The Mask, Part1

Suatu hari di jepang tepatnya di prefektur Tokyo….

*Bahasa Jepangnya gua translate ya ke indo soalnya susah*

Tok…Tok…Tok.. “Cepat Bangun Ntar Kesiangan”Teriak Mama Gue..

“Ummmm… Iya maaa ini juga mau bangun kok”Ucap Gue

“Bagus…cepat bergegas papa dan mama udah nunggu kamu dari tadi”

“Ahhh…iyaa maa ini aku lagi bergegas”Gue pun bergegas bangun dan merapikan tempat tidur gue yang berantakan minta ampun

“Mama tunggu di ruang makan yaa!”Ucap mama gue sambil kembali menuju ruang makan.

“Okeee!!” Gue pun langsung menuju kamar mandi, sesudah itu langsung memakai pakaian sekolah ku dan memasukkan buku-buku yang akan dibawa hari ini.

Oh iya perkenalkan nama gue Haru Jae Lee, Kenapa gue bernama seperti itu? Karena gue berdarah campuran Jepang-Korea dan gue cuman anak tunggal dari keluarga ini. Dan sekarang gue duduk di bangku kelas 11 SMA.

“Pagii Dad”Ucap gue ke dady yang lagi meminum kopi sambil bermain Smartphone. Daddy gue adalah orang penting nomor 5 seluruh jepang dan nomor 3 diseluruh korea.

“Pagii.. ayo cepat duduk kita makan bersama-sama”Ucap Dady

“Okee… eh mama kemana dad?”Tanya Gue

“Mama…sedang mengurus sesuatu di belakang. Oh iya Jae*panggilan dady sama mama ke gue*hari ini mama bersama dady mau pergi ke korea untuk mengurus salah satu perusahaan papa yang lagi kerepotan disana ya mungkin selama 1 tahun. Apa kau ingin ikut pindah Jae?”Tanya Dady

“Hmmm? Ahh tidak Dad. Emang sih pindah ke korea menyenangkan akan tetapi kan nanti merepotkan ntar ngurus pindah lagi ke sini nantinya”Jawab Gue

“Begitu kah.. baiklah kalau itu keputusanmu, dady nggak bisa berkata lagi”

Tiba-tiba datang mama gue yang membawa sebuah kotak yang kelihatannya sudah tua. Gue yang melihat itu langsung menanyakan ke mama

“Mam, Kotak apa itu?”

“Oh ini, Didalam kotak ini ada topeng mu dulu saat masih 4 tahun. Yang kita beli saat festival musim panas”

“Ohh benarkah!?, coba mam aku pengen lihat topengnya.”Gue pun menghampiri mama gue dan mengambil kotak tersebut serta membukanya. Gue pun melihat topeng yang sangat hebat karena seperti motif kepala kyubi yang melegenda dulu.

“Wow, aku baru ingat kalau dulu aku membeli topeng ini. Ahh apa masih muat nggak ya aku pakai?”Ucap Gue

“Coba aja kamu pakai dulu Jae”Ucap mama gue

“Hmmm Baiklah” Gue pun memakai topeng tersebut dan topeng tersebut masih pas dengan kepala gue

“Wah, kamu terlihat misterius jae memakai topeng tersebut. Hampir mama tidak bisa mengenali kamu jika kamu pakai itu diluar rumah”Ucap Mama gue

“Betul tuh kata mama, Sebaiknya ikatkan topeng itu di samping atas kepala kamu biar tidak hilang sama membuat kami tidak bisa mengenali mu Jae”Sahut Dady

“Baiklah…”Gue pun menuruti perkataan dady tadi. Dan setelah beberapa saat gue pun melihat jam tangan gue yang menunjukkan waktu 30 menit lagi tanda bel sekolah bebunyi.

“Ehh.. Mam Dad aku pergi dulu yaa udah 30 menit lagi nih masuk”Ucap gue sambil cemas

“Benarkah? Baiklah kalau gitu kamu hati-hati yaa di jalan dan sebelumnya mama minta maaf ya harus meninggalkan kamu selama 1 tahun Jae.”Ucap mama sambil mengelus kepala gue

“Iya mama ku sayang, aku kan udah besar bukan anak kecil lagi. Juga aku bisa mengurus diri sendiri dari masak,bersih-bersih sampai mencuci pakaianku”

“Betul kata Jae itu sayang, kamu tidak usah khawatir dengannya..”Sahut Dady ke mama”Serta Jae dady sudah mengisi 3 miliar di rekening kamu, mungkin kamu ada keperluan mendadak.. serta jika kurang atau ada urususan yang sangat penting kamu bisa menelpon kami kok”ucap dady ke gue.

“Iya Dad. Thanks sama hati-hati ya disana ntar sama mama. Jangan kecapean terus okay..”Ucap gue ke dady

“Pastinya kok… Udah kamu pergi sana ntar telat lagi. Anak dady tidak boleh mengalami namanya telat dalam bersekolah”

“Ehh… iya dad aku lupa…. Aku pergi dulu yaaa dad Mam.. Bye-byee”Pamit gue Setelah Mengambil sepeda road race yang aku sudah tunggangi dari umur 6 tahun.

“Yaaa.. Hati-hati Jae!” Ucap ke dua orang tua ku…

Gue pun dengan cepat mengayuh sepeda gue menuju sekolah yang sejauh 1 km.. yah dengan teknik mengayuh yang seperti pembalap sprinter di balapan road race gue mengayuh dengan cepat seperti tombak angin*lebay*.

Setelah beberapa saat gue pun sampai disekolah High School49, dan segera memakirkan sepeda gue di parkiran. Dan segera menuju ke kelas.

“Pagi Semua….”Ucap gue ke murid lain yang ada dikelas

“Pagi juga Lee”Ucap mereka ke gue… mereka adalah kawan-kawan yang baik dan perhatian karena mereka juga berpikiran seperti ke gue. Serta karena gua adalah ketua kelas dari kelas X-2 yang berada di lantai 2

Gue pun menuju bangku gue yang berada di kiri belakang dekat jendela. Karena gue suka disitu gara-gara bisa melihat pemandangan pohon sakura yang ada di tengah taman.

Beberapa Menit Kemudian ada yang menyapaku,

“Pagii Haru…Wahhh itu topeng yang bagus Har “Ucap Rena. Yaa dia adalah Rena Nozawa Sahabat gue dari kecil..

“Hmmm.. Ahh Pagii Juga renaa.. Hehe iya nih, Keren kan topeng ini. Serta Ada apa pagi-pagi menghampiri? Kutebak pasti soal pr hari ini kan?”Ledek gue ke rena..

“Hehehe… Kamu Har tau aja soal itu.. tolong pinjami aku pr kamu dong. Aku lupa bikin kemaren.”Pinta Rena ke gue

“Hmmm, gimana yaa.. baiklah akan aku pinjamkan akan tetapi dengan satu syarat”

“Ahh kamu har, dikit-dikit syarat mulu. Apa cepetan sebelum bel masuk nih…”

“Hmmm,, dekati muka kamu dulu dong biar kamu dengar”

“Yaa udah nih”Rena pun mendekati mukanya ke gue

Gue pun langsung mencium rena akan tetapi tidak langsung mengenai bibirnya, karena aku hadang dengan buku pr yang kupegang dari tadi.. bukunya tipis jadi kalau bersentuhan masih ada tekanan yang bisa didapat

“Hehehe, itu persyaratannya nih bukunya”Ucap gue..

“Uhhhh… Har, jangan menggodaku..”Ucap Rena yang mukanya menjadi merah semerah tomat dan kembali ketempat duduknya..

Anak-anak kelas yang melihat kejadian itu hanya bisa tertawa kecil karena mereka sudah sering melihat kelakuan dan kejahilan gue ke rena setiap paginya. Beberapa saat pun bel masuk berbunyi dan guru pun masuk ke dalam ruangan untuk memulai aktivitas belajar pagi.

1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam dan seterusnya gue lalui yang membuat gue menjadi ngantuk, setelah beberapa saat pun bel istirahat berbunyi. Gue pun menuju kantin untuk membeli makanan ringan seperti kue dan membeli minuman kaleng dari mesin minum di sebelah tangga, dan kembali kekelas.

Sesaat gue sedang menikmati makanan gue, gue pun dihampiri teman kelas yang menyampaikan pesan dari pengurus Sekolah untuk datang ke ruang kepala sekolah. Gue pun yang mendengar tersebut menjadi cemas, mungkin gara-gara gue sering menjahili rena sampai akhirnya rena mengadui ke kepala sekolah….

Gue pun menghabiskan segera makanan gue, dan segera menuju ke ruangan kepala sekolah. Sesampainya disana gue melihat sesosok yang gue kenal karena sering mengurus gue saat kecil ketika orang tua gue sedang ada urusan ke luar kota yang sedang berbincang bersama kepala sekolah. Yaa dia adalah Bibi dari tetangga sebelah rumah gue. Gue pun menghampiri mereka.

“Ummm, maaf pak kepala sekolah. Ada apa yaa memanggil ku kesini?”Ucap gue sopan

“Ini Haru, orang ini ada urusan sangat penting sama kamu.Dia ingin menyampaikan informasi Yang hanya boleh kamu dengar”Ucap kepala sekolah sambil menunjuk paman tetangga.

“Baiklah.. Dan… paman ada urusan apa dengan saya disini.?”tanya gue

Bibi tersebut hanya bisa diam menahan tangis, saat mendekati ke gue. Kemudian bibi tersebut memeluk gue dengan erat.

“Nak Haru, Da…dy sama mama ka…mu…”Ucap bibi sambil terbata-bata

“Apa yang terjadi sama dad dengan mama ku bi?”Tanya gue dengan gelisah karena mendapat perasaan yang buruk

Bibi pun menjadi terdiam sesaat dan membuka mulutnya..

“Mereka…mereka mengalami kecelakaan pesawat dik Haru.. tadi ada orang kepolisian yang datang kerumah untuk memberi informasi.. akan tetapi dirumah tidak ada. Kemudian Bi..Bibi menghampiri mereka untuk menanyakan apa yang terjadi. Dan mereka bilang kedua orang dari keluarga ini mengalami kecelakaan dan kami ingin memberi informasi ini kepada keluarga lainnya akan tetapi kelihatannya rumah ini kosong.

Bibi pun yang mendengarnya langsung shock karena memikirkan kamu yang berada disekolah yang harus menjadi sendirian. Langsung bibi memberi tau ke kepolisian yang datang bahwa bibi tau tempat keluarga lain dan akan memberi informasi nya dik haru”

Gue yang mendengarnya hanya bisa shock dan terdiam, karena tidak percaya kedua orang tua gue telah meninggalkan gue secara tiba-tiba. Dan gue masih merasa pagi tadi gue bercanda ria bersama orang tua gue..

“Tidak Mungkin…..”Ucap gue pelan sambil nangis

“TIDAK MUNGKIN!!!!!!!” Teriak gue sambil melepas pelukan bibi…

Gue pun dengan cepat Berlari menuju keluar ruangan dan keluar dari sekolah.. Gue sempat melihat rena yang sedang bersama temannya mengobrol dan terkejut melihat gue lari sambil nangis. Akan tetapi gue tidak peduli dengan itu, dengan cepat gue mengambil sepeda gue yang gue parkirkan dan segera pergi ke luar sekolah untuk menuju ke bandara..

Dipikiran gue hanyalah menahan rasa sakit dan tidak percaya terhadap informasi tersebut, dan tidak bisa memikirkan apa-apa. Pandangan gue yang semulanya berwarna-warni sekarang menjadi monoton hanyalah hitam putih yang tidak mempunyai arti.

Gue terus menggoes menuju bandara yang jauh, akan tetapi tidak gue peduli itu.

Gue menerobos lampu merah dan membuat para pengendara mobil menjadi kerepotan.Akan tetapi tiba-tiba ketika gue ingin menerobos lagi lampu lalu lintas di persimpangan empat arah, ada sebuah mobil kencang yang mengarah ke gue..

Gue yang tidak bisa melihat kesamping karena rasasakit yang ada akhirnya ditumbur oleh mobil tersebut, dan membuat gue tepentalsejauh 1 M jauhnya dari tabrakan.

Gue pun jatuh dengan badan terseret aspaldengan berputar beberapa kali dan pandangan gue menjadi kabur dan seketika guepingsan dengan badan yang bercucuran darah.

– Hardi Juliawan –

Iklan

Satu tanggapan untuk “The Mask, Part1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s