Lost and Back, Part59

DUGGKK

Ryu berhasil memukul jatuh satu makhluk aneh di depannya.

“Kena kau…arghhh….”

Tetapi ia sendiri juga kesakitan karena luka di tangannya belum sembuh total.

“Sial,sepertinya hanya tangan kiri dan kedua kaki yang bisa kugunakan.”gumamnya.

“GRRRRR….”

BRUAGKKBRUAGKK

“Hosshh..hosshh….”

Tetapi Ryu mulai kelelahan,dan

DUGKKKK

“Aarrghh….”

Ia kehilangan konsentrasi dan terpukul dari belakang hingga jatuh.

“Sial,mereka terus berdatangan.”

Ryu dikepung makhluk-makhluk itu.Tiba-tiba..

BRRMMMBRRMMM

“Hyaaaa….”

BRUAGKKKK

“Eh..??”

Makhluk-makhluk itu terpental cukup jauh karena tertabrak.

“Hiro?

Ternyata yang menabrak mereka adalah motor yang dikendarai Hiro.

“Tanganmu berdarah lagi.Ayo pergi dari sini!”ajak Hiro.

Ryu langsung naik ke motor dan mereka pun pergi.

“Hey,sejak kapan kau bisa mengendarai motor dengan lincah?”tanya Ryu.

“Nanti saja kuceritakan.”

~o0o~

SYUUUTTT

2 buah bola hitam raksasa melayang di depan Hanzai.

“Mereka kalah?”tanya Jikoku.

“Ya.”jawab Hanzai.

“Kenapa tidak kau gunakan sekarang?”

“Tidak,masih terlalu cepat untuk itu.Aku masih punya rencana lain.”

Hanzai menghadapkan kedua telapak tangannya ke depan.Sesuatu keluar dari kedua bola raksasa di depannya.

“Hmmm…begitu ternyata?”

~o0o~

BRUGKKK

“Baiklah,disini sudah habis.Ayo pergi.”ajak Yuuto.

“Ya.”sahut Naomi.

“Hhh..itu Minato,dan….”ucap Naomi.

“Hanna.”sambung Yuuto.

“Gawat…mereka berdua dikepung.”ucap Naomi.

Sebelumnya,

“Sial,kupikir sudah habis.”ucap Minato.

“Kau yakin tidak mau memakai senapanku?”tawar Hanna.

“Hmmm…soal itu….”

“Tunggu dulu.Jangan bilang kau tidak tau cara menggunakannya!”

“Begitulah.”

“Ck..Dasar!”

“Aaahh…berikan padaku.”Minato mengambil senapan Hanna.

“Aku tinggal menembakkannya,kan?”tanyanya.

CKLEKKCKLEKK

Saat Minato menarik pelatuknya,tak ada satupun peluru yang melontar.

“Kenapa tidak bisa?”tanyanya.

“Kau harus memompanya dulu.Tarik bagian bawahnya.”ucap Hanna.

CKLEKK

DORRR

“Yeah..aku bisa.”

“Cepat,mereka semakin dekat.”ucap Hanna.

“Baiklah.”

DORRDORRDORR

“Hahaha..ternyata sangat menyenangkan.”ucap Minato.

“Fokus pada targetmu!”tutur Hanna.

“Iya-iya,aku tau.”

CKLEK

Minato memompa senapannya dan..

“Huhh..kenapa tidak bisa?”gumamnya.

“Astaga,aku lupa kalau pelurunya hanya tersisa sedikit.”ucap Minato.

“Oh..kukira senapanmu bermasalah.Berikan pelurunya padaku.”

“Sebenarnya,yang kau tembakkan tadi adalah peluru terakhir.”

Pernyataan Hanna cukup membuat Minato terkejut.

“A-apa..??!!”

“Maaf.”

“Hmmm…baiklah,kalau begitu akan kugunakan…eh..”

Minato tampak kebingungan.

“Sial..bolaku tertinggal di tempat kita bertemu tadi.”

“Memangnya ada apa dengan bolamu?”

“Lupakan,akan kugunakan tangan kosong.”

Dengan sedikit terpaksa,akhirnya Minato melawan mereka dengan tangan kosong.

“GRRRR….”

“Heyaaaahh….”

BRUGKKK

“Awas di belakangmu!!”teriak Hanna.

“Huhh??”

Reflek Minato melakukan tendangan memutar ke belakang.

BUAGKKK

Tendangannya kena,tapi sialnya pisau yang dibawa makhluk itu terlempar dan menyayat lengannya.

“Arrrghh….”

“Kau tidak apa-apa?”tanya Hanna.

“Yahh..luka seperti tidak akan membuatku kal…”

Belum sempat menyelesaikan ucapannya,tiba-tiba Minato mendapat serangan dari belakang hingga tersungkur.

BRUGKKK

“Aarghh….”

“Minato..!!”

“Dasar pengecut,eh…”

Minato melihat Hanna dikerubungi makhluk-makhluk itu.

“Bertahanlah!!Aku akan….”

Terlambat,ia sendiri sudah dikelilingi makhluk-makhluk itu.

“Sial..!!”gumamnya.

“GRRRRR….”

WUSSSHH

BLARRRR

Ledakan hebat tiba-tiba terjadi.Secara bersamaan makhluk-makhluk itu terpental jauh.

“Hmmm..setidaknya mereka bisa tenang sebentar sebelum bangkit lagi.”

“Yuuto?Kau tepat waktu.”ucap Minato.

“Kau tidak apa-apa?”

“Naomi?Ya..untunglah kalian datang.”jawab Hanna.

“Kalian terluka.Ayo pergi.”ajak Naomi.

Disaat mereka hendak beranjak,

WUSSSHH

“Ehh..??”

Seperti ada sesuatu yang melintas di depan mata Yuuto.

“Ada apa,Yuuto?”tanya Naomi.

“Entahlah,kurasa aku melihat sesuatu.”

“Hmmm..mungkin hanya perasaanmu.Ayo pergi.”ajak Naomi.

“Tunggu dulu!Ada yang aneh.”

Yuuto melihat ke tubuh makhluk-makhluk itu.

“Kenapa mereka tidak menghilang seperti biasanya?”

“Oh iya,aku baru menyadari itu.”ucap Naomi.

“Hmmm..ya sudahlah,ayo cepat pergi dari sini.”ajak Minato.

Mereka pun berbalik.Namun baru beberapa langkah..

“Merunduk..!!”

BLARRRBLARRRBLARRR

“Ughhhh….”

Tiba-tiba timbul ledakan di depan mereka.Untung saja Yuuto cepat memperingatkan mereka agar merunduk.

“Sial,tadi itu apa?”tanya Minato.

“Makhluk-makhluk itu….”

Benar saja.Makhluk-makhluk itu telah bangkit kembali.Tetapi ada yang berbeda dengan mereka.

“Mata itu….”batin Naomi.

Bola mata sebagian dari mereka berubah menjadi hijau,sementara yang lainnya menjadi coklat.

SYUUUTT

“Huhh..??!!”

Tiba-tiba muncul benda hijau menjalar seperti milik Sinka.

SRiNKKSRiNKK

Dengan sigap Naomi memotong semuanya.

“Ada apa ini?Kenapa tiba-tiba mereka punya kemampuan seperti Sinka?”tanya Naomi.

“Dan ledakan yang tadi,seperti Jiro.”ucap Yuuto.

“GRRRRRR….”

“Kalian berdua,cari tempat aman.”ucap Naomi.

Minato dan Hanna mengangguk.Lalu mereka pergi.

“Sepertinya akan menjadi sedikit merepotkan.Menghadapi Jiro dan Sinka saja kita hampir kewalahan.Bagaimana dengan mereka semua?”ucap Yuuto.

“Jangan berpikir begitu.Kita harus tetap melawan mereka sebisa mungkin.”ucap Naomi.

“Yeahh..mau bagaimana lagi?Ayo!!”

~o0o~

“Hmmm…sepertinya sudah aman.”
Yuvia keluar dari belakang pohon.

“Untuk saat ini,sebaiknya aku terus menghindari mereka.”batinnya.

Lalu ia berlari secepat mungkin.Tetapi..

“GRRRRRRR….”

“Aaaaa…..!!!!”

* To be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s