Dialog Tag

Haiiii…..~

Udah lama ga ngisi tulisan buat page sharing – sharing. Berhubung lagi ada sedikit waktu luang, kita pake aja buat sharing soal Dialog Tag. Bisa di bilang lanjutan dari postingan ini sih >> https://karyaotakgue.wordpress.com/2015/03/29/tanda-kutip-dalam-dialog/

Di postingan kali ini, gue bakalan nambahin dikit tentang dialog tag. Oiya, gue mau ngingetin disini kita belajar bareng ok. Gue ga ada maksud menggurui kok, jadi kita sama-sama belajar, klo ada yang salah mungkin nanti kalian bisa koreksi di kolom komentar.

Ok, ngomong-ngomong soal dialog tag, kalian pasti sudah tau kan apa yang di namakan dialog tag. Kalau belum tau, dialog tag itu frase yang mengikuti dialog. Jadi setelah dialog kan biasanya ada frase yang mengikutinya di belakang, semacam “kata”, “ucap”, “ujar”, dll, itu yang di namakan dialog tag. Dialog tag di tulis dengan huruf kecil setelah tanda petik.

Contoh:

“Gue bakalan pakai segala cara buat dapetin Sinka,” kata Ari.

Tulisan “kata” itu, contoh dari yang namanya dialog tag. Jika dialog tag nya di akhir, seperti yang gue bilang tadi, ditulisnya pake huruf kecil setelah tanda petik.

Sementara jika dialog tagnya di awal, maka ditulis dengan huruf kapital lalu di ikuti dengan tanda koma, setelah itu di akhir dialog menggunakan tanda titik, atau tanda tanya jika kalimat tanya. Awalan dialog juga tetep harus di tulis menggunakan huruf kapital.

Contoh:

Ari berkata, “Gue bakalan pakai segala cara buat dapetin Sinka.”

Oiya, untuk penggunaan dialog tag ini, menurut gue pribadi ya, enaknya jangan terlalu sering pake dialog tag yang sama.

Contoh:

“Ya kenapa kakak terima ajakannya, harusnya kakak tolak!” kata Sinka.

“Kamu kenapa sih Sin? Kok jadi gini klo ngedenger tentang Vito?” kata Naomi.

“Ga ada apa-apa kak,” kata Sinka.

“Serius? Kakak tau loh Sin,” kata Naomi.

Keliatan aga bosen kan, padahal kita bisa rubah sedikit.

Contoh:

“Ya kenapa kakak terima ajakannya, harusnya kakak tolak!” kata Sinka terlihat kesal.

“Kamu kenapa sih Sin? Kok jadi gini klo ngedenger tentang Vito?” tanya Naomi heran

“Ga ada apa-apa kak,” jawab Sinka.

“Serius? Kakak tau loh Sin,” goda Naomi.

Keliatan beda kan, kalau contoh yang pertama kesannya monoton. Kata Sinka, kata Naomi, kata Sinka, kata Naomi, gitu aja terus.

Ah iya, kita juga harus ngebedain mana yang di sebut dialog tag, mana yang bukan dialog tag. Contoh tentang dialog tag, udah gue kasih beberapa kan di atas. Nah di bawah ini contoh yang bukan dialog tag, melainkan kalimat aksi.

Contoh:

“Iya, makasih Ayah.” Vito lalu menutup telfonnya.

Nah kalimat di atas bukan dialog tag, melainkan kalimat aksi. Kalimat yang mendeskripsikan si tokoh sambil atau setelah mengucapkan dialog. Kalimat aksi juga di akhiri dengan tanda titik bukan tanda koma. Tentang hal ini mungkin gue udah kasih tau kan ya di postingan yang sebelumnya, mungkin bisa di cek kalau memang belum paham.

Selain tentang dialog tag, mungkin gue bahas sedikit gimana cara penulisan kalimat yang berjeda dan kalimat terpotong.

Bagaimana dengan kalimatnya berjeda?

Contoh:

“Tapi,”-ia berjalan menghampiri Sinka-“kamu masih sakit kan, Sin?”

Contoh di atas adalah dialog berjeda tanpa dialog tag, melainkan dipisah kan menggunakan kalimat aksi. Kalimat pemisahnya juga di letakan setelah tanda (-), tanpa spasi. Ingat juga untuk selalu menggunakan huruf kecil setelah tanda (-), kecuali nama, harus menggunakan huruf kapital.

Sekarang, bagaimana dengan kalimat terpotong?

Contoh:

  1. “Tapi, k-“
  2. “Entah lah… mungkin.”
  3. “Aku harus….”
  4. “Tunggu aku…,” kata Sinka.

Jika dialog nya terpotong dengan kegiatan tokoh lain, makan gunakan tanda (-), seperti contoh nomor 1. Jika dialognya di jeda seperti contoh no.2 atau di ulur seperti no.3 dan 4, maka gunakan tanda ellipsis (…). Apabila tanda ellipsisnya di akhir dialog, maka tambahkan satu titik lagi, menjadi empat, seperti contoh di no.3. Jika ellipsisnya di akhir dialog di ikuti dialog tag, maka gunakan tanda koma, seperti contoh no.4.

Mungkin segitu doang yang bisa gue sampein. Kalau dari kalian ada yang berminat nyumbang tips-tips dalam tulis menulis, bisa kirimkan tulisannya ke email >> karyaotakgue@gmail.com
Lagian, kita sama-sama belajar lah ya, kalau ada yang salah mohon di koreksi. Maklum gue juga masih belajar.

Ah iya, contoh-contohnya, sebagian di ambil dari cerita: My Love Story & My Love Story2 *promo cerita sendiri* *padahal ga penting juga* *udah lama tamat*. Ok abaikan yang barusan.

Sekian dulu untuk kali ini, sampai berjumpa di postingan sharing-sharing berikutnya. Paipai~ o(^w^o)

 

Sumber: https://www.wattpad.com/36942539-penulisan-dialog-yang-benar-repost

 

 

Iklan

11 tanggapan untuk “Dialog Tag

    1. Ada aturannya klo fanfict tuh sebenernya ga boleh di jadiin buku dan dijual buat komersil.
      Kecuali emang pengen buat doang tp ga dijual ya bisa sih :))
      Atau bikin kumpulan cerpen tp ga pake nama member jkt48

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s