Lost and Back, Part62

3

WUSSSHH

TAP

Naomi,Rona dan Yuvia sampai di rumah Naomi.

“Ayo masuk.”ajak Naomi.

Yuvia mengangguk lalu mereka masuk.

“Hai,Kak Ikha.”sapa Rona.

“Hey..darimana saja kau?”

“Aku mencari Kak Naomi.”

“Dasar.Biar kutebak,pasti kau tersesat lagi.”

“Hehehe….”

“Lalu,Tuan Putri yang menjemputmu.”

Lalu Naomi dan Yuvia masuk.

“Tentu,siapa lagi?”ucap Naomi.

“Iya,aku tau.Eh…kau..??”

“Eh..Selamat siang.”sapa Yuvia seraya membungkuk.

“Kau..Yuvia,kan?”tanya Ikha.

“I-iya.Kau,Fairun kan?”

“Oh..iya,aku lupa.Nama aslinya bukan Fairun,tapi Ikha.”

Ikha pun mengangguk.

“Oh,iya.Dimana Yuuto?”tanya Naomi.

“Tadi..tiba-tiba dia pergi keluar.Sepertinya dia terburu-buru.”

“Benarkah?”

Tak lama kemudian terdengar suara pintu rumahnya yang terbuka.

“Itu pasti Yuuto.”

Naomi dan Yuvia pun keluar dari kamar Ikha.

“Yuuto,darimana saja kau?Eh….”

“Huhh..??”

Naomi terkejut,lebih-lebih Yuvia.Ia tak menyangka Yuuto kembali bersama..

“Ibu..??!!”ucap Yuvia.

“Yuvia?”ucap ibunya.

“Kalian juga?”

Ternyata juga ada Mirai dan Acha.

“Kak Yuvia.”ucap mereka berdua.

“Ibu?”batin Naomi.

Yuvia pun berlari menuju ibunya.

“Yuvia,ternyata kau disini.”

“Ibu,bagaimana bisa bersama….”

“Biarkan ibumu beristirahat dulu.Antarkan dia ke dalam.”potong Yuuto.

“Kalian juga.”tambahnya ke Mirai dan Acha.

“Iya.”

Yuvia pun menuruti perkataan Yuuto.

SYUUUUTTT

Api di tubuh Yuuto padam.

“Sepertinya tenagamu habis.Beristirahatlah.”ucap Naomi.

“Iya.”

Lalu Yuuto duduk di sofa.

“Mau kuambilkan sesuatu?”

“Tidak perlu.Duduklah disini.”

Tak lama kemudian Yuvia kembali.

“Terima kasih banyak.”ucapnya seraya membungkuk.

“Hey..jangan seperti itu padaku.Bersikaplah seperti biasa.”ucap Yuuto.

Naomi hanya tersenyum.Setelah Yuvia bangun,..

“Eh..tanganmu….”

Tiba-tiba Yuvia mendekati Yuuto dan memegangi tangannya.

“Ada apa dengan tanganmu?”

Ternyata tangan Yuuto berdarah.

“Huhh..??”

Rupanya Yuuto sendiri tidak menyadari itu.Begitu juga Naomi.

“Apa kalian punya obat-obatan?”tanya Yuvia.

“Eh..a..ada.Di dalam laci di dekat kamar Ikha.”jawab Naomi.

Yuvia bergegas mengambilnya.

~o0o~

“Kemana mereka?Lama sekali.”ucap Minato.

“Kau itu tidak bisa bersabar ya?”ucap Hanna.

“Hmmm…bagaimana kalau kita menyusul ke sana?”

“Memangnya kau tau dimana orang bernama Ikha itu?”

“Tidak.Tapi dia itu saudara Yuuto.Pasti dia berada di rumahnya.”

“Lalu,kau tau dimana rumah Yuuto?”

“Tentu saja.Ayo kesana.”ajak Minato.

“Tidak,pergilah sendiri.”tolak Hanna.

“Huhh??Kenapa?”

“Aku tidak tau apakah rumah Yuuto masih dalam cangkupan kubah ini.Dan aku juga tidak tau,apakah ada bahaya di luar sana.”

“Hmmm..kau benar juga.Lagipula kakimu juga terluka.”ucap Minato.

Ia pun kembali duduk.

~o0o~

“Jadi,kita akan pergi kemana?”tanya Ryu.

“Entahlah.Yang jelas,kita harus tetap waspada.”ucap Hiro.

“Huffftt….”

Ryu duduk di tepian jalan.

“Cukup melelahkan.”ucapnya.

“Ya.”

Hiro ikut duduk di sampingnya.

TAP TAP TAP

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berlari.Seketika Ryu dan Hiro berdiri.

“Ada yang datang.”

Mereka berdua bersiaga.Dan ternyata

“Eh..??”

“Ryu?Hiro? ”

Ternyata suara tadi adalah langkah kaki Lidya dan Viny.

“Ternyata kalian.Kukira makhluk-makhluk aneh itu.”ucap Ryu.

“Hmmm..jadi kalian juga diserang?”tanya Lidya.

Hiro mengangguk.Lalu Lidya dan Viny duduk di samping mereka.

~o0o~

“Sini,biar kuobati lukamu.”

“Mmmm….”

Yuuto menjulurkan tangannya.

“Ehmm..aku..aku pergi dulu.”ucap Naomi seraya berdiri.

“Kau mau kemana?”tanya Yuuto.

“Apa kau lupa?Tadi kita meninggalkan Minato dan Hanna.Dan ini sudah cukup lama.Aku akan menjemput mereka.”

Naomi pun pergi.Sementara itu Yuuto hanya bisa memperhatikannya.Ia menyadari ada yang berbeda dengan raut wajah Naomi.

“Tuan Putri,”batin Yuuto.

Lalu ia mengalihkan pandangannya ke Yuvia.

“Kenapa?”tanyanya.

“Eh..apanya?”Yuvia balik bertanya.

“Kenapa kau mengobatiku?Padahal aku tidak memintamu.”

“Eh..itu….”

Yuuto terus menatapnya.

“Itu..agar lukamu tidak terinfeksi.”jawab Yuvia.

“Arrrghhh….”

“Eh..maaf….”

Yuvia membubuhkan obat ke luka Yuuto.

“Fuuuhh..fuuuhh….”

Yuvia meniupinya dengan lembut.

“Hmmm….”

Yuuto terus memperhatikan Yuvia yang meniupi lukanya.

“Emhh..??”

Yuvia begitu terkejut karena tiba-tiba Yuuto memegang pipinya.

“Yuvia….”

Yuuto menatapnya begitu dalam.Perlahan ia mendekatkan wajahnya.

“Oh,tidak..apa mungkin….”pikir Yuvia.

Langsung saja ia memejamkan mata.

“Ummm….”

Wajah mereka semakin dekat,dan..

“FUUUHH….”

~o0o~

“Hhhhhh….”

TAP
TAP
TAP

“Ini airnya.”

“Terima kasih.”

Setelah Genta meletakkan air yang diambilnya dari luar,Shafa membasahi handuk kecil lalu meletakkannya ke dahi Raja Ozora.

“Astaga,badan Yang Mulia panas sekali.”ucapnya.

“Hhhhhh….”

TAP
TAP
TAP

Terdengar deru langkah kaki dari luar.

“Ini,kan?”

“Bagus,terima kasih,Natalia.”

Rupanya Natalia baru saja keluar mencari bahan obat-obatan seperti yang diminta Shafa.

“Panglima,em..maksudku Genta.Tolong jaga Yang Mulia.Jika handuk di dahinya sudah kering,tolong basahi lagi.”pinta Shafa.

“Aku mengerti.”ucap Genta.

“Natalia,ayo ikut aku.”

“Baik.”

Mereka pun pergi ke belakang.

“Yang Mulia….”

~o0o~

“Eh..??”

“Dasar.Apa sejak tadi kau tidak menyadari ada kotoran di wajahmu?”tanya Yuuto.

“Emhh..itu….”

Belum selesai ucapannya,tiba-tiba Yuvia cepat-cepat membereskan obat-obatannya lalu pergi.

“Kenapa dia?Dasar aneh.”gumam Yuuto.

Sementara itu,

BYURR
BYURR

“Hahh..hahh….”

Rupanya Yuvia pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.

“Tadi itu….”

Yuvia membasuh wajahnya lagi.Ia merasa wajahnya begitu terasa panas.

“Aaaa…kenapa..kenapa aku berfikiran sampai sejauh itu??”

~o0o~

“Huh..dimana ini?”

Raja Ozora berada di sebuah padang rumput yang sangat luas.Matanya menyusuri ke seluruh arah.Hingga akhirnya ia melihat..

“Itu….”

 

 

* To be continued

Iklan

Satu tanggapan untuk “Lost and Back, Part62

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s