Ghost Theater : Kejadian Sebenarnya Part 3

Malamnya, Sinka kembali menemani Naomi. Naomi masih takut tidur
sendirian. Ia hanya bercerita tentang hantu itu pada Sinka.

“Kak, aku ngambil air dulu ya. Buat nanti malem, biar gak usah keluar
kamar kalo haus.” Sinka lalu meninggalkan Naomi yang sedang duduk di
atas kasurnya.

Naomi hanya diam, ia melihat sudut-sudut kamarnya. Tiba-tiba rumah itu
mati lampu. Naomi berusaha untuk tidak panik.

Sinka belum juga kembali. Naomi mulai merasa gelisah, ia amat takut.
Tiba-tiba Naomi menarik selimutnya.

“Kok mati lampu sih?” gumam Sinka.
“Kenapa coba harus mati lampu?” sambung Sinka.

Saat Sinka tengah asik minum air putih, tiba-tiba Naomi berteriak
keras. Setelah itu lampu kembali menyala.

Sinka dan ibunya berlari ke kamar Naomi. Disana Naomi menangis
histeris. Rambutnya kusut tidak karuan. Naomi seperti baru saja
melihat sesuatu.

“Kakak kenapa?” Sinka memeluk Naomi, tapi Naomi tidak menjawab.
“Kakak kenapa?” tiba-tiba Naomi memeluknya erat, ia masih menangis.

“Naomi kenapa?” ibunya menghampiri Naomi, perlahan Naomi melepaskan pelukannya.

“Eh? Itu kak! Kakak?” Sinka terlihat panik, ia menunjuk-nunjuk Naomi.
“Naomi!” ibunya juga panik.

Ternyata Naomi mimisan, darah mengalir deras dari hidungnya. Seketika
Naomi memegangi kepalanya yang terasa pusing, lalu ia pingsan.

Dengan cepat Sinka dan ibunya membawa Naomi ke rumah sakit. Mereka
panik karna wajah Naomi terlihat semakin pucat.

Naomi lalu dibawa oleh suster dengan kereta dorong. Sinka dan ibunya
hendak menyusul, tapi suster menahannya dan menyuruh agar menunggu di
ruang tunggu.

Sinka dan ibunya lalu menunggu di ruang tunggu. Ibunya duduk, tapi
hatinya resah. Sementara Sinka bolak balik, ia juga resah.

30 menit kemudian, Sinka dan ibunya diperbolehkan masuk. Lalu mereka
menemui Naomi yang masih terkulai lemah di ranjang itu.

“Kak Naomi udah mendingan?” tanya Sinka, Naomi hanya diam tidak
menjawab seraya menatap kosong ke depan.

“Biarkan Naomi sendiri dulu!” ibunya lalu manarik Sinka keluar dari
kamar inap rumah sakit.

Malam ini mereka membiarkan Naomi tidur sendirian di kamar inap rumah
sakit. Naomi tidur dengan lampu yang menyala terang menyilaukan mata.

Puluhan kilo meter dari rumah sakit, Nabilah tampak sangat senang pagi
itu. Wajahnya berseri ria, ia sedang mengendarai motor matic nya
menuju bengkel biasa.

Sesampainya disana, Nabilah memarkirkan motornya. Lalu masuk ke dalam bengkel.

“Pagi!” Nabilah tersenyum ria.
“Pagi juga!” balas Rusdi tersenyum.
“Reza mana?” tanya Nabilah.

Rusdi lalu menunjuk sebuah ruangan di bengkel itu, dimana terdapat
Reza disana yang sedang memperbaiki mobil kemarin.

“Belum selesai ya?” tanya Nabilah.
“Belum” jawab Rusdi, lalu ia meminum kopinya.

“Tumben kamu datang pagi.” ucap Rusdi.
“Cuma iseng aja.” Nabilah tersenyum manis, menunjukkan gigi-gigi gingsulnya.

“Bentar lagi ada event JKT48. Jangan lupa datang!” Nabilah lalu mulai
membantu Reza.
“Kalo gak sibuk pasti datang.” jawab Rusdi.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s