Ghost Theater : Akhir Dari Segalanya Part 7

Rusdi lalu menghentikan langkahnya, Naomi dan Sinka juga ikut
berhenti. Betapa kagetnya mereka dengan pemandangan yang ada di
depannya.

Mereka melihat Nabilah yang tubuhnya terkulai lemah. Mereka lalu
menghampiri Nabilah, Rusdi memegangi denyut nadinya.

“Dia sudah mati! Sialan kau Darkness Falls!” Rusdi kembali berdiri, ia
sangat kesal melihat sahabatnya mati mengenaskan.

Tiba-tiba seluruh lampu mall dua huruf itu kembali menyala. Rusdi
sedikit lega karena listrik sudah kembali normal.

“Disini sudah tidak ada siapa pun lagi. Kalau pun ada mereka pasti
sudah mati.” ucap Rusdi.

Tiba-tiba lampu kembali padam, Naomi dan Sinka mendekat pada Rusdi.
Rusdi melihat sekeliling di tempat gelap.

Dalam kegelapan mall, hantu itu kembali melancarkan aksinya. Hantu itu
mengeram, lalu menyerang Rusdi dari kiri.

Hantu itu berhasil membawa Rusdi terbang. Diatas sana, Rusdi berusaha
melawannya.

Rusdi memukul topeng hantu itu, lalu topeng itu terlepas dan jatuh
menghantam lantai mall. Topeng itu hancur berkeping-keping. Terlihat
gigi berserakan dari pecahan topeng itu.

Rusdi menatap wajah hantu itu, terlihat seram jika tanpa topeng. Lalu
hantu itu menjatuhkan Rusdi dari ketinggian.

Rusdi terjatuh, ia terlihat sangat kesakitan. Naomi dan Sinka hanya
berteriak, mereka amat takut.

Hantu itu kembali membawa Rusdi keatas sana. Rusdi berusaha melawan,
ia tidak mempedulikan rasa sakitnya.

Rusdi berteriak keras, lalu memukul kepala hantu itu. Rusdi kembali
jatuh dari ketinggian, kali ini hantu itu juga ikut jatuh.

Rusdi dengan sigap mencekik hantu itu, lalu mengunci tangan hantu itu.
Hantu itu berteriak di depan wajah Rusdi.

“INI PEMBALASAN UNTUK MASA LALU ITU!!!” Rusdi semakin mengencangkan
kunciannya, tiba-tiba Naomi memberanikan diri untuk membantunya.

Naomi memegangi kaki hantu itu, Sinka pun ikut membantu kakaknya.
Rusdi hampir kehabisan tenaga, hantu itu terus meronta-ronta dengan
kuat.

Rusdi kehabisan tenaga, lalu melepaskan hantu itu. Hantu itu kembali
terbang, sejenak menatap mereka dari kegelapan mall.

Tiba-tiba listrik mall itu kembali menyala, hantu itu kepanasan karna
terkena cahaya lampu.

Rusdi lalu melemparkan lampu senternya tepat kearah kepala hantu itu.
Lalu hantu itu jatuh, ia berteriak histeris.

“Ini untuk kedua orang tuaku…” Rusdi menendang kepala hantu itu,
sementara Naomi dan Sinka kembali diam mematung.

Hantu itu berteriak semakin keras. Teriakan hantu itu semakin menjadi.
Perlahan tubuhnya menguap, sempurna menjadi asap.

Setelah hantu itu sudah benar-benar menguap, Naomi dan Sinka lalu
menghampiri Rusdi.

“Lihat gigi-gigi itu!” Naomi menunjuk puluhan gigi yang berserakan disana.
“Biarkan saja!” ucap Rusdi, ia menyeka pelipisnya yang berdarah.

“Kenapa listrik disini kadang mati kadang nyala? Biasanya enggak.”
tanya Sinka heran.
“Aneh.” gumam Naomi.

“Aku yang melakukannya!” seketika semuanya menoleh kearah sumber suara
yang tak lain adalah Reza.

“Sudah kuduga itu kau, Reza!” Rusdi tersenyum, Reza balas tersenyum.
“Hebat!” Naomi juga tersenyum.

“Aku tidak akan meninggalkan kalian dengan mudahnya, dan maaf soal
Nabilah.” Reza nampak sedih

“Tidak apa-apa, semoga dia tenang di alam sana. Baiklah, polisi akan
mendatangi mall ini besok pagi.” ucap Rusdi.

“Kita harus mengumpulkan barang bukti sebanyak mungkin. CCTV disini
mati, akan sulit jika tanpa CCTV.” ucap Rusdi.

Mereka lalu mulai mengumpulkan barang bukti. Reza sudah menyelamatkan
nyawa mereka dengan menghidup-matikan listrik mall.

Jika llistrik padam, hantu itu akan mulai menyerang. Jika listrik
hidup, hantu itu akan bersembunyi di tempat gelap.

Reza menunggu kesempatan yang sempurna, lalu saat kesempatan itu
datang ia tidak menyia-nyiakannya.

Tapi Reza sangat menyesal karna ia kehilangan sahabatnya, Nabilah. Di
mall itu ada dua korban, yaitu Nabilah dan staf Theater.

TAMAT

@RusdiMWahid

NOTE : Fanfic keenamku ini update tiap hari loh, cepet banget ya
tamatnya. Dan fanfic ini diupdate setelah fanfic Serangan Titan.
Fanfic Ghost Theater terinspirasi dari Film The Darkness Falls. Oke,
sampai jumpa di fanfic Rusdi selanjutnya, bye…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s