Chris

Aku sudah memperhatikan dan mengikuti aktivitas nya selama empat hari aku tahu dia suka duduk diteras rumah nya sambil minum segelas teh sebelum berangkat kuliah , aku tahu dia suka duduk sendiri di ujung kantin saat jam istirahat aku tahu dia selalu naik taksi untuk berangkat ke FX.

Aku seseorang yang bisa kau panggil stalker atau penguntit meski memalukan itulah kenyataan nya aku mengikuti dia karena aku sangat tertarik pada diri nya , aku beberapa kali ikut event bersalaman dengan nya kami ngobrol untuk beberapa menit sebelum waktu ku habis meski seingat ku pembicaraan kami sangat sunyi.

Kali ini aku mengambil langkah yang sedikit berani dengan berusaha menculik nya kau tahu membius nya lalu membawa nya ke rumah ku , hanya untuk mengajak nya berbicara dan mengajak nya bermain game jika dia tertarik tapi tidak aku tak akan memperkosa nya karena menurut ku memperkosa seorang gadis itu menjijikan.

Jadi dengan sapu tangan yang sudah ku beri klorofom dan sebuah taksi sewaan aku menunggu di depan kampus nya , setelah menunggu beberapa jam aku lihat dia sedang berdiri di depan gerbang kampus nya dia lalu melambai kepada ku.

Aku menghidupkan taksi ku lalu menjalankan taksi ku dan berhenti di depan nya ,

“taksi mbak ?” tanya ku

“iya bang” ucap nya lalu masuk kedalam taksi ku

“kemana mbak?”

“sudirman bang” jawab nya

Aku pun menjalankan taksi ku meninggalkan kampus nya , di bangku belakang dia sedang membaca sebuah novel sesekali dia melirik untuk memastikan jalan. Baru beberapa menit kami meninggalkan daerah kampus kami sudah dihadang oleh jalan yang macet.

“aduh macet lagi” ucap nya

“buru buru ya mbak ?”

“iya nih bang , bisa cari jalan lain nggak bang”

Aku pun memundurkan taksi ku dan memutar meninggalkan macet yang sebenarnya sebuah keberuntungan karena aku tak perlu mencari alasan untuk mengambil jalan memutar , dia melanjutkan buku yang sempat terhenti oleh macet hingga tak sadar aku sudah cukup jauh mengambil jalan memutar menuju rumah ku.

Nampak nya dia sadar kalau jalan yang ku ambil sudah sangat jauh dari tujuan wajah nya berubah khawatir dan dia berulang kali memeriksa handphone nya ,

“bang kok jauh banget mutar nya ini juga dimana sih ?” tanya nya dengan wajah khawatir

“ini mutar ke belakang GBK mbak jadi agak jauh” jawab ku memberi alasan

“iya deh bang”

Mungkin dia tak percaya ucapan ku karena saat aku melihat nya dari kaca spion tengah dia  sedang membuka GPS di handphone nya saat dia tahu aku bukan mengambil jalan memutar ke belakang GBK wajah nya berubah takut , dia pun buru buru memasukan barang barang nya kedalam tas.

“berhenti depan aja bang” ucap nya

“kenapa mbak udah deket kok”

“nggak bang udah dijemput adik” ucap nya memberi alasan

“ok tunggu sebentar mbak”

Aku meminggirkan taksi ku lalu mengeluarkan sapu tangan yang dari tadi sudah ku siapkan saat taksi ku berhenti dia buru buru keluar dari taksi ku , aku juga ikut turun dan menghampiri nya.

“ini bang” ucap nya sambil menyerahkan uang seratus ribu

“kurang tujuh ribu mbak”ucap ku berusaha mencari alasan

“bentar bang”

Saat dia mencari dompet nya aku langsung membekap nya dengan sapu tangan dia menendang nendang mencoba melawan tapi efek dari klorofom itu bekerja dengan cepat , cepat cepat ku buka pintu taksi ku dan ku baringkan dia di kursi belakang.

Ku pacu taksi ku dengan kencang lalu buru buru aku masukan kedalam garasi , aku pun mengendong nya keluar lalu ku baringkan di sofa ruang tengah. Dia lebih berat dari dugaan ku karena aku kehabisan napas setelah mengendongnya. Setelah mengambil minum aku mengangkat kursi dari ruang makan lalu ku dudukan dia dikursi dan ku ikat kaki dan tangan nya ke kursi.

Lalu aku mengambil satu kursi lain lalu duduk menunggu nya bangun , berapa lama efek dari klorofom ? beberapa jam ? atau beberapa hari ? kenapa aku tak mencari tahu dulu berapa lama efek dari klorofom dulu sebelum membius nya , ataukah mungkin aku memakai terlalu banyak klorofom sehingga dia tak bangun bangun.

Ku pukul pukul pipi nya tapi tak ada reaksi dari nya , sial apa aku membunuh nya karena menggunakan terlalu banyak klorofom untuk membius nya. Aku berlari mengambil minyak angin dari lemari dan ku oleskan ke bawah hidung nya.

Dia tak bangun juga , sial bagaimana ini apakah dia benar benar mati. Ku periksa denyut nadi nya dan mereka terasa sangat lemah , dia masih bernapas tapi mereka pendek dan jarang dia sedang sekarat apa yang harus ku lakukan aku tak mungkin  membawa nya ke rumah sakit mereka akan tahu aku menculik nya.

“bangunlah bangunlah bangunlah ayo ve ayo bangun VE BANGUN”

Sial bagaimana ini apa yang harus ku lakukan dia sekarat , dia tak boleh mati tapi aku tak bisa membawa nya ke rumah sakit itu berbahaya apa yang bisa ku lakukan sekarang. Menyiram nya mungkin itu akan berhasil seperti yang ibu dulu selalu lakukan.

Ku ambil seember air dan ku siram dia , DIA bangun dia bangun meski kelihatan bingung tapi dia bangun.

“tolong TOLONG TOLONG”

Kenapa dia berteriak kenapa aku hanya ingin membangunkan nya tapi dia teriak teriak minta tolong bahaya bahaya bahaya , cepat cepat ku tutup mulut nya dia kembali berontak tapi sekali lagi tenaga ku lebih kuat dari nya.

“sttt diam dong” ucap ku

Dia mengeleng gelengkan kepala nya dan mencoba berteriak meski mulut nya sudah ku tutup dengan lakban tapi dia tak capek berteriak ,

“diam dulu ve diam biar aku jelaskan”

Dia masih terus mengeleng ,

“ve”

Gelengan kepala nya makin cepat ,

“ VERANDA BISAKAH KAU DIAM “

Dia diam meski dengan wajah yang terkejut tapi dia diam meski dia pasti berpikir aku adalah orang yang kasar tapi paling tidak dia bisa diam ,

“jika kau berjanji untuk diam dan bisa tenang maka aku akan membuka penutup mulut mu tapi hanya jika kau bisa diam , mengangguklah jika kau mengerti”

Dia mengangguk bersemangat , seperti janji ku aku membuka lakban mulut nya dan aku bersyukur dia menepati janji nya untuk tenang.

“kamu mau ngapain ?” tanya nya

Meski dia bisa tenang dan mau bertanya kepada ku dengan baik baik tapi aku masih bisa mendengar ketakutan dalam suara nya , dia juga tak berani menatap mata ku lebih dari beberapa detik.

“maaf sebelum nya karena aku menculik mu dan mengikat mu disini tapi aku akan menjelaskan semua nya jika kau mau berjanji untuk tetap tenang seperti sekarang” ucap ku

“okay” ucap nya dengan suara yang sedikit lebih stabil

“sebelum nya apakah kau mengingatku ?”

“kamu supir taksi tadi kan”

“itu benar tapi kita pernah bertemu sebelum nya”

“tunggu kamu yang…”

Dia mencoba mengingat ingat siapa aku mungkin dia berpikir jika dia bisa mengingat siapa aku maka aku akan melepaskan nya , dia sebenarnya tak perlu khawatir karena aku pasti melepaskan nya.

“ch….chris…bukan yang pernah handshake sama aku” jawab nya dengan sedikit keraguan tapi aku senang dia benar.

“kamu benar aku pernah handshake dengan mu tapi..”

“maaf nya waktu itu aku udah capek banget jadi mungkin kamu ngerasa kalo aku nggak senang handshake sama kamu , tapi aku seneng kok soal nya kamu udah mau nunggu sampe sesi terakhir “

“kamu nggak perlu minta maaf karena aku nggak menyesali handshake waktu itu lagi pula aku tak pernah dendam kepada siapa pun , aku membawa mu kesini untuk alasan lain”

“jangan…jan..gan”

“enggak enggak enggak aku nggak akan memperkosa mu tolong jangan berpikir seperti itu…itu hanya ada di film aku bukan lelaki menjijikan seperti itu”

Kenapa dia bisa berpikir seperti itu aku bukan lelaki serendah itu meski dia memang cantik dan mungkin banyak yang berpikir serendah itu kepada nya tapi aku bukan seperti itu , tidak tidak tidak.

“ ve ve ve dengar aku nggak serendah itu “ ucap ku tapi tanpa sadar aku mencubit keduda pipi nya ,

Aku mundur menjauh sementara dia hanya diam seperti nya dia kesakitan karena aku mencubit pipi nya , kenapa aku harus melakukan itu itu bodoh dia akan berpikir aku jahat.

“nggak apa apa kok aku bakal dengerin kamu jadi tolong jelasin apa maksud kamu bawa aku kesini “ ucap ve

Aku membenarkan posisi kursi ku yang jatuh lalu kembali duduk didepan nya , kali ini dia sudah berani menatap mata ku lebih lama ketakutan nya juga mulai hilang dari mata nya tapi aku masih bisa melihat dia merasa tidak nyaman.

“maaf kalau harus seperti ini”

“chris ?”

“iya ve ?”

“aku mohon….”

“ve aku janji akan bebasin kamu tapi bisakah kita…”

“boleh aku ganti baju , dingin….”

Saat aku melihat ke pakaian nya yang basah aku sadar kalau dia kedinginan itulah kenapa dari tadi dia merasa tidak nyaman ,

“tapi..”

“aku nggak akan kabur kok karena aku percaya sama janji kamu untuk bebasin aku”

Meski ada keraguan dalam diri ku tapi aku tetap melepaskan ikatan nya , pergelangan tangan nya merah aku pasti mengikat nya terlalu kencang. Aku mengantarkan nya masuk ke kamar ku lalu aku meninggalkan nya sendiri untuk memilih.

“pakai aja apa yang kamu mau anggap aja gift” ucap ku sebelum menutup pintu

Aku menunggu nya diluar dengan perasaan ragu karena bagaimana pun yang ku lakukan adalah menculik nya , meski dia telah berjanji tak akan kabur tetap saja dia adalah korban penculikan dan kabur mungkin adalah satu satu nya hal yang dia pikirkan sekarang.

Mungkin aku harus mengetuk pintu kamar ku untuk memastikan tapi itu hanya menunjukan aku tak percaya kepada nya ,

tapi ini sudah cukup lama ,

tidak dia mungkin bingung memilih apa yang harus dipakai karena tak ada satu pun baju ku yang fashionable,bodoh nya aku mana mungkin ve memikirkan hal seperti itu sekarang dia hanya ingin ganti baju karena dia kedinginan.

Ini sudah cukup lama ,

Tidak kau harus percaya pada nya karena dia sudah mau percaya kepada mu ,

Tapi ini terlalu lama ,

Dia wanita dia butuh waktu untuk memilih pakaian semua wanita seperti itu ,

Saat aku berpikir untuk mengetuk pintu kamar untuk memastikan aku lihat knop pintu diputar dan pintu terbuka veranda tidak kabur dia menepati janji nya , aku bersyukur karena aku mempercayai nya dan merasa malu untuk pernah meragukan nya.

Dia memakai jersey kedua chelsea yang berwarna putih mungkin hanya itu yang ukuran nya pas , dia menambahkan jaket hitam ku setelah jersey itu mungkin untuk mengusir dingin yang sedari tadi menyerang nya.

“mau aku buatkan teh sekalian ?” tanya ku

Dia hanya mengangguk , aku pun berjalan ke dapur untuk membuatkan teh untuk nya. Secangkir teh yang belum ku beri gula karena aku tak tahu seberapa banyak gula yang dia ingin di teh nya , jadi aku juga membawa gula ke ruang tengah.

“maaf tapi aku nggak tahu seberapa banyak yang kau ingin di teh mu jadi aku membawa semua nya” ucap ku sambil menaruh teh diatas meja.

“makasih baju nya”

“nggak apa apa kok”

Suasana yang aneh jika dipikir kalau aku baru menculik nya dan sekarang kami minum teh berdua seperti itu hal yang normal , keegoisan ku yang ingin berbicara dengan jessica dengan menculik nya dan mengikatnya diruang tengah lalu memberi nya secangkir teh seperti itu semua membuat yang kulakukan sebelum nya bukanlah masalah besar.

“seberapa sering kamu diculik fans ?”

“hah ? maksud nya”

“kamu menanggapi ini semua dengan sangat tenang , itu membuat ku bingung”

Ve berhenti mengaduk teh nya lalu menyeruput sedikit teh nya sebelum meletakkan nya kembali keatas meja , semua nya dengan wajah yang tenang.

“awal nya aku takut karena kamu ngebius aku tadi trus saat aku bangun aku sudah diiket tentu aku takut”

“lalu ?”

“kamu nggak berbuat kasar kepada ku , kamu sendiri bilang kalau kamu pikir memperkosa seorang wanita itu menjijikan itu membuat rasa khawatir ku sedikit berkurang. Lalu saat kamu ngebolehin aku ganti baju itu membuat sekali lagi rasa khawatir aku hilang”

“itu cukup bagi kamu , gimana kalau aku bohong ?”

“aku percaya kok sama fans aku sendiri”

Itu semua cukup untuk membuat dia percaya ? dia pasti sangat yakin dengan kami para fans meski ada yang berbuat keterlaluan seperti yang ku lakukan tapi dia masih dengan tenang percaya.

“kamu idol yang baik ya mau percaya sama fans kamu meski mereka menculik kamu”

“aku masih berusaha kok jadi idol dan percaya pada fans adalah salah satu hal yang wajib aku punya”

Untuk pertama kali nya hari ini aku bisa melihat dia tersenyum hal yang membuat ku tertarik pada nya , entahlah ini semua aneh malah mungkin terlalu bagus untuk jadi kenyataan.

“BUKA PINTU”

Siapa itu tak ada yang pernah datang bertamu kesini , aku berlari kedepan dan mengintip dari jendela , polisi.

“BUKA PINTU NYA”

Mereka banyak sekali kenapa mereka bisa tahu aku disini ,

Gelap semua nya gelap dan kepala ku sakit , ve kenapa kamu membawa semua pemukul baseball ?

Saat aku bangun aku sudah berada di rumah sakit dan kedua tangan dan kaki ku diborgol ke tempat tidur , dan ada seorang polisi yang berjaga. Kenapa aku berada disini ? bukan nya aku sedang minum teh bersama ve.

Polisi itu pergi dan kembali bersama seorang polisi yang lain dan seorang dokter , dokter itu memeriksa ku sebentar sebelum mereka semua keluar dan meninggalkan ku sendiri.

Apakah ve berbohong ? ,

Sudah pasti dia yang melaporkan kita itulah kenapa dia lama sekali saat ganti baju ,

Tapi dia bilang percaya pada ku ,

Dia bohong ,

Tidak mungkin aku hanya ingin berbicara dengan nya ,

Lihatlah dimana kita sekarang diborgol dan dijaga oleh polisi ,

Tapi…,

DIAM kita ditangkap dan akan di penjara untuk waktu yang lama ,

Kenapa ve kenapa kau berbohong pada ku , aku percaya kepada mu kau sendiri yang bilang kau mempercayai ku sebagai fans mu. KAU SENDIRI YANG BILANG.

“tenanglah tenang” ucap dokter itu sambil menyuntikan sesuatu yang membuat ku merasa ngantuk dan ….

Saat aku bangun untuk kesekian kali nya ruangan ku penuh dengan orang orang yang tak ku kenal , dokter , suster , polisi , polisi yang lain , melody ? , jiro ? , ve…ran…da.

“VE KENAPA KAU BOHONG KAU BOHONG”

Kedua polisi itu mendorong ku lalu dokter kembali menyuntik ku dan semua nya gelap lagi.

Hahahahahahahaha bodoh nya aku mana mungkin veranda bisa percaya kepada ku , dia pasti menelpon polisi saat ganti baju lagi pula aku tak memeriksa nya karena aku tak mau menyentuh nya tapi karena kebodohan ku itu sekarang aku sedang diborgol di tempat tidur dan dijaga oleh polisi.

“seperti nya kamu sudah lebih tenang” ucap dokter itu

“apa yang ingin kau periksa ? apa kau pikir aku gila dan kau menyarankan aku untuk dirawat di rumah sakit jiwa ?”

“itu tergantung dari hasil pemeriksaan , sekarang seperti nya kamu sudah cukup sehat untuk bertemu dengan polisi”

“tentu saja”

Dokter itu keluar lalu masuklah satu orang berpakaian jas membawa sebuah map mungkin dia adalah polisi yang akan mengintrogasi ku ,mungkin aku bisa berbohong lalu disarankan untuk dirawat di rumah sakit jiwa. Aku yakin aku bisa kabur dengan mudah dari sana lalu aku ingin bertemu veranda lagi untuk menyelesaikan semua.

“selamat siang saya hardi yang memeriksa kasus ini” ucap nya sambil mencatat sesuatu di map nya

“mana veranda aku ingin bertemu dengan nya”

“dia aman dia sedang dimintai keterangan untuk keperluan penyelidikan”

“aku ingin bertemu dengan nya”

“kau akan bertemu lagi dengan nya di pengadilan sekarang aku ingin menanyakan beberapa hal pada mu”

“aku ingin bertemu veranda”

“tidak…”

“VERANDA”

“tenanglah”

“tenanglah kalau tidak”

“VERANDA”

Beberapa orang masuk lalu mereka menyuntik ku lagi untuk membuat ku tertidur saat pintu terbuka aku bisa melihat veranda ketakutan diluar , dia manis sekali saat takut.

Beberapa hari berikut nya tak ada yang mengunjungi ku hanya ada aku dan dinding yang kadang dilalui oleh cicak atau semut , aku tahu mereka mengawasi ku dari balik kaca jadi untuk membuat diri ku nampak lebih gila aku mengajak berbicara beberapa semut yang lewat. Kau tahu mereka mempunyai nama yang aneh seperti enzo , amore , collin atau cassidy tapi paling tidak mereka selalu menemani ku.

Dokter datang untuk memeriksa ku dan bertanya beberapa pertanyaan yang sengaja ku jawab dengan main main agar mereka cepat mengirim ku ke rumah sakit jiwa , dan rencana itu berhasil karena mereka mengirim ku ke rumah sakit jiwa meski di dalam sel isolasi tapi itu cukup.

Di rawat di rumah sakit jiwa itu sangat membosankan karena aku hanya sendirian dengan baju ketat yang mengikat kedua tangan ku , sesuatu yang disebut dengan strech jacket. Tidak ada kaca jendela hanya ada ventilasi kecil dan sebuah pintu aku merasa sedikit sepi jadi aku mulai berteman dengan para kecoa dan mereka mengabaikan ku.

Setelah beberapa hari yang membosankan aku diperbolehkan untuk ada di ruang rekreasi meski masih harus memakai strech jacket tapi paling tidak ini cukup bagus , ada banyak orang lucu disini mereka nampak menikmati hidup mereka dengan bernyanyi dan menari mungkin aku akan bergabung jika bukan karena jacket ini.

Aku juga pergi ke pengadilan untuk bersaksi mereka mendudukan ku di depan hakim dan seorang berpakaian aneh mulai menanyai ku , tentang siapa aku dan bagaimana aku mengenal ve. Dia juga bertanya apa alasan ku menculik ve yang ku jawab dengan jujur semua nya membosankan sampai ve masuk ke ruang sidang.

Dia cantik dalam balutan kemeja putih dan sebuah jeans rambut nya yang diikat membuat dia makin cantik ,

“ saudari jessica veranda apa benar rabu 18 april anda diculik oleh orang ini ?” tanya orang berpakaian aneh itu

“benar”

“apakah benar dia membius anda dan mengikat anda ke sebuah kursi ?”

“benar”

“apakah benar dia berniat memperkosa anda ?”

Veranda diam setelah mendengar pertanyaan itu , kenapa dia ragu dia hanya perlu menyangkal nya , aku tak berniat sedikit pun memperkosa nya.

“saudari ve tolong beri tahu kami kebejatan tersangka yang menculik anda dan mempunyai niat busuk untuk memperkosa anda” ucap orang berpakaian aneh itu bersemangat.

Ayo ve kau hanya perlu menjawab tidak dan masalah ini bisa selesai dan aku tak perlu terus diacuhkan oleh para kecoa sialan itu ,

“benar”

Apa ve apa yang baru saja kau ucapkan kau tahu bagaimana pendapat ku terhadap para pemerkosa , lalu apa yang baru kau ucapkan.

“tidak ada yang perlu ditanyakan lagi yang mulia”

“VE APA YANG KAU UCAPKAN KENAPA KAU BOHONG”

Kedua polisi yang menjaga ku mendorong ku mundur saat aku ingin menghampiri ve , suasana sidang juga jadi heboh kerena banyak wartawan yang berusaha mengambil gambar. Akhir nya aku tak bisa menghampiri ve karena mereka langsung membawa ku kembali ke rumah sakit dan memakaikan jacket itu lagi.

Kenapa ve berbohong

Tentu saja dia berbohong dia ingin kita menderita

Kenapa dia tak berkata yang sesungguh nya

Dia seorang idol mereka selalu berbohong

Tidak mungkin

Ve yang sangat kita sukai juga sudah membohongi kita

Dia hanya…

Dia jahat dia ingin kita menderita

Dia….

JAHAT

Dia….

Jahat

Dia..

Jahat

Dia

Jahat

Dia jahat

Jahat

Dia jahat

Jahat

Dia jahat ve kau jahat kau hanya ingin aku ingin menderita kau harus membayar kau harus menderita kau bohong…kau bohong…..KAU BOHONG hahaHAHAHahahaHAHAHAhahahahahahaHAHAHAhaha.

Iya benar mereka para idol itu jahat mereka hanya ingin membohongi ku , mereka ingin aku menderita , mereka jahat , mereka harus membayar , mereka harus membayar , mereka harus mati HAHAHAHAHAhahahahahaHAHAHAHAHAHA.

Aku dengan sabar menunggu saat petugas akan membawa ku untuk ke ruang rekreasi saat mereka membiarkan ku duduk sendiri  , ku dorong cermin yang ada diatas meja dan sebelum mereka datang ku sembunyikan satu didalam mulut ku.

Mulut ku terasa nyeri oleh potongan kaca tapi aku tetap menyimpan nya sampai mereka membawa ku kembali ke kamar ku , saat aku mengeluarkan nya itu tak hanya berlumur liur tapi darah sedikit sulit memegang nya tapi akhir nya aku berhasil memotong ikatan jacket dan melepaskan nya , sekarang aku hanya perlu menunggu mereka membuka kamar ku pagi ini.

Aku berdiri di belakang pintu dan saat pintu itu terbuka segera ku tarik petugas yang membuka pintu lalu ku potong leher nya hingga dia terbaring bersimbah darah , pelarian ku cukup mudah karena kebanyakan dari mereka bahkan tak bisa memukul jadi ya mereka semua berakhir dengan berbaring di lantai dengan leher yang tergorok oleh potongan kaca.

Setelah mandi dan ganti baju aku membawa mobil yang bisa kutemukan diparkiran lalu aku berkendara kembali ke rumah ku , tapi begitu banyak orang dan polisi yang berjaga disana. Mungkin aku harus mengunjugi ve untuk bertanya kenapa dia berbohong dipengadilan waktu itu.

Ternyata ve masih saja menunggu taksi di depan kampus nya , kenapa dia tak minta diantar atau membawa kendaraan sendiri apa dia tak  merasa takut setelah aku menculik nya kemarin? Biarlah lebih gampang mengikuti nya jika dia menggunakan taksi.

Sulit untuk mendekati nya saat di sudirman jadi aku memutuskan untuk menunggu di luar rumah nya , aku masih menunggu lebih lama saat dia sudah pulang ke rumah nya saat semua orang sudah tidur aku pun masuk ke rumah nya.

Tujuan pertama ku adalah dapur rumah nya , aku mengambil beberapa pisau dan mengunakan mereka untuk membunuh adik dan kedua orang tua ve sebelum aku mengetuk pintu kamar nya.

“ch..chri..s kenapa kamu disini ?” tanya nya dengan wajah ketakutan.

“hei ve”

 

The end

 

Out of note

Jadi gue nggak narsis dengan ngasih judul cerita ini seperti nama gue sendiri tujuan utama gue nulis cerita ini karena beberapa waktu lalu gue sempat nulis cerita 404 dan ceria yang tokoh utama nya adalah seorang psycho bernama chris.

Jadi karena gue ngerasa tokoh chris terlalu one dimensional karena dia jahat karena gue nulis dia jahat tanpa ngasih dia motif atau alasan , meski seorang psycho nggak butuh alasan untuk tindakan nya tapi tokoh psycho butuh sebuah momen atau kejadian yang ngebuat dia membuang rasa kemanusiaan nya. Seperti hannibal dan bates gue ingin pembaca tahu apa yang buat tokoh chris tak punya rasa peduli lagi. Dan moral dari cerita ini jangan gampang percaya oleh senyuman veranda.

 

Iklan

3 tanggapan untuk “Chris

  1. Yahhh bagus

    Emang kadang seseorang butuh alasan yang kuat untuk menjadi baik atau jahat

    BTW kayaknya gua mulai suka genre macam ini, eh gua mau usul nih

    Bagaimana kalau next ff bikin genre kayak gini tapi collab,

    I mean, pelakunya bukan cuma Chris, tapi ada satu nama member jeketi

    Tapi yang lolli biar anti mainstream

    Misal Cindy Yuvia, Feni, atau Lintang

    Biar seru gitu 😁😁😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s