Pengagum Rahasia 2, Part 3

Greek!

Naomi menarik kursi di dekat lemari baju itu, kemudian duduk di samping Sinka.

“Dut! Kenapa sih!?” ucap Naomi

Sinka tidak berkata apa-apa, namun air matanya masih terus mengalir.

“Ternyata rasanya sakit hati karena cowo tuh gini ya kak,” ucap Sinka

“Hmm!?” ucap Naomi

“Hiks…,” Sinka mengelap air matanya

“Tapi, entah kenapa sekarang perasaan aku ada senengnya, tapi ada kesel nya juga,” ucap Sinka kembali

“Oh, Jadi masalah cowo nih? Kakak Baru tau kalau kamu punya gebetan disekolah, eh atau kamu udah punya pacar?” ucap Naomi

Sinka hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum pada Naomi.

“udah kak, jangan di bahas lagi…,” Sinka memeluk kakaknya dengan perasaan gembira

“Nih anak kenapa yah?” Pikir Naomi dalam hati

“Ssstt…udah jangan nangis. Gini yah sin, dari dulu kakak itu gak pernah minta bantuan sama siapapun kalau punya masalah sama cowo,” ucap Naomi

“Mungkin kamu juga harus gitu. Selesain masalah kamu sama si cowo itu, jangan minta saran apapun dan dari siapapun, termasuk dari kakak. Karena jawaban itu ada di dalem hati kamu, yang paliiiiing…dalem,” ucap Naomi

“Kakak ini alay banget sih, haha…,” Sinka tertawa

“Nah gitu dong. Kakak gak mau liat kamu nangis kayak tadi,” ucap Naomi

“Hehe,” Sinka hanya tertawa kecil

“Tadi dikiarin kamu nangis gara-gara gak kakak jemput, hahahaha…,” Naomi tertawa terbahak-bahak

“Huh, sebagai gantinya, sinka minta uang 50 ribu yah kak,” ucap Sinka

“Loh, kok ujung-ujungnya malah minta uang?” ucap Naomi

“Tadi kan ongkos taksi 50 ribu, jadi kalau kakak bayar 50 ribu, utang kakak gak jemput sinka lunas deh,” ucap Sinka

“ya ampun,” Naomi mengusap wajahnya sendiri

~oOo~

“HAH!? Jadi…Tugasnya di kumpulin malam ini!?”

“I-iya len,” Balas laki-laki itu dengan lembut

“Aduuh…Kenapa sih tuh guru selalu aja menyusahkan kita!”

“Hey…Ada apa sih ini ribut-ribut,”

“Ndel, coba kamu pikir…Guru Bhs.Indonesia ngasih tugas pas kemarin, Terus ada info lagi kalau tugasnya harus selesai malam ini juga,”

“Elaine! Jangan ribut-ribut! Papah kamu lagi sakit gigi!” Teriak seseorang

“Eh!? I-iya ibu!” Jawab elaine berteriak

“Maksud kamu tugasnya di kirim email?”

“Iya. Aduuh…,” Elaine mundar-mandir tidak jelas, dan terlihat seperti panik

“Ah…Eh…Santai. Kita masih punya waktu 3 jam lagi,” ucap laki-laki berkacamata itu

“Tapi zal,”

“udah…Kita selesain aja bareng-bareng,”

“Emm, kak andela mau bantuin?”

“Iya, kamu ini Rizal anak basket kan?” ucap Andela

“Iya,” Jawabnya

“yaudah-yaudah, yuk cepetan kita kerjain!” Elaine berlari ke lantai 2

“Hah?” Rizal hanya diam dan melihat elaine yang terburu-buru

“Hem, dia emang biasa kayak gitu,” ucap Andela

“Oh…,” ucap Rizal

Mereka pun pergi ke lantai 2.

Klek!

“yuk,” ajak Andela

Rizal berhenti sejenak dan melihat-lihat ke sekitar.

“Kenapa?” tanya Elaine yang sedang menyalakan komputer itu

“Eh…enggak, Cuma adem aja kamarnya. Biasanya kan kamar kosan gak sebersih dan sejuk kayak gini,” ucap Rizal

“yah, waktu dulu juga yang nempatin kamar ini orangnya rapih. Iya kan ndel?” ucap Elaine

“kok malah nanya ke aku len?” ucap Andela

“Ah, kalau di kasih tau juga pasti gak bakalan tau kamu zal,” ucap Elaine

“Iya siapa, lagian siapa juga yang pengen tau orang yang nempatin kamar ini dulu. Apa mungkin orangnya udah meninggal len?” ucap Rizal

“HUSS! Kamu ini ngomong apa sih zal! Dia masih hidup kok, namanya Aldo,” ucap Andela

“Aldo?” ucap Rizal balik bertanya

“Tuh kan, udah dibilang pasti gak bakalan tau,” ucap Elaine

“Aldo yang gw tau itu, Cuma aldo anak basket SMA 48,” ucap Rizal

“Nah iya! Yang itu!” ucap Elaine

“Wah…ternyata orangnya serapih ini ya,” ucap Rizal

“Begitulah. Dia itu paling gak suka tempat-tempat yang lembab, kotor, acak-acakan, atau apapun yang gak rapih,” ucap Andela

“Oh…ngomong-ngomong soal Aldo, apa mungkin dia udah pindah sekolah ya?” ucap Rizal

“EH!? Kamu tau darimana zal!?” ucap Elaine

“yah…waktu tanding basket kemarin lawan SMA 48, yang ada di posisi Small Forwad bukan aldo. Tapi cewek…,” ucap Rizal

“Cewek!?” ucap Mereka berdua bersamaan

“Iya, kalau gak salah namanya itu…Yupi, Eh…Cindy…Eh, siapa yah…Gw lupa,” ucap Rizal

“Yupi itu bukannya cewek yang pernah dateng kesini ndel?” ucap Elaine

“Cewek? Siapa? Yang mau nyari kosan?” ucap Andela

“Bukan! Tapi yang nanyain alamat rumahnya aldo,” ucap Elaine

“Nanyain alamat?” Andela terdiam sambil mengingat-ingat kembali

“OH! Iya, emangnya dia anak SMA 48?” ucap Andela

“Loh, perasaan waktu itu kamu yang nanya sendiri dia anak mana, terus dia jawab anak SMA 48 dan temen sekelasnya aldo,” ucap Elaine

“Ah…,” Andela menggaruk kepalanya

“Kenapa kita malah jadi ngomongin orang? Jadi kapan kita mau ngejain tugas?” ucap Rizal

“Eh iya! Duh, Maaf-maaf. Yaudah cepetan kita kerjain!” ucap Elaine

~oOo~

TRENG! TRONG!

“Heh! Kalau makan jangan berdenting dut!”

“Iya kak, maaf…,”

“Hihi…,”

“Kakak ngetawain sinka ya?” ucap Sinka

“Ah…nggak,” ucap Naomi

“Itu tadi ketawa, kenapa?” ucap Sinka sambil terus mengunyah makanan di mulutnya

“Yah lucu aja gitu. Entah udah berapa lama kakak gak liat kamu nangis lagi,” ucap Naomi

“Dan setelah sekian lama, akhirnya kakak liat kamu nangis lagi, dan yang bikin kakak ketawa tuh, kamu nangis karena cowok, Hahaha…,” Naomi tertawa

“Heh kakak! Udah Sinka bilang jangan di bahas lagi!” ucap Sinka

“Hahahaha! Aduuh…Kakak serasa udah tua deh, Hahaha…,” Naomi terus tertawa sampai-sampai ia…

*UHUK!

“Nah kan, jadi keselek deh. Nih-nih minum,” Sinka memberikan gelas itu pada naomi

*Ah…

“Uhuk! HAHAHA…,” Naomi masih saja tertawa

“HEEEEH!” Sinka terlihat kesal dan langsung pergi meninggalkan meja makan

“Hadeeeh…baperan amat sih dut,” ucap Naomi

~oOo~

Ceklek!

“Eh…Kok sepi?”

Laki-laki itu membuka sepatunya kemudian masuk ke dalam rumah.

“Bayu,”

“EH!” Sontak bayu terkejut saat mendengar suara itu

“Huh, Ibu…Di kirain siapa,” ucap Bayu

“Kok kamu pulang jam segini? Ini udah Jam 8 malam, kamu gak tau waktu ya?”

Dari raut wajahnya, Ibu bayu terlihat sedang marah namun masih terkontrol.

“Eh, bayu kan sekarang ikut OSIS buk, dan kebetulan tadi ada rapat,” ucap Bayu

“Oh, yah…Ibu Cuma nanya aja, kalau emang penting banget ibu pasti izinin,”

“Iya buk,” ucap Bayu

“Nah kalau gitu, seperti biasa…Jam 8 jadwalnya kakak untuk mijitin Nabilah,”

Tiba-tiba Nabilah muncul entah darimana.

“Eh…,” Bayu terdiam sambil menggaruk kepalanya

“Hey, kakak kamu tuh baru pulang sekolah, jangan suka aneh-aneh bil,” ucap Ibu mereka

“Yah…,” Nabilah terlihat murung

“Aduh…,” Bayu terlihat berbaring di sofa itu

“Ganti baju dulu. besok kan masih di pake,” ujar Ibu bayu

“Iya nanti buk,” ucap Bayu

“Padahal badan nabilah lagi pegel-pegel nih kak. Pengen deh kakak pijitin,” ucap Nabilah

*Grook!

“Eh!? Malah tidur lagi, aduuuh…ngorok nya kenceng banget sih!” ucap Nabilah

“yah, kok malah tidur disini!?” ucap Ibu bayu datang kembali

“Hemm, Gak tau deh,” ucap Nabilah

“yasudah,” Ibu bayu pergi

“Loh, kak bayu gak akan di bangunin!?” ucap Nabilah

“Biar aja. Kalau udah kayak gitu, pasti kakak kamu capek banget bil,” ucap Ibu bayu

Nabilah pun mengerti dan pergi meninggalkan kakaknya.

~oOo~

Jam 06.30…

DengDong! DengDong!

“Kok jam segini si dudut masih tidur? Apa mungkin sekarang libur yah?” pikir Naomi yang ada di depan pintu kamar adiknya

Klek!

Naomi membuka pintu itu.

“Dut?” ucap Naomi

“yah, masih tidur lagi,” ucap Naomi yang melihat adiknya masih tidur

Naomi berjalan menuju kasur

“Dut…Bangun dut,” ucap Naomi

“Uh…Kenapa sih! Ini kan masih jam 5,” ucap Sinka berbalik badan dan memeluk guling

“Jam 5?” ucap Naomi mengernyitkan dahinya

“Hey, bangun! Udah jam setengah tujuh dut!” ucap Naomi

“Hoam…AH!? JAM SETENGAH 7!?” Sinka langsung bangun dari kasurnya

“Adududududuh!” Tiba-tiba saja kepalanya menjadi pusing

“Hey! Pelan-pelan dut, tar kena vertigo lagi,” Naomi menuntun sinka kembali ke tempat tidur

“Nih minum dulu,” ucap Naomi

Perlahan sinka meminum nya.

“umm,” Sinka terdiam

“udah gak pusing lagi?” ucap Naomi

“Masih sedikit sih,” ucap Sinka

“Tapi sinka harus berangkat sekolah kak! Udah telat banget ini!”

“Eh…Salah sendiri, kenapa bangunnya kesiangan,” ucap Naomi

Setelah meminum air itu, sinka langsung pergi dan mengambil handuk yang tergantung di dekat pintu kamarnya.

Naomi hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya itu.

~oOo~

TRANG-TRONG! TRANG-TRONG!

“Bangun! Bangun!”

“Ah, berisik!” Laki-laki itu bangun dari kasur dan langsung duduk di pinggiran kasur

“Bangun dev! Kamu gak akan sekolah emang!”

“Kak mel? AH…Kenapa setiap bangunin orang harus mukul-mukul panci kayak gitu sih!” ucap Deva

“Heh! Kakak mukul-mukul panci buat bangunin kamu doang! Kalau temen kakak pas lagi tidur, badannya di goyang-goyang dikit juga pasti bangun, gak kayak kamu!” ucap Melody

“Ah…Iya-iya, ini juga udah bangun,” ucap Deva

“Yaudah, kamu nungguin apalagi!?” ucap Melody

“Hoam…5 menit lagi deh,” ucap Deva

“HEH! Liat tuh jam berapa!” ucap Melody

“Hah?” Deva menengok ke arah jam dinding

Deva mengucek matanya dan sedikit demi sedikit membuka matanya.

“Oh, Jam setengah 7, Huah…Nyantai aja kali,” ucap Deva dengan santai

Deva beranjak dari kasurnya dan langsung berjalan ke kamar mandi.

DUK!

Deva menubruk tembok.

“Aduh! Pake seruduk-seruduk segala lagi!” ucap Melody

~oOo~

Tess…Treng-Treng…

            Terdengar suara seseorang yang sedang memasak.

“Bil! Kakak kamu udah bangun apa belum!” teriak seseorang

“Tunggu sebentar, Nabilah liat dulu!”

Nabilah pergi ke kamar kakaknya setelah memakai seragam SMP nya.

“Loh, kok gak ada?” pikir Nabilah kebingungan

Tidak sampai disitu, setelah ia mengecek kamar kakaknya, kemudian Nabilah berniat untuk pergi mengecek keluar rumah. Barangkali kakaknya sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

*Grook!

“Eh!?”

Tidak jauh dari kamar kakaknya, Nabilah menghentikan langkahnya karena mendengar sesuatu di dekat sofa ruang keluarganya.

Saat ia mengecek sofa itu, ternyata…

“Loh kok!?” ucap Nabilah terkejut

“Kakak! Bangu kak!” Nabilah menggoyang-goyangkan badan kakaknya

“Kak!” teriak Nabilah

Segala cara telah nabilah lakukan untuk membangunkan kakaknya, bahkan ia juga membawa sandal jepit untuk memukul kakinya.

Tapi semua itu tidak berhasil.

“Heh!” Nabilah kesal

Pada akhirnya, Nabilah menemukan cara untuk membangunkan kakaknya.

*Muuuuuuuuuu!

Nabilah memanyunkan bibirnya dan mendekatkan bibirnya pada wajah kakaknya.

Setelah itu…

“Uh…WHOA!” Bayu terbangun dari tidurnya dan langsung melompat dari sofa

“Eh, akhirnya bangun juga,” ucap Nabilah

“Bil…T-tadi mau ngapain!?” ucap Bayu

“Emm…mau bangunin kakak,” ucap Nabilah

Bayu mengusap wajahnya.

“Gak gitu juga kali Bil…,” ucap Bayu

“Habisnya, kakak gak bangun-bangun sih. Cara apapun udah nabilah lakuin, eh tetep aja kakak gak bangun-bangun,” ucap Nabilah

“Duuh…,” Bayu mengucek matanya

“Sekarang jam berapa?” tanya Bayu

“Jam 7 kurang 15 kak ,” ucap Nabilah

“Eh buset! Seriusan!?” ucap Bayu

“Nih, liat aja…,” ucap Nabilah menunjukan arlojinya

“Weh! K-kok bisa sampai kesiangan gini!” ucap Bayu

“emm…entah,” ucap Nablah

“What!? Ternyata gw juga masih pake seragam putih abu!” ucap Bayu

“Bil!” teriak seseorang

“I-iya buk! Kakak baru…,”

“Eh, Bayu udah mau berangkat buk!” ucap Bayu sambil menutup mulut adiknya

“Oh, ya! hati-hati di jalan!” balas ibunya

“Hih! Apa-apaan sih kak! Kenapa kakak gak bilang aja kalau baru bangun tidur!” ucap Nabilah

“Kalau kakak bilang gitu, ya pasti di marahin lah!” ucap Bayu

“Terus sekarang apa?” ucap Nabilah

“Yaudah yuk berangkat aja. Tunggu disini, kakak mau bawa tas dulu,” ucap Bayu

“Hah?” ucap Nabilah kebingungan

Tak lama kemudian, bayu pun datang.

Ia terlihat sedang memasukan handuk ke dalam tasnya.

“Loh, kakak ngapain bawa-bawa anduk ke sekolah? Terus ini sikat gigi buat apa?” ucap Nabilah menunjuk sikat gigi yang di pegang kakak nya

“Ah udah jangan banyak tanya, yuk berangkat,” ucap Bayu

“Apa jangan-jangan kakak mau mandi di sekolah?” ucap Nabilah

“Haduuh nih anak bawel banget sih! Jadi mau di anterin kesekolah atau enggak!?” ucap Bayu

“Eh! I-iya deh mau!” ucap Nabilah

Mereka pun berangkat menuju sekolahan.

~oOo~

“Heng…kepalaku pusing banget,”

Gadis itu terbangun dari tidurnya.

“Em, zal…bangun zal,” ucapnya membangunkan temannya

“Huah…,” Laki-laki itu bangun tapi matanya masih terpejam

Perlahan laki-laki itu membuka mata dan melihat ke sekitar.

“Ah…Dimana ini?”

“Di kosan,” jawab temannya

“Eh?” Laki-laki itu memakai kacamatanya lalu menengok

“Elaine!?”

“Iya zal? Kenapa? Huah…,” ucap Elaine meregangkan badannya

Elaine pun bangun dari kasur lalu merapihkan selimut itu.

“Loh!? Kita tidur berduaan!? Satu kasur satu selimut!?” ucap Rizal

“emm, kayaknya iya,” ucap Elaine

“kok kayaknya sih!?” ucap Rizal

“Aduh aku gak tau, kemarin kan pas beres kerjain tugas aku langsung tidur-tiduran di kasur. Eh taunya ketiduran,” ucap Elaine

“eh…Kok gw bisa tidur bareng berdua sama lu ya?” pikir Rizal

“kalian ini ngomong apa sih?” seseorang muncul dari bawah kasur

“WEEEE!” Rizal terkejut

“EH!?” Elaine pun ikut terkejut

“Lah, kak andela ternyata,” ucap Rizal

Rambut andela sangat acak-acakan, dan ia masih memejamkan mata.

“Ngomong-ngomong sekarang jam berapa ya?” ucap Elaine

“Whoa! Jam 7 kurang 10!” ucap Rizal

“What!?” ucap Andela langsung melek

“Gimana dong! Kita udah telat nih! Telat banget!” ucap Elaine

“Mau bagaimana pun caranya, gw harus ke sekolah sekarang. karena hari ini ada ulangan!” ucap Rizal langsung pergi

“Eh tunggu!” ucap Elaine

“yaudah kita juga harus cepet-cepet len!” ucap Andela

“Tapi aku gak mau kalau kita berangkat ke sekolah, gak mandi dulu,” ucap Elaine

“Iya makannya sekarang mandi cepetan!” ucap Andela

“I-iya-iya!” Elaine bergegas

 

BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

Iklan

Satu tanggapan untuk “Pengagum Rahasia 2, Part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s