Lost and Back, Part63

3

Seseorang yang sudah tidak asing lagi,nampak dari kejauhan oleh Raja Ozora.

“Benarkah itu..kau..??”

Seorang wanita,berparas cantik,dengan gaun putih yang menghiasi tubuhnya.Wanita itu tersenyum pada Raja Ozora.

“Chhh….”

Raja Ozora langsung berlari ke arah wanita itu.Sesampainya ia langsung memeluknya begitu erat.

“Sudah lama sekali.”ucap Raja Ozora.

Sedangkan wanita itu hanya diam dan membalas pelukan Raja Ozora.

“Aku sangat merindukanmu….”

Pelukannya semakin erat.

“..ISTRIKU….”

~o0o~

“Uhh..??”

Genta mengamati raut wajah Raja Ozora.

“Yang Mulia….”

Sudut bibir Raja Ozora seperti menungging menunjukkan sebuah senyuman.

“A-apa yang terjadi?Apa yang Anda lihat di alam bawah sadar?”pikir Genta.

~o0o~

“Baiklah,sudah selesai.Ayo kita bawa pada Yang Mulia.”ajak Shafa.

“Baik.”sahut Natalia.

Mereka pun meninggalkan bilik.

“Terima kasih sudah menjaga Yang Mulia.Tolong biarkan aku meminumkan obat ini.”pinta Shafa.

“Oh..tentu.”ucap Genta.

~o0o~

“Arghh….”

“Hey..kalau memang tidak bisa jangan dipaksa.”ucap Minato.

“Hmmm…kupikir lebih baik daripada harus diam terus-menerus.”ucap Hanna.

“Hmmm..terserah kau saja.”

Hanna menekan-nekan kakinya yang terkilir.

“Cih..tetap tidak bisa.”

WUSSSHH

TAP

“Ah..akhirnya kau kembali.”ucap Minato.

“Maaf menunggu lama.”

Ternyata Naomi sudah kembali.

“Hanna,bagaimana dengan kakimu?”

“Hmmm..masih belum ada perubahan.”

“Kalau begitu ayo pergi.Mungkin Yuuto bisa membantu.”

~o0o~

“Sudahlah,Yuvia…lupakan..!!Anggap saja kejadian tadi tidak pernah terjadi.”ucap Yuvia pada dirinya sendiri.

Ia pun membasuh wajahnya untuk yang terakhir kali.

“Huffffttt….”

Lalu ia keluar dari kamar mandi.Begitu membuka pintu,

“Aaaaaa….”

“Hey,ada apa denganmu??!!”

Yuvia terkejut karena tiba-tiba Yuuto sudah berada di balik pintu.

“Iiihh..kau ini,membuatku kaget saja.”ucap Yuvia sambil memukul lengan Yuuto.

“Minggirlah,aku ingin masuk.”

Yuuto pun menarik Yuvia keluar dan menutup pintu kamar mandi.

“Dasar.”

~o0o~

“Sudah lama sekali.Bagaimana kabarmu?”

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu.”

“Hehehe….”

Raja Ozora merangkul pundak istrinya.

“Sepertinya kau sudah tau keadaanku.”ucapnya.

Istrinya pun merebahkan kepalanya ke dada Raja Ozora.

“Maaf,aku tidak bisa menemanimu.”ucapnya.

“Hmmm…tidak apa-apa.Memang beginilah keadaannya.Ya..setidaknya aku bisa bertemu lagi denganmu.”

Istrinya pun memeluknya erat.

“Oh,iya.Maafkan aku.”ucap Raja Ozora.

“Kenapa?”

“Aku..aku tidak bisa menjaga putri kita.Naomi….”

“Tenang saja”potong istrinya.

“Hmmm??”

“Dia baik-baik saja.”

“Bagaimana kau tau?”

“Aku ini kan ibunya.Aku pasti ada kemanapun dia pergi.”

“Benarkah?Lalu,dimana dia berada sekarang?”tanya Raja Ozora.

“Di suatu tempat,yang sangat jauh dari Grathz.”jawab istrinya.

“Dimana itu?”

Istrinya hanya tersenyum.

“Hmmm..aku tidak tau apa arti senyuman itu.Tapi,aku yakin dibalik senyuman pasti ada kebahagiaan yang akan datang.”ucap Raja Ozora.

Mereka kembali berpelukan.

SRiiiNKKK

Tiba-tiba sekujur tubuh istri Raja Ozora memancarkan cahaya.

“Hmmm… sepertinya waktuku sudah habis.”

“Eh..tapi….”

Istrinya berdiri dan diikuti oleh Raja Ozora.

“Kenapa?Aku masih ingin bersamamu.”

“Aku juga.Tapi kita sama-sama tau kalau itu tidak mungkin.Kuharap kau mengerti.”

Pelukan hangat kembali dirasakan oleh Raja Ozora.

“Aku mengerti.Aku sangat mencintaimu.”ucapnya.

“Aku juga mencintaimu.”balas istrinya.

SRiiiNKKK

Beberapa saat kemudian tubuh istrinya semakin memudar dan akhirnya menghilang.

“Terima kasih,kau sudah hadir di sisiku,walau hanya sebentar.Walau kau pergi lagi,tapi kehangatan tubuhmu masih kurasakan.”

Raja Ozora memandang ke kejauhan.

“Aku mencintaimu..”

“..Veranda….”

~o0o~

“Syukurlah.Suhu tubuh Yang Mulia sudah kembali stabil.”ucap Shafa.

“Kau hebat.”puji Genta.

“Ehh..i-itu bukan apa-apa.Ayahku lah yang mengajariku membuat obat ini.”

“Oh..berarti ayahmu juga orang yang hebat.”

“Tentu saja.Dia itu ayah yang paling hebat sedunia.Sayangnya..dia sudah pergi meninggalkan dunia ini lebih dulu.”

“Emhh..m-maaf.Aku tidak bermaksud….” ucap Genta.

“Tidak apa-apa.”

“Semoga ayahmu bisa beristirahat dengan tenang disana.”

“Terima kasih.”

~o0o~

“Kemana Rona?”tanya Yuuto.

“Dia bilang ingin beristirahat di kamarnya.”jawab Ikha.

Lalu Yuuto duduk di sampingnya.Tak lama kemudian Yuvia datang.

“Yuvia,darimana kau?”tanya Ikha.

“Itu..tadi aku menengok ibuku.Ternyata dia sudah tidur.Jadi aku kemari.”jawab Yuvia.

“Begitu ya?Ngomong-ngomong,kenapa tadi kau berteriak?”

“Eh..tadi itu..karena dia..!!”Yuvia menunjuk Yuuto.

“Ada apa?”

“Tadi itu aku mencuci wajah di kamar mandi.Setelah aku keluar,tiba-tiba saja dia sudah berada di balik pintu.Tentu saja aku terkejut dan langsung berteriak.”

“Huhh..??!!”

Ikha menatap Yuuto.

“Jangan berpikiran macam-macam.Aku tidak semesum itu.”ucap Yuuto.

“Lalu kenapa kau ada di depan pintu kamar mandi sedangkan Yuvia ada di dalamnya?”

“Haissshh..bisa saja tadi itu hanya kebetulan.Sudahlah,jangan bahas itu lagi.”

“Hmmm..tapi,aku tidak yakin dengan itu.”ucap Ikha.

“Terserah kau saja.”ucap Yuuto.

“Ohiya, dimana Tuan Putri?”

“Dia menjemput Minato dan Hanna.”

“Hanna?”

“Dia teman kami.Kalau ingin tau,tunggu saja dia datang.”

~o0o~

“Jadi,bagaimana sekarang?”

“Kau sudah melihatnya sendiri,kan?Meskipun kuberi kemampuan seperti Shodan dan Nidan,mereka tidak bisa masuk.”

“Hmmm…jika tidak bisa memasuki kubah itu,kenapa tidak mereka saja yang keluar?”

“Jadi,aku harus memancing mereka agar keluar dari kubah itu?Bagaimana caranya?”

“HAHAHAHA…Apa kau lupa bagaimana sifat para manusia itu?”

Hanzai membuka matanya.

“Oh..tentu saja.Dengan cara itu.”ucapnya seakan mengerti maksud Jikoku.

~o0o~

“Astaga..hey,turunkan aku!!”ucap Minato tiba-tiba.

“Huhh..??Ada apa?”tanya Naomi.

WUSSSHHH

TAP

“Kalian pergilah dulu.Ada yang harus aku lakukan.”

Minato langsung berlari.

“Hey..mau kemana kau??!!”

Tapi Minato tidak menjawab dan terus berlari.

<skip>

“Hoshh..hoshh….”

Minato terus berlari berlari.

TOK TOK TOK

“Yona…kau di dalam??”

Minato mengetuk-etuk pintu rumah Yona.Karena tidak ada jawaban ia langsung mendobraknya.

“Yona…kau dimana???”

Lalu ia menuju ke sebuah ruamgan.

“Yona..”

Rupanya Yona duduk di samping tempat tidurnya sambil menutup wajah.

“M-Minato..??”

Minato langsung menghampiri dan memeluknya.

“Aku..takuut…”rintih Yona.

“Tidak apa-apa.Aku di sini.”

Kemudian Yona menangis.

“Ayo,kita pergi dari sini.”ajak Minato.

Ia pun membawa Yona keluar dari rumahnya.

“GRRRRR…..”

 

* To be continued

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Lost and Back, Part63

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s