Cinta & Sepak Bola, Part 37

2016-01-28_17.21.21

Goal yang ke 3 ini membuat pelatih dan rekan-rekannya panik melihat Riyan kesakitan memegangi bahu kanannya kembali

Tim medis langsung menandu Riyan ke pinggir lapangan.

” Kaakk Riyyaann…!!! ” kata Sinka berdiri dengan paniknya melihat Riyan di tandu keluar lapangan

” Kamu yang tenang Sinka, Riyan pasti baik-baik aja ” kata Naomi mencoba menenangkan Sinka

Tapi Sinka sudah terlihat sangat panik, apa lagi pas liat Riyan kesakitan memegangi bahu kanannya yang baru sembuh dari cidera parah

” Tapi kak Riyan kesakitan kak ” kata Sinka tambah panik

” Iya kakak tau, tapi kamu harus tenang, kamu sendiri tau kalau kak Riyan itu kuat, dia pasti baik-baik aja ” balas Naomi

Perlahan-lahan Sinka sudah mulai tenang saat melihat Riyan sedang di tangani tim medis di pinggir lapangan

Pelatih pun langsung berlari menghampirinya

” Kamu gak apa-apa Riyan?? ” tanya pelatih

” Saya baik-baik aja, pelatih gak usah khawatir ” jawab Riyan

” Tapi,apa kamu masih bisa bermain? ” tanya pelatih

Sebelum Riyan menjawab Pelatih sudah memutuskannya saja

” Biar kamu di gantikan saja untuk istirahat. ” kata pelatih

” Tidak usah pelatih, saya masih kuat, saya masih bisa bermain ” jawab Riyan sambi mencoba bangkit

” Tidak, kamu harus di gantikan ” kata pelatih

” Saya mohon pelatih, saya masih bisa bermain.. pelatih harus percaya ” bujuk Riyan

Pelatih terlihat berfikir sejenak

” Ya sudah, tapi kalau kamu sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya, kamu bisa minta di gantikan ” kata pelatih

” Terima kasih pelatih ” balas Riyan

Riyan langsung kembli memasuki lapangan

” Tuuhh kak Riyan baik-baik aja kak? ” kata Naomi pada Sinka

Sinka pun langsung tersenyum gembira

” Lu gak apa-apa Yan? ” tanya Aangk saat Riyan melewatinya

” Iya, gue baik-baik aja ” jawab Riyan

Pertandingan kembali di mulai, kedudukan kini 3-3. Indonesia berhasil menyamakan kedudukan karena kerja keras mereka

Pertanfingan berakhir 10 menit lagi, kedua tim berusaha keras untuk mencetak goal kemenangan

Di menit terakhir ini Indonesia bisa memimpin jalannya pertandingan, mereka sering melakukan serangan berhabaya bagi gawang timnas Jepang

Serangan demi serangan mereka lakukan, tendangan demi tendangan mereka lesatkan tapi tetap saja masih belum bisa membuahkan hasil

Pertandingan akan berkahir 3 menit lagi, para pemain sudah terlihat lelah dan sudah kehilangan konsentrasi

” 3 menit terakhir, gue harus bisa bawa Indonesia menang, itu haruusss…!!! ” kata Andri

Dia langsung mengangkat tangan untuk di berikan bola padanya, saat itu bola sedang ada di kaki Riyan

Riyan melihat Andri mengangkat tangannya yang dalam posisi bebas penjagaan, Riyan langsung berlari menggiring bola untuk lebih dekat dengan Andri

Dia berhasil mengecok 3 pemain yang mencoba menghentikan pergerakannya

” Pemain ini memang sangat hebat. ” kata Sagha

Sagha langsung mengejar Riyan dan mencoba merebut bola dari kakinya, Sagha memberikan tekanan penuh pada Riyan dan sedikit body’an

” Sial, kenapa sakitnya kambuh lagi?? ” pikir Riyan menahan rasa sakitnya dan masih terus mendapatkan tekanan dari Sagha

Tidak mau membuang waktu lagi Riyan langsung memberika bola itu pada Andri

Sagha terkejut melihatnya, Dan bola kini berhasil berada di kaki Andri yang posisinya tepat di depan gawangan

12 detik lagi pertandingam berakhir, Andri langsung melakukan tembakan keras tapi…. sangat di sayangkan penjaga gawang dari timnas Jepang berhasil menepis tendangannya

” Siall.. ” pikir Amdri kesal

5 detik sebelum pertandingam berakhir bola masih melambung tinggi, tanpa di duga Riyan langsung menyambar bola dan melakukan sundulan keras

Karena penjaga gawang dari timnas Jepang dalam posisi sudah jatuh, akhirnya bola dengan lancar masuk kedalam gawang

” Goaaallll….. ” teriak para penonton bergemuruh

” Yeeaahh.. ” teriak Rona dan Yupi langsung berpelukan

” Akhirnya Indonesia unggul ” kata Naomi

” Iya kak, Indonesia pasti menang kan ” kata Sinka langsung memeluk Naomi

Ve juga tidak diam, dia juga langsung memeluk Sinka dan Naomi yang sedang berpelulak

” Pemain bernomor punggung 10 itu hebat yah ” kata Ve sambil memeluk

” Iya dong kak, kak Riyan gitu lohh!! ” kata Sinka girang

Ve dan Naomi langsung tertawa geli mendengar omongan Sinka

Dan akhirnya PRIIITTTT….!!!!

Akhirnya pertandingan berakhir dengan skor yang tidak di duga, 4-3. Indonesia berhasil meraih kemenangan pada pertandingan itu

Otomatis Infonesia di nobatkan sebagai juara di piala Asia U-19 2015

” Kita menang yah… ” kata Riyan saat Aangk menghampirinya

” Iya, kita memang Yan ” kata Aangk tersenyum penuh dengan kegembiraan

Tiba-tiba tanpa Aangk duga, Riyan langsung terjatuh di depannya dan berhasil membuat Aangk terkejut serta panik

” Ri..Riyaann ? ” kata Aangk panik

Bukannya kegembiraan yang mereka dapat karena kemenangan, tapi kepanikan yang sangat saat melihat Riyan tiba-tiba terjatuh pingsan

” Apa yang kalian lihat, cepat ambilkan ambulan ” teriak pelatih sambil berlari menghampiri Riyan

Kepanikan pun mulai terjadi, semua penontik tidak menyangka bahwa akan ada kejadian yang tidak di duga

” Kaaaakk Riyaaaann…. ” Teriak Sinka yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi

Dia langsung berlari dari tribun penonton

” Sinka mau kemanaa..?? ” kata kak Naomi mencoba mencegahnya

Tapi Sinka terus berlari untuk mengahampiri yang ada di pinggir lapangan

” kak Riyaann.. ” kata Sinka saat sampai di dekatnya

” Kamu siapa?? ” Tanya pelatih

” Dia Sinka pelatih, karena dialah Riyan bisa lebih cepat sembuh ” jawab Aangk saat melihat Sinka di dekatnya

” Ya sudah, cepat bawa Riyan ke rumah sakit ” kata pelatih

” Izinkan saya ikut pak pelatih ” pinta Sinka yang masih terus menangis

” Ya sudah cepat masuk ” balas pelatih

Riyan langsung di bawa ambulan ke rumah sakit terdekat.

~oOo~

Sesampainya di rumah sakit Riyan langsung masuk ruang UGD untuk di periksa lebih lanjut

10 menit kemudiam dokter pun selesai memeriksa kondisi Riyan yang membuat cukup terkejut

” Bagaimana kondisi Riyan dok? ” kata pelatih yang ikut ke rumah sakit

” Saya belum tau pasti, tapi kondisinya cukup parah karena cidera bahu yang di alami Riyan ” jawab Dokter

” Apa bahunya bersamalah lagi? ” tanya Sinka

” Iya, operasi yang di lakukan Riyan sebelumnya belum sepenuhnya sembuah, dan sekarang di mengalami benturan keras di bahu kanannya itu lagi yang menambah parah kondisi bahunya ” jelas dokter

” Lalu, sekarang bagaimana dok? ” kata Sinka

” Jalan satu-satunya hanyalah melakukan operasi lagi untuk menghindari keadaannya makin buruk ” balas dokter

Pelatih sangat bingung apa yang harus dia lakukan sekarang,

” Tapi apa saya boleh minta waktu untuk menghubungi keluarganya ” kata Pelatih

” Iya silahkan, tapi jangan sampai menunggu kondisi Riyan makin memburuk, itu tidak bagus ” kata dokter

” Baik terima kasih dok ” kata pelatih

Dokter itu pun langsung berjalan pergi meninggalkan Pelatih dan juga Sinka

” Apa kau bisa membantu saya untuk mencoba menghubungi keluarga Riyan? ” tanya pelatih

” Iya pak pelatih, saya akan usahakan ” jawab Sinka

” Terima kasih kalau begitu,, ya sudah saya harus kembali ke stadion lagi ” kata pelatih lalu berjalan pergi

” Kak Riyan.. ” kata Sinka saat melihat Riyan dari luar kaca ruang UGD

Sinka pun masuk ke ruangan tersebut dan duduk di sebelah ranjang

” Kenapa kak Riyan maksain diri buat main sih kak?? ” kata Sinka dan tangisnya pun pecah kembali melihat kondisi Riyan

Sinka pun memutuskan untuk menemaninya di rumah sakit,

Beberapa jam kemudian, ada beberapa orang yang masuk ke dalam kamar dimana Riyan di rawat

” Sinkaa.. ” panggil salah satu dari mereka yang melihat Sinka tertidur di samping ranjang Riyan

Perlahan-lahan matanya mulai terbuka dan menampaki beberapa orang yang sudah berada di dalam kamar itu bersamanya

” Kak Naomi… ” kata Sinka langsung memeluknya

” Kamu yang tenang yah, kakak tau kekhawatiran yang kamu rasakan ” kata Naomi membalas pelukannya

” Iya.. kak Sinka jangan nangis terus dong, kan gak enak kalau kak Riyan tau kalau kak Sinka cengeng ” celetuk Yupi

” Kamu itu yah, bukannya tambah tenang malahan tambah sedih tau gak kalau kamu ngomong begitu ” kata Rona menjewer kuping Yupi

” Iya, iya.. maaf, lepasin dong kak sakit tau ” rintih Yupi kesakitan

” Bagaimana kondisinya sekarang ” tanya Ve yang ikut masuk juga

” Dia belum sadar kak dari tadi ” jawab Sinka sambil melepaskan pelukannya dari Naomi

” Ya sudah, kamu gak usah khawatir. Tadi kak Ve udah hubungi kakaknya Riyan, katanya dia lagi di perjalanan menuju kemari ” kata Ve

” Syukur deh. ” kata Sinka terlihat mulai senang

Tak lama kemudian, Aangk, Andri dan Yusuf pun datang

” Gimana kondisi Riyan ” tanya Aangk

” Dia belum sadar ” balas Rona

” Bikin panik aja dia, kita dari stadion langsung kesini jadinya gara-gara panik liat Riyan pingsan ” kata Andri

” Terus penyerahan pialanya gimana kak? ” tanya Yupi

” Kata pelatih biar beliau yang urus, jadi kita gak tau soalnya kita langsung kesini setelah pertandingan selesai ” jawab Yusuf

Akhirnya setelah beberapa jam pingsan, Akhirnya Riyan tersadar dari pingsannya

” Liat.. kak Riyan udah sadar ” kata Yupi

Mereka semua langsung menoleh kearah Riyan yang masih terlihat lemas

” Kalian.. ” kata Riyan sangat pelan tapi terdengar jelas oleh semua

Sinka langsung menekan tombol untuk me!anggil dokter, setelah Dokter tiba, ia langsung memeriksa kondisi Riyan

” Bagaimana dok kondisinya? ” tanya Aangk

” Kondisinya masih lemah, dia masih butuh banyak istirahat ” jawab

Setelah selesai, dokter itu langsung kembali pergi dari kamar itu

” Ya udah, lebih baik kita pulang dulu biarin Riyan istirahat ” kata Aangk

” Iya bener kata Aangk ” kata Rona

Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan membiarkan Riyan beristirahat

Saat di luar rumah sakit, tiba-tiba Ve langsung memeluk Aangk adik kesayangannya

” Aanggkk… ” Ve langsung memeluknya

Sontak Aangk terkejut dan hampir tidak bisa bernafas karena Ve memeluknya sangat erat

” Kakk..!?? Gue gak bisa nafas nihh… ” kata Aangk dalam pelukannya

Ve langsung melepaskan pelukan eratnya

” Kakak kangen bangeett sama kamu ” kata Ve

” Iya, gue juga kangen sama Kak Ve ” celetuk Andri yang mendengar pembicaraan kakak beradik itu

” Ih Andri apaan sih, genit banget ” kata Naomi ketus

” Kenapa? Kamu cemburu yaaa?? ” goda Andri pada Naomi

” Gak, aku gak cemburu ” jawab Naomi cepat

” Ya cemburu juga gak apa-apa kali ” goda Andri lagi dan berhasil membuat pipi Naomi merah merona

Gelak tawa pun pecah diantara mereka semua.

” Kak Ve, mamah sama papah mana?? ” tanya Aangk

” Mamah sama papah lagi cari makanan buat kita semua, mereka bilang nanti bakal jemput di rumah sakit ” jawab Ve

” Ya udah.. kalian pulang duluan aja, biar gue sama kak Ve nunggu orang tua gue jemput ” kata Aangk

Aangk dan Ve memutuskan untuk menunggu orang tuanya jemput sambil melepas rasa kangen mereka, sedangkan yang lain pulang terlebih dahulu

~oOo~

Di dalam kamar di mana Riyan di rawat masuklah 2 orang ke dalamnya

Riyan amat terkejut saat melihat mereka sudah ada di dalam

” Ayah.. kak Melody?? ” kata Riyan

Melody pun tersenyum tegar melihat kondisi adik satu-satunya itu, Dia langsung memeluknya yang masih terbaring di atas ranjang demi melepas rasa rindunya

Sedangkan ayahnya duduk di sampingnya juga dan terlihat dari raut wajah sedihnya, sedih?? Kenapa??

” Ayah minta maaf sama kamu nak ” kata Ayahnya

Melody pun melepaskan pelukannya dari Riyan dan duduk di sampingnya

” Ayah sudah salah menilaimu tentang sepak bola ” kata ayahnya lagi

” Tapi ini yang ayah takutkan, ayah takut kau cidera yang harus membuatmu berhenti bermain sepak bola seperti yang ayah rasakan dulu “

” Ayah gak perlu minta maaf, justru itu menjadi dorongan buat saya untuk membuktikan pada ayah bahwa saya tidak akan berakhir seperti ayah ” kata Riyan

” Tapi kau berakhir seperti ayah, berakhir dengan mengalami cidera ” kata ayahnya

” Cidera ini gak akan bisa mengalangi saya untuk terus bermain bola, lagian ini hanya cidera bahu, bukan cidera kaki ” jelas Riyan

Akhirnya dari sekian lama ayahnya bisa di buatnya tersenyum bangga sekaligus sedih atas cidera di di alami oleh Riyan

Riyan menoleh ke kakaknya

” Kak? Maafin Riyan yah, ” kata Riyan

” Buat apa? ” tanya Melody heran

” Karena Riyan gak kasih tau kakak saat Riyan balik ke Indonesia ” jawab Riyan

” Gak usah minta maaf, karena kamu sudah buat kakak bangga ” kata Melody tersenyum

” Bangga?? ” kata Riyan heran

” Iyaa.. kamu sudah berjuang mati-matian demi membawa Indonesia juara ” jelas Melody

Riyan pun tersenyum bahagia,

” Iya, Ayah juga bangga padamu nak, dan mulai sekarang Ayah izinkan kamu buat terus bermain bola ” tambah ayahnya

” Kok ayah bisa berubah pikiran ” kata Melody heran

” Iya ayah sadar, bener kata kamu Mel.. takdir seseorang itu berbeda-beda dan ayah percaya bahwa takdir Riyan akan bersinar jika menjadi pesepak bola ” jelas ayahnya

Melody tersenyum dan Riyan terlihat bahagiah saat melihat ayahnya sudah mengizinkannya untuk terus bermain bola

~oOo~

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, Sinka masih saja duduk di taman belakang rumah sambil melamun

” Apa kak Riyan mau di operasi lagi? ” pikir Sinka ragu

” Tapi.. yang jelas aku khawatir banget liat keadaan kak Riyan saat itu ” pikirnya lagi

Seseorang berhasil membuyarkan lamunan Sinka

” Malem-malem ngelamun, kesambet baru tau rasa kamu dek “

Sinka menoleh ke belakan dan melihat Naomi berjalan mendekatinya

” Kak Naomi belum tidur? ” tanya Sinka

” Kakak belum ngantuk. Lah kamu sendiri kenapa belum tidur?? ” jawan Naomi

” Aku gak bisa tidur kak ” balas Sinka

” Hmm.. pasti kepikiran Riyan yah? ” tebak Naomi

Sinka hanya tersenyum kecil sebagai jawabannya

” Udah gak usah di pikirin, lagian mana mungkin Riyan mikirin kamu ” celetuk Naomi

” Kak Naomi apaan sih, jadi nyebelin kayak kak Andri sekarang ” kata Sinka cemberut menanggapi respon kakaknya

Naomi hanya terkekeh melihat wajah Sinka yang cemberut dan itu membuatnya terlihat menggemaskan

” Udah gak usah di pikirin, dia pasti baik-baik aja ” kata Naomi

” Bukan itu masalahnya kak, aku khawatir kalau kak Riyan gak mau di operasi lagi ” kata Sinka

” Operasi?? ” Naomi terkejut mendengarnya

” Iya kak, kak dokter. Kak Riyan harus di operasi lagi karena bahu kanannya bermasalah lagi, jadi aku takut dia gak mau melakuknnya ” kata Sinka

” Ya sudah kamu berdoa aja pada tuhan semoga Riyan mau di operasi lagi ” kata Naomi

Keesokan harinya Sinka berencana menjenguk Riyan sepulang sekolah dengan yang lain

” Aku berangkat dulu ya kak, ” kata Sinka sudah siap dengan seragam sekolahnya

” Iya, aku juga kak, udah siang nih ” sambung Yupi

” Ya udah, kalian hati-hati.. ” balas Naomi yang sedang merapihkah piring bekas sarapan bersama

~oOo~

Sedangkan Aangk, Andri dan juga Yusuf kini sudah berada di rumah sakit untuk menjenguk Riyan

Sesampainya di sana mereka langsung menuju ke kamar di mana Riya di rawat, tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis yang keluar dari dalam kamar itu

” Itu bukannya… ” kata Andri terhenti saat gadis itu melihat kearah mereka

TO BE CONTINU

BY : @Gue_nawan123

Iklan

5 tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s