Ghost Theater : Mimpi Yang Terjadi Part 2

Beberapa hari kemudian, Naomi kembali pada kegiatannya di JKT48.
Handshake, Theater, MVP, dll.

Di backstage, tiba-tiba Naomi terkulai lemas. Wajahnya pucat, ia
memegangi kepalanya. Tak lama ia jatuh pingsan.

Naomi terbaring disana selama 30 menit sebelum Kinal menemukannya.
Kinal berteriak kesetanan, seketika para member dan staff Theater
membawa Naomi ke rumahnya.

Setibanya di rumah, ibu Naomi begitu kaget melihat anaknya yang
digotong menuju kamar.

“Kak! Kak Naomi! Kak Naomi bangun!” Sinka berusaha membangunkan Naomi.
“KAK NAOMI!!!” Sinka menangis.

“Aku… dimana?” tanya Naomi, ia berada di tempat gelap yang selama
ini ia takuti.
“Apa itu?” sekelebat bayangan terbang di depan Naomi.

tiba-tiba sesosok bayangan itu diam mematung. Tak lama bayangan itu
menyerangnya.

“Aaaaaaaaa…” Naomi tiba-tiba terbangun dari pingsannya, ia berteriak
amat keras saat itu.

“Kak Naomi!” Sinka memeluknya.
“Kakak kenapa?” tanya Naomi, melepas pelukan Sinka.

“Kakak tiba-tiba pingsan di backstage Theater.” jawab Sinka.
“Udah berapa jam kakak pingsan?” Naomi kembali bertanya.

“2…” jawab Sinka gantung.
“Hufft, untung sebentar.” Naomi tersenyum.
“Hari.” sambung Sinka.

“Hah? 2 hari?” Naomi tampak bingung.
“Iya, pas kakak pingsan member lain nganterin kakak kesini. Aku panik
banget tau kak.” Sinka menatap sedih Naomi.

“Yaudah, sekarang kakak udah enggak apa-apa kok.” Naomi kembali
tersenyum, Sinka balas tersenyum.

“Ngomong-ngomong kenapa kakak bisa pingsan?” tanya Sinka.
“Enggak tau, waktu itu lemes banget.” jawab Naomi.

Naomi sejenak melihat sekelilingnya. Tidak ada siapa-siapa. Lalu ia
mendekat pada Sinka.

“Jangan bilang siapa-siapa ya!” ucap Naomi.
“Bilang apa?” tanya Sinka.

“Psssttt… jangan keras-keras!” Naomi mengecilkan suaranya.
“Bilang apa?” Sinka pun mengecilkan suaranya.

“Kakak mimpi buruk.” jawab Naomi.
“Hah? Kok mimpi buruk bisa sampe pingsan gitu?” Sinka kembali
mengeraskan suaranya.

“Psstt… jangan keras-keras.” ucap Naomi.
“Emang kenapa? Kayaknya kakak takut banget.” balas Sinka.

“Kakak di teror sama hantu!” Naomi membuka matanya lebar-lebar.
“Hantu apa?” Sinka tersenyum jahil.

“Kakak serius! Kakak gak lagi bercanda!” Naomi tampak kesal.
“Yaudah, kakak cerita aja.” Sinka menatap Naomi.

“Hantu itu berbaju hitam, dia pake topeng!” jawab Naomi.
“Terus dia takut sama tempat terang. Dia bakal muncul kalo kakak lagi
di tempat gelap.” sambung Naomi.

“Itulah kenapa waktu itu kakak suruh kamu buat gak matiin lampu. Karna
kalo kakak di tempat terang dia gak bakal muncul.” jawab Naomi.

“Terus kenapa waktu itu kakak sakit?” tanya Sinka.
“Kakak sakit sama pingsan di Theater gara-gara di teror hantu itu!” jawab Naomi.

“Waktu itu kakak teriak, terus kakak peluk mamah. Kakak bilang takut
karna sesuatu. Apa karna hantu itu, kak?” Sinka mulai terlihat serius.

“Iya, awalnya kakak cuma mimpi. Tapi sekarang kayak beneran, dan kakak
sadar itu bukan hanya mimpi! Itu kenyaatan!” Naomi terlihat takut.

Sinka tiba-tiba bergidik. Ia percaya pada semua perkataan kakaknya.
Karna selama ini Naomi tidak pernah berbohong padanya.

Di tempat lain, Rusdi dan Reza sedang bekerja di bengkelnya. Mereka
sedang memperbaiki sebuah mobil yang lecet.

“Aku ke kamar mandi dulu, kamu lanjutin ya?” pamit Reza.
“Iya!” jawab Rusdi singkat.

Setelah itu Reza pergi meninggalkan Rusdi. Rusdi diam sejenak, lalu ia
membuka sebuah laci.

Rusdi mengambil sebuah gambar. Ia memperhatikan gambar itu
lamat-lamat. Ia teringat akan kejadian menyeramkan yang pernah
dialaminya.

Kejadian yang berujung dengan kematian kedua orang tuanya. Gambar itu
amat menyeramkan. Salah satu potongan kejadian masa lalunya yang
kelam.

Rusdi masih memperhatikan gambar itu. Ia sedang mengenang masa
lalunya. Tiba-tiba Nabilah masuk ke bengkel itu.

“Kamu liat Reza gak?” tanya Nabilah, dengan cepat Rusdi kembali
memasukkan gambar itu ke dalam lacinya.

“Dia ke kamar mandi dulu. Bentar, tunggu aja dulu.” Rusdi mangunci laci itu.
“Oh, yaudah.” Nabilah lalu duduk di kursi.

Tidak ada yang boleh mengetahui masa lalunya. Bahkan Reza sendiri
masih belum tau kejadian menyeramkan itu.

Suatu saat mereka semua akan tau. Hanya saja sekarang belum waktunya.
Gambar itu sangat dirahasiakan oleh Rusdi.

Itu adalah potongan kejadian menyeramkan yang ia alami. Tapi Rusdi
berusaha melupakan kejadian itu.

Selama 2 tahun Rusdi tidak bisa lupa akan kejadian itu. Sampai
akhirnya ia bertemu Reza, lalu mereka membangun usaha bersama-sama.

Rusdi akhirnya lupa pada kejadian itu. Hanya kesibukan yang bisa
melupakan kejadian masa lalunya yang kelam.

“Eh, Nabilah! Kok kamu ada disini?” Reza lalu menghampiri Nabilah.
“Lagi gak Theateran nih, jadi maen aja kesini.” jawab Nabilah.

“Oh yaudah, kamu bantu aku lagi aja.” ucap Reza.
“Siap!” balas Nabilah, Rusdi hanya tersenyum tipis.

Setelah itu mereka kembali bekerja. Nabilah hanya membantu sedikit,
tidak membantu memperbaiki mobil itu.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid

Iklan

2 tanggapan untuk “Ghost Theater : Mimpi Yang Terjadi Part 2

  1. Jason yg mna ya? Victor Crowley alias Kane Hodder bkn? yg Pengejar Rahasia :v btw ini bukan Freddy tau :v tpi kyk Freddy ya? The Darkness Falls…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s