bahasanya, ya kalo itu emang mau kejadian (ehem yang dikamar) atau kaga (cuma buat mengecoh pembaca) tapi bahasa juga harus diperhatiin. bisa buat orang salah paham, salah paham dalam arti negatif. dan buat part ini gw rasa punya rating 17+ (dari segi bahasanya).

    tolong lebih diperhatiin aja. makasih. salam panas ! :v

    Suka

  2. Maaf banget buat part ini, karna part 6 ini bukan full buatan gue sendiri. Tapi ini udah sebagian gue rombak biar gak terlalu menjurus ke situ …

    Tapi kalau emang kurang berkenan gue bakal pertimbangin buat di hapus aja ini FF.

    Maaf dan terimakasih buat masukkan nya dari kalian 🙂

    Suka

  3. Karna tadi nya part 6 ini adalah karya temen gue dan berhubung waktu nya udah mepet gue cuma bisa rombak sebagian aja, karna takut buat pembaca kecewa. Jadi nya ya kaya gini lah, gue pribadi mau minta maaf sebesar-besarnya terkait masalah ini dan gue bakal jadiin ini sebuah pembelajaran lagi. Dan maaf buat Shanji yang berhubung oshi nya jadi korban, gue tau elo pasti marah, tapi gue sendiri cuma manusia biasa dan gak sempurna. Maaf sekali lagi

    Suka

  4. Ya bang will, bener yg dikatakan bang Shanji. Saran Mendingan fokus ke rombakannya. Gpplah ngaret 1 part daripada ada kesalah pahaman. Kan beberapa reader di sini masih ada (mungkin) yang dibawah 18 tahun (termasuk gue) dan juga admin menegaskan blog ini tidak boleh ada unsur seksual. Lagian sayang juga kalo dihapus, dah sampe klimaks romance di part 4nya. Ttp lanjut aja lah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s