Pengejar Rahasia : Pengorbanan Yang Sia-Sia, Part 10

“VICTOR!!” Naomi berteriak, Victor menengok.
“Kau telah membunuh pacarku! Sialan…” Naomi menangis, sementara
Seena berada di belakang Naomi.

Victor menghampiri Naomi, ia hendak membunuhnya. Tiba-tiba ada yang
menembaki Victor secara brutal dengan senapan TMP. Victor seketika
tumbang. Sinka dan Melody dengan cepat keluar dari sana lewat lubang
yang dibuat Victor.

“Kalian tidak apa-apa?” tanya Nabilah, ia berhasil melumpuhkan Victor sementara.
“Ya, tapi Rusdi sudah mati…” Sinka terlihat sedih.
“Kakak!” Seena memeluk kakaknya.

“Maafkan aku, tadi aku berusaha mencari kalian setelah kita terpisah.
Aku terus berlari dalam kegelapan malam. Dan sekarang aku baru
menemukan kalian, tepat waktu sebelum ia membunuh Naomi.” Nabilah
tersenyum tipis.

“Tepat waktu? TAPI RUSDI SUDAH MATI!!!” teriak Naomi, Nabilah hanya
diam menundukkan kepalanya.
“Maaf aku memotong, tapi kita harus cepat pergi sebelum Victor kembali
bangun!” Melody berkata pelan setelah ia memeluk adiknya.

Mereka kembali berlari, dari kejauhan Victor sudah bangun. Nabilah
kembali menembakinya dengan rentetan peluru TMP. Sinka membantunya,
ternyata Sinka memiliki sebuah senapan.

“Dari mana kau mendapatkan itu?” tanya Nabilah.
“Milik Rusdi, aku memungutnya setelah pistol ini lepas dari
genggamannya. Sesaat sebelum ia benar-benar mati.” jawab Sinka.

“Pergilah! Aku akan menahannya!” perintah Nabilah.
“Tidak! Aku ingin membantumu!” jawab Sinka.
“PERGI!!!” teriak Nabilah.

Sinka tetap disana, ia hanya diam tidak bicara lagi.
“Kita harus cepat!” Melody risih.
“Kalian duluan aja, aku akan menahan Victor disini!” Nabilah percaya diri.

“Jangan sok jagoan!” Naomi menggerutu, Nabilah hanya tersenyum.
“Aku percaya padamu, Nabilah…” Sinka menyeka matanya, terharu pada
sikap heroik Nabilah.

Mereka kaget, Victor secara tiba-tiba muncul. Lalu dari arah belakang
ia memeluk erat Nabilah.
“Arrgg!!! Lari…” Nabilah sesak, berkata pelan.

Secara tiba-tiba Sinka menembak kepala Victor, membuat Victor seketika
terjengkang. Nabilah mengeluarkan darah, ia batuk-batuk. Sinka
membopong Nabilah, berusaha lari.

“Sudah ku bilang, jangan sok jagoan!” Naomi masih menggerutu.
Mereka kemudian lari, Victor mengejarnya dari kejauhan. Sinka
menurunkan Nabilah, menyuruh kakaknya membopong Nabilah.

“Bawa dia kak!” perintah Sinka.
“Apa yang…” ucapannya terpotong.
“KAKAK!!! percaya padaku…” Sinka menatap kakaknya dengan tatapan
itu, tatapan dinginnya.

Sinka merebut granat dari sabuk Nabilah. Kemudian berlari kearah
Victor. Ia hendak mengorbankan nyawanya.
“SINKA!!!” teriak Naomi histeris.
“Cepat!” Naomi membopong Nabilah, berusaha lari menjauh secepat mungkin.

Sinka menendang Victor dengan kemampuan karatenya. Sinka terus memukul
dan menendang Victor. Tak lama, Victor berhasil menahan kakinya. Lalu
mematahkan pergelangannya, Sinka mengaduh.

Sinka hendak meledakkan dirinya bersama Victor. Tapi Victor sudah
berlari menjauh, meninggalkan Sinka tanpa membunuhnya. Ia sudah tau
granat itu akan meledak.
“APA??? SIAL…” Sinka meledak, tubuhnya hancur berkeping-keping.

Pengorbanannya sia-sia, bahkan Victor tidak terkena sedikit pun
gemercik api dari ledakan itu. Victor kembali memburu sisanya, empat
orang mangsanya masih berkeliaran.

BERSAMBUNG

Author : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s