Back to the past, part3

“Kalian semua hentikan semua ini. Apa kalian semua nggak ada cara nyelesaiin masalah kalian apa? Nggak seharusnya kalian selesaikan masalah kalian dengan cara keras seperti ini kan masih bisa dengan kepala dingin kan? Mari aku bantu kalian buat menyelesaikan masalah pribadi dengan kepala dingin” kataku ke yg lain nya.

“Nggak bisa, itu orang udah ngehina cewek di sekolahan gue dulu. Tak ada kata kepala dingin lagi. Lo siapa ngapain lo ikut campur urusan kita semua, jangan ikut campur lo.kalau nggak kami semua akan habisin lo” ucap Rega dari Nusantara, selaku ketua genks di sekolahnya.

 

“Memang saya nggak tau urusan kalian apa hingga kalian semua bisa seperti ini. Tapi aku hanya pingin membantu masalah kalian dengan secara damai saja, nggak dengan cara kekerasan seperti ini. Kalian semua paham apa tidak. ” Aku sambil memutar alat penambah Menit dan Sekon di samping kiri jam tangan digital yg membawaku sampai kembali ke masa lalu lagi.

 

“Banyak omong lo, lo gue habisin dulu, baru kita bicarakan lagi nanti” kata rega dan anak-anak yg lainnya langsung mengarahkan serangnya ke arahku tapi serangan mereka tiba-tiba terhenti di depanku. Dan waktu di sekitarku terhenti semua, mereka berlima yg berada di dalam mobil tidak bisa bergerak bahkan melihat gerakanku yg sangat cepat. Aku memukul mereka satu per satu sampai-sampai mereka terkapar di permukaan jalan.

 

 

~Normal Time Zone~

 

 

Seketika itu juga waktu kembali kesemula, pada saat aku mereset dan digital waktu ke waktu normal semula. Lima cewek yg berada mobil tak percaya apa yg mereka lihat di hadapan mereka semua itu. Seorang cowok ganteng berdiri dengan gagahnya di tengah-tengah para anak SMA yg sedang tawuran.

 

“Aduh!!!..” pekik Sonta sambil bangun dari atas aspal jalan.

 

“Bagaimana lo bisa nyerang kita semua, padahal kita semua yg tadi nyerang duluan lo?” tanya rega.

 

“Kalian masih bukan setingkat denganku, makanya aku bisa ngalahin kalian semua dengan mudah nya.” kataku.

 

“Kalian semua duduk mengelilingiku cepat, aku mau tanya sama kalian. Emang permasalahan sekolahan kalian dulu kayak gimana, hingga kalian bisa kayak gini itu?” Aku sambil membantu memecahkan masalah mereka semua secara kepala dingin.

 

“Sekolahan dia tuh kak yg mulai duluan, masa sekolahan kami di bilang cewek-cewek nya kayak PSK gitu. Apa kakak mau jika sekolahan kakak di bilang kayak gitu coba?” ujar Rega.

 

 

“Emang bener kan? Emang sekolahan lo itu cewek-cewek nya kayak PSK and matre pula..” ucap Sonta.

 

“Jaga bacot lo ya? Lo bilang sekali kalau cewek di sekolahan gue kayak PSK, gue habisin lo bener-bener” kata Rega terpancing emosinya Sonta, Rega saat ini sedang posisi berdiri sambil nunjuk Sonta.

 

“Udah kalian ini. Bisa nggak kalian masalah sekolahan kalian dengan urusan dingin? Emang kejadian nya itu tahun berapa? Hingga kalian bisa ribut seperti ini?” Aku sambil mendudukan Rega ke atas aspal jalan lagi, yg sempat membuat kemacetan sesaat.

 

“2012 lalu kak..” Ucap mereka bebarengan.

 

“Hahahaha.. Masa urusan 2012 yg tlah lalu kalian ungkit-ungkit lagi kayak gitu, lebih baik kalian ini baikan saja. Dari pada kalian berantem kayak gini” kataku sambil tertawa.

 

“Gue nggak akan baikan sama orang yg sudah menghina sekolahan gue itu..” ucap Rega.

 

“Begitu juga gue, jangan harap lo bisa nginjek-nginjek gue kayak gitu” balas Sonta.

 

 

“Kalau saya bisa mengasihkan bukti bahwa sekolahan kalian itu dulunya baik-baik saja, kalian mau berdamai dan teman lagi nggak?” kataku.

 

“Oke, gue mau berdamai sama itu orang, jika lo bisa ngelihatin bukti ke kita semua itu” balas rega.

 

-Stop Timer Zone-

 

Suuuuuttt!!!!

 

 

Aku kembali terhisap masuk lagi ke dalam dimensi ruang dan waktu yg sudah aku sheet ketika aku menghentikan waktu di masa 2015 itu.

 

-08 Maret 2012. 12:34 wib-

 

Saat saya sudah berada di depan sekolahannya anak-anak SMA Nusantara, aku melihat seorang cowok yg mirip sekali dengan sonta itu sedang berdiri di depan gerbang sekolahan dari SMA Nusantara itu. Saat aku perhatikan baik-baik cowok yg sedang berdiri di depan motornya itu. Dan memang cowok itu adalah sonta, saat sonta sedang asik memainkan handphone nya. Sonta di hampiri seorang cewek cantik dengan dandanan alakadar nya itu.

 

“Sayang, kamu nungguin aku terlalu lama ya? Maaf ya kalau nungguin akunya terlalu lama, tadi aku sedang ada latihan sanggar di sekolahan.” kata Cwek yg menghampiri santo itu.

 

“Iya nggak apa-apa sayang. Lagian aku baru saja nyampe kok di depan gerbang sekolahanmu ini” balas sonta.

 

“Sayang aku boleh jujur nggak sama kamu?”

 

“Emang kamu mau jujur apa sama aku sayang?” tanya Fidly.

 

“Kamu itu Memang wanita yg sangat cantik dan baik yg pernah aku miliki selama ini” ujar Sonta.

 

 

“What!! Kamu bilang dandananku kayak PSK yg di kalijodo gitu? Dasar cowok kurang ajar. Lebih baik kita putus sekarang, kamu tinggalin aku dan jangan pernah harap lagi balikan sama aku” kata Fidly sambil menampar keras pipi nya sonta, aku yg melihat itu sedari tadi hanya menganggukan kepalaku dan merekam semua kejadian itu di handphone yg aku bawa. Setelah mendapatkan bukti yg cukup aku langsung kembali ke tahun 2015 untuk memperlihatkan semua bukti-bukti yg aku dapat ke mereka semua.

 

“Maafin gue ya bro, kalau gue selama ini salah sama lo” kata rega sambil memeluk sonta.

 

“Gue juga minta maaf bro,kalau sekolahan lo gue hina tadi” balas Sonta sambil membalas pelukan perdamaian dari rega itu.

 

“Nah kalau gini kan enak dilihatnya. Kalau sudah damai gini, sekarang kalian semua bubar. Kalian sudah buat macet jalanan ampera tau nggak” kataku sambil menyingkir dari jalanan.

 

Para gadis-gadis yg melihatku itu terpukau tak kala Sisca yg pernah bertemu denganku sekali, walau pun itu juga di dalam kamarnya itu.

Malam hari nya pun tiba, Sisca yg belum bisa tidur itu sedang asik duduk di atas balkon rumahnya. Sambil memandangi bulan dan bintang yg sangat indah pada malam hari ini, karena tidak tertutupi oleh awan hitam di langit.

 

“Siapa sih cowok itu? Kayaknya dulu dia pernah nyebutin namanya ke aku ya? Tapi siapa ya?” pikir Sisca dalam hati sambil terus memandangi keindahan ciptaan sang khalik itu.

 

“Nakoto apa Thony ya dulu?..”

 

“Ah benar Thony, iya Thony aku nggak salah, emang bener nama cowok itu adalah Thony” kata Sisca menebak-nebak.

 

-*-

 

Di bawah jembatan ampera, aku yg sedang terlelap tidur itu tiba-tiba terbangun dari tidurku pada saat Jam Digitalku berdering sangat kerasnya. Saat saya melihat ke arah monitor jam digitalku, jam digitalku secara tiba-tiba memunculkan gambar yg sangat aneh dan misterius menurut saya. Tiga orang gadis yg memakai topeng yg di keluarkan hologram di digital jamku itu. Aku masih menebak-nebak siapa ketiga orang yg memakai topeng itu, tapi dulu pas aku sudah lulus dari universitas ternama yg ada di kota Jakarta tahun 40,760. Kepolisian yg menangani kasus kematian kedua orang tua kami itu berhasil menemukan plakunya tapi tidak berhasil di tangkap karena, pas malam pengerebekan tiga gadis itu secara tiba-tiba menghilang dari dunia. Dan benar saja aku di perlihatkan oleh jam digital yg sudah aku desain sedemikian rupa untuk menjadi mesin waktu yg sangat simpel. Jam d

digitalku itu telah terconect dengan mesin waktu yg telah di curi dari lab kerja ayah dan ibuku itu. Kelebihan mesin waktu yg telah aku sempurnakan itu adalah, bisa menghentikan waktu yg aku mau dan bisa memundurkan waktu. Tapi desain mesin waktu yg tlah aku perbarui ini hebat dalam segala apa pun, tidak bisa terlacak oleh mesin waktu buatan kedua orang tuaku itu.

 

 

Created by:??????

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s