Cinta & Sepak Bola, Part 35

” Mau ke mana sih kak?? ” tanya Sinka

” Udah ikut aja… ” jawab Riyan

Dia langsung menarik tangan Sinka dan membawanya ke suatu tempat

Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam

” Gimana?? ” tanya Riyan

” Wahh… indah banget kak, ” jawab Sinka

Mereka pun duduk sambil menikmati matahari saat terbenam, sangat indah sekali suasana sore itu

” Kok kakak tau tempat ini, tau dari siapa?? ” tanya Sinka

” Dulu pas gue masih latihan sendiri sebelum latihan timnas di mulai, setelah latihan gue sering dateng ke sini sekedar ngabisin waktu sore.. ” jawab Riyan

” Ohh… ” balas Sinka

” Tempat ini tuh bikin kita merasa nyaman ” kata Riyan sambil memejamkan matanya

Setelah itu Riyan membaringkan badannya dan melihat ke atas langit

” Gue suka ada di tempat ini, walau pun sendirian. ” kata Riyan

Sinka pun membaringkan badannya di samping Riyan dan ikut menatap langit yang berwarna orange saat itu

” Iya kak, aku juga udah suka berada di tempat ini, walaupun baru pertama kali… ” kata Sinka

Mereka berdua saling diam sambil terus menikmati pemandangan sore hari yang indah

” Terima kasih banyak ya kak, kak Riyan udah ajak aku ke sini.. ” kata Sinka

” Gak, seharusnya gue yang berterima kasih sama lu, ” balas Riyan

” Buat apa?? ” tanya Sinka

” Karena lu udah temenin gue selama masa pemulihan. ” jawab Riyan

Riyan menatap wajah Sinka sampai membuat Sinka salah tingkah

” Kok, kak Riyan liatin aku seperti itu sih.. ” kata Sinka tertunduk malu

” Haha.. gue baru sadar aja kalau di liat-liat lu tuh cantik juga yah, ” Riyan tertawa kecil

Riyan pun lagi-lagi berhasil membuat wajah Sinka tambah merah merona

” Udah ah, ngegombal aja kak Riyan bisanya… ouh yah, apa kak Riyan nanti bermain di pertandingan final nanti?? Apa gak?? ” tanya Sinka mengalihkan pembicaraan

” Main, tapi kata pelatih gue mainnya di babak kedua, ” jawab Riyan lesu

” Gak apa-apa kak, yang penting kak Riyan harus bermain sportif, supaya Indonesia menang, walaupun kakak gak bermain full time. ” balas Sinka

Riyan menoleh dan menatap wajah Sinka

” Aku pasti dukung kak Riyan kok, tenang aja. ” tambanya

” Makasih ya buat semuanya, lu selalu ada di saat gue butuh temen, lu selalu bisa bikin gue nyaman terus” kata Riyan terlihat bahagia

Sinka pun tersenyum karena Riyan merasa nyaman di dekatnya

~oOo~

~Di tempat lain~

Terlihat Naomi sudah berada di depan sebuah toko sepatu, dia ingin mengambil sepatu yang sudah di pesannya 2 minggu yang lalu

” Apa sudah ada mba pesanan aku? ” tanya Naomi pada pemilik toko

” Warna pink’kan?? ” balas pemilik toko

” Iya mba. ” kata Naomi

” Sudah ada kok, sebentar ya saya ambil dulu… ” kata si pemilik toko

Pemilik toko itu pergi meninggalkan Naomi untuk mengambil pesanan sepatu yang di simpan di ruangan penyimpanan

5 menit berlalu…

Kemudian pemilik toko itu pun kembali dengan membawan sepatu yang sudah di pesan Naomi jauh-jauh hari

” Ini sepatunya, warna pink, ” kata pemilik toko

Naomi melihat sepatu di dalam kotak box itu, apa benar sepatu itu pesanannya

” Waahh… ternyata lucu ya mbak sepatunya.. ” kata Naomi

” Iya, tapi sepatu itu gak kebesaran di kaki kamu? ” tanya pemilik toko

” Ini bukan buat aku mba.. ” jawab Naomi

” Ohh.. kirain mau di pakai sendiri.. ” kata pemilik toko

” Gak lah mba, masa aku pakai sepatu ini sih, aku kan cewek.. yaa walau pun warnanya pink tapi sepatu ini gak cocok buat aku, ” jelas Naomi

” Emang buat siapa?? Buat adik. ” tanya pemilik toko lagi

” Adik aku juga cewe mba ” jawab Naomi

” Terus buat siapa?? ” tanya pemilik toko itu lagi

” Ihh.. mba ini kepo banget sih.. ” balas Naomi

” Ya bukan gitu, cuma penasaran aja. ” kata pemilik toko

” Udah ah,, jadi berapa harganya?? ” tanya Naomi

” 670 ribu ” jawab pemilik toko

” Ouh, ini ambil aja kembaliannya.. terima kasih ya mbah udah cariin pesanan aku, ” balas Naomi sambil memberikan uang 700 ribu pada pemilik toko

” Iya sama-sama, ” kata pemilik toko

Setelah dari toko sepatu itu Naomi langsung pulang, karena hari sudah hampir gelap

” Semoga aja dia suka sepatu ini. ” Kata Naomi sambil berjalan menuju mobilnya

Kemudian dia langsung menjalankan mobilnya dan langsung pulang.

~oOo~

Jam sudah menunjukan pukul 18.30 malam dan hari sudah berganti gelap

” Pulang yuk kak, nanti kak Naomi marahin kita kalau pulangnya malam.. ” ajak Sinka

” Iya ayok, gue juga mulai takut kalau dia lagi marah, serem kayak nenek lampir hehe.. ” balas Riyan

Mereka berdua pun beranjak pergi dari tempat itu dan meninggalkan kebersamaan mereka di tempat yang indah tersebut

Saat di perjalanan pulang tiba-tiba Sinka…

” Aaawww..!!? ” tiba-tiba Sinka memegangi kakinya

” Kenapa?? ” tanya Riyan

” Gak tau nih kak, tiba-tiba kaki aku sakit… kayaknya terkilir deh, ” jawab Sinka

” Makanya kalau jalan tuh hati-hati, coba sini gue liat ” kata Riyan

Sinka perlahan-lahan mencoba untuk duduk di pinggir jalan dengan kaki yang di luruskan

” Ini gak terlalu parah kok, ” kata Riyan mulai memijat kaki Sinka yang terkilir

” Aduh..duh, pelan-pelan kak sakit tau ” kata Sinka merintih kesakitan

” Iya maaf, ” balas Riyan

3 menit kemudian

” Coba berdiri ” kata Riyan

Sinka pun mencoba untuk berdiri dengan bantuan Riyan di sampingnya

” Gimana? ” tanya Riyan

” Udah agak mendingan kak.. ” jawab Sinka

Tapi saat Sinka akan berjalan, dia hampir saja terjatuh karena sakit di kakinya belum hilang sepenuhnya

” Aaah… ” kata Sinka

Dengan sigap Riyan langsung menangkap badan Sinka dengan kedua tangannya

” Hati-hati.. ” kata Riyan

” Iy…iya, ” kata Sinka

” Masih sakit yah?? ” tanya Riyan

Sinka menganggukan kepalanya

” Ya udah biar gue gendong sini ” kata Riyan

” Eh,?! Gak usah kak, aku masih bisa jalan kok” balas Sinka

” Bisa jalan gimananya, berdiri aja kamu susah. Udah naik buruan ” kata Riyan

Sinka tidak bisa menolaknya lagi, percuma dia menolaknya juga karena kakinya masih terasa sakit, dan akhirnya Sinka pun naik ke punggung Riyan

” Berat ya kak?? ” tanya Sinka saat di gendong Riyan

” Gak, ” jawab Riyan asal

Sebenarnya Sinka memang berat karena tubuhnya yang gemuk, tapi mau bagaimana lagi, Riyan tetap harus menggendongnya pulang

Di perjalanan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Sinka sampai tiba di depan rumah

” Pantes dari tadi diem aja, udah tidur… ” kata Riyan saat menyadari kalau Sinka sudah tidur di punggungnya

Sesampainya di dalam rumah, di ruang tengan Riyan di sambut Naomi dan Rona yang sedang menonton TV

” Astaga mi.. ” kata Rona terkejut

” Kenapa Ron?? ” Tanya Naomi

” Itu liat adik kamu, ” jawab Rona sambil menunjuk ke arah Riyan yang menggendong Sinka

” Astaga Sinka..!! ” kata Naomi

Naomi pun langsung menghampiri Riyan

” Sinka kenapa Yan? ” tanya Naomi

” Dia gak bisa jalan, kakinya terkilir.. jadi gue gendong dia, ehh malah ketiduran dia. ” jawab Riyan

” Ya sudah langsung bawa ke kamarnya aja yah, ” pinta Naomi

Riyan langsung berjalan menuju kamar Sinka yang berada di lantai dua

” Gila nih anak berat banget, makannya apa sih? ” keluh Riyan sambil terus menggendong Sinka

Setibanya di kamar Sinka Riyan langsung membaringkan Sinka di atas tempat tidurnya lalu menyelimutinya juga

Saat Riyan akan keluar dari kamar Sinka, dia di buat terkejut dengan sebuah foto

” Kenapa di kamarnya ada foto gue ” kata Riyan dalam hati

Ternyata ada fotonya yang di letakan di meja belajar milik Sinka

” Sejak kapan dia punya foto gue ” kata Riyan sambil mengambil foto itu lalu meletakkannya lagi

” Udahlah, ngapain juga gue pikirin ” kata Riyan sambil berjalan keluar dari kamar Sinka

Dia langsung berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman, ternyata di dapur ada Aangk yang sedang membuat minuman

” Angk? Lagi ngapain lu ? ” tanya Riyan

” Ini, gue lagi bikin jus alpukat, kebetulan di kulkas ada alpukat, lu mau? ” jawab Aangk

Riyan pun berjalan menghampirinya.

” Boleh, kebetulan gue aus, ” balas Riyan

” Ouh yah, lu dari mana aja baru keliatan.. ” tanya Aangk sambil memberikan segelas jus pada Riyan

” Gue dari bukit deket stadian GBK, bareng Sinka. ” jawab Riyan

” Ooouh… jadi lagi coba PDKT nih,, ” goda Aangk

” Apaan sih lu. ” balas Riyan sambil memunim jus yang di pegangnya

” Saran gue nih yah, mendingan lu langsung tembak dia, dari pada telat ” kata Aangk

Riyan pun berjalan keluar dari dapur dan menuju taman belakang rumah sambil di ikuti Aangk di belakangnya

” Pengennya sih gitu, tapi belum waktunya Sinka tau perasaan gue ” kata Riyan

” Ah kelamaan lu tuh, eh dengerin yah?? Cinta itu kayak hukuman mati, kalau gak di tembak pasti di gantung ” kata Aangk

” Lu mau Cinta lu di gantung karena lu kelamaan nembaknya?? ” tanya Aangk

” Gak lah ” jawab Riyan

” Ya udah!!,  jangan nunggu waktu yang pas, tapi mencari waktu yang pas, asalkan jangan kelamaan nyari waktu yang pasnya ” jelas Aangk

” Iya gue juga tau.. ” kata Riyan datar

” Good luck ya.. ya udah gue masuk dulu, ” kata Aangk sambil berjalan masuk ke dalam rumah

” Bener juga sih yang di omongin Aangk ” kata Riyan dalam hati

Lalu dia juga ikut masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya

~oOo~

~Keesokan harinya~

Pertandingan final antara Indonesia melawan Jepang akan berlangsung malam hari pukul 19.30

Tapi sudah dari pagi hari Aangk dan kawan-kawan sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan yang sangat penting itu

(Di ruang makan)

Naomi sedang sibuk mempersiapkan sarapan pagi, lalu Rona datang menghampirinya

” Yupi sama Sinka udah bangun Ron? ” tanya Naomi saat mempersiapkan sarapan

” Udah, mereka lagi siap-siap berangkat ke sekolah. ” jawab Rona sambil duduk di kursi di ruang makan

” Yang lain? ” tanya Naomi lagi

” Gak tau, tapi kalau Aangk tadi udah, aku liat dia lagi siapin diri buat final nanti. ” jawab Rona

” Kamu gak kuliah. ” kata Naomi

” Kan ini hari sabtu, jadi kuliah aku libur. ” balas Rona

” Ouh iya yah, kamu kan gak kuliah kalau hari sabtu ” kata Naomi

Tak lama kemudian Aangk dan Yusuf datang ke ruang makan, di susul oleh Andri sedangkan Riyan baru datang beberapa saat kemuadian

” Dari baunya ini pasti Nasi goreng buatan Naomi ” kata Andri

” Udah afal ya baunya ” kata Naomi

” Iya dong, tau mana masakan kamu dan mana yang bukan. Udah kecium dari baunya juga ” jelas Andri

” Hehe.. ” kata Naomi tertawa kecil

Sinka dan Yupi pun baru datang ke ruangan makan

” Waaah.. nasi gore lagi sarapannya, pasti ini enak. ” kata Yupi terlihat senang

” Dari wanginya ini pasti masakan kak Naomi ” tebak Sinka

” Udah jangan kebanyakan nanya, langsung sikat aja… ” kata Andri langsung mengambil sepiring nasi goreng

Mereka semua sarapan bersama di ruang makan.

Setelah selesai sarapan, Sinka dan Yupi langsung berangkat ke sekolah

Di susul Aangk dan kawan-kawannya pergi ke stadion GBK untuk persiapan pertandingan final nanti malam

” Aku berangkat ya kak.. ” kata Sinka

” Iya, kita juga pamit, ayok Dri, Suf, Yan… ” tambah Aangk

Tapi tiba-tiba…

” Andri… ” panggil Naomi

Andri menoleh ke arahnya

” Aku punya sesuatu buat kamu, tunggu sebentar yah.. ” kata Naomi

Naomi pergi menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu

6 menit kemudian

” Ini buat kamu… ” kata Naomi memberikan sebuat kotak box

” Ini Apa? ” tanya Andri

” Buka aja… ” jawab Naomi

Andri pun langsung membuka kotak itu, alangkah terkejutnya dia

” Sepatu bola.. ini beneran buat aku? ” tanya Andri tak percaya

” Iya, kamu suka kan? ” jawab Naomi

” Suka.. tapi kok warnanya pink, ” balas Andri

” Hehe.. iya, soalnya warna pink itu warna kesukaan aku, jadi sekali-kali kamu pakai sepatu bola warna pink, barang kali membawa keberuntungan buat kamu.. ” jelas Naomi

” Makasih banyak yah, gue janji sama lu sepatu ini bakal gue pakai nanti malam, dan gue bersumpah atas nama sepatu ini gue akan bawa Indonesia juara.. ” kata Andri

” Iya, aku tagih janji kamu nanti malam. ” balas Naomi

” Ekhmm… cie cie yang di kasih sepatu warna pink, so swict banget sih. ” celetuk Yusuf

” Masa buat Andri aja, buet gue mana nih? ” tambah Aangk

” Iya, gue juga mau kali.. ” kata Rona juga ikut-ikutan mengeledek Naomi dan Andri

” Kalian apaan sih, kamu juga Rona ikut-ikutan mereka aja ” kata Naomi tersipu malu

” Udah ah, lu semua apa-apaan sih, ayok berangkat ah ” kata Andri langsung berjalan duluan

Mereka tertawa kecil melihatnya,

” Ya udah kita berangkta ya mi, jangan lupa nanti malam nontong pertandingannya ” kata Aangk

” Iya, hati-hati kalian di jalannya.. ” balas Naomi

Aangk, Riyan dan Yusuf pun berjalan menyusul Andri yang sudah berjalan di depan mereka

~Di sekolah~

Baru saja sampai, Sinka dan Yupi sudah di sambut oleh Rena,

” Sinka.. Yupi.. ” panggil Rena

” Liat kak, itu kak Rena.. ” kata Yupi sambil menunjuk ke arah Rena yang melambai-lambaikan tangannya

” Iya, ” balas Sinka

Mereka berdua berjalan menghampiri Rena

” Ke kelas bareng yuk, ” Ajak Rena

” Iya ayok. ” balas Sinka

” Ya udah kak, kalau begitu aku ke kelas duluan yah ” kata Yupi

Setelah Yupi berjalan pergi, lalu Sinka dan Rena langsung berjalan menuju kelas mereka bersama-sama

” Oh ya, nanti malam pertandingan final yah? ” kata Rena saat di perjalanan menuju kelas

” Iya, kak Sagha ikut mau gak? ” tanya Sinka

” Pasti dongk, dia kan kapten timnas Jepang, ” jawab Rena

” Iya juga yah, kak Sagha kan seorang kapten ” kata Sinka

” Tapi… sebenarnya aku sedih nih ” Kata Rena

Tak terasa mereka sampai di kelas mereka dan duduk di tempat duduknya

” Sedih kenapa?? ” tanya Sinka

” Aku sedih soalnya setelah pertandingan final selesai, otomatis piala Asia juga selesai, terus kak Sagha pasti akan balik ke Jepang lagi ” jawab Rena

” Gak bakal ada yang nemenin aku keluar lagi deh ” kata Rena lesu

” Udah gak apa-apa, kan masih ada aku.. ” kata Sinka

Tak lama kemudian Aldi datang, dan langsung menghampiri Sinka

” Pagi sinka, cewek paling cantik di dunia dan akhir, pagi ini kamu terlihat cantik deh ” goda Aldi

” Aku tau nih kamu pagi-pagi muji aku, pasti mau minta contekan PR bahasa inggris kan ” tebak Sinka

” Tau aja kamu Dut, ” balas Aldi cengengesan

” Udah hafal aku tuh ” kata Sinka dan langsung memberika buku bahasa inggris

” Makasih yah, dudut emang yang paling baik ” kata Aldi sambil mencubit pipi Sinka

” Ihh.. gak usah cibut-cubit segala, sakit tau pipi aku nih ” kata Sinka

” Iya maaf ” balas Aldi

” Udah cepet sana kerjain, nanti keburu masuk ” kata Sinka

~di SKIP aja lah~

Jam sudah menunjukan pukul 2 siang, Sinka dan Yupi langsung bergegas pulang ke rumah

” Sinka, nanti kita berangkat ke stadionnya bareng yah, aku juga mau nonton pertandingan final nanti… ” kata Rena

” Iya, nanti aku jemput ke rumah kamu ” balas Sinka

” Ya sudah, sampai ketemu nanti malam ” kata Rena lalu dia berjalan pergi

Sinka dan Yupi juga langsung berjalan pulang menuju rumah.

~Malam harinya~

Sinka, Naomi, Rona dan Yupi sudah bersiap-siap berangkat ke stadion untuk menyaksikan pertandingan final piala Asia

” Sudah siap?? ” tanya Naomi

” Udah kak, ayok berangkaaaat…. ” jawab Yupi bersemangat

” Semangat banget sih ” kata Rona

” Iya harus kak, biar nanti kak Aangk sama temen-temennya juga semangat mainnya ” balas Yupi

Rona dan Naomi hanya menggelengkan kepala sambil tertawa kecil

” Kak Naomi, nanti kita mampir ke rumah Rena dulu yah, soalnya dia mau ikut nonton juga ” pinta Sinka

” Ya udah, nanti kita mampir,. ” jawab Naomi

” Udah ayok cepet berangkat kak, nanti pertandingannya keburu di mulai ” kata Yupi

Naomi pun langsung menjalankan mobilnya menuju rumah Rena terlebih dahulu, setelah itu langsung pergi ke stadion GBK

Sesampainya di stadion mereka langsung masuk ke dalamnya, di stadion GBK itu sudah padat sekali oleh para masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan malam itu

” Waaaahh…. ramai banget ya kak ” kata Yupi

” Kita duduk di mana Mi? ” tanya Rona

” Di situ aja tuh, masih agak kosong tempatnya ” jawab Naomi menunjuk beberapa bangku yang kosong

Mereka langsung menuju ke bangku itu dan duduk tenang sambil menunggu pertandingan di mulai

23 menit berlalu

” Lama banget sih pertandingannya di mulainya ” keluh Yupi merasa bosan menunggu

” Sabar.. nanti juga di mulai ” kata Naomi

” Tau nih Yupi, gak sabaran banget, kayak kak Rena coba tuh, dia sabar-sabar aja nungguinnya ” celetuk Sinka

” Ya kan aku gak suka nunggu kak, ngebosenin tau ” kata Yupi cemberut

~Di ruang ganti~

Di ruangan ganti para pemain Indonesia tengah bersiap-siap untuk menghadapi laga terpenting bagi skuat garuda muda

” Masih di simpen aja tuh koin.. ” kata Andri saat melihat koin yang di pegang Aangk

” Jelas lah, bener kata Rona.. koin ini tuh bawa keberuntungan buat gue sendiri ” balas Aangk

” Coba kita lihat, bawa keberuntungan gak tuh koin malam ini ” kata Andri

” Ya pasti lah.. ” balas Aangk optimis

” Optimis banget lu ” kata Andri menggelengkan kepalanya

Pelatih pun datang dengan membawa informasi tentang strategi yang akan di gunaka

” Tolong perhatikan semuanya… ” kata pelatih

Para pemain yang tadi sibuk sendiri kini berpaling dan memperhatikan pelatih

” Ini adalah pertandingan terakhir kita di piala Asia 2015, kita harus buktikan bahwa kita bisa jadi pemenang ” kata pelatih

” Dan satu hal yang jangan kalian lupakan… ” kata pelatih dengan serius

TO BE CONTINU

BY : @Gue_nawan123

Iklan

Satu tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 35

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s