Wrestling & Love part 46

wpid-pizap_1437301468174-1.jpg

Shani pun ikut makan malam bersama dengan keluarga Michael

*

Sementara itu, Razaqa mampir kedalam rumah Michelle setelah tadi dia mengantar Michelle pulang

“Eh Zaqa, apa kabar ?” tanya Mama Michelle

“Hehe baik tante” jawab Razaqa sopan

“Ooh bagus deh, Oiya tante denger kalian mau ke Singapura besok nonton apalah itu ? tanya Mama Michelle

“SmackDown maah” ucap Michelle

“Naah iya itu”
“I..iya Tant, besok kita siang mau kesana sama teman-teman yang lain, pinjem Michellenya bentar ya Tant, aku pasti jagain disana” ucap Razaqa

“Ya pasti !
tante udah percayain Michelle sama kamu, kan kalian udah pacaran lama juga” ucap Mama Michelle

“Hehe iya Tante makasih” Razaqa tersenyum

“Sama-sama, yaudah..
tante ke dapur dulu, kamu santai aja ya disini, anggep rumah sendiri” ucap Mama Michelle kepada Razaqa

“Hehe iya Tant” balas Razaqa

Lalu kemudian Mama Michelle meninggalkan Michelle dan Razaqa di ruang tamu
“M..Mhm Zaq ?? panggil Michelle membuka pembicaraan

“Hmm iya Le ?

“K..kita udah pacaran lama, dan kamu ga ada niatan buat ngelanjutin hubungan kita ?” tanya Michelle sedikit ragu

“Maksud kamu?” tanya Razaqa yang masih tidak mengerti dengan apa yang Michelle bicarakan

“Iiih, dasar..” Michelle memanyunkan bibirnya

“Hehe iya-iya aku ngerti kok, tadi cuma bercanda, jangan manyun gitu ah” Razaqa kemudian mencubit pipi Michelle

“Iiih.. Zaqa sakiit” ucap Michelle sambil mengelus pipinya
“Haha.. lucu deh”

“Huu dasar..
oiya tadi kata kamu barusan, kamu ngerti sama apa yang aku omongin..
emang itu apa ?? tanya Michelle

“Kasih tau gaak yaa? Zaqa menggoda Michelle sambil bercanda

“Iiih Zaqa nyebeliiin” keluh Michelle sambil berusaha menggelitiki perut kekasihnya itu

“Ahaha.. aduuduh ampun ampun geli Le” seru Razaqa sambil tertawa karena merasa geli akibat gelitikan Michelle

“Nih sekarang aku ngomong, intinya omongan kamu tadi buat nanya kapan aku ngelamar kamu kan?” tanya Razaqa

Sontak pipi Michelle memerah
Michelle kemudian mengangguk sambil tertunduk malu

“Ahahaha.. gausah merah gitu kali sayang” seru Razaqa

“Iya-iya..
sabar yaa, kalo aku udah lulus kuliah dan udah bisa cari nafkah aku pasti langsung ngelamar kamu” ucap Razaqa dengan pasti..

Raut wajah Michelle menjadi terlihat gembira, dia sangat senang sekali jika Razaqa akan melamarnya nanti..
Dia takut jika Razaqa berpaling darinya makanya itu dia menuntut agar hubungan mereka menjadi lebih serius

“Beneran ?? tanya Michelle antusias

Razaqa menjawab dengan anggukan

“Waaah makasih sayang..
Aku sayang kamu…” ucap Michelle dan kemudian dirinya langsung memeluk Razaqa

Razaqa juga membalas pelukan Michelle

Setelah kejadian itu, Razaqa pamit pulang kepada Mama Michelle karena harus mempersiapkan baik fisik maupun mental untuk esok hari mereka ke Singapura

“Tant, aku pamit pulang dulu ya” ucap Razaqa sopan sambil mencium tangan Mama Michelle

“Eh.. iya.. hati-hati di jalan” balas Mama Michelle

Razaqa kemudian keluar dari rumah Michelle diikuti oleh Michelle di belakangnya yang akan mengantarkan kepergiannya
“Sayang, aku pulang dulu ya..” pamit Razaqa

“Iya-iya..
kamu hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut..

Razaqa mengangguk sambil tersenyum

“Jangan lupa besok, aku jemput jam 9 pagi” sambung Razaqa mengingatkan

“Iya, aku ga akan lupa..” Michelle balas tersenyum

Razaqa ingin menaiki motornya tetapi dia berpikir sebentar kemudian balik lagi kearah Michelle

“Eh.. kenapa ?” tanya Michelle bingung karena Razaqa mendekat kearahnya
“Aku lupa ini”

CUPSS

Razaqa mencium kening Michelle dengan lembut

Michelle tersenyum, pipinya sedikit memerah

“Dadah, begitu sampai rumah, langsung istirahat yaa” ujar Michelle

Razaqa hanya mengangguk di balik helm yang sudah ia pakai

Tak lama kemudian, Razaqa meninggalkan rumah Michelle

*

Di lain tempat, Kelvin sedang mengecek kembali koper di dalam kamarnya
Hanya untuk memastikan apakah ada barang yang lupa dibawa atau tidak

“Oke, udah siap semua, besok tinggal jemput Andela terus ke bandara deh” batin Kelvin dalam hati sambil menutup resleting kopernya

Mereka rencananya akan menginap di hotel selama 5 hari sekaligus jalan-jalan menikmati keindahan negara Singapura itu

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu di kamarnya

*Tok tok tok

“Siapa?” tanya Kelvin

“Aku kak” ternyata itu adalah adik perempuannya Yupi

“Masuk dek, ga dikunci” ucap Kelvin
Yupi pun masuk dan memposisikan duduk di sebelah kakaknya

“Ada apa Dek?” tanya Kelvin sambil menatap kearah adiknya

“Ciee yang besok mau ke Singapura” ledek Yupi

“Yeeh apa sih kamu hihi” Kelvin sedikit tertawa

“Udah siap semua Kak?” tanya Yupi

“Udah kok, nih liat aja” Kelvin menunjukkan kopernya yang ada di lantai

Yupi hanya manggut-manggut.

Lalu wajahnya berubah murung

“Heei.. kamu kenapa murung gitu ?” tanya Kelvin bingung
“Mhmh.. gapapa kok Kak” ucap Yupi

Namun Kelvin sudah sangat mengetahui jika adik kesayangannya itu sedang ada sesuatu yang dipendam

“Heei, kamu ga jago bohong loh..
Kakak tau pasti kamu ada sesuatu” kata Kelvin

“Kamu kenapa ? ngomong ke Kakak” sambung Kelvin

“Ngg.. aku cuma sedih kalo Kakak pergi, aku kesepian ga ada Kakak” ucap Yupi

“Iih kamu, cuma 5 hari doang kok, abis itu kita bareng lagi dan kita bisa main bareng lagi” ucap Kelvin yang berusahan menenangkan Yupi

Memang Yupi sangat dekat dengan
Kakaknya itu, mereka dirumah selalu bercanda bersama, main bersama dan belajar bersama..
Dan Yupi merasa berat jika harus ditinggal Kakak yang ia sayangi itu walau hanya 5 hari..

Bahkan walau ia sudah mempunyai pacar, Yupi malah lebi senang menghabiskan waktu dengan Kakaknya itu dibandingkan dengan pacarnya, Pokoknya dia sangat menyayangi Kakak pencinta Smackdown itu

“B..bagi aku kayak 5 tahun tau Kak” Yupi mulai terisak

“Heii… jangan nangis dong, kan masih  ada Mama Papa dan pacar kamu..” Kelvin mengelap air mata yang ada di pipi Yupi
Setelah penjelasan yang cukup panjang, akhirnya adik Kelvin itu bisa mengerti dan rela melepas kepergian Kakaknya itu selama 5 hari

“Hmh.. iya deh Kak, tapi Kakak janji ya cepet pulang??” Yupi mencoba menuntut kepastian dari Kakaknya

“Pasti” jawab Kelvin mantap

“Kamu gaada Kakak jangan bandel ya, jangan kebanyakan mam, jangan banyak baper dan lain-lain” ucap Kelvin sambil sedikit bercanda kepada adiknya.

“Iiih kakak dasar..
iya-iya, aku ga bandel taauu dan ga baper..
kalo mam..
aku akan maamm terus wlee” ucap Yupi menjulurkan lidahnya
Kelvin mengelus kepala adiknya dengan lembut

“Daah gih, kamu bobo, besok kan mau ke bandara juga nganter kepergian kakak” ucap Kelvin

Yupi mengangguk

“Yaudah, kakak juga bobo..
istirahat !” balas Yupi

“Iya-iya”

Besok memang Kelvin akan diantarkan menggunakan mobil Papanya, mereka akan menjemput Andela terlebih dahulu sebelum kemudian pergi ke bandara dan sekaligus mengantarkan kepergian Kelvin

Tak lama kemudian, Kelvin terlelap

*skip
Keesokan harinya

Kelvin bangun dari tidurnya dengan perasaan tidak sabar ingin segera pergi ke Negeri Merlion itu atau Negara Singapura

“Today is the day” batin Kelvin dalam hati sambil meregangkan tubuhnya

Di pagi hari yang cerah, Kelvin dengan penuh semangat bangun dari tidurnya

Dia bergegas mandi kemudian sarapan, setelah itu dia bersiap-siap untuk segera pergi meninggalkan negara Indonesia

“Udah siap Vin?” tanya Papanya

“Udah semua Paah, yuk berangkat” balas Kelvin

“Yuppii sayaangg.. ayo berangkat” panggil Mama Kelvin dengan sedikit berteriak karena adiknya itu masih berada di kamarnya

“Iyaaa maah” teriak Yupi

Tak lama kemudian Yupi menghampiri ketiga anggota
keluarganya itu yang tengah berkumpul di ruang tamu

Yupi keluar dengan memakai kaos berwarna putih dan setelan celana jeans, tak lupa rambutnya tetap seperti biasanya, poni menutupi dahinya dan rambut yang dibiarkan tergerai yang membuatnya semakin lucu untuk dipandang (?) apalagi jika dia menggoyangkan poninya itu..

uuuhh bawaannya pengen dikarungin tuh anak :v

“Ayok, Paah Maah, Kak berangkat” ucap Yupi dengan semangat 48 (?)

Papa Kelvin naik kemobil terlebih dahulu untuk memanaskan mobil, Kelvin menaikkan kopernya ke bagasi mobil, Mama Kelvin sibuk mengunci pintu pagar rumah
Setelah semuanya selesai..

Kelvin duduk di tengah bersama adiknya, sementara kedua orangtua mereka di depan..

Mereka akan pergi rumah Andela terlebih dahulu untuk menjemputnya

Sepanjang perjalanan Kelvin dan keluarganya berbicara satu sama lain diselingi beberapa candaan..

Sesampainya mobil Papa Kelvin di rumah Andela..

Kelvin keluar dari mobil kemudian mendekati pagar rumah Andela
Seperti biasa Kelvin tidak ingin teriak memanggil Andela, tetapi Kelvin hanya mengirimkan BBM kepada Andela bahwa dirinya sudah berada di depan pagar rumahnya
Kelvin : Ndel, aku udah di depan rumah kamu

Tak lama kemudian, ada balasan dari Andela

Andela : Iyaa, tunggu bentar ya, aku baru selesai mandi nih, lagi ganti baju

Kelvin : Oh yaudah gapapa, aku tunggu

Andela kemudian sedikit berteriak ke Mamanya

“Maaah, bukain pintu pager di depan..
ada Kelvin” teriak Andela dari kamarnya

“Iyaa sayang” balas Mama nya dengan teriakan juga

Mama Andela kemudian keluar dan membukakan pintu untuk Kelvin
“Eh, Kelvin, ayo masuk dulu..
Andelanya lagi siap-siap bentar” ucap Mama Andela

Mama dan Papa Kelvin kemudian keluar dari mobil

“Eh.. gausah tante disini aja..
ini ada Mama Papa aku Tant” ucap Kelvin dengan sopan memperkenalkan kedua orangtuanya

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya orangtua Kelvin bertemu dengan orangtua Andela, mereka sudah sering bertemu dan berbicara bersama

“Waah, udah lama ga ketemu yaa” ucap Mama Andela kemudian langsung bersalaman dengan Papa Kelvin dan cipika-cipiki dengan Mama Kelvin
Tak lama kemudian Papa Andela juga keluar dari rumah dan sedikit bercengkrama dengan Papa dan Mama Kelvin

Mereka semua mengobrol di teras rumah sambil menunggu Andela yang masih bersiap-siap..

Sementara Yupi ketiduran di dalam mobil #Huftyup :v

Tak lama kemudian Andela keluar dari rumahnya, dengan tangan kanannya menyeret koper keluar

Andela memakai jaket hitam dan didalamnya kaos warna merah dengan celana bahan panjang berwarna hitam

“Haai semuaa…
maaf udah lama nunggu” ucap Andela

“Eh.. Tante Om” sambung Andela
sopan dan langsung menyalami kedua orangtua Kelvin

“Sini Ndel, koper aku bawain..” ucap Kelvin

“Eh.. gausah Vin..
ngerepotin” Andela berusaha menolak

“Udah gapapa, sini..
berat loh kalo bagi kamu” Kelvin tetap memaksa dan akhirnya dia membawa koper Andela untuk dimasukkan ke bagasi mobil Papanya

“Mereka serasi banget ya?” goda Mama Andela

“Iya… cocok banget” jawab Mama Kelvin

“Iih mama apaan deh” ucap Andela tersipu malu
Kelvin sudah kembali dari meletakkan koper dibagasi mobil Papanya, kini dia sudah berdiri di samping Andela

“Kita harus segera bahas pernikahan mereka” usul Papa Andela kepada kedua orang tua Kelvin

“Iihh papa” Andela tambah malu

Kelvin hanya tersenyum menanggapinya

Setelah itu, Andela pamit untuk pergi kepada kedua orangtuanya, Andela sedikit menangis karena ada perasaan sedih harus berpisah dengan orangtuanya selama 5 hari

Kemudian, Kelvin juga ijin pamit kepada kedua orangtua Andela.

“Tant, Om, kita pergi dulu” ucap Kelvin sopan
“Iya, hati-hati kalian..
jagain Andela ya Vin” pesan Mama Andela

“Pasti! Dengan nyawa saya tante” balas Kelvin mantap

“Andela jangan nakal disana, turuti perintah calon suami kamu ini” goda Papa Andela lagi

Sontak Kelvin Andela sedikit salting dan menanggapinya dengan senyum

“Iihh papa jangan mulai deeh” balas Andela tersipu malu

“Iya Paah, Andela janji ga nakal disana, dan nurutin perintah Kelvin” seru Andela

Papa dan Mama Andela lega karena anaknya berada di tangan yang tepat
“Ya udah Pah Maah
aku berangkat dulu” Andela mencium pipi kedua orangtuanya kemudian naik ke mobil Papa Kelvin

Papa Mama Andela melambaikan tangan ketika mobil itu sudah mulai menjauh..

Karena Yupi yang tengah tertidur pulas di bangku tengah, Andela mengalah dan duduk di bangku belakang

“Iih Yupi nih kerjaannya tidur”keluh Kelvin

“Hihi udah gapapa sayang, mungkin dia capek” jawab Andela sambil mengelus kepala Yupi

Sepanjang perjalanan, Papa Kelvin yang sedang menyetir berbicara dengan istrinya dengan bahan omongan mereka
Kelvin dan Andela juga berbicara dengan bahan omongan mereka…

30 menit kemudian

Mereka akhirnya sampai di bandara Soekarno Hatta Tangerang..

Suasana disana lumayan ramai karena saat itu adalah Hari Minggu

Kelvin membangunkan Yupi begitu mereka sampai di bandara

“Dek dek.. bangun, udah sampe nih” Kelvin menggoyangkan poni adiknya eh salah :v tubuh adiknya

“Mmh.. u.udah.. sam..pe Kak ?” tanya Yupi setengah sadar

“Iya Dek, ayo bangun” ucap Kelvin
Yupi kemudian meregangkan tubuhnya sejenak dan dia baru sadar bahwa ada Andela di belakangnya

“Eh.. Kak Andela..
halo Kak, apa kabar?” tanya Yupi ramah

“Halo Yupi, kabar Kakak baik kok” jawab Andela tersenyum

Kelvin dan keluarganya turun dari mobil..
jadwal penerbangan pesawat yang akan dinaiki Kelvin masih 1 jam lagi

Mereka memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di bandara sambil menunggu kedatangan kedua pasang temannya yaitu Razaqa Michelle dan Michael Shani

Andela dan kedua orangtua Kelvin mengobrol ringan sementara Kelvin
sedang bercanda dengan adiknya

Tak lama kemudian, di tengah mereka asik mengobrol..
Razaqa Michelle datang dengan kedua koper yang diseret oleh mereka berdua masing-masing

Mereka bergabung dengan Kelvin dan yang lainnya

10 menit berselang, giliran Michael dan Shani yang tiba

“Naah tuh dia orangnya” ucap Kelvin

“Eh.. sorry agak telat” ucap Michael

“Gapapa kok, lagian masih setengah jam lagi pesawatnya berangkat” ucap Kelvin

Razaqa Michelle dan Michael Shani
yang menyadari keberadaan orangtua Kelvin, langsung memberi salam dengan sopan

Dibalas dengan senyuman dan sapaan ramah dari orangtua Kelvin..

Tak lama kemudian, akhirnya momen perpisahan..
Kelvin dan yang lainnya harus naik ke pesawat..

“Huaa Kakakkk” tangis Yupi dalam pelukan Kelvin

“Udah ya Dek..jangan nangis lagi
cuma bentar kok, 5 hari ga lama” seru Kelvin

Yupi berusaha mengerti dan mengangguk lemah

“Maah Paah, jagain Yupi ya..
aku pergi dulu” Kelvin menyalami
kedua orangtuanya kemudian diikuti juga oleh Andela yang merupakan kekasih Kelvin

“Iyaa, jaga diri disana..
makan teratur” pesan Mama Kelvin

“Siap Mah”

“Jagain Andela dan teman-teman kamu juga” pesan Papa Kelvin

“Siap Pah”

Kelvin mencium pipi kedua orangtuanya dan juga pipi adiknya.. setelah itu Kelvin dan teman-temannya naik ke pesawat

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

5 tanggapan untuk “Wrestling & Love part 46

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s