Serangan Titan : Harapan Yang Terbuang, Part 5

Esok sore, tim sukarelawan telah ditunggu oleh keluarganya
masing-masing. Kecuali Rusdi, ia sudah tidak punya keluarga. Ia hanya
duduk termenung. Tidak ada yang menunggunya disana, tidak ada yang
menemuinya sore itu.

Titan itu memakan kedua orang tuanya. Itulah alasan Rusdi bergabung
dengan tim sukarelawan. Ia ingin membunuh Titan sebanyak mungkin.
Ingin membalaskan dendam kedua orang tuanya. Kebenciannya pada Titan
amat besar. Para monster itu sudah merenggut kebahagiaan Rusdi untuk
selamanya.

Epul tiba-tiba menghampiri Rusdi yang sedang melamun.
“Tidak ada yang menungguku.” Rusdi berkata lirih, Epul hanya menyentuh
lembut bahunya.
“Kakak!” seorang anak gadis kecil memanggilnya.

Lalu Rusdi dan Epul mendekat padanya.
“Ini untuk kakak, jaga baik-baik ya.” anak itu memberi Rusdi sebuah
boneka kecil seraya tersenyum.
“Terima kasih.” Rusdi balas tersenyum.

Malamnya, tim sukarelawan menaiki sebuah truk untuk masing-masing
kelompok. Tiap kelompok dipimpin oleh 2 Kapten. Dan kelompok pertama
dipimpin oleh Kapten Nabilah dan Kapten Fajar.

Malam itu suasana Wall Rose amat mencekam. Tim sukarelawan berlarian
setelah sirine dibunyikan, mereka membawa alat 3DMG masing-masing.
Lalu menaiki truk, duduk diam disana.

“Aku mau pulang ke rumah.” Dendhi tersenyum tipis.
“Kau dari Monzen kan?” sambung Dendhi, bertanya pada Rusdi.
“Semuanya mati!” jawab Rusdi ketus.

Gerbang menuju Wall Maria dibuka, truk itu perlahan masuk ke dalam
tempat gelap yang terdapat puluhan Titan disana.
“Jalan lama menuju Omotemachi.” Kapten Fajar berbicara pada supir truk.

“Titan tidur saat malam, dan mata mereka tidak begitu bagus saat malam
hari. Jadi kita akan menuju Omotemachi malam ini.” Kapten Nabilah
memberi pengarahan.

“Tapi jangan berisik! Titan sangat peka terhadap suara manusia, dan
Titan lain akan menyadarinya. Gigit lidah kalian sebelum berteriak.”
sambung Kapten Fajar.

“Buang semua harapan kalian yang memasuki tempat itu!” Boim berkata
pelan, truk itu sudah melewati gerbang.
“Dia hanya takut.” bisik Epul pada Sinka, gerbang itu lalu ditutup kembali.

Truk kelompok pertama yang paling depan. Sementara truk kelompok lain
mengikuti di belakang. Truk itu berjalan dalam kegelapan malam.
Wajah-wajah kelompok 1 terlihat cemas, mereka takut.

Beberapa menit kemudian, terdengar sesuatu dari kejauhan. Suara itu
seperti seseorang yang sedang bergerak. Lalu truk kelompok 1 berhenti,
juga truk lain yang ikut berhenti.

“Periksa!” perintah Kapten Fajar, seketika seluruh tim sukarelawan
memeriksanya sambil membawa senter.
“Hati-hati!” Komandan Reza turun dari tanknya, memperingati mereka
agar berhati-hati.

“Sinka, hati-hati!” Epul lalu menyusul Sinka.
“Tunggu, apa itu?” seru Sinka, lalu Sinka menyorotkan senternya kearah
yang ia maksud.

Ternyata hanya seekor Sapi yang sedang makan rumput.
“Hanya hewan ternak.” jawab Boim.
“Apa Titan hanya makan manusia?” tanya Dendhi.

Ikhsan, Rusdi, dan Gre memeriksa lebih jauh. Di tempat itu sangat
gelap. Karna tiba-tiba lampu senter milik Rusdi mati. Kini hanya
tinggal 2 lampu senter saja. Milik Ikhsan dan milik Gre.

Tiba-tiba Gre menginjak sesuatu. Ternyata tangan manusia, seketika ia
berteriak keras. Tanpa mereka sadari, ternyata disana ada beberapa
Titan yang sedang tidur.

Para Titan itu seketika terkejut, mereka bangun.
“LARI!!!” teriak Ikhsan, lalu mereka lari.
“Cepatlah!” Rusdi menggenggam tangan Gre.

Orang-orang yang ada di sekitar truk terkesiap saat mendengar suara Titan.
“Apa itu?” tanya Kapten Nabilah
“Itu suara Titan!” jawab Boim, ia perlahan mundur.

Tiba-tiba jauh di belakang sana Ikhsan, Rusdi dan Gre berlari kearah
mereka diikuti oleh beberapa Titan. Seketika mereka panik, lalu para
kapten berusaha melawan.

“Oh sial! Kalian membawa mereka!” Kapten Nabilah lalu masuk ke dalam
tank Komandan Reza.
“Komandan, bagaimana ini?” tanya Kapten Nabilah.
“Tinggalkan mereka.” perintah Komandan Reza, lalu Kapten Nabilah
kembali ke truknya.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s