Pengagum Rahasia, Part 37

Wasit membawa bola itu ke tengah lapangan.

“Siap posisi!” teriak adit

“Yo!” balas deva

“eh-eh, g-gimana ini!?” ucap yupi kebingungan

“Aduh…kok aku jadi…,

“YA! Wasit sudah melempar bola ke atas!” teriak komentator itu

“EH!” yupi pun langsung berlari ke posisinya, namun ia terlihat masih kebingungan

PLAK!

Tidak ada satupun dari mereka berdua yang berhasil menangkap bola itu.

Namun Reza berhasil memukulnya sehingga bola itu memantul ke arah salah satu pemain SMA 48.

“Gw dapat!” ucap ihza

Ihza sedikit berjalan kedepan.

Kemudian ia melihat deva yang tengah berlari di ikuti oleh adit di belakangnya.

Tanpa basa-basi, ihza mengoper bola itu pada adit.

*HUP!

Tidak sampai disitu, adit kembali mengoper bola itu ke arah yupi, karena ia di jaga oleh salah satu anak SMA 3, tapi…

“Ambil!” teriak adit

Duk! Duk!

“EH!” yupi terlambat, alhasil bola itu malah di rebut oleh Rizal dari SMA 3

“Ya ampun,” ucap adit

Rizal langsung berlari dengan sangat cepat ke arah ring basket dan…

DANG!

“Wah masuk, poin pertama untuk SMA 3,” ucap komentator

“Hah!” ihza terlihat kecewa

“Gw gak berhasil halangin dia, sry,” ucap ihza

“Bukan lu, tapi dia…,” ucap Reza menunjuk yupi

“Ah…eh…umm, maaf kak,” ucap yupi

“Perbaiki gerakanmu, oke?” ucap Reza

Yupi mengagguk.

Permainan kembali di mulai setelah pemain SMA 48 melempar bola itu ke dalam lapangan.

“yup!” teriak deva mengoper bola itu

“Hap!”

Yupi membawa bola dan ia berlari dengan sangat cepat, mendriblle bola dengan sangat cepat.

“Wah lihat! Dribble yang sangat cepat dari pemain SMA 48! Apakah kali ini SMA 48 akan mencetak angka!” ucap komentator

Tiba-tiba…

PRIT!!

“Eh!?” yupi berhenti

Wasit itu menggerakan tangannya seperti bahasa isyarat dan berkata…

*TRAVEL

“Wah, udah gw duga, pasti bakal travel dia,” ucap adit

“Eh, k-kenapa? Aku salah apa?” ucap yupi bertanya-tanya

“Dribble lu emang cepet, langkah lu juga cepet, kedua itu udah seimbang. Tapi gw liat pas lu mau lewatin anak SMA3, langkah lu jadi gak beraturan, dan akhirnya lu dribble bola dengan 3 langkah sekaligus,” ucap Reza

“eh, umm…maaf kak,” ucap yupi

“Perbaiki lagi, oke?” ucap Reza

Yupi mengangguk.

Permainan kembali di mulai saat bola masuk ke dalam lapangan.

Para pemain SMA 3 terlihat sangat mendominasi permainan. Kini bola berada di tangan mereka.

Rizal dan juga sagha dari SMA 3 saling mengoper bola satu sama lain. Di lihat dari SMA 48, mereka tampak kesulitan untuk merebut bola itu. Pemain andalan dari SMA 3 benar-benar mendominasi permainan ini.

“Ah sial!” ucap deva berhasil di lewati oleh Rizal

“Hey! Jaga-jaga!” teriak Reza

Ihza mengejar mereka berdua dan berlari begitu cepat.

Namun, ia terlambat dan akhirnya…

PRIIT!

“AH! Sorry,” ucap ihza

“SMA 3 kembali mencetak angka. Kini point SMA 3 jauh unggul di banding SMA 48. Apakah SMA 48 bisa mengejar point yang di dapat oleh SMA 3!” ucap komentator itu

“Permainan udah lebih dari setengah jalan, mungkin sisa waktu kita di babak pertama ini tinggal 5 menit lagi. Sekarang denger gw,” ucap Reza

Mereka semua pun menyimak.

“Pertama yang harus kita lakukan adalah kuasai permainan. Bahkan kalau gw perkirakan, ball position kita ketinggal jauh ama mereka. Oh ya, gw juga minta lu buat bantuin si ihza pas Guard,” ucap Reza

“Eh…gw?” ucap deva menunjuk dirinya sendiri

“ya, mungkin ihza bisa nahan salah satu dari mereka. Tapi kalau posisinya kayak tadi, pasti bakalan susah jagainnya. Gw tau disini yang staminanya paling bagus Cuma lu. Jadi, gw mohon bantuannya ama lu,” ucap Reza

“Ok!” ucap deva

“dan lu,” ucap Reza menunjuk yupi

“emm,” yupi hanya menunduk diam

“Gw Cuma minta lu untuk…,” ucap Reza menggantung

Yupi mengangkat kepalanya dan menatap wajah Reza.

“Ikuti peraturan permainan bola basket…,” lanjutnya

“Eh…,” yupi seperti kaget mendengar perkataan reza

Yupi menyadari kalau dirinya memang bisa bermain basket, tapi dia sama sekali tidak tau peraturan permainan basket itu sendiri.

“Aku ngerti kak,” jawab yupi

“Dari permainan lu, gw udah bisa menyimpulkan kalau disini lu paling jago dalam hal drible. Tapi, lu juga harus perhatikan langkah lu. Jangan kayak tadi,” ucap Reza

“Dan juga, jangan sering lompat kalau lo gak bertujuan untuk nge shot atau ngoper bola ke yang lain,” tambah adit

“I-iya kak,” ucap yupi

Wasit kembali ke dalam lapangan dan memberikan bola itu pada team SMA 48.

Point sementara ini masih 16 – 0, dan SMA 3 unggul jauh dari SMA 48.

“Semua siap?” ucap Reza

“em,” yupi mengangguk

“GO!” reza mengoper bola itu

“Tabrak terus dit!” teriak reza

Adit masih membawa bola itu. Saat ia sampai ke tengah lapangan, adit kembali mengoper bola itu kepada…

“yup!” teriak adit

Yupi melompat.

“What!?”

Rizal dari SMA 3 sangat terkejut saat melihat yupi melompat.

“Hap!” yupi berhasil menangkap bola itu

“yupi membawa bola dan mendrible sangat cepat! Ia berlari seperti angin, lebih cepat dari Sonic the headhog!” ucap komentator

“Ngomong apa sih nih komentator!” ucap siswa disana

Yupi sudah dekat dengan Ring basket itu. kemudian ia melompat dan mengarahkan bola itu ke ring. Tapi, salah satu pemain Guard SMA 3 menghalanginya dan memblock pergerakan yupi.

Tapi, tidak sampai disitu…

“Dev!”

“Eh!?” ucap pemain SMA 3

Yupi melempar bola itu ke arah deva.

“OK!” deva mengambil posisi dan bersiap men shot bola itu di area 3 point

SHUT!

DANG!

Bola itu memantul-mantul di ring basket dan…

Sluk!

“Masuk!” ucap Reza

“YES!” deva terlihat senang

Yupi, deva dan juga adit kembali ke posisi semula.

“SMA 48 berhasil mencetak tri point! Benar-benar lemparan yang bagus dari Deva!” ucap komentator itu

Penonton bertepuk tangan untuk permainan yang bagus dari kedua team tersebut.

“Bagus, keep playing like that. Tapi, usahakan kalian tidak terlalu membuang stamina. Kita memang tertinggal point. Tapi kita harus tetap bermain dengan tenang. Disini gw bergantung sama kalian berdua,” ucap Reza

“berdua?” ucap yupi

“yah, deva dan juga lu, yupi,” ucap Reza

“Sama seperti dulu. gw selalu berharap banyak ke aldo,” ucap Reza

Yupi mengangguk.

“Oke, kembali ke permainan!” ucap Reza

“YO!” ucap mereka semua

Permainan kembali di mulai.

SMA 48 berhasil mencetak point, namun mereka masih tertinggal jauh.

Rizal memantul-mantulkan bola itu sambil mencari seseorang yang akan ia oper.

“Ambil,” Rizal mengoper bola itu

Tapi…

*TAP!

“HEY!” teriak Rizal

“WOW, Yupi berhasil mencuri bola itu dari SMA 3. Sekarang ia berlari, mendrible dengan sangat cepat!”

Penonton semakin bersorak keras.

“Ah!?” yupi menghentikan langkahnya

Dua orang pemain SMA 3 memblock jalan yupi. perlahan yupi mundur sambil terus memantulkan bola itu ke tanah.

“Eh hey! Jangan terus-terusan…,”

PRIT!

“HAH!?” yupi terkejut saat wasit meniup peluit itu

“Back ball!” teriak wasit

“Hah?” ucap yupi

“Baru aja gw mau ngomong gitu,” ucap Deva

Yupi memberikan bola itu pada wasit dan kembali ke posisinya.

“Back ball? M-maksudnya apa!?” ucap yupi

“Itu adalah kesalahan dimana lu bawa bola ke area tim lawan, terus lu malah balik lagi ke belakang dan melewati tengah lapang. Itulah back ball,” ucap Reza

“Tapi kan…,”

“Tapi?” ucap Reza

Yupi pun terdiam.

“Dah, kita kembali ke pola permainan kayak tadi. Ingat, lu gak main sendirian, lu bisa oper bola ke temen lo. jangan kayak tadi, oke?” ucap Reza

Yupi mengangguk.

Para pemain kembali bersiap.

“Sprint!” ucap Rizal tapi ia seperti mengisyaratkan temannya

Kini bola berada di tangan Rizal.

Ia mengambil ancang-ancang untuk mengoper ke temannya, yaitu sagha.

“Jaga-jaga!” teriak Reza

Rizal mengoper bola itu kepada pemain guard, dan pemain guard itu kembali mengopernya ke pemain yang lainnya.

Rizal berlari-lari kecil, berputar-putar sambil terus memberi isyarat pada sagha.

“Maju!” teriak pemain SMA 3

SYUNG!

“EH! Bolanya!” ucap yupi

Tanpa di duga, pemain guard SMA 3 melempar bola itu ke depan.

Sagha dan juga Rizal sudah berlari mengejar bola itu.

“JAGA!” teriak Reza

“Biar gw!” ucap ihza

*HUP!

Sagha dari SMA 3 menangkap bola itu kemudian lanjut mendribble nya.

Tapi ihza disana dan siap menjaganya, ihza berusaha menahan sagha agar tidak memasukan bola.

“Gk akan gw biarin!” ucap ihza

“Jump!” teriak Sagha

“LAH!?” ucap ihza

Tidak sampai disitu, sagha melempar bola itu ke atas dan terlihat Rizal sudah melompat mengambil ancang-ancang.

“Jangan!” teriak yupi

Yupi langsung berlari ke belakang.

Rizal hampir mendapat bola rebound itu dan akhirnya ia…

DAK!

“WHAT!?” ucap Rizal

“Woah! Yupi berhasil memukul bola itu! Bola itu memantul-mantul ke tengah lapangan!” ucap komentator semakin heboh

“Ambil bola itu!!” teriak Reza

Deva, ihza, dan juga yupi berlari mengejar bola itu. begitu juga dengan para pemain SMA 3.

Mereka beradu kecepatan berlari.

Yupi dan juga Rizal berada di depan dan hampir dekat dengan bola itu.

“Dapat kau!” ucap Rizal

Sreeeet!

“Eh!?” Rizal menoleh ke belakang

“Aku dapat!”

“Eh kok!” ucap Rizal

“Wahahahahahahahaha….,” Penonton tiba-tiba tertawa

“Wah-wah, gerakan yang konyol baru saja yupi lakukan. Dengan melakukan sliding dan melewati kedua kaki Rizal, yupi berhasil merebut bola itu,” ucap komentator

“Ha?” Deva terdiam dan hanya melihat yupi, begitu juga yang lainnya

“Kini yupi berlari menuju ring basket, tapi…disana terdapat 1 pemain guard dari SMA 3. Apakah yupi bisa melewatinya,” ucap komentator

“Aku harus bisa! Santai yup, anggap ini seperti dulu. kamu pasti bisa!” batin yupi

“Orang itu dominan berada di sisi kanan ring basket, aku harus coba pivot ke kiri dia. Tapi, apa aku bisa…,”

Yupi mendrible bola itu tanpa berhenti dan ia hampir dekat dengan Ring basket.

“Oke! Sekarang saatnya!” ucap yupi

“Gw gak akan biarin lu lewat !” pemain guard itu terlihat berusaha merebut bola dari yupi.

Tapi…

“Minggir!” ucap yupi

“WEE!” pemain guard SMA 3 itu seperti mati langkah

Yupi memutari pemain guard itu.

“Berhasil!”

Yupi melakukan pivot ke arah kiri dan akhirnya melewati pemain SMA 3.

Tanpa basa-basi lagi, yupi langsung melakukan lay-up dan…

DANG!

“YEEEEEEE!” penonton semakin bersorak

“YES! Masuk! Did you see that! Sin! Yupi berhasil cetak angka!”

“I-iyah, aku liat kok shan,” ucap sinka

“Horeee!” suara penonton yang masih bersorak

Sementara itu…

“Hey…,”

Seseorang dengan tatapan kosong itu terus melihat ke arah depan.

“Zal!”

“Eh!? Ke-kenapa!?” ucap Rizal

“Lu ngelamun?” ucap Sagha

“G-gak…dah-dah, kembali ke permainan,” Rizal berjalan melewati sagha

“Hemm,” ucap Sagha

~oOo~

“Hah…Hah…Hah…,”

“Wah! Kamu hebat yup!” ucap deva

“Ah…I-iyah! Tapi…,”

“Tapi…gerakan yang tadi itu terlalu gegabah. Bisa gw simpulkan lu udah ngehabisin 80% dari stamina lu,” ucap Reza memotong pembicaraan

“Nah, tadi gw mau bilang gitu,” ucap Ihza

“Hah…Gak,” ucap yupi

“Hm?” ucap Reza

“Aku masih kuat kak,” ucap yupi

“Semangat lu emang masih kuat, tapi stamina lu…,”

PRIIT!

Wasit meniup peluit itu, menandakan kalau babak pertama telah usai.

“Kita punya waktu untuk istirahat. kalian bertiga ikut gw, kita bakal rapat soal strategi buat babak kedua,” ucap Reza

“B-bertiga!?” ucap yupi

“Yah, gw bakal biarin lu untuk istirahat dulu. Oh iya, kalau mau minum ambil aja poc*ri sweet di tas gw,” ucap Reza

“T-tapi kak!”

“Udah, gak ada tapi-tapian. Kita gak punya pemain pengganti, dan gw berharap banyak sama lo. ngerti?” ucap Reza

“em,” yupi mengangguk

 

BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_ so

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s