Hari terakhir rasa cinta

07.23

Di sebuah mobil seorang gadis sedang meneriakan ketidaksenangan nya untuk berangkat pagi kepada sang sopir mobil , Sang sopir hanya diam mendengarkan amukan dari gadis yang duduk disamping nya.

“kemaren kan udah aku bilang aku nggak mau dijemput pagi pagi” ucap sang gadis

“nadhifa ibu kamu yang menelpon dan menyuruh ku untuk menjemput mu” ucap sang pria yang dari tadi hanya diam.

“nad..nadhifa kan udah aku bilangin panggil aku nadse , gimana sih” ucap gadis yang bernama nadhifa itu

“nadse ? kenapa kamu mau dipanggil dengan nama aneh seperti itu , aku akan tetap manggil kamu nadhifa” ucap sang pria

“ ihhh panggil aku nadse bukan nadhifa”

“tidak aku akan tetap manggil kamu dengan nadhifa itu nama yang bagus”

“dasar nyebelin”

Kedua orang itu adalah sepasang kekasih , tetapi nadhifa tak pernah menghargai dan mencintai kekasih nya rizal. Hubungan mereka berdua adalah keinginan dari orang tua nadhifa yang ingin anak nya menikah dengan orang yang sukses dan mereka percaya , dan rizal lah yang mereka inginkan.

Tentu saja awal nya nadhifa menolak karena selain dia tak mengenal siapa itu rizal , dia juga sudah memiliki seorang kekasih. Tapi kedua orang tua nya tak mau mendengar alasan apapun dan hanya ingin jika nadhifa berpacaran dan menikah dengan rizal.

Sudah beberapa minggu mereka berdua menjalani hubungan ini tapi perasaan nadhifa kepada rizal tak pernah berubah , rizal sendiri setuju karena ayah nadhifa adalah orang yang sudah menyelamatkan hidup nya dan memberi nya pekerjaan sehingga dia akan melakukan apa saja untuk berbalas budi.

“itu ada ice cream beli yuk” tunjuk nadhifa ke gerobak ice cream di pinggir jalan.

“nad , ini masih pagi makan ice cream sekarang nggak baik untuk kesehatan kamu” jawab rizal

“iya tapi aku pengen sekali ini aja ya” bujuk nadhifa

“maaf nad tapi lebih baik kita sarapan dengan makanan yang lebih baik” ucap rizal

“DASAR”

Sebenarnya nadhifa tak ingin ice cream dia meminta ice cream hanya untuk membuat rizal kesal , tak hal itu tak berhasil karena rizal masih tetap tenang yang membuat nadhifa merasa kesal.

Sisa perjalanan mereka berlalu sunyi karena nadhifa hanya diam , rizal sendiri bukan orang pintar membuka pembicaraan meski dia sangat ingin bisa berbicara banyak hal dengan kekasih nya paling tidak dia bisa mengakrabkan diri dengan sang kekasih yang sama sekali tak dia pahami.

“nad ?” panggil rizal

“APA” jawab nadhifa ketus

“nanti malam boleh aku ngajak kamu makan malam ?” tanya rizal dengan tetap tersenyum

“udah ngomong ke ibu ?” tanya nadhifa

“sudah tadi”

“ya udah pasti dipaksa ibu juga buat pergi” ucap nadhifa sambil membuang muka

 

8.53

Rizal sudah sampai di kantor setelah mengantarkan nadhifa ke kampus nya , dia mendapat izin khusus dari ayah nadhifa yang juga direktur dari perusahaan untuk datang terlambat. Setelah sampai di kantor rizal langsung berlari ke ruangan nya meski sudah punya izin khusus dia tak ingin berbuat seenak nya.

Dengan napas terengah – engah rizal memulai pekerjaan nya , dia kembali melanjutkan pembuatan laporan yang sudah kerjakan nya dari kemarin. Dari luar ruangan seorang rekan kerja nya melihat rizal yang masih terengah – engah masuk sambil membawa sebotol minum yang baru dibeli nya.

“minum dulu cal”

“makasih jo” ucap rizal

“gimana si nadhifa ? “ tanya jo

“baik”

“kenapa mau sih disuruh pacaran sama anak kayak gitu”

“kayak gitu ?”

“kau tahu anak anak yang suka mabuk dan pergaulan bebas”

Rizal berhenti mengerjakan laporan nya dan mengalihkan pandangan nya kepada teman nya , dia bangkit berdiri dan menghampiri jo.

“apa kau bilang , mabuk , pergaulan bebas kau kira nadhifa wanita murahan HAH”

Rizal mendorong jo mundur hingga menabrak dinding ruang kantor nya ,

“jangan sok naif cal , aku yakin kau bahkan sudah make tuh cewek”

Sebuah pukulan mendarat diwajah jo membuat nya jatuh tersungkur , jo tentu tak terima dia langsung melompat menendang rizal jatuh. Tak selesai sampai di situ jo memukuli rizal yang tersungkur di lantai.

9.20

Nadhifa sudah berada di kampus dia tak terlalu peduli dengan kuliah yang diberikan oleh dosen nya , dia duduk dibelakang berdua dengan kekasih nya tertawa cekikikan. Sang dosen yang mulai terganggu pun memukul meja.

“KALIAN BERDUA KELUAR DARI KELAS SAYA” bentak sang dosen

“biasa aja kali pak” ucap nadhifa

“udah yuk mending cari makan” ajak sang pacar sambil menarik tangan nadhifa

“yuk”

Mereka berdua berjalan keluar dari kelas saat semua nya memandangi mereka , sang dosen hanya mengeleng sambil menutupi muka nya saat kedua mahasiswa nya tak lagi menghargai nya.

“permisi pak”

“jangan galak galak pak ntar cepat tua” ucap nadhifa

Nadhifa dan sang kekasih bermesraan di kantin yang sepi karena ini masih jam perkuliahan , mereka tak peduli para penjaga kantin yang mengelus dada memperhatikan tingkah mereka.

“nad kamu masih pacaran sama kacung bapak kamu itu ?”

“mau gimana lagi bapak sama ibu maksa”

“nadse ku sayang aku nggak suka kalau kamu pacaran sama kacung bapak kamu itu , masa aku status nya sama dengan kacung”

“iya kamu juga ngerti aku dong , kalo bukan karena bapak ibu ngancam bakalan narik semua uang aku , aku juga nggak mau pacaran sama kacung”

“iya deh , tapi nanti malam jadi kan kita nonton aku pengen nonton civil war”

Nadhifa lupa kalau hari ini dia sudah punya janji dengan sang pacar sebelum setuju untuk makan malam dengan rizal , dia tentu tak ingin melewatkan satu kesempatan pun untuk berduaan dengan pujaan hati nya. tapi dengan ibu nya yang sudah tahu kalau dia akan makan malam dengan rizal pasti akan memaksa nya pergi.

“jadi” jawab nadhifa

“kalau gitu nanti malam aku jemput”

“jangan dong ntar ibu tahu pasti dilarang”

“oh iya lupa , kalau gitu aku tunggu di cafe biasa”

“ok”

 

14.20

Nadhifa menunggu jemputan rizal di depan kampus , panas matahari mulai mengigiti kulit putih nya membuat rasa kesal nya kepada rizal memanjat kembali ke pikiran nya.

“mana sih tuh orang” pikir nadhifa dalam hati

Dia terus memandangi jam tangan nya , sudah beberapa menit dia berdiri menunggu cukup aneh bagi nya karena biasa nya rizal lah yang menunggu nya. sebelum rasa kesal nya memuncak dan memutuskan untuk pulang dengan kekasih nya , sebuah mobil berhenti di depan nya dan turun lah lelaki yang ditunggu nya dengan lebam di wajah nya.

“lama amat sih panas tahu” ucap nadhifa yang berpura pura tak peduli

“maaf tadi ada sedikit urusan di kantor”

“udah ayo pulang capek”

Rizal cepat cepat membukakan pintu untuk nadhifa membiarkan nya masuk , lalu cepat cepat masuk dan menjalankan mobil nya tanpa banyak bicara. Sebagai wanita nadhifa tentu menyadari jika wajah rizal penuh dengan lebam , tapi dia tak ingin rizal berpikir kalau dia peduli dan membuat usaha nya untuk putus dari rizal gagal.

Sepanjang perjalanan nadhifa hanya memandangi handphone nya tak ingin berbicara apapun dengan rizal , meski sempat mendapat pengobatan rasa nyeri belum sepenuh nya hilang dari wajah rizal membuat nya sulit untuk memulai sedikit pembicaraan.

Setelah sampai nadhifa buru buru turun dari mobil tanpa mengatakan apapun kepada rizal , rizal hanya bisa memandangi nadhifa masuk sebelum kembali ke kantor untuk melanjutkan laporan nya yang terhenti karena urusan dengan jo.

Sementara nadhifa langsung masuk ke kamar nya dan bersiap siap untuk pergi bersama kekasih nya , bukan rizal tentu nya tetapi lelaki yang sudah menjalani hubungan bersama nya dari SMA.

“nad udah siap siap ?” tanya ibu nya yang masuk ke kamar

“iya”

“ibu senang kalau kamu mau makan malam sama rizal”

“iya”

“ya udah ibu mau buat makan malam untuk bapak , kamu senang senang ya”

nadhifa masih memikirkan bagaimana cara nya agar dia bisa pergi bersama sang pacar dan makan malam bersama rizal dimalam yang sama , ibu nya sudah terlanjur tahu dan membatalkan janji nya dengan rizal bukanlah pilihan dia harus memikirkan rencana lain.

Dia melemparkan badan nya keatas kasur memandangi langit langit kamar nya , pikiran nya menerawang mencoba memikirkan cara terbaik untuk melalui malam ini. Setelah cukup lama berpikir akhir nya dia mendapat sebuah rencana , sebuah rencana yang cukup gila tapi hanya itu yang bisa ia pikirkan.

 

16.03

Laporan nya sudah selesai rizal pun membereskan meja nya dan bersiap siap pulang , dia melirik jam dinding dan menyadari bahwa dia sudah cukup terlambat. Cepat cepat dia berlari meninggalkan ruangan nya menuju parkiran dan adik nya sudah menunggu nya.

“kenapa lebam lebam gitu , wah siapa nih yang harus aku hajar ?” tanya adik nya yang kesal

“udah gha ayo abang ada janji nih” jawab rizal

“nih” ucap adik nya sambil melemparkan helm kepada rizal

Cepat cepat rizal memakai helm dan naik keatas motor , dipukul nya bahu adik nya dan mereka pun melaju kencang melewati macet nya kota untuk memenuhi janji mereka.

“bang ?”

“apa lagi gha , udah abang nggak apa apa”

“bukan nanti aku ada janji jadi aku nggak bisa ngantar abang pacaran”

“ya nggak apa apa sih nanti abang naik ojek aja”

Setelah sampai mereka berdua lari ke kamar masing masing untuk bersiap siap untuk janji nya masing masing , cukup sulit bagi rizal untuk mandi dengan nyeri yang ada di wajah nya tapi ini adalah pertama kali nya bagi rizal untuk bisa pergi bersama dengan kekasih nya membuat dia bersemangat mengalahkan rasa nyeri nya.

Di pilih nya kemeja terbaik yang dia punya , begitu juga dengan celana dan sepatu dia sungguh ingin membuat nadhifa terkesan. Disisir rambut nya kesamping hingga dia merasa sangat tampan didepan cermin.

“wah ganteng banget” ucap sagha , adik nya yang berdiri dengan parfume ditangan

“kamu nggak siap siap ?” tanya rizal

“bentar lagi , tunggu ada yang kurang” sagha pun menyemprotkan parfume yang dibawa nya sedikit bantuan untuk abang nya yang tak pernah pacaran.

“perfect” ucap sagha

“makasih”

Setelah siap rizal pun pergi ke kencan pertama nya , sagha juga merasa senang melihat abang nya akhir nya pergi kencan. Dia mulai khawatir jika abang nya akan menjadi jomblo permanen atau yang lebih buruk abang nya homo , tapi melihat abang nya pergi kencan dia senang meski naik ojek.

 

19.14

Nadhifa sudah sampai di restoran tempat dia membuat janji dengan rizal dia memakai pakaian kemeja dan jeans karena hal yang ingin dilakukan nya adalah menonton dengan sang pacar , tentu itu sudah cukup bagus untuk makan malam bersama rizal menurut standar nya.

“malam kamu nampak cantik” puji rizal

“hmmm”

“kata pelayan nya menu special hari ini steak dengan mash potato”

“terserah”

“jadi kita pesan menu special nya ?”

“iya”

“minum nya ?”

“air putih juga boleh”

“gimana kalau jus apel ?”

“boleh”

Meski makan dengan menu special nadhifa tak menikmati makanan itu sedikit pun , hal yang dipikirkan nya hanya lah nonton bersama pacar nya dia tak peduli dengan pria yang ada didepan nya. dia bahkan tak ingin ada disini dia ingin berdua dengan pacar nya sekarang.

“ nad”

“apa ?”

“tunggu ada sesuatu”

Rizal mengambil tisu dan membersihkan pipi nadhifa yang terkena sedikit saos , nadhifa ingin langsung mendorong rizal menjauh tapi ada sesuatu yang menghentikan nya bau parfume yang familiar.

“kamu make parfume ?” tanya nadhifa yang ingin memastikan

“ini parfume adek”

“adek aku ngga tahu kamu punya adek”

“bang , wah makan disini” ucap sebuah suara yang dikenal oleh mereka berdua.

Nadhifa berbalik dan yang memanggil nya itu adalah orang yang dinantikan nya malam ini , orang yang sudah dicintai nya sejak masih memakai putih abu abu.

“nadse kamu kenapa ada disini , dan kenapa makan sama abang aku ?” tanya sagha

“abang ? jadi dia abang kamu dia” tunjuk nadhifa ke rizal

“kalian saling kenal , tunggu jadi dia pacar kamu gha” ucap rizal yang sama bingung nya.

 

Mereka bertiga saling tatap , butuh waktu bagi mereka bertiga untuk mengerti apa yang sebenar nya terjadi. Kenyataan yang membuat darah berhenti mengalir ke jantung sagha membuat nya jatuh tersungkur dilantai restoran.

“SAGHA” teriak mereka berdua.

 

22.02

Sudah beberapa jam sagha berada di ruang ICU , sagha mempunyai jantung yang lemah turunan genetik dari kedua orang tua nya. nadhifa tak tahu itu , rizal tak tahu itu karena sagha merahasiakan itu dari abang nya.

Penyakit itu lah yang merengut kedua orang tua mereka , saat sagha pertama kali tahu tentang penyakit nya sendiri dia merahasiakan nya dari abang nya sendiri karena dia tak ingin menambah bahan pikiran abang nya dia tahu kalau abang nya itu sudah punya banyak masalah untuk dipikirkan.

“jadi sagha adik kamu ?”

“iya sagha adik ku , dan aku tak tahu kalau kau adalah gadis yang selalu dia bicarakan nya. gadis yang dicintai nya bagaimana bisa aku pacaran dengan gadis yang dicintai adik ku”

“sekarang kamu sudah tahu jadi biarin kami bahagia”

“aku…”

“untuk sekali ini saja tolong penuhi permintaan aku , tolong”

Air mata nadhifa mengucur deras dia memeluk rizal untuk pertama kali nya memohon , dia tak pernah memohon sebelum nya apa lagi memeluk rizal tapi kali ini dia tak peduli lagi dia hanya ingin bisa berdua dengan sagha.

Rizal tak tahu apa yang harus dilakukan nya , apa dia harus tetap menjalani hubungan dengan nadhifa atau membiarkan adik nya bahagia dengan gadis yang mulai mengisi sedikit bagian hati nya selalu kosong.

“aku perlu membasuh muka ku”

Rizal melepaskan pelukan nadhifa dan pergi ke kamar mandi dia membasuh muka nya mencoba memikirkan apa yang harus dilakukan , semua kenyataan itu menyakiti pikiran nya semua itu terlalu menyakitkan untuk dipercaya.

“rizal rizal” panggil nadhifa dari luar kamar mandi

Cepat cepat rizal berlari keluar dan menemui nadhifa yang nampak khawatir ,

“ada apa ?”

“dokter ingin ketemu kamu soal operasi”

Tak membuang waktu rizal berlari menemui dokter yang menunggu didepan pintu ruang ICU,

“ada keluarga pasien ?” tanya dokter itu

“saya abang nya , saya ingin membicarakan urusan penting”

 

06.20

Operasi sagha berhasil dan dia sudah siuman dan terkejut melihat kekasih nya yang sedang tidur disebelah nya ,

“nadse nad bangun”

“SAGHA” ucap nadhifa sambil memeluk sagha erat

“nggak apa apa aku baik”

“aku takut bakal kehilangan kamu”

“nggak apa apa kok , abang mana?”

“rizal ?”

“iya abang”

Air mata nadhifa mulai mengalir dan dia memeluk sagha erat erat , sagha bingung melihat tingkah pacar nya.

“nad mana abang”

Nadhifa memberikan sebuah surat lalu berlari keluar dengan air mata yang mengalir deras , sagha ingin berlari mengejar tapi dada nya masih sakit jadi dia memutuskan untuk membaca surat yang diberikan nadhifa.

hey , aku nggak tahu bagaimana memulai surat ini. Maaf sudah nyuruh kamu jemput abang tiap hari , jadi terima kasih untuk itu semua. Tapi nggak usah hawatir kamu nggak harus jemput abang tiap hari lagi , jadi kamu nggak ada alasan untuk nggak fokus kuliah lagi.

Kuliah yang rajin jangan sampai bermasalah lagi , abang ingin kamu berhasil dan dengan kuliah abang yakin masa depan kamu akan lebih baik. maaf abang nggak tahu kalau nadhifa adalah pacar kamu , abang nggak bakal ngelarang kamu untuk pacaran tapi abang ingin kamu mentingin kuliah kamu.

Yang terakhir maaf abang ngambil keputusan bodoh ini , tapi abang ingin kamu bahagia dan bersama nadhifa kamu akan bahagia. Jaga dia , dia gadis yang baik abang yakin kamu pasti tahu. Berdetaklah hiduplah bahagialah untuk bagian abang juga

END.

@chris_vylendo

Iklan

Satu tanggapan untuk “Hari terakhir rasa cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s