Serangan Titan : Rusdi, Part 9

Rusdi terlalu cepat senang, sampai ia tidak menyadari ada Titan di
depannya. Titan itu sudah membuka mulutnya lebar-lebar. Saat Rusdi
menengok, Titan itu berhasil menggigit kaki Rusdi.

Titan itu mengayun-ayunkan kaki Rusdi ke kiri dan ke kanan hingga
pergelangan kakinya putus. Rusdi terlempar jauh, ia bahkan berteriak
kesakitan. Rusdi mendarat diatas atap sebuah bangunan.

“Aaahhh…” Rusdi meringis kesakitan, ia terkapar disana.
“Ya, terkadang kita tidak beruntung.” Kapten Ulung hanya tertawa kecil
di atas sana.

Di atas gedung itu, Boim nampak sedang dikepung oleh para Titan.
Segerombolan Titan berusaha menaiki gedung, meraih Boim dengan
tangannya. Boim berusaha menghindar, sesekali menebas lengan Titan
dengan pedang 3DMG miliknya.

“Lihat!” seru Sinka.
“Boim! Dia selalu bermulut besar!” ucap Dendhi.
“Kita harus menyelamatkannya! Aku punya rencana!” Epul memikirkan sesuatu.

Tiba-tiba Kapten Nabilah memberondong Titan yang paling besar dengan
rentetan peluru kaliber. Titan itu menengok, lalu menghampirinya. Dari
atas gedung lain nampak Sinka sudah bersiap memanah.

Sinka melepaskan anak panahnya. Dua anak panah melesat dengan cepat,
tepat mengenai pupil matanya. Titan itu berlutut, ia memegangi
matanya. Dari atas Boim menatap teman-temannya itu.

“Terima kasih!” ucap Boim.
“BOIM!!! GILIRANMU!!!” teriak Kapten Nabilah, lalu Boim terbang dengan
3DMG miliknya.
“Haasss!!!” Boim berhasil menebas tengkuk Titan itu.

Setelah Boim menapakkan kakinya kembali, mereka lalu  berlari menjauh.
“Dimana Rusdi?” tanya Epul.
“Jauh diatas sana, mati!” jawab Boim, seketika Epul terdiam mematung.

Tanpa ia sadari, ternyata disampingnya ada Titan. Titan itu lalu
menangkap Epul. Epul kaget, ia berusaha melepaskan dirinya. Seketika
teman-temannya berusaha menolong.

Boim dengan mudah berhasil sampai di tengkuk Titan itu. Ia hendak
menolong Epul. Tapi pedangnya patah saat ia menebas tengkuk Titan itu.
“Tidak berhasil!” Boim kembali turun.

Sinka dengan cepat melesatkan beberapa anak panahnya, tapi tidak
berhasil. Titan itu tidak menggubris anak panah Sinka. Kapten Nabilah
dan yang lainnya hanya diam.

Epul meronta-ronta, ia berusaha melepaskan diri. Sesekali Epul
berteriak, ia panik. Titan itu lalu membuka mulutnya yang lebar, Epul
dimasukkan ke dalam mulut itu.

Diatas bangunan, nampak Rusdi berusaha berdiri dengan salah satu
pergelangan kakinya yang sudah putus. Rusdi terseok-seok berlari
berusaha menolong Epul.

Kini Epul sudah masuk ke dalam mulut Titan itu. Saat harapan hidupnya
hampir sirna, Rusdi kembali menangkapnya. Rusdi memegangi lengan Epul
agar ia tidak terjatuh ke dalam perut Titan.

“Rusdi!” Epul semakin panik saat Rusdi berusaha menahan mulut Titan
agar tetap terbuka.
“Bertahanlah!” Rusdi menarik Epul dengan kuat.

“TETAPLAH HIDUP!!!” Rusdi berhasil mengeluarkan Epul, tapi ia harus
menggantikan posisi Epul.
“Rusdi!” Epul terjatuh dari ketinggian.
“EPUL!!!” Titan itu menutup mulutnya, menggigit tangan kanan Rusdi hingga putus.

Epul terjatuh tepat diatas bangunan. Disana banyak gumpalan darah. Ya,
itu darah Rusdi. Epul melongo melihat Titan itu menelan bulat-bulat
temannya, hanya menyisakan setengah tangan kanan Rusdi. Teman-teman
lalu menaiki bangunan itu.

Di dalam perut Titan, Rusdi sudah jatuh ke dalam asam lambung. Disana
ia menemukan seseorang yang tidak asing lagi.
“Gre! Gre! Gre, bangun!” ternyata Gre sudah mati dimakan Titan.

Wajah Gre perlahan menguap, luka bakar tiba-tiba muncul. Lengan kiri
Rusdi pun sama, ternyata asam lambung itu mulai bereaksi.
“HAAAAAAAAAH!!!” Rusdi berteriak keras.

Di luar, tiba-tiba Titan yang menelan Rusdi memegangi perutnya. Ia
seperti kesakitan, lalu muntah. Kelompok 1 merasa ada yang aneh dengan
Titan itu. Titan itu membuka mulutnya lebar-lebar.

Dari mulut itu keluar tangan besar yang berusaha membuka mulut Titan
itu lebih lebar lagi. Lalu  Titan itu meledak, hancur
berkeping-keping. Dari ledakan itu muncul Titan lain.

“Huaaaaaa!!!” Titan lain tiba-tiba muncul, merentangkan tangannya
seraya menatap langit.
“Jadi Titan itu menelan Titan dan Titan itu meledak karna Titan di
dalam perutnya berontak?” Kapten Nabilah bertanya terbelit-belit.

“Titan itu terlihat berbeda.” seru Seena bingung.
“Itu Rogue Titan!” jawab Epul, seketika semua melirik padanya.
“Itu adalah manusia yang bisa berubah menjadi Titan!” jawab Epul, lalu
Rogue Titan diam sejenak.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s