X-World (Pt.38) : Rider War

~Gary’s POV~

“Pagi, Ve!” –Gary

“Pagi! Kau sudah bangun rupanya.” –Ve

“Nih gue bawain lo sarapan. Lo makan dulu, gih. Emang lo nggak capek nyetir pesawat sepanjang malem?” –Gary

“Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa. Oiya, terima kasih sarapannya.” –Ve

Rider-Verse. Itulah nama domain yang sebentar lagi akan kita datangi. Kita sudah menempuh hampir 10 Jam perjalanan. Jarak dari domain sebelumnya ke Rider-Verse ini cukup jauh, karena domain ini letaknya ada di utara Battleworld. Kalo di dunia gue, letak Rider-Verse ini adalah letak dimana kutub utara berada.

Tujuan kita kali ini adalah pilihan gue. Gue sebenernya juga milihnya asal tunjuk aja. Semoga pilihan gue ini nggak salah, dan semoga Rider-Verse nggak kayak kutub utara di dunia gue. Menurut komputer pesawat, kira-kira kita bakalan sampe di Rider-Verse 1 jam lagi. Mending gue siap-siap sama bangunin yang lain dulu. Soalnya yang lain masih pada tidur.

**

“Kita sampai!” –Ve

Ve menurunkan pesawatnya dan pemandangan di domain Rider-Verse mulai terlihat.

“Buset! Gurun?” –Sagha

“Ger, kayaknya lo salah pilih tujuan deh.” –Anto

“Lah, gue mana tau? Ve, ini beneran di Rider-Verse kan?” –Gary

“Iya.” –Ve

Waduh… Fix! kayaknya gue salah pilih tujuan nih. Yaudahlah, mending gue liat dulu langsung. Mungkin aja di domain ini gue bisa dapet rekrutan baru yang hebat. Gue udah gagal dapetin rekrutan baru dari kemaren-kemaren, semoga aja kali ini nggak.

Ve mendaratkan pesawatnya. Karena daerah sekitar sini gurun semua, kayaknya nggak ada bedanya kita parkirin pesawat ini dimanapun. Kita ngambil tas-tas kita dan kita turun dari pesawat. Ve mulai berkutat dengan GPS-nya. Sambil menunggu dia selesai menganalisa daerah sekitar dengan GPS-nya, Gue, Anto, V-Mon, dan Wormon berkeliling sebentar untuk melihat-lihat.

Gue coba pergi ke area bukit pasir yang lebih tinggi supaya gue bisa dapet visual yang lebih bagus dari area sekitar. Sampai di atas bukit, gue keluarin teropong jarak jauh yang ada di tas gue dan gue mulai melihat sekeliling. Gue berharap bisa menemukan sesuatu yang menarik dan bukan Cuma sekedar gurun disini. Mana disini panas banget lagi, gile….

“Eh? Itu apaan rame-rame?” –Gary

Arah Selatan, sekitar 600 Meter dari tempat gue berdiri sekarang, ada sebuah jurang dan disana gue ngeliat ada keributan. Dari jarak segini nggak terlalu keliatan. Lewat teropong aja Cuma keliatan kayak semut yang lagi berantem. Gue turun dari bukit dan gue kabarin soal ini ke temen-temen gue.

“WOY! GUE NEMUIN SESUATU!!” –Gary

“Ada apaan, Ger?” –Sagha

“Sekitar 600 Meter ke Selatan dari bukit itu, gue ngeliat kayak ada keributan.” –Gary

“Keributan?” –Sagha

“Ayo kita cek kesana. Kalau ada keributan, berarti ada penduduk, dan itu berarti, domain ini tidak sepenuhnya berisi gurun.” –Ve

Kita berlima pergi menuju tempat keributan yang gue liat dari atas bukit. Pas sampe di tempat itu, ternyata kejadian aslinya lebih parah dari yang gue pikirin.

Ada sebuah perang besar yang tengah berlangsung, bukan keributan seperti yang gue bayangkan. Udah gitu jurang yang jadi tempat perang dari kedua kubu ini cukup besar dan dalam.

Gue dan temen-temen mengamati kedua kubu yang tengah berperang itu. Kita belum mau ikut campur. Masalahnya bukan karena kita takut, tapi kita takut salah karena kita nggak tau yang mana yang baik yang mana yang jahat dalam konflik.

“Eh, lo pada nyadar nggak sih kalo orang-orang yang perang itu mereka pake baju zirah yang kayak Viny pake?” –Anto

“Oiye, kalo diliat-liat mirip juga ya.” –Sagha

“Berarti mereka kesatria juga?” –Ve

“Kayaknya sih gitu.” –Gary

“Hei, coba lihat itu!” –Viny

Viny nunjuk ke salah satu kesatria yang ada di tengah pertarungan itu. Tunggu dulu, baju zirah itu… Kok???

“Loh? Vin, Kok baju zirah orang itu sama persis kayak punya lo?” –Gary

“Hah? Yang mana?” –Anto

“Yang itu *Sambil nunjuk*.” –Gary

Gue pribadi nggak heran karena ini bukan pertama kalinya gue ketemu orang yang sama di tempat yang berbeda, dengan latar belakang yang tentunya berbeda.

Contohnya aja di domain sebelumnya, gue ketemu Ve yang punya latar belakang seorang Jinchuuriki. Terus Kinal yang gue temui di domain Nitroxius dan di domain Jakarta berbeda 180 derajat. Kinal yang gue temui di Nitroxius adalah seorang pembunuh berdarah dingin dan merupakan anggota dari 4 Horsemen of Apocalypse, sementara Kinal yang gue temui Jakarta adalah seorang Jinchuuriki dan orang baik-baik.

Untuk kasus kali ini, gue belum tau siapa orang yang berada di balik baju zirah merah bermotif naga yang sedang bertarung di tengah perang itu. Gue dan teman-teman gue masih mengamati dari atas. Kita masih belum nentuin pilihan apa kita akan ikut campur dan pihak mana yang akan kita bantu.

“Vin, lo mau kemana?” –Gary

“Membantu orang yang menggunakan baju zirah yang sama denganku.” –Viny

“Tapi, Vin…” –Gary

Gue belum selesai ngomong, Viny udah berubah ke wujud kesatrianya dan melompat masuk ke dalam jurang untuk membantu si kesatria yang menggunakan baju zirah yang sama dengan dia.

Temen gue pergi sendirian ke pertarungan, otomatis gue nggak Cuma diem ngebiarin dia begitu aja. Gue ikut turun ke bawah untuk bantuin Viny. Di belakang gue, menyusul Anto, Ve, dan Sagha yang langsung ikut turun setelah melihat gue turun untuk membantu Viny.

“HEAH!!!” –Viny

*SRING! SRING! SRING!*

“Huh? Kau?” –Ryuki

“Kau tidak apa-apa?” –Viny

“Aku baik-baik saja, tapi… Kau siapa? Bagaimana kau bisa mendapatkan Deck naga merah seperti milikku?” –Ryuki

“Namaku Viny. Tenang saja, aku disini untuk membantumu.” –Viny

“Lo main lari aja, Vin. Lain kali kalo mau ngambil tindakan bilang-bilang dulu dong.” –Gary

“Maaf.” –Viny

“Dia temanmu juga?” –Ryuki

“Iya. Gue temennya Viny. Gue Gary, salam kenal.” –Gary

“Namaku Shinji Kido. Orang-orang biasa memanggilku dengan julukan Kamen Rider Ryuki. Salam kenal juga.” –Ryuki (Shinji)

Baru aja kenalan sama Shinji beberapa detik, kita bertiga udah dikepung sama pasukan musuh. Musuh kita kali ini adalah pasukan yang menggunakan baju zirah yang bentuknya mirip sama buah pohon cemara.

“Sebelum kita mulai, bisa lo jelasin soal musuh kita?.” –Gary

“Mereka disebut Kurokage Troopers. Rider dari pasukan lawan yang berubah menggunakan Sengoku Driver yang diproduksi secara masal dan juga Matsubokkuri Lockseed. Senjata mereka hanya tombak. Mereka lemah dari segi tenaga, tapi dari segi kecepatan mereka cukup merepotkan.” –Ryuki

“Ada lagi detail yang perlu gue tau?.” –Gary

“Mungkin itu saja untuk saat ini.” –Ryuki

Tanpa basa-basi lagi gue maju dan melawan 4 dari 10 Kurokage Troopers sekaligus. Shinji bener, gerakan mereka cepet, tapi karena gue udah tau kelemahan mereka ada di tenaga, jadi gue udah punya taktik untuk ngalahin mereka berempat.

Gue bikin mereka berpencar terlebih dahulu, lalu begitu mereka menyerang gue satu persatu secara bergantian barulah gue habisi mereka. Kalo mereka nyerang berempat sekaligus bisa dipastikan gue bakalan kalah. Taktik gue berhasil, 3 dari 4 Kurokage Troopers berhasil gue kalahkan. Sekarang tinggal satu lagi.

*SRINK!*

“Selesai sudah.” –Gary

Baru saja selesai dengan Kurokage Troopers, tiba-tiba gue diserang oleh seseorang dari belakang. Untungnya gue denger langkah kakinya, jadi begitu dia udah deket gue langsung balik badan, dan gue tendang perutnya.

“Ugh… Boleh juga tendanganmu, padahal kau belum berubah menjadi Rider.” –Mach

“Gue bukan Rider, tapi itu bukan berarti gue lemah.” –Gary

“Kau rekrutan baru Kenzaki, ya?.” –Mach

“Gue nggak ngerti apa yang lo maksud, tapi kalo lo pengen tau siapa gue, nama gue Gary Muller.” –Gary

“Namaku Kamen Rider Mach. Mungkin kau akan mengingat namaku sebagai orang yang telah mengirimmu ke alam sana. HEAHH!!!” –Mach

Kamen Rider Mach. Wow! Orang ini boleh juga. Gerakannya lebih cepet daripada Kurokage troopers. Mungkin sekitar 4-5 kalinya. Gue cukup kewalahan menghadapi orang ini, ditambah lagi gaya bertarungnya yang aneh itu bikin gue makin susah nebak-nebak pola serangannya.

Gue menghabiskan waktu 10 menit untuk menganalisa gerakannya Cuma dengan ngeliat sama nangkis serangannya. Dia sempet ngira gue main-main sampai-sampai dia ningkatin tenaganya buat nyerang gue.

Waktu 10 menit yang gue buang buat menganalisa dia berbuah manis. Gue udah tau pola gerakannya dia kayak apa. Begitu dia nyerang gue di menit-menit berikutnya, gue dapat dengan mudah menghindari dan membalas setiap serangan yang dia layangkan ke gue.

“Ayo. Cuma segini doang kemampuan lo?” –Gary

“Cih!” –Mach

*SWOOP!! BUK! SRINK! SRINK!*

“Aghh….” –Mach

Ha-ha!! Kena lo sekarang, Mach. Viny tiba-tiba berteriak dari belakang gue dan menyuruh gue untuk menyingkir dari depan Mach. Pas gue nengok ke belakang, ternyata Viny udah siap dengan Dragreder untuk melakukan serangan terakhirnya pada Mach.

Gue langsung berguling ke samping untuk menghindari tendangan Viny yang terbang dengan cepat ke arah gue untuk menyerang Mach yang ada di depan gue.

Saat Viny hampir berhasil mendaratkan serangan terakhirnya pada Mach, tiba-tiba seseorang yang juga melakukan tendangan seperti Viny datang dari arah yang berlawanan. Viny dan orang itu saling beradu serangan, tapi sayangnya adu serangan itu dimenangkan oleh orang misterius dari pihak musuh itu.

“Fiuh… Terima kasih, Chalice.” –Mach

“Kau tidak bisa melanjutkan pertarungan dengan keadaan seperti itu. Kembali ke camp, biar aku yang mengurus orang itu.” –Chalice

“Huft… Baiklah.” –Mach

Sebuah motor besar berwarna putih datang. Mach naik ke motor itu dan pergi meninggalkan pertarungan, tapi di depan gue dan Viny udah ada lawan baru yang siap untuk bertarung. Kali ini Kamen Rider seperti apa yang gue hadapi?

“Siapa kau sebenarnya?” –Chalice

“Gue Gary Muller.” –Gary

“Kau bukan berasal dari sini, apa aku benar?” –Chalice

“Wih, jago juga lo bisa tau soal itu.” –Gary

“Kenapa kau mau membantu Kenzaki? Memangnya apa yang dia berikan padamu sampai-sampai kau mau membantu seorang diktator seperti dia?” –Chalice

“Hah? Maksud lo?” –Gary

“Jangan berpura-pura bodoh! Jawab dengan benar!” –Chalice

“Sumpah, gue nggak ngerti. Kenzaki siapa dah?” –Gary

“Sepertinya percuma saja mengajakmu bicara dengan mulut. Bagaimana kalau tangan dan kakiku saja yang bicara, mungkin kau akan mengerti.” –Chalice

Kamen Rider itu menyerang gue dengan busur panah yang menjadi senjatanya. Busur panahnya bukan busur panah biasa. Pinggiran busur panahnya itu dilapisi besi tajam seperti pedang. Kalo kena kulit gue, kayaknya bakalan sakit banget tuh. Jangan sampe deh.

Shinji datang dan membantu kita untuk melawan Kamen Rider ini. Dia menggunakan Sword Vent-nya dan langsung menerjang Kamen Rider itu dari belakang. Untuk sesaat perhatian Kamen Rider yang gue nggak tau namanya itu teralihkan ke Shinji yang ada di belakangnya. Momen ini gue manfaatkan untuk menyerangnya dari 2 arah bersama dengan Shinji.

Taktik gue berjalan lancar. Saat fokusnya teralih ke Shinji, giliran gue yang membabat Kamen Rider ini habis-habisan, dan begitu fokusnya beralih ke gue, giliran Shinji yang menyerangnya dari belakang. Strategi ini mampu membuat Kamen Rider misterius itu cukup kewalahan sampai akhirnya dia mengeluarkan sebuah kartu dari kantong yang ada di bagian kanan sabuknya. Dia menggesekan kartu itu pada bagian tengah busurnya.

“TORNADO!.” –Rouzer

Tubuh Kamen Rider misterius itu mengeluarkan angin yang sangat kuat. Jir, ternyata bukan Shinji dan Viny doang yang bisa pake kartu buat bikin ‘keajaiban’ disini. Yang satu ini bahaya juga.

Saat gue masih dalam keadaan terpental karena tekanan angin kuat yang keluar dari tubuhnya, tiba-tiba Kamen Rider itu bergerak muncul tepat di belakang gue. Dia mengangkat busurnya, dan bersiap untuk menghabisi gue.

Gue masih dalam keadaan terpental terbawa angin. Gue juga nggak napak di tanah saat itu, jadi gue bener-bener nggak bisa berkutik. Mau balik badan aja rasanya berat karena tekanan angin. Begitu jarak gue tinggal beberapa centi dari dia, gue langsung nutup mata gue.

“MATILAH!” –Chalice

“ADD VENT!” –Visor

*WHOOOOSH!!!*

“Kurang ajar.” –Chalice

“FLOAT!” –Rouzer

Heh? Mana nih? Kok gue nggak ngerasain ada busur yang nancep di badan gue? Apa jangan-jangan gue lolos lagi dari maut setelah kesekian kalinya? Gue buka mata gue dan nengok ke samping kanan. Gue ngeliat badan Dragreder ada persis di samping gue. Gue berusaha ngimbangin badan gue mumpung Kamen Rider misterius itu lagi ngilang entah kemana.

*DRAP!*

“Fiuh… Masih selamat.” –Gary

“Kau tidak apa-apa?” –Viny

“Gue gapapa. Tadi yang manggil Dragreder itu elo?” –Gary

“Bukan.” –Viny

Loh? Kalo gitu….

Ternyata bener dugaan gue. Gue liat Shinji masih megangin visornya. Ternyata Dragreder barusan bukan Dragreder milik Viny, tapi Dragreder milik Shinji. Decknya sama, Advent monsternya sama, untung aja gue masih bisa ngebedain yang mana Shinji yang mana Viny pas mereka lagi ada dalam wujud Rider mereka.

Dragreder masih berusaha mengejar Kamen Rider misterius itu walaupun dia berhasil menghindar darinya dengan terbang. Kamen Rider misterius itu kembali mengeluarkan kartu dari kantongnya. Gak tanggung-tanggung, kali ini dia ngeluarin 2 kartu sekaligus. Firasat gue nggak enak nih.

“Vin, panggil Dragreder lo cepet!” –Gary

Viny memanggil Dragreder-nya sesuai dengan perintah gue. Dragreder milik Viny muncul dan langsung menyerang Kamen Rider Misterius itu dari belakang, tapi….

“CHOP!” –Rouzer

“Aku tidak sebodoh itu!” –Chalice

Kamen Rider itu langsung menghantam Dragreder Viny dan juga Dragreder milik Shinji menggunakan tangannya. Buset! Pake tangan kosong aja 2 naga bisa disikat abis sekali serang gitu. Kedua Dragreder terpental dan menghilang masuk ke dalam serpihan cermin bekas helm dari pasukan Rider yang telah mati.

“Kalian berikutnya.” –Chalice

“SHUFFLE!” –Rouzer

Setelah menggesekan kartu bertuliskan ‘Shuffle’, kantong kartu di pinggang Kamen Rider itu mengeluarkan cahaya kecil untuk beberapa saat. Dia kembali mengambil kartu dari dalam kantongnya. Kali ini dia kembali mengambil 3 kartu seperti tadi.

“FLOAT! DRILL! TORNADO! SPINNING DANCE!!!” –Rouzer

Kalimat terakhir yang keluar dari busurnya itu bukan pertanda baik. Kamen Rider misterius itu kembali terbang ke atas. Kemudian dia mengambil ancang-ancang. Dia berputar seperti sebuah bor dan melesat turun dengan cepat ke arah kita bertiga dengan kumpulan tornado yang melapisi dirinya.

“HEAAAH!!!” –Chalice

………………….

“….LIGHTNING SONIC!!!” –Rouzer

“HOAAAH!!!!” –Blade

Dari arah belakang datang Kamen Rider lain dengan tiba-tiba. Dia melesat seperti peluru dengan posisi menendang ke depan dan langsung menghantam Kamen Rider misterius yang hendak menghabisi kita bertiga. Dari hal yang dia lakukan, dapat gue simpulkan kalo dia ada di pihak kita.

Terjadi ledakan begitu kedua Rider itu saling mengadu serangan mereka, dan Kamen Rider misterius yang hendak menghabisi kita kalah telak dan jauh terpental ke belakang.

“Ngghh….” –Chalice

“Kau sudah kalah Hajime. Menyerahlah!” –Blade

“Aku tidak akan menyerah kepada seorang diktator sepertimu!” –Chalice

“KENZAKI-SAN! AWAS!” –Ryuki

Puluhan misil datang entah darimana dan langsung membombardir Kamen Rider yang baru saja menyelamatkan kita bertiga. Gue sempat mengira orang itu nggak bakalan selamat karena dia diserang dari segala arah sekaligus.

Yang menembakkan misil barusan adalah seorang Rider dari pihak lawan yang baru datang dengan motor besar yang bisa terbang. Rider itu datang dan langsung membantu temannya naik ke motor besarnya.

“Gue dateng tepat waktu kan?” –Delta

“Terima kasih bantuannya. Bagaimana status pasukan kita?” –Chalice

“Kita kehilangan banyak pasukan kali ini, tapi tadi gue berhasil nangkep 3 orang aneh yang ngelawan pasukan kita. 2 cowok, 1 cewek.” –Delta

“Dimana mereka sekarang?” –Chalice

“Gue udah suruh Kurokage buat ngangkut mereka ke camp.” –Delta

“Bagus. Kalau begitu kita mundur sekarang. Kalian mungkin menang kali ini Regime, tapi lihat saja nanti.” –Chalice

Mereka berdua pergi, begitu juga semua pasukan Kurokage Troopers yang masih tersisa di area pertempuran ini. Mereka semua mundur. Tadi kalo nggak salah, gue denger mereka ngomong kalo mereka berhasil nangkep 3 orang tahanan, 2 orangnya cowok, dan 1 orang lagi cewek. Jangan-jangan…

Gue langsung ngontak Anto, Ve, dan Sagha pake walkie talkie. Sumpah gue panik banget saat ini. Semoga aja 3 orang yang mereka maksud bukan temen-temen gue. Sayangnya, rasa takut gue benar-benar menjadi nyata. Baik Anto, Sagha, ataupun Ve, nggak ada yang ngejawab panggilan gue sama sekali.

“Berarti 3 orang yang tadi mereka maksud adalah Anto, Sagha, dan Ve.” –Gary

“Tidak mungkin.” –Viny

“SIALAN!” –Gary

Shinji mencabut deck-nya, dan Kamen Rider yang tadi membantu kita menarik sebuah tuas yang ada pada sabuknya. Mereka berdua kembali ke wujud semula mereka.

“Hei, tenanglah. Jangan putus asa dulu. Kita akan membebaskan mereka dari para Rebel nanti.” –Shinji (Ryuki)

“Kau tidak apa-apa, Shinji?” –Kenzaki (Blade)

“Aku baik-baik saja. Terima kasih pertolongannya Kenzaki-San.” –Shinji (Ryuki)

“Mereka siapa? Rekrutan baru yang kau bilang itu?” –Kenzaki (Blade)

“Bukan, mereka berdua adalah pengelana yang kebetulan lewat dan tadi mereka membantuku melawan para Kurokage, Mach, dan juga Chalice.” –Shinji (Ryuki)

“Hooh, jadi begitu. Terima kasih ya, sudah membantuku mengatasi para pengkhianat itu. Oiya namaku Kenzaki Kazuma, aku pemimpin disini.” –Kenzaki (Blade)

“Gue Gary Muller. Ini temen gue, Viny.” –Gary

“Senang berkenalan dengan kalian. Kalian hanya berdua saja?” –Kenzaki (Blade)

“Uh… sebenernya tadi gue berlima, tapi 3 orang temen gue ditangkep sama anak buah Kamen Rider yang tadi lo lawan.” –Gary

“Hmm… Baiklah. Tenang saja aku akan membantu kalian untuk menyelamatkan teman kalian dari para Rebel. Untuk sekarang bagaimana kalau kalian ikut kami ke markas? Kami akan dengan senang hati menerima kalian sebagai tamu. Anggap saja ini balas budi karena sudah membantu kami tadi.” –Kenzaki (Blade)

“Terima kasih.” –Gary

~Anto’s POV~

Dipenjara lagi. Jir, apes banget dah nasib gue. Ternyata orang-orang yang disebut ‘Kamen Rider’ ini kuat juga. Gue aja sempet heran waktu gue liat salah satu Kamen Rider yang kalo nggak salah namanya adalah Delta, bisa ngalahin Imperialdramon SENDIRIAN Cuma dengan bantuan dari motor terbangnya.

Gokil emang. Untungnya gue nggak sendirian dipenjara ini, tapi juga ada Sagha, dan Ve. Sumpah, kalo gini caranya mending gue dipenjara di tempatnya Velo waktu kita kejebak di domain Nitroxius.

Masalahnya penjara di Rider-Verse ini nggak enak. Masa kita bertiga digantung kebalik gini di dalem sel? Mereka pikir kita bertiga kelelawar apa?

Parah dah, asli. Kalo di domain gue, yang bikin gue kayak gini udah kena hukuman penjara seumur hidup. Ini ngelanggar UUD tentang Hak Asasi Manusia, cuy, tapi mengingat kita bukan di domain gue sekarang, kayaknya hal itu nggak usah dibahas deh.

Kita bertiga kembali terpisah lagi dari Gary dan Viny. Huft… Gimana nih? Mana tadi gue sarapan dikit doang lagi. Sekarang gue jadi laper lagi deh. Suara perut gue aja udah kedengeran terus daritadi.

“Buset, To. Yang lagi konser didalem perut lo siape tuh? Justin Timberlake?” –Sagha

“Bukan Justin Timberlake, tapi JUSTIN BIEBER!” –Anto

“Etdah, santai kali, To.” –Sagha

“Lo juga sih mancing bercanda. Sori ye, efek laper. Makanya gue jadi ganas kayak cewek lagi PMS gini.” –Anto

………………….

“Kalian sudah bangun rupanya.” –Hajime (Chalice)

“Siapa kau?” –Ve

“Namaku Hajime Aikawa. Siapa kalian sebenarnya? Dan apa tujuan kalian mencampuri urusan kami?” –Hajime (Chalice)

“Suara itu… Lo Kamen Rider yang kepalanya kayak semut itu kan? Namanya… Uh, siapa ya? Waktu itu gue sempet denger nama panggilan lo. Uh… Tunggu bentar ye. Cha… Cha… Siapa yak? OIYE! Chalice!!! Lo Kamen Rider Chalice kan?” –Sagha

“Yang sedang bertanya itu aku. CEPAT JAWAB!” –Hajime (Chalice)

“Santai dong. Lo mau jawaban? Lepasin dulu nih rantai. Baru gue jawab semua pertanyaan lo.” –Anto

Orang bernama Hajime itu menjetikkan jarinya. Seketika rantai yang mengikat kaki kita bertiga langsung lepas dan kita bertiga langsung jatoh ke lantai penjara.

Aduh… Punggung gue. Ini mending gue jatoh nabrak lantai doang. Udah nabrak lantai, gue dijadiin bantalan sama Sagha dan Ve buat mendarat pula.

“Woy, Bangun! Berat woy! Emang gue matras apa?” –Anto

“Sori-sori.” –Sagha

“Sudah ku turuti kemauanmu. Sekarang cepat jawab.” –Hajime

Karena gue bingung gue harus mulai cerita dari mana, jadi gue mulai cerita dari bagian pas kita nemuin perang yang terjadi diantara kedua kubu di dalem jurang tadi. Selama gue bercerita, orang bernama itu Hajime hanya menyimak tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Jadi kalian hanya turun untuk mengikuti teman kalian yang ingin menolong Ryuki?” –Hajime (Chalice)

“Uh, bisa dibilang begitu sih.” –Anto

“Kalian tidak punya hubungan apapun dengan Kenzaki?” –Hajime (Chalice)

“Kenzaki siapa sih? Dari tadi kayaknya banyak banget yang ngomongin dia.” –Sagha

“Dia adalah pemimpin pasukan Regime, dan dia berambisi ingin menguasai domain ini.” –Hajime (Chalice)

Oke, gue kaget. Jadi daritadi tuh niat kita buat ngebantuin orang ternyata salah sasaran. Rupanya yang kita bantuin adalah pihak yang sebenernya jadi ‘antagonis’ disini. Gue lega gue ditangkep orang-orang sini. Walaupun tadi gue harus merasakan sedikit siksaan karena salah paham, tapi kayaknya sekarang salah paham itu udah beres.

Ada satu hal yang masih mengganggu pikiran gue. Mungkin bukan gue doang yang mikirin ini, tapi juga Ve, dan Sagha. Kita bertiga sih udah bisa dibilang tenang, tapi gimana dengan Gary dan Viny yang sekarang lagi sama pasukan Regime?

“Pertanyaan terakhirku sebelum aku memutuskan apa yang akan ku lakukan pada kalian. Apa kalian bisa dipercaya?” –Hajime (Chalice)

“Kalo ditanya kayak gitu, gue nggak bisa jawab iya, karena kita juga masih nggak tau siapa yang bener dan siapa yang salah disini. Bisa aja kan tadi waktu lo bilang orang bernama Kenzaki itu adalah diktator ternyata Cuma karangan doang buat bikin gue dan temen-temen gue percaya sama lo?” –Anto

Hajime maju menghampiri sel dan dia menatap gue dengan tajam. Kayaknya gue mulai ketularan kebiasaan ngomong Gary yang kalo ngomong jujur tapi kedengeran nyolot. Kalo udah begini fifty-fifty dah. Cuma keajaiban yang bisa bikin gue dan temen-temen gue bebas dari tempat ini.

*CEKLEK!*

“Kalian bebas.” –Hajime (Chalice)

“Hah?” –Anto

Serius? Gini doang? Gue kira gue bakalan jadi orang pertama yang bakalan disiksa di antara kita bertiga. Sagha yang saking semangatnya ngeliat pintu sel kita kebuka langsung lari pengen cepet-cepet keluar, tapi gue tahan dia sebelum dia keluar. Untuk memastikan apa ini jebakan atau bukan, gue bakalan nyoba keluar duluan.

Gue melangkahkan kaki gue perlahan-lahan melewati pintu sel sambil menatap Hajime. Sampai diluar sel… Nggak ada apa-apa. Setelah melihat gue keluar dengan selamat, Sagha dan Ve mengikuti gue keluar dari sel.

“Jawabanmu sama seperti jawabanku jika aku ada di posisi kalian saat ini. Tidak ada dari kita yang tau siapa yang benar & siapa yang salah, siapa yang bicara jujur & siapa yang berbohong, tapi dari cara bicaramu, aku tau kalau kau dan teman-temanmu sepertinya dapat dipercaya.” –Hajime (Chalice)

“Lo juga. Kayaknya lo bukan orang jahat walaupun tadi lo sempet ngegantung gue sama temen-temen gue di dalem sel.” –Anto

“Kita harus pergi sekarang. Kita harus menyelamatkan Gary dan Viny secepatnya. Kalau memang benar Regime seburuk yang Hajime bilang, berarti mereka berdua ada dalam bahaya.” –Ve

“Sebaiknya kalian urungkan niat kalian. Mungkin saat ini teman kalian sudah dibawa oleh Kenzaki ke markasnya. Tempat itu dijaga ketat luar dalam. Kalian tidak bisa keluar masuk sembarangan seperti berkunjung ke sebuah supermarket.” –Hajime (Chalice)

“Biarpun begitu kami akan tetap kesana. Gary sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kami. Sekarang giliran kami untuk membalasnya.” –Ve

“Sebesar itukah kepercayaan kalian kepada teman kalian?” –Hajime (Chalice)

“Lebih dari apapun.” –Ve

“Kalau kalian memang percaya pada teman kalian, sebaiknya kalian tetap disini dan menunggunya.” –Hajime (Chalice)

“Apa maksudmu?” –Ve

“Kalian tidak perlu menerobos masuk ke markas Regime hanya untuk menyelamatkan teman kalian. Aku pernah bertarung langsung dengan kedua temanmu, dan aku lihat mereka cukup kuat. Mereka akan datang menyusul kalian kemari. Percayalah padaku.” –Hajime (Chalice)

“Apa yang bikin lo yakin Gary dan Viny bakalan dateng sendiri kesini?” –Anto

“Kalian tunggu dan lihat sendiri. Sebagai jaminan, kalau dalam 2 hari mereka belum datang juga, aku sendiri yang akan turun tangan untuk membantu kalian menyelamatkan teman kalian.” –Hajime (Chalice)

~Gary’s POV~

Kenzaki Kazuma, atau yang lebih dikenal sebagai Kamen Rider Blade. Ketua dari pasukan Regime yang bertugas untuk memburu dan menghabisi para pemberontak yang dikenal dengan nama Rebel. Dia bener-bener pekerja keras yang megang tanggung jawab yang besar.

Selain sebuah organisasi yang bergerak di bidang militer, Regime juga organisasi yang bergerak di bidang pemerintahan. Bener-bener organisasi yang besar. Karena bergerak dalam 2 bidang sekaligus, otomatis Kenzaki nggak mungkin ngontrol semuanya sendirian.

Kenzaki punya 4 orang anak buah yang bertugas membantu dia mengurus urusan organisasi.Yang pertama adalah Shintaro Gotou (Kamen Rider Birth). Dia yang nanganin masalah-masalah kemiliteran. Dia yang megang kendali atas pasukan, persenjataan, dan lain-lain selain Kenzaki.

Kedua Sou Yaguruma (Kamen Rider Thebee). Dia adalah juru bicara Regime di depan publik. Jadi kalo ada konflik yang bikin resah penduduk, dia yang bakalan ngomong buat ngeyakinin penduduk supaya tetap tenang.

Lanjut, ketiga adalah Kurenai Wataru (Kamen Rider Kiva). Dia yang bertugas ngurusin logistik kota dari mulai suplai seperti makanan, alat-alat elektronik, dan lain-lain.

Terakhir adalah Shinji Kido (Kamen Rider Ryuki). Tugas Shinji berbeda dengan ketiga orang tadi. Dia Cuma bertugas ngebantuin 3 orang tadi termasuk Kenzaki sendiri kalo mereka lagi kerepotan ngurusin kerjaan mereka.

Semua hal tentang Regime ini repot juga. Belum lagi soal para Rebel yang jadi musuh utama mereka.

Rebel dipimpin oleh orang bernama Hajime Aikawa (Kamen Rider Chalice), dan dia punya 2 orang anak buah bernama Shuji Mihara (Kamen Rider Delta) dan Gou Shijima (Kamen Rider Mach).

Chalice ternyata adalah Kamen Rider yang sempet bikin gue, Viny, dan Shinji kewalahan waktu itu. Sementara Delta adalah Kamen Rider yang bawa motor gede dan nyelamatin Chalice pas Blade dateng dan bikin Chalice terkapar.

“Dari segi jumlah Regime memang unggul dan harusnya itu sudah cukup untuk membuat mereka menang melawan para Rebel.” –Viny

“Tapi lo liat sendiri kan waktu itu ketua Rebel, si Chalice kayak apa? Dragreder lo sama Shinji aja dibikin kayak nyamuk sama dia. Sekali hajar langsung kalah. Kalo bukan karena Kenzaki nyelamatin kita waktu itu, mungkin nasib kita bakalan lebih parah daripada Dragreder.” –Gary

Gue dan Viny sekarang ada di markas Regime, tepatnya di pusat kota Neo-Utopia. Ternyata Rider-Verse nggak sepenuhnya gurun. Dikarenakan kondisi di luar kota yang didominasi gurun, kota Neo-Utopia ini dilindungi oleh sebuah dome berukuran raksasa untuk menjaga suhu dan cuaca kota tetap stabil.

Kita baru aja selesai ‘tur’ sama Kenzaki. Tadi dia ngajakin gue keliling-keliling markas Regime dan dia juga ngenalin gue sama temen-temen dan anak buahnya. Dari yang gue liat, kayaknya Kenzaki itu orang baik dan buktinya adalah kota Neo-Utopia ini sendiri. Gue liat kota ini aman-aman dan penduduknya juga keliatan sejahtera.

Tapi….

“Eh, Vin, lo inget nggak omongan Chalice pas kita ngelawan dia waktu itu?” –Gary

“Omongan apa?” –Viny

“Waktu kita pertama kali ketemu dia, dia bisa tau kalo kita berdua bukan berasal dari domain ini. Trus waktu itu juga dia nanya ke gue, apa yang bikin gue mau ngebantuin Kenzaki. Gue kan belum tau Kenzaki pas dia nanya begitu, jadi awalnya gue juga mikir Kenzaki siapa dan gue bilang mentah-mentah kalo gue nggak ngerti dia ngomong apaan.” –Gary

“Lalu?” –Viny

“Dia masih ngedesak gue. Dia masih ngira kalo gue bohong sama dia. Sampai akhirnya, dia ngomong ‘Memangnya apa yang dia berikan padamu sampai-sampai kau mau membantu seorang DIKTATOR seperti dia’.” –Gary

“Diktator? Maksudmu?” –Viny

“Itu yang pengen gue bahas bareng lo sekarang. Menurut lo… Ada yang janggal nggak disini?” –Gary

……………..

~To Be Continued~

By : @ahmabad25

Iklan

8 tanggapan untuk “X-World (Pt.38) : Rider War

    1. Update tetep seminggu sekali lagi kok, kan UN-nya udah selesai :v hehehe. Domain transformer mah ceritanya udah selesai sampai situ doang. Kan itu jatahnya cuma cerita pendek sampingan aja buat nyeritain asal-usul Gracia. Makasih udah mau baca 🙂

      Suka

    1. Wih, ada yg masih inget sama om logan :v nggak, mereka beda kok. Logan yg ini itu wolverine dari X-Men, kebetulan namanya sama ya sama nama belakang Josh di Codename Arch-Type wkwkwk

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s