Serangan Titan : Titan Kolosal, Part 17

Rusdi berhasil diselamatkan, ia hampir saja mati dicerna sel Titan.
Epul lalu mengatur waktu untuk meledakkan bom itu. Tiba-tiba terdengar
suara seseorang bertepuk tangan.

“Hahaha… akhirnya kita bertemu lagi, apa kalian terkejut aku masih
hidup?” ternyata dia Komandan Reza, sedang berdiri diatas Wall Maria.
“Aku tidak akan mati! Aku akan hidup kekal selamanya!” sambungnya.

“Aku sama seperti teman kalian, tidak akan pernah mati!” Komandan Reza
menunjuk Rusdi.
“Tapi aku jauh lebih kuat darinya.” Komandan Reza menyeringai.

“Apa yang kau inginkan? Kenapa kau menghalangi kami?” Epul tiba-tiba
maju, lalu Komandan Reza menembak mati Epul tepat di dadanya.
“Epul!” mereka kaget, seketika semuanya menghampiri Epul.

“Hahaha… dia terlalu banyak bicara, sama seperti teman kalian saat
itu.” Komandan Reza tertawa lebar.
“Aku menggunakan 5 vaksin Keluarga Kandias sekaligus. Kalian tidak
akan bisa melawanku!” sambungnya.

“Yang aku inginkan hanyalah hidup berdampingan dengan Titan. Aku tidak
peduli pada kalian para manusia yang lemah. Kalian akan segera punah
dimakan Titan!” Komandan Reza tersenyum.

Epul sudah mati, Sinka sangat marah. Lalu ia memanah Komandang Reza. 3
anak panah melesat cepat mengenai dada Komandan Reza. Seketika ia
jatuh di luar Wall Maria.

“Sinka?” Rusdi melihat wajah Sinka yang sudah mulai menangis,
tiba-tiba terdengar suara Titan Kolosal di belakang dinding.
“Suara apa itu?” Boim panik.

“Sekarang aku mengerti! Ternyata Komandan Reza adalah Titan Kolosal.
Seharusnya dia tidak sebesar itu. Tapi dia telah menggunakan 5 vaksin
Keluarga Kandias sekaligus.” Kapten Melody menyimpulkan fakta.

“Vaksin itu adalah serum agar manusia bisa berubah menjadi Titan.
Seharusnya nama jenis Titan pengguna vaksin itu ada di depan.
Contohnya Titan milikmu dan milik Kapten Ulung, Rogue Titan dan
Armored Titan. Tapi dia berbeda! Dia memiliki nama jenis Titan itu di
belakang!” sambung Kapten Melody.

“Uuuuuuuuuu…” suara itu kembali terdengar, lalu muncul kepala Titan
Kolosal di atas Wall Maria.
“Ha… ha… ha… ha… ha…” Titan Kolosal menyeringai, ia tertawa.

“Manusia yang bisa berubah menjadi Titan adalah manusia abadi. Karna
mereka bisa berubah menjadi Titan saat mereka mati!” Kapten Melody
terlihat serius.

“Bagaimana cara kita melawannya?” tanya Boim panik.
“Serang dengan cara biasa! Kita harus melumpuhkannya sebelum dia
menghentikan bom itu!” Rusdi bersiap menyerang.

“SERANG!!!” teriak Rusdi, lalu ia mulai terbang.
“HAAAAAAA!!!” mereka semua mulai terbang dengan 3DMG masing-masing dan
mulai menyerang Titan Kolosal.

Mereka terbang berpencar. Titan Kolosal berusaha menyerang mereka,
tapi sangat sulit karna mereka berpencar. Lalu Titan Kolosal
mengayunkan tangannya, dan berhasil menepuk Boim hingga tubuh dan
alatnya hancur berkeping-keping.

“BOIM!!!” teriak Rusdi, tiba-tiba tangan Titan Kolosal hendak menepuknya juga.
“Sial…” Rusdi berusaha menghindar dengan terbang keatas, ia tidak
panik karna ia tidak akan mati.

Wuusssshhhhh….. ciiiuuuuuttttt….. Duuuaaaaarrrrr…..
“Uuuuuuuuuuu….” tiba-tiba sebuah amunisi rocket mendarat tepat di
wajah Titan Kolosal.

Seketika wajah itu hancur, Titan Kolosal tertunduk. Asap mengepul
karna uap panas keluar dari tubuh itu. Titan Kolosal mulai
beregenerasi, ia berusaha menjangkau bom itu.

“YEEEEEAAAHHHHH!!!” teriak Kapten Nabilah, menunjuk Titan Kolosal.
“Akhirnya kena!” seru Kapten Sendy, ternyata yang menembak itu adalah
Kapten Nabilah.

Kapten Nabilah bersama Kapten Yona dan Kapten Sendy masih hidup. Sinka
lalu mendarat disana. Tapi Rusdi, Naomi, dan Kapten Melody masih
berusaha menebas tengkuk Titan Kolosal.

“Kalian masih hidup?” tanya Sinka, ia sudah mendarat.
“Tank itu benar-benar kuat! Karna bisa menahan ledakan besar.” Kapten
Yona tersenyum.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s