Ghost Theater : JKT48 Part 1

J! K! T! Fourty Eight! Wow….
Hai! hai! hai! hai! hai! hai! hai! hai!
Everybody! A Live Act Never Seen Before!
Ahhhhhh hai! hai! Hai-hai-hai-hai!

Here in World Famous Jakarta Indonesia!
These angels have come down to perform for you!!!
Tiger, Fire, Cyber, Fiber, Diver, Viber, Jya Jya!!!

Are you ready?
Are You ready?
Tora, Hi, Jinzou, Sen-i, Ama, Shindou, Kasen tobi jyo-kyo!!!

J! K! T! Fourty Eight!
Chape, Ape, Kara, Kina, Rara, Tusuke, Myo, HonTuSuKe!!!

J! K! T! Fourty Eight!
J! K! T! Fourty Eight!
ARE YOU READY???
Sore sore sore sore!

1, 2, 3, 4!
I want you! (I want you!)
I need you! (I need you!)
I love you! (I love you!)
Di dalam benakku
Keras berbunyi irama Myuji-iku
Heavy Rotation

Begitulah suasana Theater JKT48, dimana terdapat ratusan fans disana.
Mereka meneriakan chant untuk menyemangati oshinya masing-masing.

Setelah selesai menari, lalu ada MVP. Dan setelah selesai Theater,
lalu para fans Handshake dengan member.

Beberapa jam kemudian, nampak Theater sudah sepi. Tapi masih ada
beberapa member disana.

“Kak Naomi kenapa?” Sinka menepuk pelan bahu kakaknya.
“Kakak gak enak badan.” Naomi terlihat lesu, mungkin ia lelah setelah
menari-nari di Theater.

Beberapa jam kemudian, kini Naomi dan Sinka sudah tiba di rumahnya.
Mereka makan malam setelah lelah beraktifitas seharian.

Lalu mereka pergi ke kamar masing-masing, merebahkan tubuh di atas
kasur masing-masing.

Malam itu Sinka hendak menutup matanya. Tidak ada lagi aktifitas.
Rumah itu sudah gelap, lampu sudah dimatikan.

Tapi tiba-tiba ia terkesiap. Matanya terbuka lebar dalam remang-remang
kegelapan.

Beberapa lampu utama seketika dinyalakan. Naomi berkeriak histeris,
seketika Sinka dan ibunya berlari menuju kamar Naomi.

“Ada apa?” Sinka melihat Naomi sudah menangis di atas kasurnya, Naomi
memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.

“Naomi kenapa?” ibunya lalu memeluk Naomi yang sedang terduduk diatas kasurnya.

“Dia…” Naomi menangis sesenggukan di pelukan ibunya.
“Dia siapa?” Sinka menghampiri Naomi, lalu duduk di sebelah ibunya.

“Dia… orang berpakaian serba hitam… kukunya panjang… memakai
topeng menyeramkan… selalu muncul dalam kegelapan…” Naomi berusaha
mengatur napasnya.

Sinka dan ibunya bingung apa maksud perkataan Naomi. Naomi menangis
sesenggukan, ia terisak dalam. Naomi seperti ketakutan akan sesuatu.

Malam itu Sinka menemani Naomi, tidur di kamarnya. Saat Sinka hendak
mematikan lampu, tiba-tiba Naomi melarangnya.

“Kak, aku matiin ya lampunya.” Sinka hendak mematikan lampu kamar Naomi.
“Jangan!” sorot mata Naomi mengendalikan Sinka.

Perlahan Sinka menjauh dari saklar itu, lalu berbaring di sebelah
Naomi. Sinka berusaha tidak memikirkan apa-apa. Tak lama kemudian ia
terlelap.

Esok paginya, badan Naomi terasa panas. Ia demam, dengan cepat Sinka
menelpon member lain agar Naomi tidak kesepian.

2 jam kemudian, beberapa member datang dengan membawa buah-buahan
segar untuk Naomi. Naomi hanya tersenyum tipis saat itu.

“Wih! Ternyata Kak Naomi bisa sakit!” celetuk Nabilah.
“Aku juga kan manusia, wajarlah kalau sakit!” Naomi kembali tersenyum tipis.

“Bunda kok bisa sakit?” tanya Frieska.
“Gapapa kok, cuma meriang aja.” Naomi menarikk selimutnya.

“Naomi meriang! Naomi meriang! Naomi meriang! Merindukan kasih
sayang!” Sendy berusaha bergurau.

Seketika mereka semua tertawa. Nabilah yang paling keras tertawa.
Naomi juga tertawa, tapi Sinka hanya tersenyum simpul. Ia tidak
menunjukkan gigi gingsulnya.

Kamar itu dipenuhi canda tawa selama beberapa saat. Naomi merasa
terhibur dengan kehadiran teman-temannya di  JKT48. Saat sedang sakit
pun Naomi masih sempat tertawa.

“Aku pamit  dulu ya!” di tengah canda tawa itu tiba-tiba Nabilah pamit.
“Kemana? Buru-buru banget.” tanya Kinal.

“Mau nemenin temen kerja di bengkelnya.” jawab Nabilah.
“Cewek atau cowok?” tanya Kinal kepo.
“Cowok!” jawab Nabilah singkat.

“Awas kamu ketahuan JOT. Kalo ketahuan bisa di lulusin dari JKT48.”
Kinal memperingati Nabilah.

“Iya tenang aja kak. Cuma mau bantu doang kok. Lagian juga dia cuma
temen, gak lebih.” jawab Nabilah.

Nabilah lalu pamit pada mereka semua. Setelah itu ia pamit pada kedua
kakak serta orang tua Naomi dan Sinka yang ada di rumah itu.

Setelah berpamitan, kini Nabilah menaiki motor matic nya. Ia
mengenakan helm terlebih dahulu. Lalu meluncur menuju rumah teman
lelakinya.

Di tempat lain, nampak dua orang pria tengah sibuk mengutak atik
sepeda motor di bengkelnya.

“Kemana ya si Nabilah?” tanya Rusdi, salah satu pria itu.
“Mana aku tau.” jawab Reza, pemuda satunya lagi.

Tiba-tiba Nabilah datang. Ia turun dari motornya, lalu membuka
helmnya. Setelah itu menghampiri kedua pria tadi.

“Sorry ya aku telat! Tadi abis jenguk member yang lagi sakit dulu.”
ucap Nabilah.

Setelah itu mereka kembali bekerja. Nabilah membantu meringankan
pekerjaan kedua pria tangguh itu.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid

Author Note : Hore, Rusdi M Wahid ada lagi. Setelah update tiap hari
fanfic Serangan Titan, kali ini fanfic keenamnya bercerita tentang
terror hantu di Theater JKT48. Dikisahkan Rusdi dan beberapa member
terjebak di dalam Mall FX yang sudah sepi. Bagaimana kisahnya?
Penasaran? Baca dong kalo penasaran, hehehe…

Iklan

2 tanggapan untuk “Ghost Theater : JKT48 Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s