Pengejar Rahasia : Misi Terakhir, Part 11

Mereka berhasil lolos sampai boat mereka.
“Sinka… maafkan kakakmu ini…” Naomi menangis, Nabilah menatapnya sedih.
“Maaf kak, gara-gara saya semua teman-teman kakak mati.” Seena menatap
Naomi sendu.

“Sial!” Nabilah menyeringai, berusaha berdiri.
“Apa maksudmu?” tanya Naomi.
“Lihatlah!” Nabilah menunjuk jauh ke depan, Victor tengah berlari kearah mereka.

Seketika semuanya menjadi panik. Seena dan Melody lebih dulu naik ke
boat. Nabilah menghela nafas, berteriak kencang. Lalu lari kearah
Victor sambil menembakinya.

Victor berhasil mengiris pipi Nabilah dengan kapaknya. Lalu kembali
memeluk Nabilah erat. Kali ini Naomi tidak tinggal diam, ia akan
melawan. Nabilah sudah lemas, ia akan mati.

Naomi masih ragu untuk melawan, ia takut. Tiba-tiba terdengar suara
seperti tulang patah. Ternyata suara itu berasal dari Nabilah, tulang
punggungnya patah. Seketika Nabilah terkulai lemas, tewas.

Naomi sangat marah melihat Nabilah mati seperti itu, rekan terakhirnya
sudah mati. Semua teman-temannya sudah mati. Victor bukan manusia,
tapi Naomi tidak lagi takut.

Ia kehilangan akal warasnya. Naomi merasakan sensasi ingin membunuh,
naluri membunuh itu meledak tak tertahankan dalam dirinya. Ia menatap
tajam Victor.

Naomi berteriak keras, lalu berlari dan berhasil menendang Victor.
Victor jatuh tersungkur, Naomi merebut kapaknya. Lalu menebas
kepalanya brutal dengan kapak milik Victor.

Naomi terus melakukan itu, menebas kepala Victor berkali-kali hingga
kepalanya tak berbentuk lagi. Akhirnya Naomi berhenti, ia membuang
kapak itu. Lalu Naomi meninggalkan tubuh Victor.

Victor masih hidup, Naomi mengetahuinya. Victor hendak meraih
kapaknya. Tiba-tiba Naomi datang dan menembaki kepala Victor secara
brutal dengan peluru TMP, senjata milik Nabilah.

Peluru itu habis, lalu Naomi berhenti. Sejenak berdiri memandang
kosong tubuh Victor. Melody dan Seena membawanya ke boat, takut-takut
saat mereka menyentuh tubuh Naomi.

Esok hari, Naomi kembali pulang ke Indonesia. Seena dan Melody
mengurus semuanya. Termasuk memberitahu keluarga korban yang terbunuh
di rawa itu.

Melody mengirimkan polisi Amerika untuk mengurus semua mayat di rawa
itu. Dengan satu syarat, menjauhlah dari rawa itu saat malam hari. Dan
kembali lagi siang harinya.

Sayang, Naomi kini menjadi gila setelahnya. Akal sehatnya lenyap, ia
benar-benar menjadi gila. Seena memutuskan untuk tinggal sementara di
Indonesia. Seena menyerahkan Naomi pada psikiater terbaik di Ibukota.

BERSAMBUNG

Author : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s